Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Flourishing Journal

Kebahagiaan pada Bhikkhu Theravada Mutia Avezahra; Fattah Hanurawan; Ninik Setiyowati
Flourishing Journal Vol. 1 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.873 KB) | DOI: 10.17977/um070v1i32021p205-213

Abstract

The essence of Buddhism teaching is endowed from the core ideas of Siddhartha Gautama, or who was then called as Shakyamuni Buddha. Buddhist’s life guide is set in sila, in which it is in accordance with the group (Buddhist Parisad). In actual practice, the Theravada Bhikkhu leave their family life to have a simple life, they should not eat after the noon, they are not allowed to listen to a song, watch dance performance, not allowed to do anything that aims to fulfill sense happiness. By observing Bhikkhu’s life that is full of limitations, the researcher interested to study the happiness in Theravada Bhikkhu. The research aims at revealing the happiness in Theravada Bhikkhu in Indonesia. Qualitative is chosen as the method, with phenomenological approach model. The research subject includes three Theravada Bhikkhu in Padepokan Dhammadipa Arama Batu East Java, Indonesia. The data collected by in-depth interviews, field notes, and gathered from documents. The data were analyzed using thematic analysis and validated using participant checks. The results showed that the meaning of happiness for Theravada Bhikkhu is the creation of clean mental state; a condition in which the mind is free from things that shackle the self. In this study, happiness in Theravada Bhikkhu is reflected in three aspects: cognitive, positive relationships with others, and personality. Hakikat ajaran Budha dapat diketemukan melalui pemikiran inti dari pemikiran Sidharta Gautama atau kemudian disebut Shakyamuni Budha. Panduan kehidupan umat Budha diatur dalam sila sesuai dengan kelompok umat Budha (Budha Parisad). Di dalam praktik yang nyata, para Bhikkhu Theravada meninggalkan kehidupan berkeluarga, menjalani kehidupan sederhana, tidak boleh makan lebih dari jam 12 siang, tidak diperbolehkan mendengarkan lagu, melihat tari-tarian dan tidak melakukan sesuatu yang bertujuan kesenangan indria semata. Melihat tata cara kehidupan Bhikkhu yang penuh batasan itulah, penulis tertarik untuk meneliti tentang kebahagiaan pada Bhikkhu Theravada. Tujuan penelitian ini adalah mengungkapkan kebahagiaan pada Bhikkhu Theravada di Indonesia. Metode dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan model pendekatan fenomenologi. Subjek pada penelitian ini adalah tiga Bhikkhu Theravada di Padepokan Dhammadipa Arama Batu Jawa Timur Indonesia. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam (in depth interview), catatan lapangan (field notes) dan dokumen. Teknik analisis data menggunakan analisis tematik dan validasi data menggunakan cek partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna kebahagiaan pada Bhikkhu Theravada adalah terciptanya kondisi batin yang bersih, artinya sebuah kondisi di mana batin terbebas dari hal-hal yang dapat membelenggu diri. Kebahagiaan pada Bhikkhu Theravada pada penelitian ini tergambar pada tiga aspek kebahagiaan yakni aspek kognitif, aspek hubungan positif dengan orang lain dan aspek kepribadian.
Hubungan Sikap Karyawan terhadap Jaminan Kesehatan Dengan Kepuasan Kerja Karyawan di Ptpn. X Pg. Modjopanggoong Tulungagung Nur Aida Amelia; Fattah Hidayat; Ninik Setiyowati
Flourishing Journal Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.194 KB) | DOI: 10.17977/um070v1i52021p412-419

Abstract

Purpose of the research is to employee’s job satisfaction in PTPN. X. PG. Modjopanggoong Tulungagung. This research uses a quantitative approach with descriptive and correlation design. The population of research are 204 employees, and the sample of the research are 41 or 20 percent from total population. Sampling technique used is purposive sampling. Utilization of research instrument are employee attitude toward health insurance scale and employee satisfaction scale with a reliability of 0,939 and 0,876. The result of the research showed that employee attitude toward health insurance a low 58,54 percent and employees have low employee satisfaction 60,98 percent. There is a positive significant correlate between employee attitude toward health insurance and employee satisfaction correlates with the number of 0,872, the significance of 0,000 and p less than 0,05. Companies are advised to leave the socialization of health insurance clearer so that employees are better informed and have higher employee satisfaction. In addition, the company can provide other policy but in the context of health insurance to bridge the policy of the government. Government should be reviewing about all the possibilities that will happen when a decision has been taken. For researcher, then researcher can research with qualitative research methods, to obtain the research results are more varied. Then researcher can research by other variable of employee satisfaction factors including intrinsic factor, salary, supervision, colleagues, working conditions is correlated to employee satisfaction. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sikap karyawan terhadap jaminan kesehatan dengan kepuasan kerja karyawan di PTPN. X PG. Modjopanggoong Tulungagung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif dan korelasional. Populasi penelitian sebanyak 204 karyawan dengan jumlah sampel 41 atau 20 persen dari jumlah populasi. Teknik sampling yang digunakan adalah purposif sampling. Menggunakan instrumen penelitian berupa skala sikap karyawan terhadap jaminan kesehatan dan skala kepuasan kerja dengan reliabilitas 0,939 dan 0,876. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karyawan memiliki sikap terhadap jaminan kesehatan yang rendah 58,54 persen dan karyawan memiliki kepuasan kerja yang rendah 60,98 persen. Terdapat hubungan positif signifikan antara sikap karyawan terhadap jaminan kesehatan dengan kepuasan kerja dengan angka kolerasi sebesar 0,872, signifikansi 0, 000 dan p kurang dari 0,05. Sebaiknya, perusahaan memberikan program sosialisasi secara berkelanjutan mengenai pentingnya jaminan kesehatan yang akan diikuti oleh karyawan, sehingga karyawan mampu memahami dan kepuasan kerja karyawan dapat terjamin. Pemerintah memberikan program sosialisasi lebih baik lagi, sehingga masyarakat mampu memahami pentingnya jaminan kesehatan dan prosedur penggunaan jaminan kesehatan. Untuk peneliti selanjutnya, Peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian dengan metode penelitian kualitatif, agar dapat memperoleh hasil penelitian yang lebih bervariasi. Penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan menggunakan variabel lain yang berasal dari faktor faktor kepuasan kerja karyawan lainnya yang meliputi faktor intrinsik, gaji, penyeliaan, rekan rekan kerja dan kondisi kerja untuk kemudian dihubungkan dengan kepuasan kerja karyawan.