Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

TINDAK TUTUR DALAM TRANSAKSI JUAL BELI IKAN DI PASAR KEPPO Wahdian, Agus
WACANA DIDAKTIKA Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/wd.v4i1.196

Abstract

Tindak tutur digunakan oleh orang-orang atau masyarakat yang kegiatannya berhubungan dengan bahasa salah satunya yaitu sebagai penjual ikan di pasar. Untuk memberikan tuturan yang menarik perhatian pembeli, seorang penjual ikan harus mengolah kata-kata yang diujarkannya. Begitu juga dengan si pembeli dia tidak langsung terpengaruh dengan apa yang dikatakan oleh si penjual, keduanya sama-sama mengolah kata-kata untuk mencapai kesepakatan dalam bentuk bernegosiasi. Oleh karena itu, hal sedemikian menjadi fenomena tersendiri bagi penulis untuk meneliti lebih lanjut  tindak tutur dalam transaksi jual beli ikan di pasar Keppo Pamekasan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi yaitu berupa pengamatan langsung kepada suatu objek yang akan diteliti, jenis  penelitian ini yaitu penelitian kualitatif sebab data yang diteliti berupa data perekaman. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu ada tiga tahapan, (1) Reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan kesimpulan. Dari hasil analisis data yang dilakukan pada bab IV, yaitu berupa (1) pemilihan tindak tutur, tindak tutur ini dipilih karena mereka akan mengetahui segala tindak dan usaha dari si penjual dan pembeli ikan di pasar Keppo. Di dalam penelitian ini tindak tutur yang terjadi lebih banyak pada ketidaksetujuan dari harga yang diberikan dengan berbagai alasan yang diungkapkan. Dari ketidaksetujuan tersebut dari pihak penjual maupun pembeli terjadi suatu negosiasi yaitu tawar menawar dari pihak penjual dan pembeli ikan, dalam hal ini tentunya si penjual menginginkan ikan dengan harga yang tinggi meskipun kualitasnya rendah, begitu juga sebaliknya pembeli menginginkan ikan dengan harga yang murah meskipun kualitasnya tinggi. Dari hal tersebut munculah tindakan kompromi dari pihak si penjual dengan si pembeli.
STRUCTURE, FUNCTION AND VALUE THE TRADITION OF ORAL LITERATURE IN SUMENEP MADURA M. Ridwan; Agus Wahdian
ISLLAC : Journal of Intensive Studies on Language, Literature, Art, and Culture Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.887 KB) | DOI: 10.17977/um006v1i12017p252

Abstract

The purpose of this research is: first, describe the structure, function and value of oral literature in Sumenep Regency. Second, obtain data objectively about the oral literary tradition in Sumenep Regency. Third, it examines the structure, function and value of oral literary tradition as one of theentertainment media, adhesives and silaturrahim forming mental as well as compiling Textbook-based Indonesian Language Education Oral literary tradition with ISBN. Indonesia as the country with the symbol of Bhinneka Tunggal Ika must uphold all forms of diversity and ethics that is rahmatan lil ' alamin. Indonesia is made up of many different tribes, ethnicities, cultures, religions, languages and traditions must maintain the integrity of the Union and the unity of the nation. It is this diversity that later gave birth to traditional knowledge andcultural expressions that are not owned by other Nations in the world. Oral literary tradition that developed in the island as a manifestation of the real cultural archipelago that is a spirit that needs to be preserved by generations and community supporters. This research is one of the endeavor to take good care of the legacy of tradition and culture which flourished in the archipelago.
CULTURAL EXPRESSION IN MADURESE SPOKEN SPEECH AND INDONESIAN LANGUAGE IN ELEMENTARY/MI STUDENTS IN SUMENEP Agus Wahdian; Nyimas Robbiany Pandanarum; M. Ridwan
ISLLAC : Journal of Intensive Studies on Language, Literature, Art, and Culture Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Purpose of this study First, describing cultural expression in spoken speech madura language and Indonesian among elementary/MI students. Second, describes the pattern of interaction and cultural expression that occurs in students with teachers, principals, and other stakeholders. This research method uses a qualitative approach that decrypts spoken speech of cultural and language expression. The type used by this study is phenomenological, which is to study the pattern of interaction process of oral speech of students as an expression of language and culture. Based on the results of research in the field in two schools namely SDN Keles and MI Miftahul Jannah speech or oral speech of students when interacting and communicating either with teachers or with fellow students, found several spoken speeches that included the cultural expression section of Madura language as the first language and Indoensia language as a second language.As the following Teachers and Students spoken speeches. Teacher: Big signs of doomsday, what? Student 1: Nabbu terompet. (H) Teacher: Drumben? (while joking). Student 2:  Munculla Imam Mahdi (I).
Tindak Tutur Dalam Transaksi Jual Beli Ikan di Pasar Keppo Agus Wahdian
Wacana Didaktika Vol 4 No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.197 KB) | DOI: 10.31102/wacanadidaktika.4.1.1-15

