Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Dalam Mengolah Minyak Jelantah Veza Azteria; Ahmad Irfandi
Media Abdimas Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Media Abdimas Vol 2 No 1 Bulan Maret 2023
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (987.002 KB) | DOI: 10.37817/mediaabdimas.v2i1.2684

Abstract

Berbagai upaya yang dilakukan untuk mengurangi jumlah limbah minyak goreng rumah tangga telah dilakukandengan beberapa metode untuk menghasilkan produk yang bernilai ekonomis. Permasalahan muncul dari segipengetahuan masyarakat yang masih kurang dalam pengolahannya. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalahuntuk memberikan edukasi dan penyuluhan kepada warga RT 010 Petukangan Utara sebagai mitra mengenaipemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi berbagai produk yang bernilai jual ekonomis. Kegiatan pengabdiankepada masyarakat ini selain untuk mengelola lingkungan namun juga membantu masyarakat agar dapatmembuka lapangan kerja baru. Metode yang digunakan adalah metode ceramah dan diskusi mendalam dengangoogle meeting menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur pengetahuan masyakarat. Kegiatanpengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 09 Oktober 2022 dengan total peserta sebanyak 21 orang.Berdasarkan hasil edukasi yang dilakukan ada kenaikan pengetahuan masyarakat terkait pengolahan minyakjelantah sebesar 24,22%. Edukasi ini diharapkan rutin dilakukan agar masyarkat dapat konsisten dalam menjagalingkungan.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Sebagai Upaya Pengdendalian Vektor DBD di Kelurahan Kranji Bekasi Barat Veza Azteria; Erna Veronika; Ahmad Irfandi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i7.9754

Abstract

ABSTRAK Berbagai upaya yang telah dilakukan untuk pengendalian vector DBD dimasa setelah Covid-19 ini dapat dilakukan dengan memperhatikan protocol kesehataan. pengendalian dapat dilakukan dengan pengendalian fisik, kimia dan biologi. Salah satu perilaku PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) yang di lakukan adalah dengan menerapkan metode 3M (Menguras, Mengubur dan Menutup). Oleh karenanya program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus perlu terus dilakukan secara berkelanjutan sepanjang tahun khususnya pada musim penghujan. Kegiatan ini diawali dengan menyebarkan kuisioner kepada masyarakat untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan metode pencegahan masyarakat dalam penanganan DBD. melakukan observasi tempat penampungan air, penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat dari rumah ke rumah dengan menggunakan media brosur dan poster serta memberikan edukasi terkait penerapan perilaku hidup bersih dan sehat setelah masa pandemic Covid-19. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan terhadap masyarakat Kelurahan Kranji Bekasi Barat dengan cara menyebarkan poster, banner dan penyuluhan secara door to door selama kurang lebih 3 bulan yaitu Juni 2022 – Agustus 2022.  Kegiatan ini merupakan langkah awal yang diharapkan agar masyarakat dapat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat terutama setelah adanya Covid-19, pengendalian terjadinya penyakit demam berdarah secara fisik, kimia maupun biologi. Menurut hasil data kuisioner yang telah kami berikan kepada responden, kami telah menentukan prioritas masalah terkait kesehatan lingkungan di Kelurahan Kranji, Bekasi Barat dengan menggunakan metode kualitatif, dan di dapatkan data seperti berikut, yaitu dari 50 responden sebanyak 24 responden atau setara dengan 48% responden yang melakukan pengurasan bak mandi sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan, dan sebanyak 26 responden melakukan pengurasan bak mandi tidak sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan atau setara dengan 52%, sehingga hal ini menjadi prioritas masalah di Kelurahan Kranji, Bekasi Barat. Berdasarkan hasil dari pengabdian masyarakat ini diperoleh adanya peningkatan pengetahuan masyarakat sebesar 80% - 90% sebagai sasaran kegiatan abdimas di masyarakat Kranji Bekasi dan terjadinya peningkatan sikap yang positif dalam menyikapi perilaku hidup bersih dan sehat dalam mengendalikan vector sebagai upaya pencegahan penyakit demam berdarah. Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Kesehatan Lingkungan  ABSTRACT Efforts made for vector control in the post-Covid-19 era can be carried out by paying attention to health protocols. One of the Clean and Healthy Living behaviors that are carried out is to apply the Drain, Bury, and Close method. This activity was started by distributing questionnaires to the public to determine the level of knowledge and community prevention techniques in handling the emergence of dengue fever. This activity begins with observing water reservoirs, counseling and educating the community from house to house using brochures and posters, as well as providing education related to implementing clean and healthy living behaviors after the Covid-19 pandemic for 3 months, namely June 2022 - August 2022 This activity is the first step that is expected so that people can implement clean and healthy living habits, especially after the arrival of Covid-19, controlling the occurrence of dengue fever physically, chemically and biologically. According to the results of the questionnaire data that we have given to respondents, we have determined priority issues related to environmental health in Kranji Village, West Bekasi, using qualitative methods, and obtained data as follows, namely out of 50 respondents there were 24 respondents or the equivalent of 48% of respondents who drained the bathtub following predetermined rules. As many as 26 respondents drained the bathtub not following predetermined rules or equivalent to 52%, so this is a priority problem in Kranji Village, West Bekasi. Based on the results of this community service, it was found that there was an increase in community knowledge of 80% - 90% as the target of community service activities in the Kranji Bekasi community and an increase in positive attitudes towards clean and healthy living behavior in controlling vectors as an effort to prevent dengue fever. Keywords:Community Empowerment, Clean and Healthy Behavior, Enviromental Health
Hubungan Faktor Karakteristik Ibu terhadap Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi Usia 6-12 Bulan di Puskesmas Tanah Tinggi Tangerang Mareta Puspita; Rini Handayani; Veza Azteria; Gisely Vionalita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 14 No 1 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 1, Februari 2022
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v14i1.249

