Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Profil Pohon pada jenis Litsea spp. di Hutan Pendidikan Fajriansyah, Fajriansyah; Diana, Rita; Matius, Paulus
MAKILA Vol 13 No 2 (2019): Makila : Jurnal Penelitian Kehutanan
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.665 KB) | DOI: 10.30598/makila.v13i2.2435

Abstract

The purpose of this study was to determine the morphological condition of Litsea spp. Including the condition of the trunk, branching, the canopy, especially the relationship between the diameter of the trunk and the total height of the tree, the diameter of the trunk to the width of the canopy, and the total height of the tree to the width of the canopy in the Education Forest, Faculty of Forestry, Mulawarman University Samarinda East Kalimantan. The method of this study was purposive sampling method, which looking for Litsea spp. As the object of research as many as 33 trees and seven types of Litsea spp. The tree parameters measured were diameter, branch free, tree height, and canopy width. The results showed that 57.4% of the trees were healthy. The results of the tree's overall data analysis showed that the regression coefficient value between diameter and height, and diameter with canopy width have a moderate correlation value, this indicated that the diameter of the tree has no relationship to tree height and canopy width in Litsea spp. And similar conditions also occurred in the correlation between the height of the tree, which also has a moderate correlation, so it indicated the tree's height does not affect the width of the canopy
Identifikasi Kearifan Lokal dalam Pemanfaatan Jenis-Jenis Tumbuhan Untuk Ketahanan Pangan Dan Obat-Obatan Anggraini, Yustina; Matius, Paulus; Hastaniah, Hastaniah; Diana, Rita
MAKILA Vol 14 No 2 (2020): Makila : Jurnal Penelitian Kehutanan
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.624 KB) | DOI: 10.30598/makila.v14i2.2590

Abstract

This research aims to inventory local wisdom in the management and utilization of plants as food and medicine by local communities. The method conducted in this study is the purposive sampling method that aims to inventory plant species, direct observation, and analyze data by calculating density and basal area. The results showed 243 individual plants, consisting of 53 types of trees from 17 families, and found 29 types of plants were used as food and medicine. The utilization of plants by local communities varies. People use plant species for various benefits, namely foodstuffs, building materials, handicrafts, and traditional medicines. Local wisdom in the local community is the knowledge that lasts for generations and has a symbiotic relationship of mutualism with the forest ecosystem at the research site.
LOCAL WISDOM IN THE USE OF PLANTS FOR HOUSEHOLD NEEDS BY THE DAYAK BENUAQ IN KAMPUNG LOTAQ, EAST KALIMANTAN Sepsamli, Letus; Diana , Rita; Nugroho, Andi; Hastaniah, Hastaniah; Christian Dini, Gabriella; Matius, Paulus
Jurnal Belantara Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : Forestry Study Program University Of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbl.v8i2.1145

Abstract

The Dayak Benuaq in Kampung Lotaq possess local wisdom in using the plants around them to meet household needs. The diversity of plant species used for household needs has been maintained until now. This research aims to examine the types of plants and local wisdom in using plants for household needs among the Benuaq Dayak tribe in Kampung Lotaq, Muara Lawa, East Kalimantan. This research applies purposive sampling in selecting informants. The number of informants in this study is 15 people. The results of this study show that there are 20 species of plants used for household needs, namely 10 types used as firewood (fuel) and 10 types used to make household utensils. The plant family that dominates for household needs is Arecaceae. Plants that are often used as fuel are kelepapak (Vitex pinnata L) and rubber (Hevea brasiliensis Muell.Arg.) because they dry quickly and produce a lot of embers, while the plants commonly used to make household utensils are uwe or rattan (Calamus sp.) and teluyent or ulin (Eusideroxylon zwageri) because they are strong and durable. The Dayak Benuaq community in Kampung Lotaq still preserves local wisdom by utilizing plants to meet household needs.
Strategi Pengembangan Usaha Kerajinan Anyaman Rotan di Kecamatan Long Apari Kabupaten Mahakam Ulu Carolina, Veronica; Rujehan, Rujehan; Kristiningrum, Rochadi; Purwanti, Emi; Matius, Paulus; Imang, Ndan
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v9i2.15974

