Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Hardian, Mirza; Destiana, Raja Nurul Fitria; Syafina, Syafina
SAP (Susunan Artikel Pendidikan) Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/sap.v8i3.17622

Abstract

Low learning motivation in civic education (PPKn) has a negative impact on achieving learning objectives in the classroom. Low motivation also contributes to the development of important life skills, such as problem-solving ability, creativity, and critical thinking. Efforts that teachers can make to provide learning motivation is to use the Problem-Based Learning (PBL) model. This Action Research applied 2 cycles in class VIII. G of SMP Negeri 8 Pekanbaru through stages of activity planning, implementation, monitoring, and reflection. The findings of the research increased learning motivation to 34.13 in cycle 1. The results of cycle II showed a quite significant increase in student learning motivation to 41.66. The improvement in student learning motivation using PBL indicates that learning motivation in class VIII G can be increased by involving students in learning activities. The implementation of PBL can encourage students to find solutions to problems encountered in learning activities, thus making the learning process student-centered.
PENGARUH PEMBELAJARAN PPKn TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER DISIPLIN SISWA DI SMPN 4 KAMPAR KIRI TENGAH Gilang, Wirawan; Supentri, Supentri; Hardian, Mirza
NUSRA : Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2023): NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan, Februari 2023
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/nusra.v4i1.406

Abstract

This research is motivated by a phenomenon that appears based on observations made by researchers at SMPN 4 Kampar Kiri Tengah. Whereas there is a lack of student discipline character, such as; arriving late to school, not wearing a neat and complete school uniform, and long hair for male students. The formulation of the problem in this study is whether there is an influence of Civics learning on the formation of the disciplinary character of students at Middle Left Middle School 4 Kampar. The benefits of this research are theoretical benefits, namely this research is expected to contribute to the field of education, especially those related to the writing of student discipline characters. The practical benefit is to find out and get answers whether there is an effect of Civics learning on the formation of the disciplinary character of students at Middle Left Middle School 4 Kampar. The population of this study were all students of SMPN 4 Kampar Kiri Tengah, totaling 73 students. The sample in this study were 73 people with a sampling technique, namely saturated sampling. This study uses a quantitative descriptive research method. This method can be used to examine certain populations or samples, collect data using research instruments, analyze quantitative or statistical data with the aim of testing established hypotheses (Sugiyono, 2017: 15). This research method uses simple regression analysis, because the aim is to determine the effect of Civics learning on the formation of the disciplinary character of students at SMPN 4 Kampar Kiri Tengah. Data collection methods are questionnaires, observation, and documentation. Data processing with statistical analysis with a simple linear regression formula. Based on the results of research on the effect of Civics learning on the formation of the disciplined character of students at SMPN 4 Kampar Kiri Tengah. The results of the t test obtained tcount of 5,147 ttable of 1.99 which shows that tcount > ttable, so that Ho is rejected and Ha is accepted and the effect of Civics Learning on Student Discipline Character is low, From the results of the regression test it is obtained that R is obtained (R Square) of 0.272 which implies that the effect of the independent variable (CIP Learning) on ​​the dependent variable (student discipline character) is 27.2% in the "Low" category. While 72.8% (100% - 27.2%) is influenced by other variables not examined in this study. it can be concluded that there is an effect of Civics learning on the formation of the discipline character of students at SMPN 4 Kampar Kiri Tengah, namely 27.2% in the range of 25.01% - 50% which is included in the "Low" category.
Gagasan Pendidikan Politik Bagi Generasi Muda (Sebuah Kajian Literatur) Hardian, Mirza; Hidayah, Yayuk; Suryaningsih, Anis; Ardian Feriandi, Yoga
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 6 No 3 (2021): Volume 6 Nomor 3, Agustus 2021
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.22 KB) | DOI: 10.28926/briliant.v6i3.653