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Pemberian ASI yang mengandung kolostrum tanpa tambahan makanan apapun dan diberikan kepada bayi dimulai ketika lahir hingga berusia 6 bulan. Prevalensi pemberian ASI eksklusif nasional tahun 2019 sebesar 67,74%. Studi ini ditujukan untuk mengetahui faktor karakteristik ibu yang berhubungan dengan ASI eksklusif pada bayi usia 6-12 bulan di Puskesmas Tanah Tinggi Tangerang. Metode: Studi cross-sectional dilakukan pada bulan Januari-Agustus 2021 dengan sampel 128 bayi usia 6-12 bulan. Variabel dependen penelitian adalah pemberian ASI eksklusif sedangkan variabel independen adalah usia, pekerjaan, pendidikan dan paritas. Analisis yang dilakukan secara analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-square. Hasil: Ditemukan proporsi tertinggi pada kelompok yang memberikan ASI eksklusif (50,8%), ibu usia 20 tahun sampai 35 tahun (70,3%), ibu yang bekerja (68%), ibu pendidikan lanjut (75%) dan ibu primipara (57%). Hasil uji Chi-square ditemukan adanya hubungan antara ASI eksklusif dengan pekerjaan (P-value=0,031, PR=1,649, 95%CI 1,037-2,622). Namun, usia (P-value=0,063, PR=1,457, 95%CI 1,039-2,045), pendidikan (P-value=0,759, PR=1,109, 95%CI 0,753-1,632) dan paritas (P-value=0,575, PR=1,145, 95%CI 0,796-1,648) ditemukan tidak signifikan terhadap pemberian ASI ekslusif. Kesimpulan: Hanya variabel pekerjaan yang berhubungan terhadap pemberian ASI eksklusif. Kata Kunci: ASI eksklusif, Paritas, Pekerjaan, Pendidikan, Usia Abstract Background: Breastfeeding containing colostrum without any additional food and given to babies starting at birth until the age of 6 months. The national prevalence of exclusive breastfeeding in 2019 was 67.74%. This study was aimed to determine the characteristics of mothers related to exclusive breastfeeding in infants aged 6-12 months at the Tanah Tinggi Tangerang Health Center. Methods: The cross-sectional study was conducted in January-August 2021 with a sample of 128 infants aged 6-12 months. The dependent variable of the study was exclusive breastfeeding while the independent variables were age, occupation, education and parity. The analysis was carried out by univariate and bivariate analysis with Chi-square test. Results: The highest proportion was found in the group who gave exclusive breastfeeding (50.8%), mothers aged 20 to 35 years (70.3%), working mothers (68%), advanced education mothers (75%) and primiparous mothers (57). %). The results of the Chi-square test found a relationship between exclusive breastfeeding and work (P-value=0.031, PR=1.649, 95%CI 1.037-2.622). However, age (P-value=0.063, PR=1.457, 95%CI 1.039-2.045), education (P-value=0.759, PR=1.109, 95%CI 0.753-1.632) and parity (P-value=0.575, PR=1.145, 95%CI 0.796-1.648) was found not significant to exclusive breastfeeding. Conclusion: Only occupation variables related to exclusive breastfeeding. Keywords: Age, Education, Exclusive breastfeeding, Parity, Profession
EDUKASI TENTANG PENGELOLAAN KESEHATAN MENTAL IBU Yusvita, Fierdania; Muda, Cut Alia Keumala; Azteria, Veza
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 10, No 03 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/abd.v10i3.7487