Abstract

Usaha kerajinan anyaman rotan yang ada di Kecamatan Long Apari memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan karena memberikan manfaat ekonomi dan menjadi bagian dari budaya Suku Dayak Aoheng itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi pengembangan usaha kerajinan anyaman rotan di Kecamatan Long Apari. Penelitian di laksanakan selama 3 bulan mulai dari Mei s.d Juli 2023 di Kecamatan Long Apari. Metode yang digunakan adalah observasi, wawancara, diskusi kelompok terfokus dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis SWOT. Total responden dalam penelitian ini sebanyak 30 orang. Berdasarkan analisa SWOT posisi usaha kerajinan anyaman rotan berada pada kuadran ketiga yang menunjukkan situasi usaha ini memiliki peluang yang besar, tetapi juga menghadapi beberapa kendala/kelemahan internal. Fokus strategi pada situasi ini adalah meminimalkan masalah-masalah internal sehingga dapat mempergunakan, mengoptimalkan ataupun merebut peluang yang lebih baik (support a turn around oriented strategy) antara lain meningkatkan kuantitas produksi dan menyediakan stok produk, mengikuti pelatihan dan pembinaan yang diadakan pemerintah dalam rangka peningkatan kapasitas SDM pengrajin rotan, membangun kerjasama dengan pemerintah dan stakeholder untuk menjadikan  produk rotan sebagai souvenir, menginisiasi pemerintah untuk membuat sentra kerajinan atau pos penjualan produk kerajinan rotan di Ibukota Kecamatan atau Kabupaten Mahakam Ulu
Simpanan karbon tegakan mangrove di Desa Tengin Baru Ibu Kota Nusantara Ola, Rosa Penaten; Kiswanto, Kiswanto; Diana, Rita; Marjenah, Marjenah; Matius, Paulus
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v7i2.12704

Abstract

Fungsi ekologis mangrove sangat penting, terutama di daerah pesisir. Ekosistem mangrove juga berfungsi sebagai penyerap dan penyimpan karbon. Kemampuan vegetasi untuk mengambil karbon dari atmosfer melalui proses fotosintesis, mengubahnya menjadi karbohidrat, dan kemudian menyimpannya dalam bentuk biomassa adalah faktor yang menentukan besarnya simpanan karbon. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai biomassa dan simpanan karbon vegetasi di Hutan Mangrove di Desa Tengin Baru, Ibu Kota Nusantara. Dalam penelitian ini, dua jalur transek dengan panjang 125 m masing-masing terdiri dari tiga plot lingkaran. Setiap plot memiliki subplot dengan radius 2 m untuk tumbuhan berdiameter kurang dari 5 cm dan 7 m untuk tumbuhan berdiameter lebih dari 5 cm. Dengan menggunakan metode tanpa pemanenan, nilai biomassa dapat dihitung dengan mengukur diameter vegetasi mangrove berdasarkan karakteristik akar vegetasi, pengukuran tinggi, dan nama jenisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biomassa di atas tanah sebesar 243,148 ton/ha dan biomassa di bawah tanah sebesar 89,965 ton/ha, sehingga total biomassa tegakan mangrove sebesar 333,113 ton/ha. Sementara itu, simpanan karbon atas sebesar 114,280 ton/ha dan simpanan karbon bawah sebesar 42,283 ton/ha, sehingga total simpanan karbon tegakan mangrove di Desa Tengin Baru sebesar 156,563 ton/ha. 
Inventarisasi Tumbuhan Tingkat Pancang Dan Semai Berkhasiat Obat Di Lembo Yang Digunakan Oleh Suku Dayak Tunjung Kampung Ngenyan Asa Kecamatan Barong Tongkok Kabupaten Kutai Barat Parliansyah, Eldi; Matius, Paulus; Hastaniah, Hastaniah; Ruslim, Yosep
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 7 No 2 (2019): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid VII Nomor 2 Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v7i2.189