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah memberikan gagasan mengenai konsep pendidikan politik bagi warga negara muda dalam konteks Indonesia. Hal ini muncul dari adanya permasalahan menurunnya kepedulian aspek politik pada warga negara muda yang menjadi tantangan dalam perkembangan demokrasi di Indonesia. Metode penelitian menggunakan library research. Data kepustakaan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi buku, jurnal nasional dan internasional, majalah, hasil penelitian, laporan penelitian dan kepustaakn lainnya yang berkaitan dengan pendidikan politik bagi generasi muda baik dalam bentuk online dan offline. Setelah melakukan kajian, peneliti menemukan bahwa  konsep pendidikan politik  bagi warga negara muda dalam konteks Indonesia setidaknya menggunakan dua acara yaitu: 1) pendidikan politik bagi warga negara muda dalam dalam konteks Indonesia harus memperhatikan beberapa dimensi pendidikan politik yaitu kognitif yang berhubungan dengan pengetahuan politik, afektif yang berhubungan dengan pembentukan karakter  dan aspek psikomotor yang berhubungan dengan kecakapan baik berupa intelektual maupun partisipatoris. 2) Konten pendidikan politik dalam konteks Indonesia adalah demokrasi, budaya politik Pancasilla dan isu global. Kesimpulan penelitian ini adalah Pendidikan politik merupakan upaya yang sistematis dan keberlanjutan. Gagasan mengenai konsep pendidikan politik bagi warga negara muda dalam konteks Indonesia merupakan usaha dalam menjawab tantangan tentang ke apatisan warga negara muda terhadap politik.
Pengaruh Pembelajaran PPKn Berdasarkan Kurikulum JSIT Terhadap Pembentukan Kemampuan Berpikir Kritis di SMA IT Alfityah Pekanbaru Darmawan Putra, Riski; Supentri, Supentri; Hardian, Mirza
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai apakah terdapat pengaruh Pembelajaran PPKn Berdasarkan Kurikulum JSIT Terhadap Pembentukan Kemampuan Berpikir Kritis Di SMA IT Alfityah Pekanbaru. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini probabilistic sampling sampel yang menampilkan semua item atau anggota populasi. Jumlah responden yang digunakan berjumlah 42 responden dengan kriteria telah mengikuti proses pembelajaran PPKn yang tengah berjalan dengan didasarkan dengan kurikulum JSIT. Metode analisis yang diterapkan adalah analisis regresi sederhana Yang mengaitkan dua variabel atau lebih. dengan pendekatan kuantitatif meliputi uji normalitas, uji linieritas, uji regresi linier sederhana, uji t dan koefisien determinan (R).Hasil dan temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran PPKn berdasarkan kurikulum JSIT memiliki pengaruh terhadap pembentukan kemampuan berpikir kritis
Hubungan Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan dengan Orientasi Politik Mahasiswa FKIP Universitas Riau Khodijah, Nevza; Erlinda, Sri; Hardian, Mirza
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.10453

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh persoalan orientasi politik mahasiswa yang membutuhkan bekal berupa pendidikan politik yang mana didapatkan melalui materi mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan. Adapun faktor pembentuk dari orientasi politik yaitu pengetahuan poliitk yang harus dimiliki seseorang, pola pikir dan didikan di lingkungan sekitar yang juga turut memengaruhi bagaimana hasil akhir atau pandangan akhir politik seseorang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, melalui sumber data primer yang didapatkan dengan menyebarkan angket/kuisioner melalui Google Form kepada 262 responden. Dari hasil uji korelasi Rank Spearman dengan nilai P value atau Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 atau < (kurang dari) 0,05 atau 0,01 dan nilai Correlation Coefficient sebesar 0,612 membuktikan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima,sehingga terdapat hubungan antar variabel bebas (x) yaitu Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan terhadap variabel terikat (y) yaitu Orientasi Politik Mahasiswa FKIP Universitas Riau.
ANALISIS PELAKSANAAN PROGRAM GENERASI BERENCANA (GenRe) SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN SMART AND GOOD CITIZENSHIP SISWA Aisah, Siti; ,, Supentri; Hardian, Mirza
JURNAL PENELITIAN BIDANG PENDIDIKAN Vol. 30 No. 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpbp.v30i1.56617

Abstract

Salah satu upaya meningkatkan kualitas remaja melalui program Generasi Berencana (GenRe) yang berlandaskan Undang-Undang No. 52 tahun 2009 ayat 1 (b) tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga. Hal ini tentu berkorelasi dengan kehadirannya duta Generasi Berencana (GenRe) dan Pengembangan PIK- R (Pusat Informasi Konseling Remaja). Tujuan penelitian ini guna mengetahui dan mendeskripsikan Bagaimanakah Pelaksanaan Program Generasi Berencana (GenRe) Sebagai Upaya Mewujudkan Smart and Good Citizenship Siswa SMA Negeri 1 Tembilahan Hulu. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini yakni informan utama ketua PIK-R dan wakil PIK-R beserta pengurus inti dan anggotanya.Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Temuan penelitian ini menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan program Generasi Berencana (GenRe) sebagai upaya mewujudkan Smart and Good Citizenship Siswa SMA Negeri 1 Tembilahan Hulu terlaksana secara efektif dan aktif senantiasa mengkampanyekan materi Generasi Berencana (GenRe) melalui pertemuan rutin PIK-R 2 kali dalam smeinggu dan acap kali melaksanakan kegiatan sosialisasi dan seminar mengenai program Generasi Berencana (GenRe) di lingkungan sekolah maupun di lingkungan masyarakat.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN AKTIFITAS BELAJAR SISWA Hardian, Mirza; Dartika Dewi, Sesie; Norfarlina, Norfarlina
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 5 No. 1 (2023): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v5i1.308

