Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search
Journal : Vegetalika

Studi Aspek Fisiologis dan Biokimia Perkecambahan Benih Jagung (Zea mays L.) pada Umur Penyimpanan Benih yang Berbeda Tatag Chariesma Andhi.W.A, Aziz Purwantoro, dan Prapto Yudono
Vegetalika Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.1362

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari aspek fisiologis dan biokimia perkecambahan benih jagung (Zea mays) pada umur penyimpanan yang berbeda. Umur penyimpanan benih mempengaruhi kecepatan pertumbuhan serta produksi tanaman. Benih baru pada umumnya memiliki pertumbuhan yang lebih pesat dibandingkan dengan benih-lama. Penelitian ini disusun menggunakan 2 perlakuan berdasarkan umur penyimpanan benih. Perlakuan pertama adalah benih jagung baru dengan umur simpan 2 minggu, perlakuan kedua adalah benih jagung lama dengan umur simpan 10 bulan. Masing-masing perlakuan memiliki empat ulangan dengan setiap ulangan memiliki sampel 540 butir benih jagung. Masing-masing perlakuan dikecambahkan selama 7 hari dan dilakukan pengamatan terhadap gaya berkecambah, indeks vigor, pertumbuhan tunas, pertumbuhan panjang akar, berat kering kecambah normal, laju respirasi dan kadar pati. Perlakuan umur penyimpanan benih 2 minggu dan 10 bulan memberikan hasil yang berbeda nyata untuk variabel laju respirasi, kadar pati, pertumbuhan tunas, pertumbuhan akar, berat kering kecambah, daya berkecambah dan indeks vigor. Pada perlakuan umur penyimpanan benih 2 minggu, hubungan antara pertumbuhan tunas, pertumbuhan akar dan berat kering kecambah normal memiliki korelasi positif dengan laju respirasi benih, serta korelasi negatif dengan kadar pati benih. Pada perlakuan umur penyimpanan benih 2 minggu, hubungan antara daya berkecambah dan indeks vigor memiliki korelasi positif dengan laju respirasi benih, serta korelasi negatif dengan kadar pati benih.
Ketahanan Klon Somatis Nilam (Pogostemon cablin Benth.) Terhadap Ralstonia solanacearum Arfita Sari, Aziz Purwantoro, Endang Hadipoentyanti
Vegetalika Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.1392

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik inokulasi yang paling tepat dalam seleksi ketahanan somaklon nilam terhadap R. solanacearum penyebab penyakit layu bakteri, mengetahui ada tidaknya peningkatan ketahanan terhadap bakteri layu pada somaklon nilam yang diinduksi mutasi in vitro dan diiradiasi dengan sinar gamma, serta mengetahui ada tidaknya somaklon yang tahan terhadap R. solanacearum penyebab penyakit layu bakteri. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat  (Balittro) yang berlokasi di Kampus Pertanian Cimanggu, Bogor pada bulan Januari - Juni 2009. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial 2 x 8 dengan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu perlakuan  inokulasi (tusuk dan siram) sedangkan faktor kedua yaitu somaklon nilam (Tapak Tuan dan Sidikalang), somaklon nilan hasil irradiasi (1,5 krad; 3,5 krad; dan 4,5 krad) dan somaklon nilam hasil irradiasi yang telah melalui seleksi in vitro dengan filtrat bakteri (2 krad F4; 5,5 krad F4; dan 6 krad  F2).Hasil percobaan menunjukkan bahwa teknik inokulasi yang paling tepat dalam seleksi ketahanan somaklon nilam terhadap layu bakteri adalah teknik tusuk, pada somaklon nilam yang diinduksi mutasi in vitro dan irradiasi sinar gama tidak ada peningkatan ketahanan somaklon nilam terhadap layu bakteri, dan somaklon yang tahan terhadap R. solanacearum adalah somaklon Tapak Tuan.
Keragaan Kembang Kertas (Zinnia elegans Jacq) Generasi M5 dan M6 hasil irradiasi Sinar X Annisa Khoiriyah, Aziz Purwantoro, Taryono
Vegetalika Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.1515

