Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

The Effectivity of Nutrition Education using E-Booklet on Knowledge and Attitude about Anemia among Adolescent Girls in Turen Malang Paramita, Farah; Rachmawati, Windi Chusniah; Ekawati, Rany; Pherenis, Haura Salwa Aulia; Septiani, Selsa Tri; Awaliahmunazila, Meisya
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um044v9i12024p75-80

Abstract

One of the nutritional problems of adolescent female in Southeast Asia is iron deficiency anemia, with an estimated 25-40 percent of adolescent female experiencing mild to severe anemia. The impact of this on teenagers is a decline in academic abilities at school due to a lack of enthusiasm for learning and concentration on learning. This research aims to determine the effect of e-booklet anemia prevention media on young women at SMAN 1 Turen. This research uses an experimental method, namely a pre-experimental design with a one group pretest-posttest approach. The subjects of this research were 50 female students. The results of the study showed that there was an influence of e-booklet anemia prevention media on the level of knowledge (p value is 0.000 less than 0.05) and attitudes (p value is 0.032 less than 0.05) of young women at SMAN 1 Turen. There was a significant influence on knowledge and attitudes before and after being given treatment in the form of education using e-booklet media
Implementation of Specific Nutrition Interventions to Prevent Stunting in Pregnant Women in the Oesapa Community Health Center Area East Nusa Tenggara Katmawanti, Septa; Wahyuni, Oktavia Sri; Paramita, Farah; Kurniawan, Agung; Khuzaimah, Siti
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um044v9i12024p29-47

Abstract

Policies related to stunting prevention have been in place since 2013. However, the prevalence of stunting in East Nusa Tenggara Province is still the highest in Indonesia from 2013 to 2022. One of the areas in the province where the prevalence decreased from 2021 to 2022 is Kupang City. Oesapa Community Health Centre was appointed by the Indonesian Ministry of Health as a pilot health centre representing Kupang City. The purpose of this study is to describe the implementation of specific nutritional interventions for handling stunting based on the variables of communication, bureaucratic structure, resources, and disposition in the target group of pregnant women which will be associated with the target achievement of specific nutritional interventions based on Presidential Regulation No 72 of 2021. The research used qualitative methods with triangulation of informants totalling 5 people, data triangulation, and triangulation of methods, namely in-depth interviews and observations. The results showed that interventions in the form of providing additional food to pregnant women with chronic energy deficiency conditions and pregnant women who consume blood supplement tablets at least 90 tablets during pregnancy have successfully reached the target. Other Community Health Centres can make the Oesapa Community Health Centre a barometer in providing health services, especially in specific nutrition interventions aimed at target groups of pregnant women so that they work together in accelerating the reduction in stunting prevalence.
Perilaku hidup sehat di era pandemi covid-19 melalui latihan fisik low-impact dan asupan gizi seimbang pada siswa SMA Anita Sulistyorini; Windi Chusniah Rahmawati; Farah Paramita; Anisa Nanda Leilina; Qurotu’aini Putriningdyah; Nadia Nuradela; Cendani Kusuma Ayu
PROMOTIF: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): PROMOTIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um075v2i12022p21-35

