Articles
IDENTIFIKASI KESELAMATAN PENANGANAN LIMBAH PELUMAS PADA PT.ALTRAK 1978 BALIKPAPAN
Veza Azteria;
Jamal Efendi
BIOLINK (Jurnal Biologi Lingkungan Industri Kesehatan) Vol 4, No 1 (2017): Agustus
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/biolink.v4i1.964
One of the B3 waste that needs to get special handling because it is produced in high amount in the society is the oil used oil (used oil). Used lubricating oil is produced from various human activities such as, industry, mining, and workshop. The purpose of this research is to know how to identify the handling safety of lubricant waste at PT.ALTRAK 1978 Balikpapan and to determine the proper controlling step. This research is designed as an observational descriptive evaluation research conducted by checklist, JSA (Job Safety Analysis) with observation, analyze , Observation and processing of data and information that has been collected systematically. The results showed that the handling of lubricant waste in PT.ALTRAK 1978 Balikpapan get the results of the value by using a percentage calculation of 72% if adjusted to the operational standard of the procedure is included in the assessment with enough results.Identifikasi safety handling lubricant waste in PT.ALTRAK 1978 Balikpapan can be done By making JSA (Job Safety Analysis) as well as adjustment to standard operational procedures with the implementation of the field.
Analisis Pengaruh Suhu Air Conditioner Terhadap Kesehatan Pegawai Di Kantor Arsip Dan Perpustakaan Kota X
Veza Azteria
Journal of Natural Sciences Vol 2, No 3 (2021): Journal of Natural Sciences November
Publisher : Mahesa Research Center
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (711.688 KB)
|
DOI: 10.34007/jonas.v2i3.151
Kemajuan teknologi saat ini berdampak besar bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia, contohnya penggunaan AC. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah suhu ruangan dapat mempengaruhi kesehatan staf di Kantor Arsip dan Perpustakaan Kota X. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan lembar observasi dan angket terbuka yang dibagikan kepada 20 karyawan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa rata-rata suhu ruangan di kantor arsip dan perpustakaan Kota X berada pada kategori suhu tidak ideal yaitu 23.660°C. Hasil uji korelasi (r) antara suhu ruangan dengan AC terhadap kesehatan karyawan adalah 0,675 dengan p-value 0,001 yang berarti ada hubungan antara suhu ruangan dengan AC terhadap kesehatan karyawan. pegawai Kantor Arsip Kota X dan perpustakaan. Oleh karena itu, pihak Kantor Arsip dan Perpustakaan Kota X diharapkan membuat jadwal rutin pembersihan AC di setiap ruangan. Untuk meningkatkan kesehatan karyawan, diusahakan untuk selalu membuka jendela agar terjadi pertukaran udara yang baik dan bergerak secara teratur minimal seminggu sekali.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA PEMBANGUNAN TAHAP STRUKTUR DI PT. ABADI PRIMA INTIKARYA ANCOL TAHUN 2020
Queenta Hehanussa;
Cut Alia Keumala Muda;
Putri Handayani;
Veza Azteria
Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47317/mikki.v10i1.336