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi beberapa karakter pada populasi M5 dan M6 tanaman kembang kertas (Zinnia elegans) setelah dilakukan kegiatan seleksi. Kegiatan seleksi dilakukan pada individu tanaman yang memilki bunga berbentuk pompon atau bunga berbentuk double dan berwarna red purple. Penelitian dilaksanakan di lahan seluas ± 250 m2 di komplek perumahan Jatimulyo, Yogyakarta. Penanaman populasi M5 dilaksanakan pada bulan April sampai Agustus 2010 sedangkan penanaman populasi M6 dilaksanakan pada bulan November 2010 sampai Maret 2011. Data masing-masing karakter pengamatan dianalisis dengan Uji F untuk mendapatkan nilai varian, kemudian digunakan Uji T untuk membandingkan rerata nilai tiap karakter pengamatan antara kedua populasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai varian pada karakter bentuk bunga pompon, bentuk bunga double dan warna bunga red purple pada populasi M6 menurun setelah dilakukan kegiatan seleksi. Meskipun, persentase jumlah individu dengan karakter bunga pompon, bentuk bunga double dan warna bunga red purple tidak berbeda nyata antara populasi M5 dan M6. Karakter pengamatan diameter batang dan jumlah bunga per tanaman memiliki nilai heritabilitas yang tinggi.
Analisis Keragaman Genetik Enam Varietas Pummelo (Citrus maxima (Burm.) Merr.) untuk Ketahanan Terhadap Huanglongbing Menggunakan Penanda RAPD Putri Prasetyaningrum, Aziz Purwantoro, Siti Subandiyah
Vegetalika Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.1521

Abstract

Enam kultivar Pummelo : Raja, Ratu, Pangkajahe Merah, Pangkajahe Putih, Nambangan, dan Magetan di inokulasi dengan Candidatus L. asiaticus untuk mengetahui keragaman tanggapan ketahanan terhadap Huanglongbing. Keragaman dinilai berdasarkan intensitas penyakit, konformasi molekuler Candidatus L. asiaticus pada jaringan tanaman, dan keragaman molekuler pummel dengan analisis RAPD. Pangkahjahe Putih dinilai resisten terhadap HLB karena memiliki intensitas penyakit 0% dan hasil negatif dalam konformasi molekul Candidatus L. asiaticus. Hasil analisis RAPD diperoleh bahwa 865 bp merupakan fragmen yang dapat dikaitkan dengan kerentanan terhadap HLB.
Pengaruh Jenis dan Kadar Air Media Simpan Terhadap Viabilitas Benih Lengkeng (Dimocarpus longan Lour.) Rina Dwi Pratiwi, Rohmanti Rabaniyah, dan Aziz Purwantoro
Vegetalika Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.1522

Abstract

Benih lengkeng termasuk benih rekalsitran yang bersifat cepat kehilangan viabilitas, tidak dapat dikeringkan di bawah kadar air kritis, kadar air benih tinggi sehingga mudah berkecambah, dan tidak toleran terhadap suhu yang membekukan. Viabilitas benih lengkeng dapat dipertahankan apabila disimpan dalam kondisi lembab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan kadar air media simpan yang tepat untuk mempertahankan viabilitas benih lengkeng tetap tinggi selama penyimpanan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Benih dan Rumah Kaca, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pada bulan April-Juni 2011. Metode yang digunakan adalah rancangan faktorial 3 x 3 + 1 yang disusun secara acak lengkap dengan 4 ulangan. Faktor pertama adalah jenis media simpan, yaitu serbuk arang kayu, arang sekam, dan serbuk gergaji, sedangkan faktor kedua adalah kadar air media simpan antara lain 30%, 40%, dan 50%, ditambah dengan perlakuan tanpa media simpan (kontrol). Penelitian dilaksanakan selama 30 hari dengan melakukan pengujian viabilitas pada awal penyimpanan dan setiap 5 hari sekali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyimpanan dengan ketiga media simpan dapat mempertahankan daya tumbuh benih optimal hingga 20 hari, sedangkan penyimpanan pada benih tanpa media hanya dapat bertahan selama 10 hari penyimpanan.
Pematahan Dormansi Benih Tanjung (Mimusops elengi L.) dengan Skarifikasi dan Perendaman Kalium Nitrat Djati Widhityarini, Suyadi Mw, Aziz Purwantoro
Vegetalika Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.1615