Abstract

Tindak tutur digunakan oleh orang-orang atau masyarakat yang kegiatannya berhubungan dengan bahasa salah satunya yaitu sebagai penjual ikan di pasar. Untuk memberikan tuturan yang menarik perhatian pembeli, seorang penjual ikan harus mengolah kata-kata yang diujarkannya. Begitu juga dengan si pembeli dia tidak langsung terpengaruh dengan apa yang dikatakan oleh si penjual, keduanya sama-sama mengolah kata-kata untuk mencapai kesepakatan dalam bentuk bernegosiasi. Oleh karena itu, hal sedemikian menjadi fenomena tersendiri bagi penulis untuk meneliti lebih lanjut tindak tutur dalam transaksi jual beli ikan di pasar Keppo Pamekasan. Dari uraian di atas timbul permasalahan, yaitu tentang tindak tutur dalam transaksi jual beli ikan di pasar Keppo Pamekasan, dengan tujuan ingin memperoleh deskripsi yang objektif tentang tindak tutur yang digunakannnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi yaitu berupa pengamatan langsung kepada suatu objek yang akan diteliti, jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif sebab data yang diteliti berupa data perekaman. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu ada tiga tahapan, (1) Reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan kesimpulan. Dari hasil analisis data yang dilakukan pada bab IV, yaitu berupa (1) pemilihan tindak tutur, tindak tutur ini dipilih karena mereka akan mengetahui segala tindak dan usaha dari si penjual dan pembeli ikan di pasar Keppo. Di dalam penelitian ini tindak tutur yang terjadi lebih banyak pada ketidaksetujuan dari harga yang diberikan dengan berbagai alasan yang diungkapkan. Dari ketidaksetujuan tersebut dari pihak penjual maupun pembeli terjadi suatu negosiasi yaitu tawar menawar dari pihak penjual dan pembeli ikan, dalam hal ini tentunya si penjual menginginkan ikan dengan harga yang tinggi meskipun kualitasnya rendah, begitu juga sebaliknya pembeli menginginkan ikan dengan harga yang murah meskipun kualitasnya tinggi. Dari hal tersebut munculah tindakan kompromi dari pihak si penjual dengan si pembeli
PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI BUDAYA SEKOLAH AGUS WAHDIAN; Framz Hardiansyah
Wacana Didaktika Vol 9 No 01 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/wacanadidaktika.9.01.1-17

Abstract

The development of the potential of students can be done through character education. A good school culture instills character values ​​in students. The aim is to find out the implementation of discipline character education, love for the homeland, and care for the environment through school culture which includes routine activities, spontaneous activities, exemplary, and conditioning at SDN Baban 1 Sumenep. Character education through school culture is education to shape personality through the atmosphere of school life where students interact which teaches ethical values ​​to shape personality which is manifested in one's real actions, namely good behavior, honesty, responsibility, respecting the rights of others, working hard, and so on. This study uses a qualitative approach with a descriptive qualitative form. The data needed in this research is data about the implementation of discipline character education, love for the homeland, and caring for the environment through school culture in the form of routine activities, spontaneous activities, exemplary, and conditioning at SDN Baban 1 Sumenep. The results obtained are the implementation of disciplined character education, love for the homeland, and care for the environment through school culture which includes routine activities, spontaneous activities, exemplary, and good conditioning at SDN Baban 1 Sumenep. Keywords: Character Education, Environmental Care, School Culture. Abstrak: Pengembangan potensi peserta didik dapat dilakukan melalui pendidikan karakter. Budaya sekolah yang baik menanamkan nilai-nilai karakter pada peserta didik. Tujuannya adalah untuk mengetahui pelaksanaan pendidikan karakter disiplin, cinta tanah air, dan peduli lingkungan melalui budaya sekolah yang meliputi kegiatan rutin, kegiatan spontan, keteladanan, dan pengkondisian di SDN Baban 1 Sumenep. Pendidikan karakter melalui budaya sekolah adalah pendidikan untuk membentuk kepribadian melalui suasana kehidupan sekolah tempat peserta didik berinteraksi yang mengajarkan nilai-nilai etika untuk membentuk kepribadian yang terwujud dalam tindakan nyata seseorang yaitu tingkah laku yang baik, jujur, bertanggung jawab, menghormati hak orang lain, kerja keras, dan sebagainya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan bentuk kualitatif deskriptif. Data yang yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data tentang pelaksanaan pendidikan karakter disiplin, cinta tanah air, dan peduli lingkungan melalui budaya sekolah yaitu berupa kegiatan rutin, kegiatan spontan, keteladanan, dan pengkondisian di SDN Baban 1 Sumenep. Hasil penelitian yang diperoleh adalah pelaksanaan pendidikan karakter disiplin, cinta tanah air, dan peduli lingkungan melalui budaya sekolah yang meliputi kegiatan rutin, kegiatan spontan, keteladanan, dan pengkondisian di SDN Baban 1 Sumenep baik
Penerapan Nilai-nilai Ketuhanan Melalui Pembiasaan di Sekolah Dasar Framz Hardiansyah; Fajar Budiyono; Agus Wahdian
Jurnal Basicedu Vol 5, No 6 (2021): December Pages 5001-6500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i6.1762