Kelelahan kerja memberi kontribusi 50% terhadap terjadinya kecelakaan kerja. Kelelahan bisa disebabkan oleh sebab fisik ataupun mental. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja di PT. Abadi Prima Intikarya Ancol tahun 2020. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi responden sebanyak 38 dengan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 38 orang sehingga teknik pengambilan sampel tersebut menggunakan total sampling. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Berdasarkan hasil penelitian bahwa beban kerja memiliki nilai p-value 0,036; usia memiliki nilai p-value 0,022; status gizi memiliki nilai p-value 0,036 disimpulkan bahwa H0 ditolak, menunjukkan ada hubungan beban kerja, usia dan status gizi dengan kelelahan kerja. Hal ini sesuai dengan hipotesis awal yang berasumsi bahwa terdapat hubungan antara beban kerja, usia dan status gizi dengan kelelahan kerja pada pekeja pembangunan tahap struktur di PT. Abadi Prima Intikarya Ancol tahun 2020.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN SAFETY DRIVING PADA PENGEMUDI BUS AKAP
Insyafia Amalia Khusnul;
Cut Alia Keumala Muda;
Veza Azteria;
Putri Handayani
Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47317/mikki.v10i1.333
Safety driving merupakan dasar pelatihan mengemudi lebih lanjut yang lebih memperhatikan keselamatan bagi pengemudi dan penumpang. Dalam Global Status Report on Road Safety World Health Organization disebutkan bahwa kecelakaan lalu lintas jalan mengakibatkan kematian sekitar 1,35 juta orang di seluruh dunia setiap tahun1. Di Indonesia, berdasarkan data Kepolisian Republik Indonesia (POLRI), terdapat 107.500 kecelakaan dan sebanyak 1034 unit bus terlibat dalam kecelakaan lau lintas. Bus AKAP trayek Jakarta – Yogyakarta merupakan salah satu bus di Terminal Pulo Gebang dengan keberangkatan pada malam hari dan memiliki beberapa titik jalur yang rawan kecelakaan lalu lintas atau blackspot. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku safety driving pengemudi bus AKAP trayek Jakarta-Yogyakarta tahun 2020. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional study. Populasi pengemudi bus AKAP trayek Jakarta-Yogyakarta di Terminal Pulo Gebang sebanyak 40 pengemudi dan sampel yang digunakan sebanyak 40 pengemudi dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Data analisis menggunakan uji Chi Square dengan hasil menunjukkan bahwa ada huungan antara pengetahuan safety driving (p-value 0,003), pelatihan mengemudi (p-value 0,001) dengan perilaku safety driving. Serta tidak ada hubungan antara pengalaman mengemudi (p-value 1,000) dengan perilaku safety driving. Maka dari itu dibutuhkan pengetahuan safety driving dan pelatihan mengemudi untuk meningkatkan perilaku safety driving.
Aktualisasi Diet Limbah (Sampah) Padat
Veza Azteria;
Devi Angeliana Kusumaningtiar;
Ahmad Irfandi;
Erna Veronika;
Mayumi Nitami
Jurnal Abdidas Vol. 2 No. 4 (2021): August Pages 725-1020
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/abdidas.v2i4.342
Limbah merupakan suatu buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup tahun 2020 Produksi sampah rumah tangga selama pandemic Covid-19 mengalami kenaikan yang signifikan yaitu dari 62% berbentuk paket dan 47% layanan antar makanan (Katadata, 2020). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melarang penggunaan kantong belanja plastik sekali pakai di tempat-tempat tersebut. Namun aturan ini baru diterapkan pada toko swalayan, supermarket, pusat perbelanjaan, dan pasar tradisional. Tujuan diadakannya webinar ini adalah untuk mensosialisasikan upaya diet sampah untuk mengurangi jumlah timbulan sampah terutama selama masa pandemic Covid 19 saat ini. Metode pelaksanaannya menggunakan metode ceramah (sosialisasi), tanya jawab, dan monitoring sertaevaluasi terhadap peserta. Hasil yang diharapkan dari webinar ini adalah sosialisasi secara berkala agar menambah pengetahuan masyarakat dalam mengurangi jumlah timbulan sampah rumah tangga terutama selama masa pandemic Covid 19 ini. Dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat menambah wawasan masyarakat terkait reduce, reuse dan recycle (3R) sampah rumah tangga.
