Claim Missing Document
Check
Articles

Manajemen Pengelolaan Asrama Pesantren Terpadu Al-Kahfi Bogor Berbasis Keislaman Dalam Pembentukan Karakter Kemandirian Santri Azhim Muntholib; Maemunah Sa’diyah
El-Furqania : Jurnal Ushuluddin dan Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 8 No. 01 (2022): Februari
Publisher : STIU Al-Mujtama Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54625/elfurqania.v8i01.5529

Abstract

Pesantren, which is a typical educational institution in Indonesia, has played a major role in the intellectual life of the nation's children. Both intelligent in cognitive, affective and psychomotor aspects. Pesantren has two main focuses in implementing learning programs, namely the learning aspect and the educational aspect. Related to learning, students as subjects in Islamic boarding schools get cognitive knowledge through recitation forums, both classical and sorogan. Meanwhile, in the educational aspect, students gain knowledge and experience related to the affective and psychomotor domains from the boarding education system where students spend the most time interacting with fellow students, ustadz and kiai. Santri when doing activities in the dormitory are required to be independent and responsible. This study intends to describe the management of boarding school management in the formation of the independent character of students. The conclusion obtained by the researcher is that proper planning, organization, implementation, assessment and evaluation as well as the synergy between dormitories, schools and mosques are the keys to the success of pesantren in the pattern of forming the character of the independence of students. Keywords: Boarding Management, Islamic Boarding School, Independence
Manajemen Pengelolaan Masjid Al-Kahfi di Pesantren Terpadu Al-Kahfi Bogor Dalam Upaya Membentuk Karakter Santri yang beriman dan bertakwa Moh. Ibrahim; Maemunah Sa’diyah
El-Furqania : Jurnal Ushuluddin dan Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 8 No. 01 (2022): Februari
Publisher : STIU Al-Mujtama Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54625/elfurqania.v8i01.5530

Abstract

As a center of Islamic civilization, mosque must be well organized. Because the function of the mosque is not only for ritual activities but also it can be used as a place to give good education about Islam to produce future generation with a good faith and believe in Allah ﷻ. Like our prophet Muhammad ﷺ he used mosque as a place to give education and to develop their morality, to share and to improve knowledge, give physical training, war technique, organize a wedding, arrange strategies for moslem economy, central for Islam information, place for discuss and to socialize, and also place to collect the money from all Keywords: Management, Organize, Mosque, Character.
Konsep Kepribadian Islami Perspektif Nizar Abadzah Dalam Kitab Syakhsiyah Al Rasul Tufatul Janah; E. Bahruddin; Maemunah Sa’diyah
Rayah Al-Islam Vol 5 No 02 (2021): Rayah Al-Islam Oktober 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v5i02.454

Abstract

Abstrak Kepribadian merupakan sesuatu yang menarik perhatian banyak pihak, banyak teori yang menjelaskan pengertian terkait makna kepribadian dengan sudut pandang yang berbeda. Seorang muslim lebih tepat menggunakan konsep kepribadian yang berbasi keislaman karena konsep ini akan mengakomodasi seluruh perilaku dan semua perbuatannya. Fokus dari penelitian ini adalah untuk menganalisis konsep kepribadian Islami yang terdapat dalam kitab Syakhsiyatun al Rasul karya Nizar Abadzah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif non interaktif, jenis penelitian studi kepustakaan (library research) dengan menggunakan analisis konten (content analysis) dana analisis historis (history analysis). Konsep kepribaidan Islami dalam kitab Syakhsiyatun al Rasul menjadikan Rasul sebagai teladan bagi ummat Islam telah menerapkan konsep kepribadian dan tindakan serta perilkau. Dengan demikian, konsep kepribadian persepketif Nizar Abadzah adalah suatu kesatuan yang menyatu dalam bekerjanya aqliyah dan nafsiyah berdasarkan kaidah Islam yabg melahirkan perbuatan.” Karena kepribadian manusia tidak dibentuk dan dipengaruhi oleh bentuk tubuh, wajah, dan penampilan lainnya. Kepribadian manusia dibentuk oleh aqliyah dan nafsiyah Abstract Personality is something that attracts the attention of many parties, many theories explain the meaning of personality from different perspectives. A Muslim is more appropriate to use the concept of personality based on Islam because this concept will accommodate all of his behavior and all his actions. The focus of this study is to analyze the concept of Islamic personality contained in the book Syakhsiyatun al Rasul by Nizar Abadzah. The method used in this research is a non-interactive qualitative research method, the type of research is library research using content analysis and historical analysis.The concept of Islamic personality in the book of Syakhsiyatun al Rasul makes the Apostle as an example for Muslims who have applied the concept of personality and actions and behavior. Thus, the concept of Nizar Abadzah’s perspective personality is a unity that is unified in the operation of aqliyah and nafsiyah based on Islamic principles which give birth to actions. Because human personality is not shaped and influenced by body shape, face, and other appearances. Human personality is formed by aqliyah and nafsiyah
Perencanaan Pengembangan Alumni Pendidikan Islam Di Ma'had Bina Tahfidz Indonesia Saipuddin; Maemunah Sa'diyah
Rayah Al-Islam Vol 5 No 02 (2021): Rayah Al-Islam Oktober 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v5i02.484

