Claim Missing Document
Check
Articles

PEREMPUAN SEBAGAI OBJEKTIFIKASI DALAM NOVEL THE VEGETARIAN KARYA HAN KANG: TINJAUAN FEMINIS EKSISTENSIAL SIMONE DE BEAUVOIR Waldi, Indral; Bahardur, Iswadi; Rahmat, Wahyudi
Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah Vol. 10 No. 4 (2025): December (In Progress)
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jkps.v10i4.806

Abstract

One of the important aspects often raised in literary works is gender representation, particularly that of women. Within the structure of a patriarchal society, women are frequently positioned as the Other or as subordinate parties, confined to the domestic sphere and portrayed as passive or emotional. This study discusses the issue of women as the Other in Han Kang’s novel The Vegetarian from the perspective of Simone de Beauvoir’s existentialist feminism. This novel was chosen because it depicts a female character, Yeong-hye, who is positioned as the Other from a male perspective. The study employs a qualitative method with a descriptive-analytical approach, using data sources in the form of quotations from the novel, and data collection techniques through close reading and note-taking, which were then analyzed using Beauvoir’s existentialist feminist theory. The findings indicate that Yeong-hye is constructed as the Other through acts of objectification and subordination by men, which reinforce patriarchal dominance in controlling women’s bodies and negating their subjectivity. Literature can serve as both a reflective and critical medium to highlight social realities, including gender injustice, as well as offer alternative perspectives on women’s freedom and identity.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN EXPERIENTIAL LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS CERPEN SISWA Viona Shaka Ramdhanti; Silvia Marni; Iswadi Bahardur
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 4 (2025): Volume 10. No4, Desember 2025.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i4.32407

Abstract

This study aims to describe the effect of applying the Experiential Learning model on the short story writing skills of students in phase F at SMA Negeri 12 Padang. The background of this study is based on the low interest and skills of students in writing short stories, especially in finding ideas and themes. The method used is an experiment with a One Group Pretest-Posttest Design. The research sample consisted of 34 students in phase F at SMA Negeri 12 Padang, selected using purposive sampling. The research instrument consisted of a short story writing performance test before (pretest) and after (posttest) the implementation of the Experiential Learning model. The results of the study showed a significant improvement in short story writing skills after the implementation of the Experiential Learning model, with significance (Sig.2-tailed) < 0.05, meaning that H0 was rejected and H1 was accepted. The average pretest score was 42.16, categorized as “poor,” while the average posttest score improved to the “good” category. Therefore, it can be concluded that the Experiential Learning model significantly influences the improvement in short story writing skills of Phase F students at SMA Negeri 12 Padang.
Peran Gender Feminin dalam Novel Surat Panjang Tentang Jarak Kita yang Jutaan Tahun Cahaya Elpi Nursat Islami; Iswadi Bahardur; Ria Satini
Cakrawala Indonesia Vol 10 No 1 (2025): Mei-Oktober
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jci.v10i1.1794

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis representasi peran gender feminin dalam novel Surat Panjang Tentang Jarak Kita yang Jutaan Tahun Cahaya karya Dewi Kharisma Michellia. Kajian dilakukan dengan menggunakan pendekatan teori peran gender dari Caroline Moser (1993), yang mengklasifikasikan peran perempuan ke dalam tiga kategori: peran reproduktif, produktif, dan kemasyarakatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui kutipan naratif dalam novel dan dianalisis berdasarkan klasifikasi peran gender. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh-tokoh perempuan dalam novel menjalankan peran yang kompleks. Peran reproduktif tercermin dalam aktivitas memasak, merawat keluarga, hamil, dan melahirkan. Peran produktif ditunjukkan melalui pekerjaan tokoh perempuan sebagai wartawan, dosen, penulis, dan reporter. Sementara itu, peran kemasyarakatan terlihat dalam keterlibatan perempuan pada kegiatan budaya, keagamaan, sosial, serta demonstrasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa novel tidak hanya mencerminkan budaya patriarki, tetapi juga menyajikan perempuan sebagai subjek aktif yang mampu menegosiasikan perannya dalam masyarakat. Kajian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami peran gender feminin dalam sastra dan realitas sosial Indonesia
PERILAKU PSIKOPAT TOKOH UTAMA DALAM NOVEL THE BLOODY ROSE KARYA DARAS RESVIANDIRA Ardiyan, Novry; Bahardur, Iswadi; Septia, Emil
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 12, No 1 (2024): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v12i1.83921

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan perilaku psikopat yang ada pada tokoh utama di dalam novel The Bloody Rose karya Daras Resviandira. Berdasarkan masalah tersebut penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku psikopat tokoh utama dalam novel The Bloody Rose karya Daras Resviandira ditinjau dengan teori Martin Kantor dalam bukunya Psychopathy of Everyday Life. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan metode yang digunakan adalah metode deskriptif analisis. Temuan hasil penelitian menunjukkan tujuh perilaku psikopat yang ada pada tokoh utama, yaitu: (1) pelanggaran hak orang lain, (2) perilaku impulsif, (3 perilaku kurangnya menunjukkan kecemasan, rasa bersalah, dan penyesalan. (4) perilaku kriminalitas, (5) perilaku kemunafikan, (6) perilaku manipulasi, dan (7) perilaku berbohong. Resviandira sebagai pengarang berhasil menggambarkan karakter psikopat yang cenderung suka melakukan tindak kriminalitas dan manipulatif serta pengarang berhasil menggambarkan sosok Bella sebagai maniak yang suka membunuh.