EFFECTIVENESS OF B3 WASTE MANAGEMENT OF CORONAVIRUS DISEASE 2019 (COVID-19) SELF-QUARANTINE
Veza Azteria;
Ahmad Irfandi;
Erna Veronika
BIOLINK (Jurnal Biologi Lingkungan Industri Kesehatan) Vol 9, No 1 (2022): August
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/biolink.v9i1.6741
Patients who self-quarantine were carried out to break the chain from the spread of the COVID-19 virus, but a new problem arose: solid medical B3 waste originating from these patients. If this B3 medical waste is not managed properly, it can potentially transmit and be contaminated by infectious substances. Management of infectious waste from self-quarantine patients was minimal because most people did not know about it, and there was a lack of infrastructure from the government. Therefore the researchers were interested in researching the management of B3 waste, substantial B3 waste, from people who carried out Covid-19 self-quarantine. This study aimed to determine the community's effectiveness in managing solid medical B3 waste from COVID-19 self-quarantine activities. Using the snowball sampling method and cross-sectional design, the results showed that there was a significant relationship between Attitude (P Value = 0.000), Knowledge (P value = 0.006), Age (P Value = 0.019), Gender (P value = 0.000), Occupation (P value = 0.000) and Education (P value = 0.04) on community behavior in managing B3 medical waste during the Covid-19 self-quarantine period. Management of Solid B3 Medical Waste from self-quarantine has not been effective since its application is still low, and local drop boxes were not available as temporary shelters for B3 waste.
Docking and Molecular Dynamic Simulations Study to Search Curcumin Analogue Compounds as Potential Inhibitor Against SARS-CoV-2: A Computational Approach
Neni Frimayanti;
Adel Zamri;
Yum Eryanti;
Noval Herfindo;
Veza Azteria
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 24, No 3 (2021): Volume 24 Issue 3 Year 2021
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2297.983 KB)
|
DOI: 10.14710/jksa.24.3.85-90
Coronavirus is a pandemic in the world. It requires researchers and scientists to work hard to find a vaccine or drug to inhibit the development of the coronavirus. Many drugs have been used, such as remdesivir, lopinavir, and chloroquine. However, how effective is the use of these drugs for inhibiting the coronavirus’s growth? There is no research has been done. Curcumin is now known as one of the compounds that have some biological activities, and it is also can potentially be used as a CoV-2 inhibitor. The computational study, i.e., molecular docking and molecular dynamic, can help researchers to predict which compounds have the potential as an inhibitor against the CoV-2 coronavirus. In this study, lopinavir was used as a positive control. Lopinavir and 45 curcumin analog compounds were docked against the main protease protein with 6LU7 PDB ID. Based on the docking results, it was discovered that compound 1, compound 2, and compound 4 have the same binding orientation as lopinavir. Molecular dynamic simulation with the lowest binding free energy conformation was used to check these compounds’ stability. Only compound 4 was maintained to observe hydrogen bonding with Lys5 and Lys137 with a distance of 2.9 Å. The distance of hydrogen bonds and binding free energy over simulation time is essential to elucidate the potential compound’s affinity. For then, compound 4 can be used as a potential inhibitor against the CoV-2 coronavirus.
EFFECTIVENESS OF B3 WASTE MANAGEMENT OF CORONAVIRUS DISEASE 2019 (COVID-19) SELF-QUARANTINE
Veza Azteria;
Ahmad Irfandi;
Erna Veronika
BIOLINK (Jurnal Biologi Lingkungan Industri Kesehatan) Vol. 9 No. 1 (2022): August 2022
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/biolink.v9i1.6741
Patients who self-quarantine were carried out to break the chain from the spread of the COVID-19 virus, but a new problem arose: solid medical B3 waste originating from these patients. If this B3 medical waste is not managed properly, it can potentially transmit and be contaminated by infectious substances. Management of infectious waste from self-quarantine patients was minimal because most people did not know about it, and there was a lack of infrastructure from the government. Therefore the researchers were interested in researching the management of B3 waste, substantial B3 waste, from people who carried out Covid-19 self-quarantine. This study aimed to determine the community's effectiveness in managing solid medical B3 waste from COVID-19 self-quarantine activities. Using the snowball sampling method and cross-sectional design, the results showed that there was a significant relationship between Attitude (P Value = 0.000), Knowledge (P value = 0.006), Age (P Value = 0.019), Gender (P value = 0.000), Occupation (P value = 0.000) and Education (P value = 0.04) on community behavior in managing B3 medical waste during the Covid-19 self-quarantine period. Management of Solid B3 Medical Waste from self-quarantine has not been effective since its application is still low, and local drop boxes were not available as temporary shelters for B3 waste.