Abstract

Perempuan memegang beragam peranan dalam kehidupan usia dewasanya, termasuk menjadi seorang ibu, sehingga memastikan kesehatan mental adalah hal yang harus diupayakan dalam berbagai pendekatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu rumah tangga tentang pentingnya kesehatan mental berdasarkan aspek kesehatan dan keselamatan kerja (K3). Kegiatan ini dilakukan melalui edukasi online melalui Instagram Live gabungan platform yang berfokus terhadap kesehatan ibu dan anak yakni Ibu Kece Club (IKC) dan Minerva.Cons. Sasaran kegiatan ini adalah kelompok ibu yang tergabung dalam Ibu Kece Club (IKC) dan masyarakat umum. Kegiatan ini dilaksanakan pada Bulan Mei 2023. Evaluasi pelaksanaan kegiatan abdimas menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan tentang pekerjaan ibu rumah tangga dan pentingnya menjaga kesehatan mental ibu sebesar 30%. Diharapkan kegiatan ini akan berlangsung secara terus menerus melalui berbagai pendekatan lainnya dan melibatkan banyak stakeholder lainnya sehingga optimalisasi kesehatan mental ibu sebagai pilar utama kehidupan keluarga akan berjalan semakin baik. Kata kunci: Kesehatan Mental, Ibu Rumah Tangga, Kesehatan Kerja
GAMBARAN FAKTOR DERMATITIS KONTAK PADA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI DI PT. ARGAPURA INDONESIA TAHUN 2020 Wijaya, M. Rama; Putri, Eka Cemaka; Kusumaningtiar, Devi Angeliana; Azteria, Veza
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 17 No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v17i2.22202

Abstract

Penyakit kulit akibat kerja salah satunya adalah dermatitis kontak yang disebabkan oleh adanya kontak dengan bahan tertentu dari proses produksi di perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor dermatitis kontak pada karyawan di bagian produksi PT. Argapura Indonesia tahun 2020. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini merupakan karyawan pada bagian produksi di PT Argapura Indonesia sebanyak 40 orang. Sampel penelitian ini berjumlah 40 sampel pada karyawan bagian produksi dengan menggunakan metode total sampling. Penelitian ini menggunakan data primer yang didapat dari perusahaan dan data sekunder yang didapat dengan menggunakan alat ukur kuesioner online. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa karyawan dengan masa kerja lebih dari 3 tahun yang tidak mengalami dermatitis kontak sebesar 60%. Karyawan yang menangani bahan kimia kurang dari sama dengan 6 jam sebesar 67,5% tidak mengalami dermatitis kontak. Karyawan yang memiliki usia lebih dari sama dengan 30 tahun sebesar 60% tidak mengalami dermatitis kontak, dan karyawan yang menggunakan APD lengkap sebesar 60% tidak mengalami dermatitis kontak. PT. Argapura Indonesia harus melakukan peningkatan program training yang cukup untuk adaptasi karyawan baru untuk mengurangi kejadian dermatitis kontak akibat dari kurangnya pengalaman pekerja baru dalam menangani bahan kimia, pemberian training APD dan pembuatan rotasi kerja yang tepat untuk mengurangi lama kontak dengan bahan-bahan produksi yang menyebabkan dermatitis kontak dan pemberian sanksi tegas untuk kelalaian penggunaan APD.
Tingkat Kepatuhan Pelaksanaan Protokol Kesehatan, Penggunaan Masker Dan Penanganannya Pada Pekerja Sektor Formal Veronika, Erna; Irfandi, Ahmad; Azteria, Veza; Simatupang, Meithyra Melviana
Journal of Natural Sciences Vol 5, No 1 (2024): Journal of Natural Sciences Maret
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jonas.v5i1.458

