Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Seminar and Beauty Class: “Care about Beauty, Care about Health” Health and Beauty Education for Muslim Women Fitri Anisa Kusumastuti; Muh. Khaedir Lutfi; Nadya Amalia Juana; Fitri Rizkiyah; Sonya Trikandi; Rizqi Nur Rachmawati; Mona Anju Sansena; Dwi Nova Holisiah
Journal of Innovation and Community Engagement Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : Faculty of Smart Technology and Engineering, Universitas Kristen Maranatha, Bandung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/ice.v6i4.11806

Abstract

Health and beauty are essential aspects of a Muslimah’s life, which Islamic values should maintain as a form of gratitude and responsibility for the body entrusted by Allah. However, a lack of education regarding proper, healthy, and halal self-care practices remains an issue. This community service program aims to enhance Muslim women's understanding of healthy and Islamic-compliant skincare through a seminar and beauty class themed "Care about Beauty, Care about Health". The activities consisted of an educational seminar on skincare awareness and a hands-on beauty class using halal-certified products. The implementation methods included lectures, demonstrations, interactive Q&A sessions, and evaluation via questionnaires. The program involved both academics and halal beauty practitioners from Wardah. The results showed a significant increase in participants' knowledge of skincare techniques and awareness in selecting safe, halal beauty products. Program outputs included an educational self-care module, an article publication, and visual documentation, serving as a reference and evaluation material for future programs. This initiative is expected to have a lasting impact on raising awareness among Muslim women about the importance of maintaining a balanced approach to personal care, one that combines physical wellness with spiritual integrity.
PELANGGARAN MAKSIM DALAM PODCAST “PURBAYA YUDHI SADEWA (KETUA DEWAN KOMISIONER LPS): LPS DISERANG 3 M HACKER?” Elva Meilani Sagita; sonya Trikandi; Hugo Dimas Ohsyahida; Pramudita Arjuna AP; Tiara
PENTAS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12 No 1 (2026): PENTAS: Mei 2026
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/pentas.v12i1.12524

Abstract

This study investigates psycholinguistic aspects related to human thought processes in understanding and producing language by analyzing maxim violations in the CXO Media podcast featuring Purbaya Yudhi Sadewa (Chairman of the LPS Board of Commissioners). By applying pragmatic qualitative methods and a descriptive approach, this study aims to reveal how spontaneous communication strategies in oral conversations can deviate from the Cooperative Principle proposed by Grice. The results of the analysis revealed 7 (seven) findings of maxim violations including, 4 (four) violations of the maxim of quality, characterized by exaggeration and simplification of facts without sufficient evidence, 2 (two) violations of the maxim of quantity due to providing unclear and inconsistent information, and 1 (one) violation of the maxim of manner involving the use of unclear, repetitive, and wordy language. Overall, these findings indicate that maxim violations in the context of sensitive issues such as customer fund security and cyber attacks act as psychological tools to convince the public, build a positive image, and provide a sense of security to listeners through persuasive delivery.
Analisis kebutuhan penguatan literasi pada peserta didik di SD Negeri 5 Tigaraksa Camelia Aida Safitri; Sonya Trikandi; Citra Juliyanti Prancista; Alfahra Aishila Putri; Amalia Safitri; Ina
BEMAS: Jurnal Bermasyarakat Vol 7 No 1 (2026): BEMAS: Jurnal Bermasyarakat
Publisher : LPPMPK- Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/bemas.v7i1.2341

Abstract

Rendahnya tingkat literasi di sekolah dapat disebabkan oleh kurangnya kemampuan pendidik untuk menganalisis ketersediaan bahan bacaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan literasi peserta didik di SDN 5 Tigaraksa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Peneliti menganalisis kebutuhan literasi peserta didik sesuai dengan fakta yang ada di sekolah yang menerapkan program literasi. Data pada penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Data primer yakni data yang diperoleh secara langsung berupa hasil observasi dan wawancara bersama kepala SDN 5 Tigaraksa, sementara data sekunder yakni data yang diperoleh berupa jurnal dan artikel yang mendukung penelitian kebutuhan literasi peserta didik. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan kebutuhan literasi membaca peserta didik melalui kolaborasi dengan pihak luar di SDN 5 Tigaraksa dapat meningkatkan kualitas literasi peserta didik, namun keterbatasan sarana dan prasarana masih menjadi faktor penghambat dalam optimalisasi pelaksanaan program literasi. Sehingga kebutuhan literasi di SDN 5 Tigaraksa masih dalam proses pengembangan.
Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pelanggan pada Gen Z di Teras Café Tigaraksa Riya Fitriyani; Sabelita Ayu Wulandari; Santi Rahmawati; Ulvia Bilqis Salsabila; Zelinda Syaifa Putri; Sonya Trikandi; Febri Sari Siahaan
Bata Ilyas Educational Management Review Vol. 6 No. 1: January - June
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/biemr.v6i1.3995