Abstract

Aktivitas fisik remaja, khususnya siswa SMA di masa pandemi Covid-19 ini menurun dikarenakan salah satu kebijakan pemerintah untuk menekan penyebaran virus Covid-19 melalui kegiatan pembelajaran daring. Pembelajaran daring menjadikan siswa harus belajar di depan komputer atau gawai tanpa melakukan aktivitas fisik lebih dari 2 jam per hari, kondisi ini membuat siswa kurang gerak atau mempunyai aktivitas sedentari yang tinggi. Aktivitas sedentari remaja ini diikuti dengan pola makan kurang baik selama masa pandemi, yaitu mengonsumsi makanan dan minuman tinggi kalori tanpa melakukan aktivitas fisik sehingga menimbulkan permasalahan kesehatan salah satunya obesitas. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah sebagai upaya pemecahan masalah kesehatan obesitas dan aktivitas sedentari remaja dengan memberikan edukasi kesehatan dan praktik tentang latihan fisik low impact dan asupan gizi seimbang kepada siswa SMA. Metode edukasi kesehatan melalui Google Meet dilanjutkan praktik latihan fisik low impact dan konsumsi makanan sesuai pedoman gizi seimbang oleh peserta dari mitra yang terdiri atas 50 siswa SMA selama 30 hari. Pendampingan dilakukan melalui WhatsApp Group serta peserta melakukan unggah kegiatan praktik setiap hari ke link google form yang tersedia. Semua peserta melaksanakan latihan fisik low impact dan menerapkan asupan bergizi seimbang sesuai panduan di WhatsApp. Diharapkan dengan menerapkan perilaku hidup sehat melalui latihan fisik low-impact yang rutin serta asupan gizi seimbang ini, aktivitas sedentari dan masalah obesitas di kalangan siswa SMA dapat dicegah atau berkurang. Setelah 30 hari melakukan latihan fisik low impact dan menerapkan pola makan gizi seimbang, didapatkan hasil aktivitas sedentari peserta berkurang yang ditunjukkan dengan hasil aktivitas fisik peserta yang meningkat (aktivitas fisik tinggi naik dari 35% menjadi 37%). Sedangkan untuk angka obesitas peserta dari 8% mengalami kenaikan 9% setelah kegiatan selesai. Berdasar hasil tersebut, tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat dikatakan tercapai dengan catatan angka obesitas masih perlu dikurangi dengan konsistensi menerapkan asupan gizi seimbang pada peserta.
Pemberdayaan masyarakat Desa Baturetno dengan meningkatkan pengetahuan MP-ASI sebagai upaya pencegahan kekurangan gizi balita Farah Paramita; Septa Katmawanti; Anita Sulistyorini; Oktavia Sri Wahyuni; Sila Kriscahyanti; Stella Ayu Puspananda; Miftahul Huda; Nimas Dewi Aninatus Zahro; Yuanda Putri Rizki Ramadhani
PROMOTIF: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): PROMOTIF: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um075v2i22022p149-157

Abstract

Rendahnya indeks kesehatan global salah satunya karena status gizi masyarakat. Di Malang, pervalensi kasus gizi kurang sejumlah 17% melebihi prevalensi Provinsi Jawa Timur yakni 16,1%. Tingginya kasus gizi kurang akibat dari berbagai faktor, salah satunya adalah rendahnya mutu MP-ASI. Hal tersebut bisa jadi karena kurangnya pengetahuan ibu, karena ibu memiliki peranan penting untuk gizi keluarganya. Pengetahuan kesehatan ini dapat ibu dapatkan ketika mengikuti posyandu. Namun, di Desa Baturetno partisipasi ibu untuk membawa anaknya ke posyandu masih kurang. Tujuan kegiatan ini adalah menambah pengetahuan ibu mengenai MP-ASI sebagai salah satu upaya pencegahan gizi kurang pada balita dengan kegiatan yang mampu menarik partisipan. Kegiatan ini melibatkan 15 responden dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang ada melalui berbagai tahap kegiatan, seperti koordinasi, pemberian kuesioner, pembagian booklet, sosialisasi/sharing session, dan lomba kreasi menu MP-ASI. Dari hasil analisis yang didapatkan, adanya serangkaian kegiatan tersebut cukup meningkatkan pengetahuan ibu mengenai MP-ASI dengan mayoritas responden berada dikategori cukup (73,33%).
Penerapan manajemen asi eksklusif dan MP-ASI kepada masyarakat Kelurahan Temas Kota Batu Septa Katmawanti; Farah Paramita; Agung Kurniawan; Dea Aflah Samah; Meyralda Dara Adisa; Nabila Alifatus Hafizhah; Nimas Dewi Aninatus Zahro; Reza Pahlevi
PROMOTIF: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): PROMOTIF: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um075v3i12023p21-30