Abstract

One of the highest clusters of COVID-19 cases in DKI Jakarta is the office cluster, attributed to the lack of compliance among employees with health protocols. The potential transmission to employees' families exacerbates the situation, even leading to temporary workplace closures. An initial survey revealed that 53.3% of employees do not adhere to COVID-19 health protocols in the workplace. This study aims to evaluate the compliance level with health protocols, mask usage, and mask waste management among formal sector workers in DKI Jakarta. The research follows a descriptive method with a cross-sectional design. Data were collected via Google Form from all office workers in DKI Jakarta (n=288) using purposive sampling. Results indicate that 43.8% of workers do not comply with health protocols, 66% do not properly manage used masks, increasing contamination risks, and only 28.5% use N95/KN95/KF94 masks. Companies are urged to enforce surveillance and impose sanctions for policy violations.
Kejadian Stres Kerja Pada Petugas Laboratorium Di Rumah Sakit X Menggunakan Dass 42 Tahun 2023 Kusumawati, Utari; Irfandi, Ahmad; Utami, Desyawati; Azteria, Veza
Journal of Natural Sciences Vol 5, No 1 (2024): Journal of Natural Sciences Maret
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jonas.v5i1.461

Abstract

Work stress experienced by laboratory officers in hospitals could have been influenced by various factors, including limited human resources that encouraged multiple roles for each laboratory officer. This could increased the risk of other mental health disorders. The purpose of this study was to determine the incidence of work stress in laboratory officers at Hospital X. This research method was quantitative descriptive research. The sampling technique used in this study was total sampling with total sample size of 17 laboratory officers at Hospital X. This study used the DASS 42 questionnaire. The primary data was processed using univariate analysis to determine the distribution and frequency of data. The findings of this study revealed that the majority of laboratory officers at Hospital X had experienced moderate levels of depression, namely 5 respondents (29.4%). Regarding anxiety levels, the majority of laboratory officers at Hospital X experienced moderate and severe levels of anxiety, with 5 respondents each (29.4%). The majority of Hospital X laboratory officers experienced moderate and normal level of stress, with 5 respondents each (29.4%). It is hoped that hospital management could consider adding human resources and providing facilities and infrastructure to minimize the risk of work stress.
EVALUASI AKHIR PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN DI RSUD X JAKARTA UTARA Azteria, Veza; Aju, Novita; Wahidin, Mugi; Kemuala Muda, Cut Alia
Health Publica Vol 5, No 01 (2024): Health Publica Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/hp.v5i01.7553

Abstract

Rumah Sakit Umum merupakan salah satu fasilitas umum yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Akibatnya, limbah B3 yang dihasilkan dari Rumah Sakit harus dikelola dengan baik dan benar agar tidak berdampak pada lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi hasil akhir dari pengelolaan limbah B3 berdasarkan acuan peratuan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.6 Tahun 2021. Metode yang digunakan adalan deskriptif analitik. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data sekunder yaitu telaah dokumen dan data primer dengan wawancara stakeholder secara mendalam. Analisis data menggunakan analisis naratif dan informan dalam penelitian ini adalah sanitarian, perawat dan petugas kebersihan. Berdasarkan hasil evaluasi akhir, diperoleh bahwa proses pemilahan, pewadahan dan pengangkutan masih belum sesuai dengan aturan No.6 Tahun 2021 dikarenakann belum tersedianya jalur khusus untuk pengangkutan limbah medis khusus B3. Berdasarkan hasil evaluasi akhir pengelolaan limbah B3 diperlukannya pengawasan, kedisiplinan, dan pemahaman petugas dalam mengetahui apa yang menjadi kategori limbah B3 sebagai upaya untuk meningkatkan kesehatan lingkungan.
Evaluation Of Waste Management Of Covid-19 Health Service Facilities In Public Health Center X West Jakarta azteria, veza
International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP) Vol. 3 No. 4 (2023): November 2023
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijhp.v3i4.239

Abstract

Health Facilities Waste Management Evaluation Covid-19 in Public Health Center X Central Jakarta. Health facility waste management is one of the essential things in handling the pandemic (Covid-19). Public Health Center X Central Jakarta is one of the health service facilities designated by the Health Service as a place for early detection of Covid-19 symptoms. This research is qualitative research with a descriptive case study design. This research was conducted in April 2022. The key informants in this study were sanitarians, nurses, and Covid-19 tracers. Health facility waste management at Public Health Center X Central Jakarta includes sorting, transportation, weighing, temporary storage, and handing over waste to third parties. Health facility waste management during a pandemic is similar to before. The number of patients visiting during the pandemic has decreased, but the waste generated has increased from the tracer waste of Covid-19 patients. Health facilities' waste in Covid-19 services includes needle waste, PPE waste such as masks, hazmat, gloves, alcohol swabs, and used rapid equipment. Covid-19 health facility waste increased in July and September, 642 Kg and 849 Kg. This differs from the increase in new Covid-19 cases, namely 56,757 cases, but less waste is generated. Public Health Center X Central Jakarta has collaborated with third parties in waste treatment with government permits to manage health facility waste.
Analysis of Factors Causing Work Accidents Using the Root Cause Analysis (RCA) Method at the Sumber Asih 1 Bitung Clinic Azteria, Veza; Hasibuan, Meri; Desyawati Utami; Raya; Gisely Vionalita
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol 7 No 3 (July 2024)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woh.v7i2.1452