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh skarifikasi dan perendaman KNO3 terhadap kecepatan pematahan dormansi biji
Keragaan dan Keragaman Tanaman Bunga Kertas (Zinnia elegans Jacq) Generasi M5 Hasil Irradiasi Sinar X Anis Gunawan, Aziz Purwantoro, dan Supriyanta
Vegetalika Vol 3, No 4 (2014)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.758 KB) | DOI: 10.22146/veg.5757

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  untuk mengetahui  keragaan serta keragaman  sifat  yang  dihasilkan tanaman bunga kertas (Zinnia elegans Jacq) hasil iradiasi sinar X pada  generasi M5 setelah dilakukan kegiatan seleksi. Penelitian dilakukan di kebun percobaan Banguntapan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta  pada bulan April 2010  sampai dengan bulan  November 2010.  Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan rancangan lingkungan berupa rancangan tersarang (nested design) dengan ulangan tidak sama. Bahan tanam yang digunakan berasal dari 27 nomor tanaman bunga kertas (Zinnia elegans) open pollinated yang merupakan seleksi dari kuntum bunga tanaman terpilih generasi M4. Seleksi didasarkan pada kesamaan warna yaitu red group dan red purple group yang bunga pitanya berbentuk double dan pompom. Pada penelitian ini terjadi penurunan nilai varian pada karakter bentuk bunga double dan bentuk bunga pompom serta pada warna red group  dari populasi M4 ke populasi M5. Pada semua karakter kuantitatif yang diamati tidak terdapat nilai heritabilitas yang tinggi. Terdapat kemunculan beberapa karakter fenotipik baru seperti munculnya pita bunga baru yang “bertingkat” pada kuntum bunga, adanya gradasi warna pada bunga pita, serta bentuk daun yang tidak normal.Kata kunci: Zinnia elegans Jacq, seleksi, keragaan, keragaman, generasi M5.
Keragaman Molekuler pada Tanaman Lili Hujan (Zephyranthes spp.) Tenti Okta Vika, Aziz Purwantoro, dan Rani Agustina Wulandari
Vegetalika Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.8 KB) | DOI: 10.22146/veg.6424

Abstract

Identifikasi molekuler dengan menggunakan penanda RAPD pada tanaman lili hujan yang tumbuh di Indonesia belum pernah dilakukan. Oleh karena itu, perlu dilakukan karakterisasi keragaman genetik dari tanaman lili hujan yang tumbuh di Indonesia sebagai penelitian awal untuk program pemuliaan. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung keragaman genetik dari tiga jenis tanaman lili hujan dengan teknik RAPD dan menghitung jarak genetik tanaman lili hujan berdasarkan informasi keragaman penanda genetik. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni - Oktober 2014 di Laboratorium Genetika dan Pemuliaan Tanaman, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Penelitian dilakukan dengan menggunakan tanaman lili hujan yang memiliki warna bunga pink, putih, dan kuning yang diambil dari tiga lokasi berbeda untuk masing-masing warna. Setiap lokasi diambil tiga tanaman sampel untuk masing-masing warna. Penanda genetik yang digunakan adalah analisis RAPD dengan menggunakan 11 primer terpilih yaitu OPA2, OPA 9, OPA 11, OPA 16, OPA 18, OPB 10, OPB 19, OPC 5, OPC 7, OPC 10, dan OPD 5. Hasil analisis keragaman genetik dengan menggunakan 11 primer menunjukkan bahwa persentase keragaman dalam populasi lebih tinggi dibandingkan dengan keragaman antar populasi pada 27 individu tanaman lili hujan. Nilai keragaman genetik tanaman lili hujan yang berwarna kuning adalah 0,1388; tanaman lili hujan yang berwarna pink adalah 0,1291; dan tanaman lili hujan yang berwarna putih adalah 0,1231. Rentang jarak genetik pada 27 individu tanaman lili hujan berkisar antara 0,59 hingga 0,03. Jarak genetik antara tanaman berwarna pink dan putih adalah 0,3 dan jarak genetik antara tanaman berwarna kuning dengan tanaman berwarna pink dan putih adalah 0,03. Berdasarkan analisis jarak genetik dan PCoA jenis tanaman lili hujan yang berwarna kuning memiliki keragaman yang lebih tinggi dibandingkan jenis tanaman lili hujan yang berwarna pink dan putih.Kata kunci : keragaman, lili hujan, jarak genetik, RAPD
KERAGAMAN MOLEKULER PURING (Codiaeum variegatum (L.) Rumph. ex A. Juss) DENGAN PENANDA RAPD Monika Andreastuti Kusumaningrum; Aziz Purwantoro; Rudi Hari Murti
Vegetalika Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.545 KB) | DOI: 10.22146/veg.9279