Abstract

Studi berikut tujuannya guna memahami dan menganalisa dampak dari kualitas pelayanan pada tingkat kepuasan pelanggan generasi Z di Teras Café Tigaraksa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dalam bentuk survei. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari pelanggan Generasi Z yang pernah mengunjungi Teras Café Tigaraksa. Sampel penelitian terdiri dari 60 responden yang direkrut memakai teknik pengambilan sampel saturasi. Selain wawancara dengan manajemen café, kuesioner skala Likert juga dibagikan sebagai bagian dari proses pengumpulan data. Data dianalisis menggunakan berbagai uji, seperti uji validitas dan reliabilitas, analisis regresi linier dasar, uji-t, uji-F, dan koefisien determinasi (R²), yang semuanya dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS. Perolehan studi berikut mengindikasikan semua item pernyataan yang dianalisis mempunyai taraf validitas serta reliabilitas yang memadai. Hasil dari analisis regresi linear sederhana mengindikasikan persamaan Y = 9,782 + 0,564X, yang mengambarkan terdapat dampak positif antara kualitas pelayanan pada tingkat kepuasan pelanggan. Perolehan uji statistik t mengindikasikan skor signifikan 0,001 < 0,05, sehingga menunjukkan bahwa kualitas pelayanan memiliki dampak yang positif dan signifikan pada tingkat kepuasan pelanggan. Hasil koefisien determinasi (R2) sejumlah 0,510 menunjukkan bahwa kualitas pelayanan dapat menjelaskan tingkat kepuasan pelanggan sejumlah 51% sementara 49% yang lain disebabkan oleh berbagai faktor yang tidak dikaji pada studi berikut. Sehingga, kesimpulannya peningkatan kualitas pelayanan yang disiapkan oleh Teras Café Tigaraksa dapat berpengaruh positif pada tingkat kepuasan pelanggan generasi Z.
Analisis Kinerja Keuangan Pt Japfa Comfeed Indonesia Tbk Berdasarkan Rasio Profitabilitas Periode 2022–2024 Muhammad Septyo Ajie Prihantoro; Muhamad Syahrul Romdoni; Muhamad Syawaludin Haris; Rajendra Gading Pramudya; Ryu Anggada; Sonya Trikandi; Febri Sari Siahaan
Bata Ilyas Educational Management Review Vol. 6 No. 2 (2026): July - December
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/biemr.v6i2.4020

Abstract

Sehat atau tidaknya kondisi finansial sebuah perusahaan pada dasarnya bisa dilacak lewat cara perusahaan tersebut mengelola sumber daya yang dipunyainya untuk mendulang laba. Riset ini mengulik performa keuangan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk pada rentang 2022–2024 lewat empat alat ukur profitabilitas, yakni Gross Profit Margin (GPM), Net Profit Margin (NPM), Return on Assets (ROA), dan Return on Equity (ROE). Metode yang dipakai bercorak deskriptif kuantitatif dengan mengandalkan data sekunder dari laporan tahunan perusahaan. Angka-angka rasio dihitung untuk melacak naik-turunnya capaian finansial Japfa Comfeed dari tahun ke tahun. Ditemukan bahwa keempat rasio kompak melemah pada 2023 jika disandingkan dengan 2022, GPM anjlok dari 15,69% ke 14,68%, NPM merosot dari 3,04% ke 1,85%, ROA turun dari 4,56% ke 2,77%, dan ROE tergerus dari 10,92% ke 6,68%. Namun arahnya berbalik drastis begitu masuk 2024: GPM melompat ke 20,10%, NPM ke 5,76%, ROA ke 9,27%, sedangkan ROE menembus 19,38%. Pola naik-turun ini memperlihatkan bahwa keuangan Japfa Comfeed sempat goyah selama tiga tahun tersebut, dan justru mencetak rekor terbaiknya di penghujung periode penelitian. Capaian di 2024 itu tak lepas dari langkah perusahaan memperbaiki efisiensi operasional serta mengoptimalkan pemakaian aset dan modal, sehingga labanya pun ikut terdongkrak.
Peran Motivasi Belajar dalam Pembentukan Kemampuan Berbicara pada Siswa Kursus Bahasa Inggris Sulistia Adela Guslani; Theresa Theresa; Sonya Trikandi; Vicky Hidantikarnillah
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 5 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i5.1038