Abstract

Desa Temas adalah salah satu desa di Kecamatan Batu Kota Batu yang memiliki jumlah penduduk pada tahun 2020 sebanyak 18.081 jiwa Ada beberapa masalah kesehatan yang terjadi di masyarakat Desa Temas. Salah satunya adalah rendahnya cakupan ASI eksklusif dan MP-ASI di wilayah Dinas kesehatan Batu cenderung rendah. Oleh karena itu, diperlukan upaya penerapan manajemen ASI eksklusif dan MP-ASI. Masyarakat masih belum memprioritaskan buruknya status gizi anak sebagai masalah kesehatan masyarakat dan tidak hanya pilihan gaya hidup. Oleh karena itu, dibutuhkan program untuk meningkatkan manajemen pemberian ASI eksklusif dan MPASI dengan cara sosialisasi dan praktik. Metode dalam pengabdian ini meliputi beberapa tahapan, yakni: 1) Koordinasi dengan mitra terkait; 2) Persiapan tempat dan fasilitas untuk Abdimas; 3) Sosialisasi mengenai Manajemen ASI eksklusif dan MP-ASI; 4) Lomba kreasi menu MP-ASI. Kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan ibu mengenai manajemen ASI eksklusif dan MPASI, sehingga secara tidak langsung akan berkontribusi dalam peningkatan status gizi balita.
Upaya meningkatkan gizi masyarakat melalui program keluarga sadar gizi (kadarzi) Farah Paramita; Anita Sulistyorini; Septa Katmawanti; Selsa Tri Septiani; Lorenza Arinda Saputri; Shirin Ramadhani; Annisa' Mufi Aktul Hasanah; Oktavia Sri Wahyuni
PROMOTIF: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): PROMOTIF: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um075v3i12023p63-72

Abstract

Permasalahan gizi masih menjadi masalah yang tidak pernah usai. Program KADARZI (Keluarga Sadar Gizi) merupakan salah satu komitmen pemerintah untuk memberdayakan keluarga agar mampu menyelesaikan permasalahan kesehatan sedini mungkin. Desa Petungsewu memiliki komoditas unggulan yaitu perkebunan jeruk. Tujuan dari kegiatan ini ialah untuk meningkatkan gizi masyarakat desa melalui program KADARZI dengan memanfaatkan bahan pangan lokal berupa jeruk dan menggunakan media booklet. Metode yang digunakan adalah kegiatan pelatihan terstruktur. Populasi dalam kegiatan ini merupakan semua Ibu yang memiliki balita dengan total sampel 20 responden. Instrumen yang digunakan untuk menilai pengetahuan adalah berupa kuesioner yang diisi secara mandiri oleh peserta. Kegiatan ini dilakukan pada Agustus 2022 di Desa Petungsewu, Kabupaten Malang dengan melalui berbagai tahap kegiatan, seperti pemberian pre-test, pemberian booklet, edukasi dan sharing session, lomba kreasi makanan (makanan keluarga dan MP-ASI) yang memanfaatkan bahan pangan lokal, dan pemberian post-test pada akhir kegiatan. Dari hasil analisis dapat diketahui bahwa dengan dilakukannya intervensi berupa edukasi gizi untuk balita dan keluarga dengan bantuan booklet dapat meningkatkan pengetahuan responden, yakni dengan persentase 95% (19 responden) yang termasuk ke dalam kategori baik.
Energy Consumption and Nutritional to Status Emotional Eating Behavior Among Pregnant Women in Malang, Indonesia Nashih, Nadia Fauziyah; Paramita, Farah; Kurniawan, Agung; Santre, Siriporn; Nasih, Ahmad Munjin
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 20, No 2 (2024)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v%vi%i.50325

Abstract

Emotional eating behavior and increased food intake during emotional conditions are some factors that can contribute to obesity in pregnant women. This study examined the relationship between emotional eating behavior with energy consumption and nutritional status of pregnant women. This study was conducted from January to March 2024 and used an analytical observational method with a cross-sectional study. The subjects were 59 pregnant women in the second and third trimesters at Kedungkandang Community Health Center, Malang, Indonesia. Emotional eating, energy consumption, and nutritional status was tested with correlation rank spearman test. In this study, 45.7% of respondents were high emotional eaters, 40.7% had sufficient energy intake, and 72.9% had a normal nutritional status. Spearman correlation test showed p0.05 for energy consumption (p=0.008) and p0.05 for nutritional status (p=0.548). We concluded that emotional eating behavior has a significant relationship with energy consumption but has no relationship with nutritional status. It is important to consider the larger context in which emotional eating behaviors take place to comprehend nutritional status during pregnancy. Therefore, future studies should examine other different populations or areas. 
Inovasi Playbook dalam Peningkatan Pengetahuan mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Siswa SDN Sumbersih 01 Kabupaten Blitar Paramita, Farah; Rachmawati, Windi Chusniah; Rahmawati, Indana Tri; Katmawanti, Septa; Samah, Dea Aflah; Wahyuni, Oktavia Sri; Kriscahyanti, Sila; Fitriani, Amelia Salsabila; Pahlevi, Reza
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2227