Abstract

Tanaman puring (Codiaeum variegatum (L.) Rumph. ex A. Juss) adalah tanaman hias yang memiliki nilai jual tinggi. Tanaman puring juga memiliki manfaat sebagai tanaman berkhasiat obat dan dapat menyerap unsur timah hitam yang berasal dari sisa pembakaran bahan bakar kendaraan bermotor (2,05 mg/lt). Bentuk, warna, dan corak daun tanaman puring sangat beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya keragaman genetik, menghitung jarak genetik, dan menduga adanya alel spesifik pada tanaman puring. Sampel DNA diektraksi dari daun 20 kultivar tanaman puring. Metode PCR menggunakan 10 primer yaitu OPA-02, OPA-03, OPA-14, OPA-16, OPA-18, OPA-20, OPB-08, OPB-19, OPD-05, dan OPH-18. Hasil amplifikasi menunjukkan tingkat polimorfisme yang cukup tinggi. Persentase lokus polimorfik dan nilai heterosigositas harapan (He) paling tinggi ditunjukkan oleh kultivar tanaman puring dengan daun yang berwarna kombinasi hijau-merah yaitu 56,60% dan 0,190. Kultivar yang berlabel H1 dengan HK1 memiliki hubungan kekerabatan paling dekat diantara kultivar lain, sedangkan kultivar  yang  berlabel HK3 dengan HKM5 dan kultivar berlabel HK5 dengan HKM4 memiliki hubungan kekerabatan paling jauh diantara kultivar lain. Hasil dari dendogram UPGMA dan PCoA (Principal Coordinates Analysis) menempatkan 20 kultivar kedalam 2 klaster dan salah satu klaster ditempati oleh kultivar dengan daun yang berwarna kombinasi hijau-kuning-merah. Dari seluruh kelompok warna pada sampel, alel spesifik yang dapat terdeteksi pada satu kelompok/populasi warna hanya terdapat pada kelompok HKM yaitu pada OPD 05-1400 dan OPH 18-300.
EVALUASI KARAKTER KUALITATIF DAN KUANTITATIF GENERASI F1 HASIL PERSILANGAN CABAI HIAS FISH PEPPER (Capsicum annuum L.) DENGAN CABAI RAWIT (C. frutescens L.) Achmad Syarif Sirojuddin; Aziz Purwantoro; Panjisakti Basunanda
Vegetalika Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.056 KB) | DOI: 10.22146/veg.10473