Abstract

Abstrak Dalam perspektif Islam, mempersiapkan atau merencanakan segala sesuatu adalah bagian daripada keimanan dan ketaqwaan, sebagaimana dalam firman Allah Swt. dalam Al-Qur'an Surat Al-Hasyr ayat 18, keberadaan suatu alumni atau lulusan di dalam dunia pendidikan, terkhusus pendidikan Islam adalah sebuah keniscayaan karena ia adalah masih bagian dari hasil akhir proses pendidikan dalam sebuah lembaga pendidikan, selain dari pada sebagai hasil akhir proses pendidikan, alumni juga dianggap sebagai sarana dalam evaluasi dan tolak ukur keberhasilan atau kegagalan dalam sebuah lembaga pendidikan. Dengan demikian selesainya program pendidikan dalam suatu lembaga pendidikan bukan berarti berakhirnya juga tugas perencanaannya karena lembaga pendidikan yang selalu aktif dalam menjalankan proses pendidikan akan melahirkan alumni atau lulusan setiap tahunnya dan juga tetap harus direncanakan perkembangan selanjutannya. Abstract In the Islamic perspective, preparing or planning everything is part of faith and piety, as in the word of Allah Swt. in the Qur'an Surah Al-Hasyr verse 18, the existence of an alumni or graduate in the world of education, especially Islamic education is an inevitability because it is still part of the final result of the educational process in an educational institution, in addition to being the final result of the educational process, alumni are also considered as a means in evaluation and benchmark of success or failure in an educational institution. Thus the completion of educational programs in an educational institution does not mean the end of the planning task because educational institutions that are always active in carrying out the education process will give alumni or graduates every year and also still have to plan for the next development.
Manajemen Pembelajaran Bahasa Arab (Studi Kasus di Madrasah Aliyah Al Kahfi Bogor) Farhad; Maemunah Sa’diyah
Rayah Al-Islam Vol 5 No 02 (2021): Rayah Al-Islam Oktober 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v5i02.487

Abstract

Abstrak Pembelajaran bahasa Arab merupakan sebuah proses yang dilakukan antara pendidik dan peserta didik baik dikelas maupun diluar kelas agar siswa mampu menguasai 4 maharah dalam bahasa Arab. Manajemen pembelajaran bahasa Arab merupakan sarana atau wasilah agar tujuan yang diinginkan dapat tercapai. Manajemen pembelajaran bahasa Arab mencakup perencanaan, pelaksanaan, pengorganisasian, penilaian dan evaluasi. Semua didesain agar efektif dan efesien ,Partisipasi seorang pendidik sangat dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas bahasa . Usaha yang dilakukan pendidik dalam meningkatkan perkembangan bahasa, bisa melalui desain pembelajaran yang aktif dan juga kreatif. Seorang pendidik dituntut memahami desain perkembangan pembelajaran bahasa Arab. Setelah di Analisis ada beberapa faktor pendukung dan penghambat dalam pembelajaran bahasa Arab. Dalam penelitian ini Metode yang digunakan adalah kualitatif jenis penelitian (field research). Subjek penelitian ini diperoleh melalui informen atau responden dengan cara pengumpulan data seperti wawancara, observasi serta analisis data. Abstract Arabic learning is a process carried out between educators and students both in the classroom and outside the classroom so that students are able to master 4 maharah in Arabic. Management of Arabic learning is a means or wasilah so that the desired goals can be achieved. Management of Arabic learning includes planning, implementation, organization, assessment and evaluation. All are designed to be effective and efficient, the participation of an educator is needed in improving the quality of the language. Efforts made by educators in improving language development can be through active and creative learning designs. An educator is required to understand the design of the development of Arabic learning. After the analysis, there are several supporting and inhibiting factors in learning Arabic. In this study, the method used is a qualitative type of research (field research). The subjects of this study were obtained through informants or respondents by means of data collection such as interviews, observations and data analysis.
Peran Stakeholder Pendidikan Sebagai Penjamin Mutu Sekolah PAUD di TKQ Baitul Izzah Rujiah; Maemunah Sa’diyah
Rayah Al-Islam Vol 5 No 02 (2021): Rayah Al-Islam Oktober 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v5i02.490