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa terhadap mata pelajaran PKn dengan menggunakan pembelajaran berbasis masalah. Model pembelajaran berbasis masalah adalah model pembelajaran berbasis masalah dan menghadapkan siswa pada berbagai masalah untuk dipecahkan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 12 IPA 1 SMA Negeri 2 Kundur Utara. Alat pengumpulan data berupa lembar observasi dan lembar angket. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan persentase. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan penyebaran angket. Materi pembelajaran diterapkan dengan model pembelajaran berbasis masalah yang dapat meningkatkan aktivitas belajar dengan rata-rata 73 % menjadi 87% yang terbukti mengalami perubahan yang lebih aktif dalam pembelajaran. Hasil analisis data menunjukkan bahwa dengan penerapan pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas 12 IPA 1 SMA Negeri 2 Kundur Utara.
PENINGKATAN KEAKTIFAN SISWA PADA PEMBELAJARAN PPKn MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PBL Mirza Hardian; Annisya Rismi; Rike Erlande; Ryan Taufika; Ahmad Fauzan; Juri; Apriya Maharani R
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v11i02.117

Abstract

Partisipasi siswa dalam proses belajar adalah cara yang terbaik untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa. Partisipasi siswa dalam pembelajaran PPKn sangat dipengaruhi oleh desain pembelajaran yang direncanakan oleh guru. Penggunaan model pembelajaran yang konvensional secara berkesinambungan tanpa variasi akan berdampak pada aktifitas siswa dalam proses pembelajaran tidak maksimal. Kondisi demikian akan menyebabkan motivasi dan hasil belajar siswa menjadi menurun. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan di Kelas XII IPA 1 SMA Negeri 1 Kampar Kiri. Model pembelajaran yang digunakan adalah problem-based learning dengan 2 siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perubahan aktifitas siswa yang cukup signifikan dengan menggunakan model pembelajaran problem-based learning di kelas XII IPA 1 SMA Negeri 1 Kampar Kiri dari 61.33% menjadi 87.17%. Guru seharusnya merencanakan materi materi pembelajaran yang terkait dengan kejadian yang terjadi di lingkungan sekitar siswa sehingga memudahkan siswa melakukan observasi dan menerapkan pemecahan masalah ditemukan. Selain itu, diharapkan juga guru dapat menyesuaikan metode yang digunakan dalam pembelajaran agar sesuai dengan kebutuhan siswa, sehingga proses pembelajaran menjadi efektif untuk meningkatkan aktifitas belajar siswa.   Student participation in the learning process is the most effective way to enhance their understanding and skills. This participation on civic education  is strongly influenced by the learning design created by the teacher. The continuous use of conventional learning models without variation can result in less-than-optimal student engagement. Such conditions may lead to a decline in both student motivation and learning outcomes. This research was conducted as classroom action research in Class XII Science 1 at SMA Negeri 1 Kampar Kiri. The learning model applied was problem-based learning, implemented over two cycles. The results showed a significant increase in student engagement, rising from 61.33% to 87.17%, after the use of the problem-based learning model in Class XII Science 1. Teachers should plan lessons related to events in the students' environment, making it easier for students to observe and apply problem-solving skills. Additionally, teachers should adjust the teaching methods to meet the students' needs, ensuring that the learning process effectively enhances student engagement.
Desain Pembelajaran Berbasis Case Study pada Mata Kuliah Pendidikan IPS Piki S Pernantah; Khairiyah Khadijah; Mirza Hardian; Bedriati Ibrahim; Masro F Khasanah
Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE) Vol 4, No 2 (2022): Juli
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ijsse.v4i2.4222