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi beberapa karakter kualitatif dan kuantitatif generasi F1 hasil persilangan cabai hias fish pepper (C. annuum L.) dengan cabai rawit (C. frutescens L.). Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Tridarma Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada dan greenhouse di desa Sambilegi Lor, Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta dari bulan September 2014 sampai Maret 2015. Bahan tanam yang digunakan dalam penelitian ini meliputi benih cabai rawit (C. frutescens L.) dan cabai hias fish pepper (C. annuum L.) sebagai tetua, serta F1 dan F1R sebagai hasil persilangan keduanya. Pada karakter kualitatif, F1 menampilkan beberapa sifat dominan tetua FP, yaitu bentuk segitiga pada buah dan adanya antosianin pada buku batang, daun, bunga, dan buah. Adapun sifat dominan pada tetua A yang terekspresi pada F1 adalah warna hijau pada daun. Selain itu, beberapa karakter pada F1 merupakan sifat kodominan, di antaranya bentuk oval pada daun serta orientasi mendatar pada bunga dan buah. Tidak ditemukan maternal inheritance pada karakter-karakter kualitatif antara F1 dan F1R. Pada karakter kuantitatif, F1 memiliki nilai yang lebih tinggi atas rerata kedua tetuanya, yaitu terlihat dalam nilai heterosis pada karakter umur mulai berbunga, umur mulai berbuah, panjang dan lebar daun, panjang buah, diameter buah, bobot buah, serta jumlah buah per tanamann. Beberapa karakter harapan yang terekspresi pada cabai hias F1 yaitu warna  putih-ungu  pada  mahkota  bunga,  bentuk segitiga  pada  buah,  umur berbunga yang cepat, dan jumlah buah per tanaman yang banyak.
Co-Authors , Parjanto A. Widiyatmoko Achmad Syarif Sirojuddin Agus Budi Setiawan Agus Budi Setiawan, Agus Budi Agus Slamet Aidha Rusita Putri Ainun Nikmati Laily Aman Suyadi Andin Puspita Andin Puspita Ari Indrianto Ari Indrianto Ari Indrianto Aries Bagus Sasongko Arman Wijonarko Asadi Abdullah Asadi Asadi Asep Rinal Supratman Asri Fajar Milasari Aurellia Tatipata Bambang Sutaryo Bekti Sulistya Utami BUDI SETIADI DARYONO Christina Astri Wirasti Cristina Astri Wirasti Daffa Ramzy Syah Allaam Danarsi Diptaningsari Della Rosiana Ningtias Didik Indradewa Dinda Dewanti Djoko Prajitno Dyah Weny Respatie Dyah Weny Respatie Edhi Martono Endang Pudjihartati Endang Semiarti Endang Sulistyaningsih Erlina Ambarwati Exsyupransia Mursyanti Exsyupransia Mursyanti Fajar Hayuatmaja Falah Nur Alifianto Fandi Setiawan Fitria Setyaningsih Gildantia, Elke Ginting, Tesalonika Gretaryan Wahyu Widiatmiko Handayani, Niken S. N. Hanifa, Yumna Hanifa, Yumna Rahmadias Harkingto Harkingto Herni Shintiavira I. Indriyati Wibisono Ilmiah, Haviah Hafidhotul Inayah, Suwaibah Ummul Irwan Gery Renaldi Ixora Sartika Mercuriani JAKA WIDADA Jalil, Muhamad Jamhari Jamhari, Jamhari Kana Ninomiya Kurniawan, Febri Yuda Lilik Kusdiarti Lita Rahmadani Maria Marina Herawati Miranda Ferwita Sari Monika Andreastuti Kusumaningrum Mufit Daryatun Asniawati Muhammad Dylan Lawrie Muhammad Dylan Lawrie Nasrullah Nasrullah Nintya Setiari Nintya Setiari Nurul Annisa Oktaviana Herawati Panjisakti Basunanda Parjanto Parjanto Pauline Destinugrainy Kasi Prapto Yudono Purnomo Purnomo Purnomo Puspita, Andin Putri Lukmanasari Qurrotul Uyun, Qurrotul Rahayu Sulistianingsih Rani Agustina Wulandari Ratih Hartono Putri Rima Indhirawati Rina Pratiwi Pudja I. A Rohimah Handayani Sri Lestari Rudi Hari Murti Rudi Hari Murti Rudi Hari Murti Sahiral Yakub SATRIYAS ILYAS Seonghoe Jang Shogo Matsumoto Sri Nopitasari Sri Trisnowati Sukarti Moeljopawiro Sukarti Moeljopawiro Sukarti Moeljopawiro Sukarti Moeljopawiro Sukarti Moeljopawiro Sukarti Moeljopawiro Sulastri Isminingsih Supriyanta Supriyanta Supriyanta Supriyanta Supriyanta Supriyanta Suwaibah Ummul Inayah SUWIJIYO PRAMONO Suwijiyo Pramono Swandari, Tantri Tahtihal Anhar Tamam, M. Badrut Tio Eka Sinurat Triono Bagus Saputro, Triono Bagus Trisnaningtyas, Carenina Valentina Dwi Suci Handayani W. T. Artama W.T. Artama Wahyu Listyaningrum Wili Setiyoko Windi Mose Woerjono Mangoendidjojo Woerjono Mangoendidjojo Y. Andi Trisyono Y. Andi Trisyono Yasushi Yoshioka Yefta Pamandungan Yeni Fatmawati Yuli Setiawati Yundari, Yundari Yuuki Asano Zulfa Layina Zulkifli Zulkifli