Abstract

Penerapan nilai-nilai ketuhanan merupakan kesadaran dan dirancang untuk mempersiapkan siswa dalam hal pengetahuan dan pemahaman, kehidupan dan pengamalan, dan untuk membantu mereka percaya pada agama yang menjadi bagian dari mereka. Penelitian ini menggunakan fenomenologi kualitatif  melalui studi kasus. Metode pengumpulan data  penelitian ini dilakukan melalui (1) wawancara semi terstruktur, (2) observasi tidak terstruktur, dan (3) dokumentasi, dan hasilnya disusun secara sistematis. Langkah-langkah dalam analisis data adalah menggunakan paradigma  analisis isi dengan  reduksi data, penyajian data, dan validasi data (menarik kesimpulan). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) bentuk nilai-nilai ketuhanan di SDN Baban 1 Sumenep meliputi: (a) aqidah/nilai ibadah adalah shalat berjamaah, Membaca doa, membaca Alquran surat pendek, (b ) nilai moral yang terdiri dari nilai sopan santun, 3S (senyum, sapa, sapa), nilai-nilai Siratulahim (c) nilai disiplin dan nilai sosial masyarakat Nilai-nilai syariah terdiri dari (2) penerapan nilai-nilai ketuhanan melalui pembiasaan di sekolah dasar Baban 1 Sumenep meliputi (a) kegiatan sehari-hari, (b) kegiatan sukarela, (c) pengkondisian, (d) Meliputi keteladanan. 
Peran Sekolah melalui Kegiatan Pembiasaan Terintegrasi Pembelajaran IPS untuk Membangun Karakter Siswa Sekolah Dasar Yetti Hidayatillah; Agus Wahdian; Muhammad Misbahudholam
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 8 No. 4 (2022): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v8i4.3784

Abstract

Pembelajaran IPS memiliki peranan penting dalam pembentukan karakter siswa. Namun, Pembelajaran IPS dalam pembentukan karakter siswa tentunya bukanlah hal yang mudah, perlu perjuangan yang berkesinambungan agar menghasilkan hasil yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Pembelajaran IPS memiliki kesamaan dengan pendidikan karakter yang mana keduanya memiliki tujuan untuk menjadikan siswa sebagai warga negara yang baik, perduli terhadap masalah sosial dan lingkungan yang ada, serta juga sama-sama memiliki rasa kebangsaan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui sejauh mana peran sekolah dalam menumbuhkan karakteristik pada peserta didik di SDN Marengan Daya 1. Subjek penelitian ini adalah seluruh peserta didik dan guru SDN Marengan Daya 1. Metode penelitian yang digunakan menggunakan pendekatan penelitian deskriptif, Data primer hasil wawancara, data sekundernya yaitu buku, jurnal, data-data sekolah, sumber datanya yaitu dari kepala sekolah dan satu wali kelas. Teknik pengumpulan datanya menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan SDN Marengan Daya 1 menerapkan pembiasaan 3S dan membaca doa, pembiasaan hidup sehat, pembiasaan membaca asmaul husnah serta doa harian, penbiaaaan tanggung jawab, disiplin, jujur dan ekstra kurikuler tahfidz Al-Quran sehingga tidak hanya pandai dalam ilmu umum melainkan pandai pula dalam ilmu keagamaan sebagai bekal menuju manusia yang berguna bagi Nusa bangsa dan agama. Dengan pembiasaan tersebut maka sekolah sudah memberikan jembatan untuk menjadikan setiap siswa SDN Marengan Daya 1 menjadi siswa berkarakter dengan jiwa sosial, intelektual dan religius.
Improving Science Learning Outcomes Through the Development of the Magic Card Box Learning Media Framz Hardiansyah; Agus Wahdian
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 1 (2023): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v15i1.2711