Abstract

The Social Studies Education course is expected to contribute to fostering student national awareness, social insight, social spirit, and social sensitivity to foster good social interaction in social life. In the learning process, social studies education courses must prioritize active learning. The case study learning method can make students better understand the material and master more contextual learning in accordance with the semester learning design that has been prepared. This article aims to: 1) describe the importance of case study-based social studies courses with learning innovations finding advantages, such as: a. students can be the main focus (student oriented) who strive to solve cases given during lectures; b. students can actively analyze and discuss cases given by lecturers to find solutions (problem solving).; 2) designing learning scenarios with the case study method in the Social Studies Education course. This research resulted in a case study-based learning design consisting of five steps in the Social Studies Education course
IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DI SMA NEGERI 2 KAMPAR TIMUR Mirza Hardian; Elwina Karsih Yulfa; Munawarah
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v13i1.259

Abstract

Pembelajaran berbasis Masalah merupakan model pembelajaran yang berorientasi pada keterlibatan aktif siswa dalam menganalisis dan memecahkan masalah untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui penerapan model PBL pada pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Subjek penelitian meliputi guru PPKn dan seluruh siswa kelas X IPA 2 SMA Negeri 2 Kampar Timur. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus yang mencakup tahap perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa pada setiap siklus. Rata-rata nilai pratindakan sebesar 18,6 dari skor maksimal 24 meningkat menjadi 18,7 pada siklus I dan mencapai 21,4 pada siklus II. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan model PBL efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dan relevan digunakan dalam pembelajaran PPKn.   Problem-Based Learning   is a student-centered learning model designed to foster critical thinking skills through problem analysis and collaborative inquiry. This study employed classroom action research to improve students’ critical thinking skills through the implementation of PBL in Civic Education (PPKn). The research subjects consisted of a PPKn teacher and all students of Class X Science 2 at SMA Negeri 2 Kampar Timur. The study was conducted in two cycles, each comprising planning, action, observation, and reflection stages. The results indicated a progressive improvement in students’ critical thinking skills across the research cycles. The pre-action phase showed an average score of 18.6 out of a maximum score of 24, which increased slightly to 18.7 in Cycle I and rose significantly to 21.4 in Cycle II. These findings demonstrate that the implementation of the PBL model effectively enhances students’ critical thinking skills and can serve as an alternative instructional strategy in Civic Education learning.
Co-Authors ,, Supentri Afrianto Daud Ahmad Fauzan Ahmad Jamaan Ahmal Ahmal Ando Fahda Aulia Ando Fahda Aulia Anggraini, Leni Anis Suryaningsih Anis Suryaningsih, Anis Annisa Ramadhani annisa ramadhani Annisya Rismi Apriya Maharani Apriya Maharani R Ardian Feriandi, Yoga Ardiana Arisman Adnan Bedriati Ibrahim Bedriati Ibrahim Citra Mandasari Darmawan Putra, Riski Dartika Dewi, Sesie Della Syafniati Destiana, Raja Nurul Fitria Dewi Komala Sari Dewi Restiaji Dewi, Nurpuspa Elwina Karsih Yulfa Erlisda Wahyuni Fauzan, Ahmad Gilang, Wirawan Gimin Gimin Gimin Gimin Hambali Hambali Hambali Harfal, Zaldi Hariyanti Hariyanti Hidayah, Yayuk Iswadi HR Jumili Arianto Jumili Arianto Juri Juri Khairiyah Khadijah Khairiyah Khadijah Khodijah, Nevza Kokom Komalasari Maharani, Apriya Makhfuza, Risa Masro F Khasanah Masro Fatil Khasanah May Nisa Istiqomah Meiwatizal Trihastuti Munawarah Nabillah, Ella Alya’ Nita Rimayanti Nita Rimayanti Norfalina Norfalina Norfarlina, Norfarlina Novitri Novitri, Novitri Nufikha Ulfah, Nufikha Nurhayati, Nurhayati Nurma Yunita Nursania Gultom Piki S Pernantah Piki Setri Pernantah Piki Setri Pernantah Putra, Riski Darmawan Putri, Linda Rahmawati Rahmita Firda Zain Raja Nurul Fitria Destiana Rani Namira Restiaji, Dewi Rike Erlande Rimayanti, Nita Ryan Taufika Ryan Taufika Sarini Sarini Sesi Dartika Dewi Sesie sesie dartika SITI AISAH Siti Aisah Sri Erlinda Supentri Susan Safutri Syafina, Syafina Syafniati, Della Syahid Idris Syamsiar, Syamsiar Syamsudhuha Syamsudhuha Taufika, Ryan Verli Novaroza Yanti, Devi Gitama Yayuk Hidayah Yayuk Hidayah Yayuk Hidayah Yennita Y Zaldi Harfal