Abstract

Abstrak Sekolah merupakan produk layanan jasa dalam bidang pendidikan, jasa dimaksud adalah dalam melayani kebutuhan orang tua untuk pendidikan anaknya terutama kebutuhan untuk Pendidikan Anak Usia Dini, pilihan orang tua dalam memilih sekolah untuk anak usia dini berbeda dengan memilih sekolah formal tingkat lanjut, banyak factor yang akan menjadi pertimbangan para orang tua untuk menentukan pilihannya salah satunya adalah referensi dari orang terdekat atau yang dikenal baik yang menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut. Faktor referensi inilah yang harus dapat dikelola dengan baik oleh pihak internal sekolah dengan para stakeholder eksternal sebagai penjamin mutu dalam meyakinkan orang tua calon peserta didik akan mutu lembaga sekolah tersebut. Tujuan pendidikan di sekolah akan tercapai bila semua komponen internal sekolah dapat bekerja sama dengan baik, dan bukan hanya komponen internal sekolah saja tentunya diperlukan komponen dari luar sekolah atau eksternal , komponen eksternal sekolah terdiri dari orang tua peserta didik atau masyarakat sekitar yang berkepentingan baik secara langsung atau tidak langsung dalam lembaga sekolah, begitu pentingnya peranan stakeholder eksternal ini dalam menjamin mutu sekolah TKQ Baitul Izzah sehingga dalam lima tahun ini peserta didiknya relative stabil. Abstract School is a service product in the field of education, the service in question is to serve the needs of parents for their children's education, especially the need for Early Childhood Education, the choice of parents in choosing schools for early childhood is different from choosing advanced formal schools, many factors that will be taken into consideration by parents in making their choice, one of the consideration is a reference from the closest or well-known person who sends their child to that school. This reference factor must be managed properly by the school's internal parties also with stakeholders external as indirect marketing in convincing parents of prospective students of the quality of the school institution. The purpose of education in schools will be achieved if all the internal components of the school can work well together, and not only the internal components of the school, of course, components from the outside of school or external are needed, the external components of the school consist of parents of students or the surrounding community who are interested directly or indirectly in school institutions, the important role of external stakeholders is ensuring the quality of the TKQ Baitul Izzah’s school so that in these five years, the students are relatively stable.
Kontektualisasi Pendidikan Agama Islam Dalam Pembelajaran Berkebun Vertikal Berbasis Madrasah Maemunah Sa'diyah
Attadib: Journal of Elementary Education Vol 3, No 2 (2019): ATTADIB: Journal of Elementary Education
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.621 KB) | DOI: 10.32507/attadib.v3i2.575

Abstract

Islam sebagai rahamatan lil alamin merupakan konsep kasih sayang dan kepedulian, tidak hanya pada sesama manusia, namun juga pada lingkungan. Memberdayakan lingkungan alam merupakan bagian integral tugas manusia di samping tugas penghambaan pada Allah SWT.   Artikel ini bertujuan menanamkan  sekaligus mengembangkan nilai-nilai Pendidikan Agama Islam dalam kegiatan berkebun.  Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan  empat madrasaah Ibtidaiyyah (MIS Misbahul Islam, Al-Hidayah, Mis Nurul Iman, Mathla’ul Anwar) yang terletak di Kecamatan Taman Sari Kabupaten Bogor. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, interview, dokumentasi dan kuisioner. Temuan penelitian menunjukkan beberapa nilai-nilai Pendidikan Agama  yang dapat diterapkan dan dikembangkan antara lain nilai 1) spiritual; merasakan kebesaran dan kekuasaan Allah, syukur atas karuniaNya yang unik pada semesta, melatih kesabaran dan kegigihan siswa. 2) sosial; bergotong royong dalam mewujudkan tujuan bersama, rasa empati dan simpati. 3) profesionalis; bekerja berdasarkan ilmu, menghargai proses, tekun, disiplin dan berorientasi pada tujuan. Implikasi dari penelitian ini, dapat mengangkat citra madrsah ibtidaiyah karena  dapat menerapkan ajaran Islam dalam bentuk berkebun vertikal sesuai dengan kondisi dan potensi yang dimiliki madrasah masing-masing.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS CHARACTER BUILDING BERWAWASAN LINGKUNGAN DI KELAS IV MI INSAN MUMAYAZ Amirul Mu'minin; Muhammad Fahri; Maemunah Sa'diyah
Attadib: Journal of Elementary Education Vol 5, No 1 (2021): ATTADIB: Journal of Elementary Education
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32507/attadib.v5i1.925