PENINGKATAN SELF CARE BEHAVIOR (CSB) PENDERITA TB PARU UNTUK PREVENTIF DAN PENGENDALIAN KEJADIAN TB PARU DI KAMPUNG RAWALINI, KABUPATEN TANGERANG
Ernalinda Rosya;
Veza Azteria;
Arbania Fitriani
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023): Edisi Januari
Publisher : LPPM Universitas Pamulang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32493/al-jpkm.v4i1.28370
Tuberculosis Paru (TB Paru) merupakan penyakit menular yang menjadi penyebab kematian terbanyak ke 13 di dunia sedangkan di Indonesia TB Paru menempati urutan ke-3 penyebab kematian terbanyak. Penambahan jumlah penderita TB Paru masih terjadi, dikarenakan penularan TB Paru sangat mudah sekali. Penularan TB Paru melalui udara yang tercemar oleh bakteri mikobakterium Tuberculosis yang dikeluarkan oleh penderita TB Paru melalui batuk keudara. Penularan ini bisa diatasi dengan membiasakan penderita TB Paru untuk melakukan self care behavior diantaranya perilaku batuk yang benar menurut kesehatan, serta individu yang berada disekitar penderita TB Paru juga harus menerapkan perilaku hidup sehat agar bakteri penyebab TB Paru yang hinggap ditubuh tidak berkembang biak sehingga tidak tertular oleh penyakit TB Paru ini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan cara mencegah dan mengendalikan factor resiko TB Paru dengan mengaplikasikan self care behavior. Self care behavior pada penderita TB Paru ini merupakan hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh penulis. Kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu, melakukan peningkatan pengetahuan penderita TB Paru tentang infeksi TB Paru, pencegahan, pengobatan dan pengendalian factor resiko TB Paru dengan kegiatan edukasi. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat yaitu peserta sudah memiliki pengetahuan tentang perilaku pencegahan dan pengendalian TB paru. Disarankan bagi pelayanan kesehatan melakukan control ke masyarakat tentang perilaku pencegahan dan pengendalian TB paru.Kata Kunci : TB Paru, Self Care Behavior, Pencegahan, Pengendalian
Drinking Water Quality of Water Refill Station in Gebang Raya Tanggerang
Veza Azteria;
Ernalinda Rosya
JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN Vol. 15 No. 2 (2023): JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN
Publisher : Universitas Airlangga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20473/jkl.v15i2.2023.120-126
Introduction: As a drinking water provider, refill drinking water station must comply with hygiene and sanitation standards for water quality, including the microbiological value standard for clean water. This study was conducted to determine the microbial levels in refill drinking water station and analyze the drinking water quality based on sanitation hygiene observations. Methods: The study included laboratory test methods, cross-sectional analysis tests, and a descriptive analysis. Drinking water sampling and sanitation observations were performed using the total sampling technique on 17 water station. As much as 100 ml of drinking water samples were taken directly from the faucet to refill water with a sterile bottle container. Sanitary hygiene was studied through interviews using an observation sheet. Results and Discussion: The most bacteria were found at 108 per 100ml in Escherichia coli parameters and 866 per 100ml in coliform parameters in the station water samples with the Station 8 (SK) code. The interviews showed that seven station did not meet the criteria for good sanitation hygiene. Conclusion: Sanitary hygiene is carried out to reduce or eliminate bacterial contamination in drinking water. Observations and laboratory tests show that good sanitation is related to drinking water quality.