Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH

ANALYSIS OF THE SLANG WORD 'KUY' IN EVERYDAY LANGUAGE CONTEXT Rahmadani, Suci; Nasution, Jamaluddin; Pardede, Widya Karolina Br; Nabilla, Alyah Putri; Pandia, Kesya Klarissya Br
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.4156

Abstract

Abstract: This study analyzes the use of the slang word “kuy” in the daily language of Indonesian society, particularly among teenagers and young adults. Using a qualitative approach and descriptive-analytical method, data were collected through questionnaires from 107 respondents, in-depth interviews, social media observation, and digital documentation. The findings show that “kuy” originates from the phonological reversal of the word “yuk” in prokem language, which emerged in the 1980s and gained popularity on social media around 2014. Semantically, 89.7% of respondents understand “kuy” as an invitation, but pragmatically, it also serves as a symbol of social closeness and group identity, with 57.9% considering it important to express familiarity among peers. The word is most commonly used to invite someone to do something (52.8%) and appears more frequently in social media communication than in face-to-face interaction. Its usage is moderate, with 85% of respondents using it occasionally, reflecting the younger generation’s ability to code-switch according to the communication context. This study concludes that “kuy” is not only a linguistic expression but also a cultural artifact that reflects the creativity and social dynamics of Indonesia’s urban digital generation. Keywords: slang, kuy, sociolinguistics, prokem language, social media, adolescent identity, language variation, digital communication, Gen Z, Indonesian slang. Abstrak: Studi ini menganalisis penggunaan kata slang "kuy" dalam bahasa sehari-hari masyarakat Indonesia, khususnya di kalangan remaja dan dewasa muda. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif-analitis, data dikumpulkan melalui kuesioner dari 107 responden, wawancara mendalam, observasi media sosial, dan dokumentasi digital. Temuan menunjukkan bahwa "kuy" berasal dari pembalikan fonologis kata "yuk" dalam bahasa prokem, yang muncul pada 1980-an dan mendapatkan popularitas di media sosial sekitar tahun 2014. Secara semantik, 89,7% responden memahami "kuy" sebagai undangan, tetapi secara pragmatis, itu juga berfungsi sebagai simbol kedekatan sosial dan identitas kelompok, dengan 57,9% menganggapnya penting untuk mengekspresikan keakraban di antara teman sebaya. Kata itu paling umum digunakan untuk mengundang seseorang untuk melakukan sesuatu (52,8%) dan muncul lebih sering dalam komunikasi media sosial daripada dalam interaksi tatap muka. Penggunaannya tergolong moderat, dengan 85% responden menggunakannya sesekali, mencerminkan kemampuan generasi muda untuk beralih kode sesuai konteks komunikasi. Studi ini menyimpulkan bahwa "kuy" bukan hanya sebuah ekspresi linguistik, tetapi juga artefak budaya yang mencerminkan kreativitas dan dinamika sosial generasi digital urban Indonesia. Kata kunci: bahasa gaul, kuy, sosiolinguistik, bahasa prokem, media sosial, identitas remaja, variasi bahasa, komunikasi digital, Gen Z, bahasa gaul Indonesia.
Co-Authors Abadi, Muh Yusri Abadi, Muh. Yusri Abadi, Muhammad Yusri Adhelin Tiku Rombedatu Adhelin Tiku Rombedatu Adriyana Adevia Afriyana Amelia Nuryadin Agnesya, Viola Aisyah Nur Rahma icha Al Fajrin, Muhammad Al Kautsar, Rafli Al-Kausar, Jefri Aliyah Maulidyana Amada Amealia Putri Amaliah Amriani. AS Amanda Amalia Putri Amran Razak Amran Razak Ana Sofiah Fitrianih Andi Awaliya Anwar Andi Awaliya Anwar Andi Awaliya Anwar Andi Selvi Yusnitasari, Andi Selvi Andi Tis’a Ramadhani Ardayanti Asmudin Arif Anwar Arista, Eva Arsunan Arsin Asmawati Asmawati Balqis Balqis Balqis Balqis Berutu, Asro Hayati Chelnilo Pasudi Chikita Alya Cahya Ningtyas Darmawansyah Darmawansyah Darmawansyah Darmawansyah Darmawansyah Darwis, A. Muflihah Dhea Rizky Andini Dwi Sefti Hendro Eva Arista Eva Arista Faizal Fahmi Fajrin, Muhammad Al Fauziah, Ayu Bella Feisha, Alifa Lulu Fhatira Ramadhany Fitri Siska Busdir Framita Rahman Gabryella Laura Mongan Ghariza Ariane Hadrianti H. D. Lasari Hamka, Nur Annisa Handayani, Mery Handini Damayanti Hapsa Hapsa, Hapsa Hasniati Hamzah HR, Arvina Pebrianti Inayah Nur Rahmaniyah Inayatul Izzah Indar Jamaluddin Nasution Jannah, Zainia Jayadi, Nasrah Kautsar, Rafli Al Khaeratun Hisan Ladong, Ar Fani Fanessa Laksmi Trisasmita Lili Ratnasari Maielayuskha, Maielayuskha Mangindara, Mangindara Marini Amalia Mansur Marzuki, Dian Saputra Mattaliu, Salsabila Dwi Qalbi Mega Marindrawati Rochka Mega Marindrawati Rochka Mega Marindrawati Rochka Mega Rahmi Muh. Amri Arfandi Muh. Yusri Abadi Muh. Yusri Abadi Muhammad Alwy Arifin Muhammad Alwy Arifin Muhammad Syafar Muhammad Yusri Abadi Muhammad Yusri Abadi Muhammad Yusuf Muzhaffar, Zaky Nabilla, Alyah Putri Nasrah, Nasrah Nasution, Salsabila Nazaruddin, Balqis Ni Made Viantika Sulianderi Nur Afni Ponseng Nur Alisa Rahim Nur Annisa Hamka Nur Annisa Hamka Nur Azizah Aini Fitratullah Yusuf Nur Iftitah Ivan P Nur Rahmah, Mutia Nurhani Nurhani Nurhayani nurhayani Nurliyah Lia Nurwahidah Nurdin Pandia, Kesya Klarissya Br Pardede, Widya Karolina Br Putra, Dinda Syufradian Rahma, Lusi Rahmawati, Lusi Ramadanis, Ramadanis Reski Fadilah Putri Riangga Putra Saldi Ridwan Mochtar Thaha Rifka Zakilah Djafar Risma Aprianti Rizal, Azira Novia Rosdiana Rosmanely, St. Ryryn Suryaman Senja Narmansyah Sri Rahmah Haruna St Rosmanely St. Risky Muthmainnah Ansar St. Rosmanely St. Rosmanely St. Rosmanely Suci Fajriani S Sukri Palutturi Sukri Palutturi Suriah Suriah Syamsuar Manyullei Tasya Maha Rani Tjiang, Faliani Chandra Viky Indra Mahendra B Vitra Amanda Yuana Wira Dwi Satya Ilham Putra Zehriyah, Ainun Zul Fatiha Lukmayani