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan pelbagai kendala yang dihadapi  dalam implementasi pembelajaran berbasis character building berwawasan lingkungan di MI Insan Mumayaz. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kualitatif. Penelitian ini dilakukan di MI Insan Mumayaz, dengan subjek kepala madrasah, guru dan siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Dalam memvalidasi data, Penulis menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala utama dalam proses implementasi pembelajaran berbasis character building berwawasan lingkungan di MI Insan Mumayaz terdiri dari faktor internal maupun eksternal. Faktor internal adalah minimnya pengawasan dari guru sehingga menghambat proses pengawasan dan evaluasi. Sedangkan, faktor eksternal adalah minimnya  kesadaran siswa untuk peduli akan lingkungan sekitar.
MENINGKATKAN KARAKTER TANGGUNG JAWAB MELALUI PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DI MI I’ANATUSSHIBYAN 1 Wuri Handayani; Maemunah Sa'diyah; Tjetjep Suhandi
Attadib: Journal of Elementary Education ATTADIB: Journal of Elementary Education, Vol. 3 No. 1 Juni 2019
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (834.654 KB) | DOI: 10.32507/attadib.v3i1.461

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan karakter tanggung jawab siswa melalui pendekatan CTL (Contextual Teaching and Learning) pada mata pelajaran Fiqih di MI I’Anatusshibyan 1. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas dengan kualitatif deskriptif dan kuantitatif deskriptif tipe Classroom Action Research (CAR). Teknik pengambilan data menggunakan instrumen penelitian yaitu observasi, catatan lapangan, dan dokumentasi. Observasi dilakukan terhadap karakter tanggung jawab siswa dengan menggunakan lembar observasi. Hasil observasi karakter tanggung jawab siswa di kelas I dapat digambarkan pada tahap prasiklus, siklus I, dan siklus II. Dari pelaksanaan prasiklus diperoleh nilai rata-rata sebesar 1.55 atau 38.94% berada pada kategori kurang, selanjutnya dilakukan tindakan pada siklus I. Hasil observasi pada siklus I diperoleh nilai rata-rata  sebesar 2.10 atau 52.63% berada pada kategori cukup. Dari hasil pengamatan pada siklus I peneliti mendapat beberapa hambatan, kemudian dilakukan perbaikan atau penyempurnaan baik pada tahap perencanaan yakni RPP sampai tahap pelaksanaan pada siklus II. Hasil observasi pada siklus II diperoleh nilai rata-rata sebesar 3.02 atau 75.52% berada pada kategori baik. Dengan demikian terdapat peningkatan nilai karakter tanggung jawab siswa dari tahap prasiklus sampai siklus II sebesar 1.46 atau 36.57%. Hal ini membuktikan bahwa pendekatan CTL dapat meningkatkan karakter tanggung jawab siswa kelas I di MI I’Anatusshibyan 1.
Manajemen Mutu Terpadu Pendidikan Berbasis Manajemen Perilaku dalam Pendidikan Islam Agus Warcham; Maemunah Sa'diyah
Jurnal Dirosah Islamiyah Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Dirosah Islamiyah
Publisher : Sekolah Pascasarjana Institut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.722 KB) | DOI: 10.47467/jdi.v3i2.417

Abstract

ABSTRACT Islamic education in Indonesia is currently growing rapidly, but quality is still a problem in most of Islamic educations. One of the problems is how the quality of Islamic education can be increased by improving behavior management. The purpose of this study was to describe the integrated management of behavior management-based education in Islamic education. A literature review research method or literature search was carried out in this study. Finding showed that behavioral management in Islamic education is basically management based on people, that places humans as the main factor that must be considered, humanized, supported, respected, and fulfilled all their needs. There are seven factors that influence behavior management in Islamic education, namely motivation, superior culture, leadership, communication, reward and punishment, strategic management and integrated quality management. Behavioral management has an important role in Total Quality Management in Islamic Education. ABSTRAK Pendidikan Islam di Indonesia pada saat ini telah berkembang dengan pesat, tetapi kualitas masih merupakan masalah di sebagian besar Pendidikan Islam tersebut. Salah satu masalah Pendidikan Islam adalah bagaimana kualitas Pendidikan Islam dapat meningkat dengan memperbaiki manajemen perilaku. Tujuan penelitian ini adalah menguraikan manajemen mutu terpadu pendidikan berbasis manajemen perilaku pada Pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan penelusuran kepustakaan sebagai metode penelitian. Hasil menunjukkan bahwa manajemen perilaku dalam Pendidikan Islam pada dasarnya adalah manajemen berbasis pada manusia, yang menempatkan manusia sebagai faktor utama yang harus diperhatikan, dimanusiakan, didukung, dihormati, dan dipenuhi segala kebutuhannya. Ada tujuh faktor yang mempengaruhi manajemen perilaku dalam pendidikan Islam, yaitu motivasi, budaya unggul, kepemimpinan, komunikasi, reward and punishment, manajemen strategis dan manajemen mutu terpadu. Manajemen perilaku memiliki peran penting dalam Total Quality Management dalam Pendidikan Islam.