Abstract

Work accidents are unexpected events that can result in property loss and loss of life. Occupational safety and health in health installations are defined as activities to guarantee and protect the safety and health of human resources in health installations, patients, and patient companions so that protection standards are created for workers in health installations to prevent and reduce the risk of these dangers. The research was conducted at the Sumber Asih 1 Bitung Clinic in August – December 2023. Based on data on accidents at the Sumber Asih 1 Bitung clinic last year, there were ten work accidents. This research analyzes factors related to work accidents at the Sumber Asih 1 Bitung clinic in 2023. The method used in this research is the root cause analysis (RCA) method with five why analysis. The data source for this research consisted of 4 workers at the Sumber Asih 1 Bitung clinic. The data collection technique uses the observation method and in-depth interviews, followed by the triangulation method to validate the research results. The research found that the causes of work accidents were environmental factors: Lack of lighting in several clinic areas, slippery floors, and limited movement space. Meanwhile, human factors include unsafe actions, Lack of work safety training, Lack of concentration at work, and Lack of awareness of workers using personal protective equipment. It is necessary to carry out K3 (Occupational Safety and Health) training so that workers know the importance of working safely.
Co-Authors Adel Zamri Adiella Glenandra Aju, Novita Aljunita, Intan Andarwulan, Ade Ayu Angeliana K, Devi Angelina Kusumaningtiar, Devi Asstania Ningrum, Astrid Aulia Saputri, Revina Aurora Putri Wulandari Cahyanti, Cucu Cucu Cahyanti Decy Situngkir Desyawati Utami Devi Angeliana Kusumaningtiar Eddy Hermawan Efendi, Jamal Fadlurrohmansyah Prianto Febriyanty, Deasy Fitri Yani Fitriah, Elva Hari Prayogo Hasibuan, Meri Heryana, Ade Hidayat, Nadina Insyafia Amalia Khusnul Ira Marti Ayu Irfandi, Ahmad Iswidiyaningrum, Preeti Jamal Efendi Karolina Mulyati Natul Kartini Kartini Keisha, Talitha Kemuala Muda, Cut Alia Keumala Muda, Cut Alia Keumala, Cut Alia Khairunnisa Khairunnisa KHOIRUL ANAM Kurnia Sari, Aprilia Kusumawati, Utari Luh Ayu Krisdayanti Mahadewi, Erlina Puspitaloka Mareta Puspita Maulana Hasanudin, Ilham Maya, Silvia Meithyra Melviana Simatupang Meithyra Melviana Simatupang Meithyra Melviana Simatupang Muda, Cut Alia Keumala Mugi Wahidin Muhammad Agus Mikrajab MUHAMMAD RAYHAN Mulyati Natul, Karolina Neni Frimayanti Nofianti, Nofianti Noval Herfindo Novaliya, Gadis Presila Tamara Zhafira Putri Handayani Putri Handayani Putri, Assyifa Ananda Putri, Eka Cemaka Putri, Syafira Berliana Putri, Yohana Dwi Queenta Hehanussa Rangin, Mayliana Perangin Ratna Dewi Raya Rini Handayani Rini Handayani Ristanti, Ainnaya Natin Rizki Agustin, Karina Rosya, Ernalinda Rozana Ika Agustiya Ruslan Abdul Gani Salsanabilla, Wafiqa Sangadji, Namira Wadji Sangadji, Namira Wadjir SATRIYAS ILYAS Sayyid M, Muhammad Sekar Wijayanti, Febriana Seprianto, Seprianto Setiaji, Willian Rosse Siti Aisyah Sobri Effendy Suhartika, Eka Sukaesti, Diah Sukarno, Anita Talahaturuson, Meisya Taufik Rendi Anggara Veronika, Erna Vionalita, Gisely Wahyuni, Yulia Wijaya, M. Rama Windasari, Herlina Yona Karisma Yuliazahra, Aisyah Yum Eryanti Yusvita, Fierdania ‘Amiroh, Ayu Nadiyah