Abstract

Derajat kesehatan masyarakat merupakan aspek penting dalam mencapai tujuan pembangunan nasional dalam bidang kesehatan. Salah satu upaya yang telah dilakukan pemerintah dalam membangun derajat kesehatan masyarakat ialah melalui program PHBS. Data Riset Kesehatan Dasar menunjukkan bahwa proporsi rumah tangga yang menerapkan PHBS di Indonesia mengalami peningkatan dalam selama sepuluh tahun terakhir. Meski terjadi peningkatan, angka tersebut berselisih cukup jauh dari target yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan yaitu 71%. Dari 22 kecamatan yang ada di Kabupaten Blitar, Kecamatan Panggungrejo memperoleh persentase akses sanitasi layak yang terendah yaitu 56,49% kepala keluarga yang memiliki akses fasilitas sanitasi yang layak. Selain itu, dari 18.997 keluarga di Kecamatan Panggungrejo, sebanyak 7.624 keluarga belum menerapkan CTPS. Rendahnya penerapan PHBS di Kecamatan Panggungrejo juga mencakup sekolah-sekolah di dalamnya. Hingga saat ini, pendidikan kesehatan belum secara masif diberikan dan ketersediaan fasilitas sanitasi belum memadai dari segi jumlah seperti yang dialami oleh SDN Sumbersih 01. Oleh karena itu, perlu adanya edukasi terkait PHBS di sekolah melalui kegiatan edukasi PHBS pada siswa dengan menggunakan media interaktif playbook PHBS. Kegiatan dilakukan dengan tahapan perencanaan, persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi kegiatan. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon dari data pretest dan posttest diperoleh nilai signifikansi sejumlah 0,03 dengan nilai positive ranks sejumlah 17 dari 31 data dan nilai negative ranks sejumlah 9 dari 31 dar. Nilai signifikansi yang diperoleh tersebut < 0,05 dimana menunjukkan adanya perbedaan antar variabel, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan media playbook PHBS terhadap peningkatan pengetahuan siswa di SDN Sumbersih 01. Innovation Playbook in Enhancing Knowledge of Clean and Healthy Living Behavior among Students at SDN Sumbersih 01, Blitar Regency  Abstract The level of public health is a crucial aspect in achieving national development goals in the health sector. One of the efforts made by the government to improve public health is through the PHBS program (Kurnianingsih et al., 2023). Basic Health Research data shows that the proportion of households implementing PHBS in Indonesia has increased over the past ten years. Despite this increase, the figure is still significantly below the target set by the Ministry of Health, which is 71% (Ministry of Health RI, 2021). Among the 22 sub-districts in Blitar Regency, Panggungrejo Sub-district has the lowest percentage of households with access to adequate sanitation, with only 56.49% of households having access to proper sanitation facilities. Furthermore, out of 18,997 families in Panggungrejo Sub-district, 7,624 families have not yet practiced proper handwashing with soap (CTPS). The low implementation of PHBS in Panggungrejo Sub-district also extends to the schools within the area. To date, health education has not been widely provided, and the availability of sanitation facilities is still inadequate in terms of quantity, as experienced by SDN Sumbersih 01. Therefore, it is necessary to provide PHBS education in schools through PHBS education activities for students using an interactive PHBS playbook. The activities were carried out through planning, preparation, implementation, and evaluation stages. Based on the Wilcoxon test results from pretest and posttest data, a significance value of 0.03 was obtained, with 17 positive ranks out of 31 data points and 9 negative ranks out of 31 data points. The obtained significance value of <0.05 indicates a difference between the variables, leading to the conclusion that the use of the PHBS playbook has a significant impact on increasing students' knowledge at SDN Sumbersih 01.
Pemberdayaan Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Perempuan Kelas IIA Kota Malang Melalui Praktik Penggunaan Biodigester untuk Pengelolahan Sampah Organik Septa Katmawanti; Farah Paramita; Windi Chusniah Rachmawati; Dea Aflah Samah; Oktavia Sri Wahyuni; Sila Kriscahyanti; Lorenza Arinda Saputri; Nida An Khofiyya
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 1 (2024): February
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i1.1545

