Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PERAN SENTRAL GURU DI SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MINAT LITERASI SISWA Hafirah Tazkia Nissa; Rizqi Nur Rachmawati; Pramisdi Winanto Saputro; Diardana Prima Sintasari; Sonya Trikandi; Vicky Hidantikarnillah; Hasnah Setiani; Indra Rasyid Julianto
Jurnal Pesastra (Pendidikan Bahasa dan Sastra) Vol. 2 No. 4 (2025): Jurnal Pesastra Edisi November 2025
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/pesastra.v2i4.132

Abstract

Peran guru dalam meningkatkan minat literasi siswa menjadi aspek fundamental dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berorientasi pada penguatan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan komunikatif. Literasi tidak hanya terbatas pada kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup pemahaman, analisis, dan penerapan informasi dalam konteks kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran sentral guru dalam menumbuhkan budaya literasi di sekolah melalui pendekatan pembelajaran yang terarah bagi siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang berfokus pada upaya memahami dan menafsirkan fenomena sosial melalui pengumpulan data naratif serta analisis deskriptif. Guru memiliki peran strategis sebagai fasilitator, motivator, perancang strategi, serta teladan dalam membentuk kebiasaan literasi yang berkelanjutan. Guru tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis membaca dan menulis, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar literatif melalui kegiatan seperti membaca bersama, menulis reflektif, serta diskusi berbasis teks. Selain itu, guru turut mengembangkan media pembelajaran inovatif, termasuk pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas akses dan partisipasi siswa dalam kegiatan literasi. Kolaborasi antara guru, sekolah, dan orang tua terbukti menjadi faktor penting dalam menumbuhkan budaya literasi yang kuat. Dengan profesionalisme dan dedikasi guru, sekolah dapat melahirkan generasi pembelajar yang melek literasi, cerdas, dan adaptif terhadap tantangan global.
DAMPAK MEDIA SOSIAL TERHADAP PERGESERAN NORMA KESOPANAN DALAM INTERAKSI SOSIAL DI ERA DIGITAL Khoirun Nisa; Tiara; Rifa’atussalwa Hayati; sonya Trikandi
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2526

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang pengaruh media sosial terhadap pergeseran norma-norma kesopanan dalam interaksi sosial di Indonesia. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini mengungkap bahwa media sosial mendorong pergeseran dalam cara berkomunikasi yang cenderung mengabaikan etika kesopanan yang sudah ada. Faktor-faktor utama yang berkontribusi pada timbulnya perilaku agresif, seperti perundungan daring dan penggunaan bahasa yang kurang sopan, adalah fenomena anonimitas, kontrol diri yang rendah, serta algoritma pada platform tersebut. Dampak sosial dari hal ini terlihat melalui meningkatnya konflik di dunia digital dan menurunnya kualitas interaksi langsung, sementara dari segi budaya, terjadi pengikisan nilai-nilai lokal seperti unggah-ungguh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kemampuan literasi digital dan penguatan kembali budaya lokal sangat penting untuk melindungi identitas bangsa di tengah derasnya arus globalisasi.
Pemanfaatan Literasi Digital Menggunakan Aplikasi Google Maps Bagi Usaha Mikro Kecil Dan Menengah Desa Gunung Kaler Saputro, Pramisdi Winanto; fitri Anisa Kusumastuti, Sonya Trikandi , Diardana Prima Sintasari, Ina Ina ,
SEIKO : Journal of Management & Business Vol 9, No 1
Publisher : Program Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/sejaman.v9i1.11319

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pemanfaatan literasi digital menggunakan aplikasi Google Maps bagi UMKM desa Gunung Kaler kabupaten Tangerang. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yakni metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Gejala yang diamati oleh penulis meliputi permasalahan terhadap kurangnya pemanfaatan literasi digital bagi UMKM. Mahasiswa KKN mensosialisasikan aplikasi Google Maps dengan beberapa tahapan meliputi, pendampingan belajar, pendampingan digitalisasi, pelaksanaan berdasarkan sarana prasarana, dan monitoring program yang telah terlaksana. Teknik pengumpulan data meliputi observasi awal, dokumentasi, dan wawancara di desa Gunung Kaler kabupaten Tangerang. Hasil penelitian mendeskripsikan bahwa empat tahapan tersebut meliputi kegiatan pembuatan akun, verifikasi lokasi, pengunggahan foto profil, dan deskripsi menarik untuk menarik konsumen lebih luas. Pemanfaatan literasi digital dapat mendukung UMKM dalam memasuki pasar internasional lebih adaptif, mandiri, dan inovatif sesuai kemampuan literasi digital pelaku UMKM. Kata Kunci: Literasi Digital, Google Maps, dan UMKM
Seminar and Beauty Class: “Care about Beauty, Care about Health” Health and Beauty Education for Muslim Women Fitri Anisa Kusumastuti; Muh. Khaedir Lutfi; Nadya Amalia Juana; Fitri Rizkiyah; Sonya Trikandi; Rizqi Nur Rachmawati; Mona Anju Sansena; Dwi Nova Holisiah
Journal of Innovation and Community Engagement Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : Faculty of Smart Technology and Engineering, Universitas Kristen Maranatha, Bandung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/ice.v6i4.11806