Abstract

Salah satu cara pengelolaan hutan oleh masyarakat tradisional suku Dayak di kabupaten Kutai Barat adalah dengan menanam berbagai macam tumbuhan buah-buahan lokal yang biasa mereka sebut lembo. Selama ini lembo dikenal luas sebagai penghasil buah-buahan, namun pada penelitian ini bertujuan untuk mempelajari manfaat lain yang dapat diperoleh dari lembo tersebut, yang dalam hal ini adalah pemanfaatan tumbuh-tumbuhan sebagai bahan obat tradisional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, hasil inventarisasi dua lokasi lembo yaitu di lembo labakng iweeq dan lembo labakng mooq, pada lokasi pertama diperoleh tumbuhan tingkat pancang 43 jenis dari 22 famili dengan jumlah individu 1.255 dan dengan kerapatan 125.946 individu ha-1, tingkat semai dan tumbuhan bawah 54 jenis dari 35 famili kerapatan 6.784 individu ha-1, Pada lokasi kedua diperoleh, tingkat pancang 33 jenis dari 20 famili dengan kerapatan 3.961 individu ha-1, semai dan tumbuhan bawah 35 jenis dari 25 famili dengan kerapatan 3.961 individu ha-1. Hasil wawancara tentang pemanfaatan tumbuhan sebagai bahan obat tradisional oleh masyarakat ditemukan 34 jenis dalam 27 famili tumbuhan yang dimanfaatkan untuk mengobati 37 macam penyakit diantaranya adalah, Poikilospermum suaveolens (Blume) Merr yang digunakan untuk mengobati kencing batu, sakit pinggang, kanker, sariawan, penambah berat badan. Eurycoma longifolia Jack diginakan untuk mengobati rematik, tipes, sakit pinggang, susah buang air kecil, luka luar dan impoten. Fordia splendissima (Blume ex Miq.) Buijsen digunakan untuk penawar racun binatang, keracunan makanan, bedak dan peralatan dalam ritual pengobatan. Proses pengolahan yang paling banyak dilakukan sebelum pemakaian adalah dengan merebus bagian tumbuhan dan meminumnya 11 jenis (20%), pemanfaatan bagian tumbuhan secara langsung 10 jenis (19%), sebagai peralatan dalam ritual pengobatan 8 jenis (15%).
Co-Authors A. Syafei Sidik Ach. Ariffien Bratawinata Adriansyah Adriansyah Agung Adhitya Priahutama Agustina Hura Ahyauddin Ahyauddin Aipassa, Marlon Ivanhoe Andi Nugroho, Andi Anggraini, Yustina Bratawinata, Ach. Ariffien Carolina, Veronica Chandradewana Boer Chandradewana Boer Christian Dini, Gabriella Cicha Rantika Meilani Dendi Nur Ramadani Diana , Rita Diana, Rita Doto Tri Purnomo DWI SURYANTO Emi Purwanti Esti Handayani Hardi Eva Oktaviani Fajriansyah Fajriansyah Haris Retno Susmiyati Hastaniah Hastaniah Hastaniah Hastaniah Hastaniah Hastaniah Hastaniah, Hastaniah Herlambang, Heru Hermin Efendi Hidayatul Latifah IMANG, NDAN Jamilatul Munawarah Karyati Karyati Kasransyah, Kasransyah Kiswanto Kiswanto Kiswanto Kiswanto Komsanah Sukarti Krisna Adib Setiawan Maria Yani Mapa Marjenah Marjenah Marjenah, Marjenah Marlan Usmani Putra Marthomas R Mila Septiana Mustofa Agung Sardjono Nurul Puspita Palupi Ola, Rosa Penaten Parliansyah, Eldi Patmawati, Agatha Lastika Pratama, Micshelin Jhosi PURWANTI, EMI Rachmat Budiwijaya Suba Ramadhanil Pitopang Ratna Wardani Rita Diana Rita Diana Rita Diana Rizki Maharani Rizky Isyarah Rochadi Kristiningrum, Rochadi Rohman Rohman Rujehan Rujehan Rujehan, Rujehan Rukmi Rukmi Rustam Rustam Sepsamli, Letus Slamet Rohmadi Soetioso, Rusdi Suba, Rachmat B Sutedjo Sutedjo Sutedjo Sutedjo Syahrinudin, Syahrinudin Teffani Angela Toma, Takeshi Wasli, Mohd Effendi Wijaya, Anang Adi Yaya Rayadin Yolanda, Resvita Yosep Ruslim Yustina Anggraini Zefanius Zefanius Zheri Hermawan