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran motivasi belajar dalam pembentukan kemampuan berbicara bahasa Inggris siswa tingkat sekolah dasar pada kursus bahasa Inggris. Banyak siswa mengalami kesulitan berbicara bahasa Inggris karena kurang percaya diri, merasa cemas, dan takut melakukan kesalahan saat berkomunikasi. Oleh karena itu, motivasi belajar dipandang sebagai faktor penting yang dapat mendorong siswa untuk lebih aktif menggunakan bahasa Inggris secara lisan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian siswa sekolah dasar dan guru bahasa Inggris pada kursus bahasa Inggris. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dengan teknik triangulasi sumber untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar berperan penting dalam meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Penerapan metode fun learning melalui kegiatan seperti vocabulary games dan role plays mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sehingga siswa lebih antusias dan berani berbicara menggunakan bahasa Inggris. Selain itu, pemberian pujian, apresiasi, dan dukungan positif dari guru membantu mengurangi kecemasan serta meningkatkan rasa percaya diri siswa. Dengan demikian, motivasi belajar yang didukung oleh strategi pembelajaran yang menarik dan interaktif terbukti efektif dalam mengembangkan kemampuan berbicara bahasa Inggris siswa di lembaga pendidikan nonformal.
Implementasi Project-Based Learning Berbasis Digital Storytelling untuk Pembelajaran Simple Past Tense Risya Meilani Putri; Resi Prihatinka; Rahel Aprilia Pangaribuan; Sonya Trikandi; Fidiatun Adiyan
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 5 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i5.1056

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi Project-Based Learning (PjBL) berbasis digital storytelling pada pembelajaran Simple Past Tense di kelas VIII serta mengidentifikasi pola pembelajaran, faktor pendukung, dan kendala yang muncul selama pelaksanaannya. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif pada satu kelas VIII di SMP Prince's Creative School dengan melibatkan satu guru Bahasa Inggris dan seluruh siswa pada kelas yang diteliti. Data diperoleh melalui observasi selama enam pertemuan, wawancara dengan guru dan perwakilan siswa, serta analisis dokumen berupa modul ajar, draf recount text, infografis alur kerja, video digital storytelling, dan rubrik penilaian. Analisis dilakukan melalui kondensasi data, pengodean tematik, penyajian matriks antarsumber, dan penarikan kesimpulan; keabsahan temuan diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Proyek berpusat pada produksi digital storytelling tentang pengalaman pribadi dengan menerapkan Simple Past Tense. Temuan menunjukkan empat pola utama: penggunaan tata bahasa menjadi lebih kontekstual melalui penyusunan recount text; keterlibatan dan interaksi siswa menguat ketika mereka memegang peran proyek yang jelas; produk multimodal membuka ruang bagi latihan menulis, berbicara, kreativitas visual, dan literasi digital; serta kualitas pelaksanaan sangat bergantung pada scaffolding guru, pengaturan waktu, dan pembagian kerja yang adil. Kendala utama meliputi partisipasi kelompok yang tidak merata, keterbatasan perangkat, dan tekanan waktu. Karena penelitian tidak menggunakan pengukuran pra-pasca atau kelompok pembanding, hasil dipahami sebagai bukti kualitatif mengenai proses dan kontribusi yang dipersepsikan, bukan bukti efektivitas kausal. Studi ini menawarkan gambaran kontekstual tentang integrasi PjBL, pengajaran tata bahasa komunikatif, digital storytelling, dan penilaian autentik pada pembelajaran Bahasa Inggris tingkat SMP.
DAMPAK MEDIA SOSIAL TERHADAP PERGESERAN NORMA KESOPANAN DALAM INTERAKSI SOSIAL DI ERA DIGITAL Khoirun Nisa; Tiara; Rifa’atussalwa Hayati; sonya Trikandi
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2526

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang pengaruh media sosial terhadap pergeseran norma-norma kesopanan dalam interaksi sosial di Indonesia. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini mengungkap bahwa media sosial mendorong pergeseran dalam cara berkomunikasi yang cenderung mengabaikan etika kesopanan yang sudah ada. Faktor-faktor utama yang berkontribusi pada timbulnya perilaku agresif, seperti perundungan daring dan penggunaan bahasa yang kurang sopan, adalah fenomena anonimitas, kontrol diri yang rendah, serta algoritma pada platform tersebut. Dampak sosial dari hal ini terlihat melalui meningkatnya konflik di dunia digital dan menurunnya kualitas interaksi langsung, sementara dari segi budaya, terjadi pengikisan nilai-nilai lokal seperti unggah-ungguh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kemampuan literasi digital dan penguatan kembali budaya lokal sangat penting untuk melindungi identitas bangsa di tengah derasnya arus globalisasi.
ANALISIS WACANA KRITIS PODCAST SUARA BERKELAS PADA EPISODE “CARA MENEMUKAN BAHAGIA DAN RASA BERSYUKUR VERSI DIRI KAMU SENDIRI” Salsabilah Adinda; Shalsabila Shalsabila; Sonya Trikandi; Fidiatun Adiyan
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.14029