Abstract

Health and beauty are essential aspects of a Muslimah’s life, which Islamic values should maintain as a form of gratitude and responsibility for the body entrusted by Allah. However, a lack of education regarding proper, healthy, and halal self-care practices remains an issue. This community service program aims to enhance Muslim women's understanding of healthy and Islamic-compliant skincare through a seminar and beauty class themed "Care about Beauty, Care about Health". The activities consisted of an educational seminar on skincare awareness and a hands-on beauty class using halal-certified products. The implementation methods included lectures, demonstrations, interactive Q&A sessions, and evaluation via questionnaires. The program involved both academics and halal beauty practitioners from Wardah. The results showed a significant increase in participants' knowledge of skincare techniques and awareness in selecting safe, halal beauty products. Program outputs included an educational self-care module, an article publication, and visual documentation, serving as a reference and evaluation material for future programs. This initiative is expected to have a lasting impact on raising awareness among Muslim women about the importance of maintaining a balanced approach to personal care, one that combines physical wellness with spiritual integrity.
PELANGGARAN MAKSIM DALAM PODCAST “PURBAYA YUDHI SADEWA (KETUA DEWAN KOMISIONER LPS): LPS DISERANG 3 M HACKER?” Elva Meilani Sagita; sonya Trikandi; Hugo Dimas Ohsyahida; Pramudita Arjuna AP; Tiara
PENTAS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12 No 1 (2026): PENTAS: Mei 2026
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/pentas.v12i1.12524

Abstract

This study investigates psycholinguistic aspects related to human thought processes in understanding and producing language by analyzing maxim violations in the CXO Media podcast featuring Purbaya Yudhi Sadewa (Chairman of the LPS Board of Commissioners). By applying pragmatic qualitative methods and a descriptive approach, this study aims to reveal how spontaneous communication strategies in oral conversations can deviate from the Cooperative Principle proposed by Grice. The results of the analysis revealed 7 (seven) findings of maxim violations including, 4 (four) violations of the maxim of quality, characterized by exaggeration and simplification of facts without sufficient evidence, 2 (two) violations of the maxim of quantity due to providing unclear and inconsistent information, and 1 (one) violation of the maxim of manner involving the use of unclear, repetitive, and wordy language. Overall, these findings indicate that maxim violations in the context of sensitive issues such as customer fund security and cyber attacks act as psychological tools to convince the public, build a positive image, and provide a sense of security to listeners through persuasive delivery.
Analisis kebutuhan penguatan literasi pada peserta didik di SD Negeri 5 Tigaraksa Camelia Aida Safitri; Sonya Trikandi; Citra Juliyanti Prancista; Alfahra Aishila Putri; Amalia Safitri; Ina
BEMAS: Jurnal Bermasyarakat Vol 7 No 1 (2026): BEMAS: Jurnal Bermasyarakat
Publisher : LPPMPK- Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/bemas.v7i1.2341

Abstract

Rendahnya tingkat literasi di sekolah dapat disebabkan oleh kurangnya kemampuan pendidik untuk menganalisis ketersediaan bahan bacaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan literasi peserta didik di SDN 5 Tigaraksa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Peneliti menganalisis kebutuhan literasi peserta didik sesuai dengan fakta yang ada di sekolah yang menerapkan program literasi. Data pada penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Data primer yakni data yang diperoleh secara langsung berupa hasil observasi dan wawancara bersama kepala SDN 5 Tigaraksa, sementara data sekunder yakni data yang diperoleh berupa jurnal dan artikel yang mendukung penelitian kebutuhan literasi peserta didik. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan kebutuhan literasi membaca peserta didik melalui kolaborasi dengan pihak luar di SDN 5 Tigaraksa dapat meningkatkan kualitas literasi peserta didik, namun keterbatasan sarana dan prasarana masih menjadi faktor penghambat dalam optimalisasi pelaksanaan program literasi. Sehingga kebutuhan literasi di SDN 5 Tigaraksa masih dalam proses pengembangan.
Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pelanggan pada Gen Z di Teras Café Tigaraksa Riya Fitriyani; Sabelita Ayu Wulandari; Santi Rahmawati; Ulvia Bilqis Salsabila; Zelinda Syaifa Putri; Sonya Trikandi; Febri Sari Siahaan
Bata Ilyas Educational Management Review Vol. 6 No. 1: January - June
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/biemr.v6i1.3995

Abstract

Studi berikut tujuannya guna memahami dan menganalisa dampak dari kualitas pelayanan pada tingkat kepuasan pelanggan generasi Z di Teras Café Tigaraksa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dalam bentuk survei. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari pelanggan Generasi Z yang pernah mengunjungi Teras Café Tigaraksa. Sampel penelitian terdiri dari 60 responden yang direkrut memakai teknik pengambilan sampel saturasi. Selain wawancara dengan manajemen café, kuesioner skala Likert juga dibagikan sebagai bagian dari proses pengumpulan data. Data dianalisis menggunakan berbagai uji, seperti uji validitas dan reliabilitas, analisis regresi linier dasar, uji-t, uji-F, dan koefisien determinasi (R²), yang semuanya dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS. Perolehan studi berikut mengindikasikan semua item pernyataan yang dianalisis mempunyai taraf validitas serta reliabilitas yang memadai. Hasil dari analisis regresi linear sederhana mengindikasikan persamaan Y = 9,782 + 0,564X, yang mengambarkan terdapat dampak positif antara kualitas pelayanan pada tingkat kepuasan pelanggan. Perolehan uji statistik t mengindikasikan skor signifikan 0,001 < 0,05, sehingga menunjukkan bahwa kualitas pelayanan memiliki dampak yang positif dan signifikan pada tingkat kepuasan pelanggan. Hasil koefisien determinasi (R2) sejumlah 0,510 menunjukkan bahwa kualitas pelayanan dapat menjelaskan tingkat kepuasan pelanggan sejumlah 51% sementara 49% yang lain disebabkan oleh berbagai faktor yang tidak dikaji pada studi berikut. Sehingga, kesimpulannya peningkatan kualitas pelayanan yang disiapkan oleh Teras Café Tigaraksa dapat berpengaruh positif pada tingkat kepuasan pelanggan generasi Z.