Abstract

Sampah menjadi salah satu tantangan utama dalam mencapai pembangunan berkelanjutan. Di Indonesia, terjadi peningkatan volume sampah yang semula 68,5 juta ton pada tahun 2021 menjadi 70 juta ton di tahun 2022. Perlu adanya upaya untuk menanggulangi permasalahan tersebut salah satunya dengan memanfaatkan media biodigester. Biodigester merupakan salah satu alat pengelolahan sampah organic menjadi bahan bakar pengganti elpigi dan sebagai energi listrik yang ramah lingkungan, ekonomis, dan menggunakan sumber daya yang mudah dicari. Kegiatan pemberdayaan ini bertujuan untuk menanggulangi permasalahan sampah di lingkungan Lapas Perempuan Kelas II A Kota Malang menggunakan alat yang ramah lingkungan. Berdasarkan hasil observasi, Lapas Perempuan Kelas IIA Kota Malang belum pernah memanfaatkan biodigester sebagai media pengelolahan sampah organik. Selama ini pihak Lapas Perempuan Kelas IIA Kota Malang masih menggunakan metode hulu hilir untuk menampung sampah yang ada. Kegiatan ini dilakukan melalui tahap perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Adapun tahap pelaksanaan ini terdiri atas penyuluhan, demonstrasi dan praktik penggunaan biodigester. Sasaran kegiatan ini adalah 30 WBP dan petugas lapas. Kegiatan ini sangat diapresiasi oleh Lapas Perempuan Kelas IIA Kota Malang karena tidak hanya dapat mengelola sampah, melainkan dapat meningkatkan keterampilan WBP sehingga mampu meningkatkan kualitas hunian WBP sebagai upaya pembinaan. Adapun rekomendasi yang kami berikan yaitu dengan membagikan media cetak kepada sasaran sebagai bahan bacaan, sehingga ketika tim sudah tidak memonitoring kegiatan, WBP maupun petugas tetap dapat mengikuti tahapan-tahapan dalam pembuatan dan penggunaan biodigester secara mandiri. Empowering Inmates of the Class IIA Women's Prison in Malang City Through the Practice of Using a Biodigester for Organic Waste Management  Waste is one of the main challenges in achieving sustainable development. In Indonesia, there has been an increase in the volume of waste from 68.5 million tons in 2021 to 70 million tons in 2022. Efforts are needed to overcome this problem, one of which is using biodigester media. Biodigester is a tool for processing organic waste as a substitute fuel for LPG and as electrical energy that is environmentally friendly, economical, and uses resources that are easy to find. This empowerment activity aims to overcome the waste problem in the Class II A Women's Prison environment in Malang City using environmentally friendly tools.Based on observations, the Class IIA Women's Prison in Malang City has never used a biodigester as a medium for managing organic waste. So far, the Class IIA Women's Prison in Malang City is still using upstream and downstream methods to accommodate existing waste. This activity is carried out through the planning, preparation, implementation, and evaluation stages. The implementation stage consists of counseling, demonstrations, and practice in using the biodigester. The target of this activity is 30 WBP and prison officers. This activity was highly appreciated by the Class IIA Women's Prison in Malang City because it not only managed waste but also improved the skills of inmates so that they could improve the quality of inmates' housing as a coaching effort. The recommendation we give is to distribute printed media to targets as reading material, so that when the team is no longer monitoring activities, WBP and officers can still follow the stages in making and using a biodigester independently.
Pelatihan pengukuran antropometri berbasis video untuk peningkatan presisi dan akurasi kader di Kota Nganjuk Farah Paramita; Mika Vernicia Humairo; Septa Katmawanti; Nohan Arum Romadlona; Aqila Pakerti Nastiti; Putri Nurika Dewi
PROMOTIF: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): PROMOTIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um075v4i22024p138-146