Abstract

ABSTRACT The rapid growth of internet-based new media has transformed podcasts from entertainment platforms into discursive spaces that shape public understanding of mental health and happiness. This study aims to examine the construction of happiness discourse in the Suara Berkelas podcast episode entitled Cara Menemukan Bahagia dan Bersyukur Versi Kamu Sendiri using Norman Fairclough's three-dimensional Critical Discourse Analysis framework, encompassing textual analysis, discursive practice, and sociocultural practice. This research employed a qualitative approach with Critical Discourse Analysis as the research method. The data consisted of verbatim transcripts obtained from the official Spotify and YouTube platforms of Suara Berkelas. Data analysis was conducted through textual analysis, discursive practice analysis, and sociocultural practice analysis, while theoretical triangulation was applied to enhance data credibility. The findings reveal that, at the textual level, the discourse employs persuasive and personalized language to establish emotional closeness with listeners. At the discursive practice level, structured monologues, vocal intonation, and audio elements reinforce the narrator's authority as a legitimate source of truth. At the sociocultural level, the discourse tends to reproduce an individualistic ideology by framing happiness as an individual's responsibility while paying limited attention to structural factors affecting mental well-being. The study concludes that podcasts function not only as motivational media but also as ideological instruments that construct and reproduce particular meanings of happiness in the digital era. ABSTRAK Perkembangan media baru berbasis internet telah menjadikan podcast tidak hanya sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai ruang diskursif dalam membangun pemahaman masyarakat mengenai kesehatan mental dan kebahagiaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi wacana kebahagiaan pada podcast Suara Berkelas episode Cara Menemukan Bahagia dan Bersyukur Versi Kamu Sendiri melalui tiga dimensi Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough, yaitu dimensi tekstual, praktik diskursif, dan praktik sosiokultural. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Analisis Wacana Kritis. Data berupa tuturan yang ditranskripsikan secara verbatim dari podcast yang diakses melalui Spotify dan YouTube resmi Suara Berkelas. Analisis dilakukan melalui tahapan analisis teks, analisis praktik diskursif, dan analisis praktik sosiokultural, sedangkan keabsahan data diperkuat menggunakan triangulasi teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dimensi tekstual, wacana dibangun melalui penggunaan bahasa persuasif dan personal untuk menciptakan kedekatan emosional dengan pendengar. Pada dimensi praktik diskursif, penyampaian monolog, intonasi suara, dan elemen audio berperan dalam membangun legitimasi narator sebagai sumber otoritatif. Sementara itu, pada dimensi sosiokultural ditemukan bahwa wacana kebahagiaan yang ditampilkan cenderung mereproduksi ideologi individualistik dengan menempatkan kebahagiaan sebagai tanggung jawab individu dan kurang mempertimbangkan faktor-faktor struktural yang memengaruhi kesejahteraan mental. Penelitian ini menyimpulkan bahwa podcast berperan sebagai media yang tidak hanya menyampaikan pesan motivasional, tetapi juga membentuk dan mereproduksi ideologi tertentu dalam memaknai kebahagiaan di era digital.
Code Switching and Code Mixing in Workplace Communication: Implications for Educational Management and Professional Development Pramisdi Winanto Saputro; Sonya Trikandi; Diardana Prima Sintasari; Ina; Rifaatussalwa Hayati; Aziz Fauzi
Journal of Educational Management Research Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Al-Qalam Institue

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61987/jemr.v5i2.1887

Abstract

This study aims to describe the forms of code switching and code mixing that occur in workplace communication and to examine their implications from an educational management perspective. A descriptive qualitative approach was employed using observation, listening, audio recording, and documentation techniques. The data consisted of five selected speech events, which revealed two instances of code switching (internal and external) and three instances of code mixing in the form of words, phrases, and clauses. The dominant languages used were Indonesian, Sundanese, Javanese, and English. The findings indicate that code switching and code mixing are influenced by conversational context, speakers’ cultural backgrounds, habitual language use, the presence of a third participant, and the formality of workplace situations. Beyond their linguistic function, these phenomena reflect social interaction patterns, cultural identity, and communication effectiveness in multilingual professional settings. From an educational management perspective, the results highlight the importance of managing language use in workplace learning, communication training, and professional development programs to support effective collaboration and inclusive learning environments.