Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation Sebagai Upaya Peningkatan Keterampilan Menulis Karangan Naratif Agus Wahdian; Framz Hardiansyah; Yeni Aulia Puji Astuti
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 6 No 1 (2022): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v6i1.3510

Abstract

Pada dasarnya guru harus memiliki strategi agar anak didik dapat belajar efektif dan efisien, mengena pada tujuan yang diharapkan. Salah satunya dengan menerapkan metode pembelajaran Kooperatif tipe Group Investigation yaitu model pembelajaran yang melibatkan siswa sejak tahap perencanaan baik dalam 1) Memilih topik, 2) Perencanaan kooperatif, 3) Investigasi kelompok, 4) Menyiapkan laporan akhir,5) Presentasi hasil final, dan 6) Evaluasi. Permasalahan dalam penelitian ini sebagai berikut: 1) Bagaimana aktifitas belajar siswa dalam menulis karangan naratif dengan menggunakan Group Ivestigation pada Kelas X MA. Mauidzul Amin Al-Islamy. 2) Bagaimanakah respon siswa pasca pembelajaran menulis karangan naratif dengan menggunakan metode Group Investigation pada kelas X MA. Mauidzul Amin Al-Islamy. 3) Bagaimanakah hasil peningkatan belajar siswa dalam membuat karangan naratif dengan menggunakan metode Group Investigation pada kelas X. Berdasarkan hasil analisis data, jumlah rata-rata presentase aktivitas siswa termasuk dalam katagori baik berjumlah 3,24 maka dapat dikategorikan aktif. Analisis data melalui angket tentang respon siswa rata-rata presentase siswa yang menyatakan ya sebesar 65,38%, sedangkan rata-rata persentase yang menyatakan tidak sebesar 20,42%. Dan yang rata-rata persentase yang menyatakan kadang-kadang sebesar 21,04%. Hasil persentase ketercapaian secara klasikal sebesar 74,80% lebih besar dari pada jumlah tidak tuntas sebesar 10,52%, maka penerapan metode Group Investigation sebagai upaya peningkatan keterampilan menulis karangan naratif siswa kelas X MA. Mauidzul Amin Al-Islamy dapat dikatakan tuntas. Hasil belajar siswa sebelum diberi metode group Investigation sebesar 6,14% setelah diberi metode peningkatan hasil belajar pada siklus I sebesar 3,38% dan peningkatan belajar siswa pada siklus II sebesar 68,28%
Penguatan Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Melalui Game Edukasi Icando di Sekolah Dasar Bahri, Syaiful; Wahdian, Agus
JURNAL PENDIDIKAN DASAR NUSANTARA Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jpdn.v6i2.15078

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah penguatan nilai-nilai pendidikan karakter anak di sekolah Dasar Negeri Batubelah Timur I dan Sekolah Dasar Negeri Bates I melalui aplikasi game edukasi Icando. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan diskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi game edukasi Icando dapat berkontribusi dalam penguatan nilai-nilai pendidikan karakter diantaranya nilai karakter percaya diri, hormat dan santun kepada orang tua, tanggung jawab, rasa ingin tahu, menghargi prestasi, peduli sosial, peduli lingkungan, kreatif, dan pantang menyerah.
IMPLEMENTASI LESSON STUDY LEARNING COMMUNITY UNTUK MENINGKATKAN PENALARAN ALJABAR MAHASISWA PADA MATERI FUNGSI PEMBANGKIT Indraswari, Nur Fitriyah Indraswari; Wahdian, Agus
Jurnal Muara Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Muara Pendidikan Vol 9 No 1 Juni 2024
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/mp.v9i1.2001

Abstract

This research aims to determine the improvement in each algebraic reasoning indicator in solving generating function problems after implementing the M-APOS approach based on the lesson study learning community. This type of research is classroom action research with a qualitative approach. The lesson study stages are similar to classroom action research (PTK). The research subjects were 23 odd-semester STKIP PGRI Sumenep mathematics education study program students who had passed the prerequisite courses. The research instrument is a problem-solving task related to the generating function and a lesson study observation sheet. Data were analysed using qualitative descriptive analysis by describing the percentage of data obtained by indicators of algebraic reasoning based on the results of observations of the implementation of lesson study and problem-solving tasks. The increase in algebraic reasoning in the indicators of pattern finding, pattern discovery, and generalization, respectively, amounted to 56.17%, 52.73%, and 49.32%.
Religious Character Formation in the Age of TikTok: Navigating Digital Disruption in Indonesian Islamic Elementary Schools Masruroh Masruroh; Agus Wahdian; Ali Armadi
Journal Evaluation in Education (JEE) Vol 6 No 3 (2025): July
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/jee.v6i3.1819

Abstract

Purpose of the study: The rapid pace of digitalization among elementary school children, particularly through social media such as TikTok, has raised concerns about the erosion of religious values instilled in madrasah environments. The emergence of the TikTok syndrome—characterized by dependence on short digital content—has the potential to shift children's focus away from religious practices and spiritual character development. Methodology: The study employs a descriptive quantitative approach using a survey method. The research subjects were 60 fifth-grade students at an elementary madrasah located in Sumenep Regency, selected through random sampling. The instrument used was a closed-ended questionnaire consisting of 25 statements, with two main variables: religious character and TikTok syndrome symptoms. Main Findings: The results of the study indicate that students generally have good religious character, as evidenced by their practice of praying five times a day, honesty, and respect for teachers and parents. However, the level of TikTok consumption is quite high, with some students showing signs of disruption, such as forgetting to study and delaying prayers. Novelty/Originality of this study: This study is among the first to empirically examine the intersection between TikTok usage and religious character formation in early-grade Islamic education. It introduces the concept of "TikTok syndrome" in the context of spiritual development among children—a construct that remains underexplored in existing literature. Theoretically, this study contributes to the growing scholarship on media-socialization and religious identity construction in digital contexts.