Abstract

Pengukuran antropometri yang berkualitas sangat penting untuk penilaian gizi pada anak. Di Indonesia, pengukuran antropometri anak dilakukan oleh kader yang disebut posyandu sebagai pemantauan tumbuh kembang anak. Namun ditemukan kesalahan pengukuran terutama pada pengukuran panjang atau tinggi badan anak sehingga mempengaruhi presisi dan keakuratan data. Hal ini akan menimbulkan salah tafsir terhadap status gizi anak. Pendidikan dan pelatihan bagi kader yang menggunakan media penting untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan terkait pengukuran antropometri. Tujuan pengabdian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan pengukuran antropometri menggunakan video terhadap tingkat presisi dan akurasi kader. Pengabdian ini diawali dengan pembukaan sekaligus pemberian pre-test kepada 20 kader posyandu dan juga bidan desa, kemudian dilanjut dengan simulasi praktik pengukuran antropometri pertama (sebelum diberikan sosialisasi).  Selanjutnya sosialisasi terkait pengukuran antropometri pada anak dan diakhiri dengan simulasi praktik pengukuran antropometri kedua (setelah diberikan sosialisasi) dan post test. Pengolahan hasil pengabdian pre dan post test menggunakan Uji Mc Nemar. Hasil pre dan post test dalam pengabdian menunjukkan tidak terdapat pengaruh yang signifikan (p>0,05) tingkat presisi (p=0.344) dan akurasi (p=1.000) kader sebelum dan setelah intervensi dalam pengukuran tinggi badan. Tidak terdapat pengaruh yang signifikan (p>0,05) tingkat presisi (p=0.500) kader sebelum dan setelah intervensi, tetapi terdapat pengaruh signifikan (p>0,05) tingkat akurasi (p=0.000) kader sebelum dan setelah intervensi dalam pengukuran berat badan.
Co-Authors Adisa, Meyralda Dara Agung Kurniawan Agung Kurniawan Agung Kurniawan Ahmad Munjin Nasih Ajeng Dian Purnamasari Al-Irsyad , Muhammad Alfinadelasari Putri Fariadi Alinda Rahmani Anisa Nanda Leilina Anita Sulistyorini Annisa' Mufi Aktul Hasanah Apriah, Neni Nur Aprinia Dian Nurhayati Aqila Pakerti Nastiti Athaya, Nazhira Awaliahmunazila, Meisya Belisa Fitria Az Zahra Bachtiar Cahyaningtyas, Salsabillah Eiliah Cassandra Permata Nusa Cendani Kusuma Ayu Dea Aflah Samah Dhana Alvia Noor Dian Mawarni Dini Elita Berliana Fajar Raya Ferdinal Kusuma Bakti Fandi Achmad Saputra Firda Alya Ramadhiana Fitriani, Amelia Salsabila Garnisa, Rachmalia Zahwa Gladys Cyntya Mahardyka Habibatullah, Hanifah Hafizhah, Nabila Alifatus Hasanah, Annisa' Mufi Aktul Herya Ulfah, Nurnaningsih Hiya Alfi Rahmah Indana Tri Rahmawati Izka Sofiyya Wahyurin Kriscahyanti, Sila Lorenza Arinda Saputri Malita, Cintya Nur Manik, Hanna Eklesia Maurizka Sabrina Maurizka Sabrina Meyralda Dara Adisa Miftahul Huda Mika Vernicia Humairo Mulya, Hasti Muradah Retyani, Amira Nabila Alifatus Hafizhah Nadia Nuradela Nashih, Nadia Fauziyah Nida An Khofiyya Nilasalsabila, Salma Nimas Dewi Aninatus Zahro Nohan Arum Romadlona Nugroho, Afza Hira Kusumaningtyas Oktavia Sri Wahyuni Pherenis, Haura Salwa Aulia Prasojo, Ilham Budi Purnama Devita Sari Putri Nurika Dewi Putri Nurul Komariyah Qurotu’aini Putriningdyah Rachmawati, Windi Chusniah Ramadhani, Evada Mutiara Ramadhani, Shirin Rany Ekawati Rara Warih Gayatri Ratih, Suci Puspita Renawati, Anggi REZA PAHLEVI Reza Pahlevi Rizqia Az Zahra, Aulia Rohmah Fauzia Oktaviani Rosuzeita Fauzi Salsabila Fitriani, Amelia Santre, Siriporn Saputri, Lorenza Arinda Selsa Tri Septiani Sepbrina, Aurelia Faza Septa Katmawanti, Septa Septiani, Selsa Tri Setyo, Didiek Darmadi Tri Shirin Ramadhani Sila Kriscahyanti Singgih Saptadi Siti Azizzah Siti Khuzaimah Sri Wahyuni, Oktavia Stella Ayu Puspananda Suhartanti, Ajeng Sri Sundjaya, Tonny Supriyadi Supriyadi Supriyadi Tuanani, Muhammad Fahresa Veronica, Shanica Yohana Wahyuni, Oktavia Sri Wahyuningsih, Dwi Oktavia Yasmin Amira, Muthia Yuanda Putri Rizki Ramadhani Yunita Rakhmawati Zahra, Audia Zahro, Nimas Dewi Aninatus Zanieqah, Dzata Ziek Zariroh, Zirroh Alin