Abstract

One problem that often arises in science learning is the low enthusiasm of students to take part in learning, which impacts learning outcomes. The learning method used by the teacher is still reasonably monotonous. The solution is that teachers must innovate and be creative to increase student activity and enthusiasm for learning. One solution is to use learning media that can arouse students' enthusiasm. This study aims to produce science learning media, namely the magic card box for water cycle material, to determine the feasibility of learning media and students' understanding of the water cycle material. This research is development research using a 3-D model. Learning media of the magic card box is validated by material experts, media experts, and learning practitioner assessments. The development instrument is a questionnaire consisting of thirteen indicators distributed to 25 students as respondents. Learning Media The magic card box was tested on fifth-grade students. Validation data and data on the level of understanding of students' cognitive aspects were analyzed quantitatively. Learning media Magic card boxes are produced through the stages of defining, designing, and developing. According to media experts, the learning media feasibility test results obtained a final score of 4.2 with a very good category. Then in the field trial, a score of 4.82 was obtained in the very good category. Students' understanding of the water cycle material based on cognitive aspects obtained an average score of 81.1. Shows that the Magic Card Box Media on the water cycle material is valid, practical and can improve student learning outcomes.
Improving Indonesian Language Learning Outcomes Through Quizizz Learning Media In Elementary Schools Agus Wahdian; Kusyairi Kusyairi; M. Khoiri M. Khoiri
Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 1 No. 1 (2023): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pgsd.v1i1.125

Abstract

The COVID-19 epidemic has significantly affected the education sector, resulting in a shift from traditional offline learning to online platforms. Quizizz is a media tool that teachers can utilize during online learning. The objective of this study is to ascertain whether the utilization of Quizizz as a learning medium has an impact on students' academic achievements. The research methodology employed is quantitative, utilizing a pre-experimental research design. The participants consisted of 26 fourth-grade kids. The data collection methods employed included the utilization of tests and questionnaires. The pre-test score yielded a mean result of 65.19, whereas the post-test score yielded a mean result of 88.08. Based on the research data analysis conducted using SPSS version 25, the results of the paired sample t-test indicate that the two-tailed significance value (sig) is 0.000, which is less than the significance level of 0.05. Therefore, we may conclude that the null hypothesis (H0) is rejected and the alternative hypothesis (H1) is accepted. The study findings suggest that the utilization of Quizizz as a learning tool has a significant impact on students' academic performance in mathematics when accessed online at SDN Gunggung Sumenep.
The Use of Differentiated Digital Learning Models to Enhance Science Problem-Solving in Elementary Schools Framz Hardiansyah; Tri Sukitman; Agus Wahdian; Hodairiyah Hodairiyah
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 2 (2024): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v16i2.5087

Abstract

Differentiated learning is a way to identify talents and teach according to students' different learning styles. Digital-based differentiated learning is an innovation in elementary school teaching and learning processes. This research aims to determine the use of digital-based differentiated learning models in improving science problem-solving in elementary schools because students tend to experience difficulties understanding the material taught in science subjects, and students are still lacking in developing the ability to solve science questions. This research method used quantitative research methods with the Pre-Experimental Design One Group Pretest-Posttest research model. The research sample consisted of 29 grade IV students who had a learning style of 76% visual, 14% auditory, and 10% kinesthetic. Data collection techniques used tests and questionnaires. Data analysis techniques used the Z test and the Mann-Whitney U test. The research results for the Mann-Whitney test obtained a significance value of 0.001, meaning 0.001 0.05, so Ho was rejected, and Ha was accepted. Thus, the use of digital-based differentiated learning models can improve science problem-solving in elementary schools. The research findings indicate that digital-based differentiated learning models significantly enhance science problem-solving abilities.