Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : AGROTEKBIS

KONSENTRASI MERKURI (Hg) DALAM TANAH DAN JARINGAN TANAMAN KANGKUNG (Ipomoea reptans) YANG DIBERI BOKASHI KIRINYU (Chromolaena odorata L.) PADA LIMBAH TAILING PENAMBANGAN EMAS POBOYA KOTA PALU Z., Zulfikah; Basir, Muhammad; B., Isrun
AGROTEKBIS Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merkuri merupakan logam berat bahan pencemar yang paling berbahaya. Salah atu sumber pencemaran unsur merkuri dalam tanah dapat berasal dari penambangan. Pembuangan tailinglangsung ke tanah tanpa perlakuan menyebabkan tanah tercemar sehingga terjadi akumulasi dalam tanah bahkan pada tanaman yang berada di sekitarnya.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui konsentrasi Merkuri (Hg) dalam tanah dan jaringan tanaman kangkung (Ipomoea reptans) akibat pemberian bokashi kirinyu (Chromolaena odorata L.) pada limbah tailing penambangan emas Poboya Kota Palu.Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 7 perlakuan dosis yaitu: kontrol (tanpa bokashi), bokashi dengan dosis 10 t ha-1, bokashi dengan dosis 20 t ha-1, bokashi dengan dosis 30 t ha-1, bokashi dengan dosis 40 t ha-1, bokashi dengan dosis 50 t ha-1, dan bokashi dengan dosis 60 t ha-1, masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga diperoleh 21 unit percobaan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan merkuri pada limbah tailing tergolong kritis atau sangat tinggi yaitu 621,37 ppm. Konsentrasi normal merkuri dalam tanah 0,03 ppm dan konsentrasi kritis 0,3-0,5 ppm. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa, dengan pemberian bokashi kirinyu pada Limbah Tailing berpengaruh sangat nyata terhadap konsentrasi merkuri dalam tanah dan jaringan tanaman serta reaksi tanah atau pH tanah, C-Organik dan Kapasitas Tukar Kation (KTK).
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP SERAPAN FOSFOR DAN HASIL TANAMAN SAWI PUTIH (Brassica pekinensis) PADA ENTISOLS SIDERA Fikdalillah, Fikdalillah; Basir, Muhammad; Wahyudi, Imam
AGROTEKBIS Vol 4, No 5 (2016)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aimed to determine the effect of Cow Manure on Phospphate Uptake of cabbage in Entisols Sidera. The research used a Randomized Block Design with seven-level treatments ie. S0= control, S1= 10 t ha-1, S2= 20 t ha-1, S3= 30 t ha-1, S4= 40 t ha-1, S5= 50 t ha-1, and S6= 60 tha-1. Each treatment was replicated three times so that there were 21 experimental units. This research used cabbage as an indicator plant with variable observed including soil                   C-organic, Aldd, soil pH, plant dry weight, soil P-total content, concentration of P tissue and  P uptake. Data was analyzed using Regresetion and Corelation. The research result showed that    the cow manure significantly affected the cabbage Phospphate uptake and yield of cabbage plant. Key Words : Cabbage, cow manure, Entisols, P Uptake.
KONSENTRASI MERKURI (Hg) DALAM TANAH DAN JARINGAN TANAMAN KANGKUNG (Ipomoea reptans) YANG DIBERI BOKASHI KIRINYU (Chromolaena odorata L.) PADA LIMBAH TAILING PENAMBANGAN EMAS POBOYA KOTA PALU Z., Zulfikah; Basir, Muhammad; B., Isrun
AGROTEKBIS Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merkuri merupakan logam berat bahan pencemar yang paling berbahaya. Salah atu sumber pencemaran unsur merkuri dalam tanah dapat berasal dari penambangan. Pembuangan tailinglangsung ke tanah tanpa perlakuan menyebabkan tanah tercemar sehingga terjadi akumulasi dalam tanah bahkan pada tanaman yang berada di sekitarnya.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui konsentrasi Merkuri (Hg) dalam tanah dan jaringan tanaman kangkung (Ipomoea reptans) akibat pemberian bokashi kirinyu (Chromolaena odorata L.) pada limbah tailing penambangan emas Poboya Kota Palu.Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 7 perlakuan dosis yaitu: kontrol (tanpa bokashi), bokashi dengan dosis 10 t ha-1, bokashi dengan dosis 20 t ha-1, bokashi dengan dosis 30 t ha-1, bokashi dengan dosis 40 t ha-1, bokashi dengan dosis 50 t ha-1, dan bokashi dengan dosis 60 t ha-1, masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga diperoleh 21 unit percobaan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan merkuri pada limbah tailing tergolong kritis atau sangat tinggi yaitu 621,37 ppm. Konsentrasi normal merkuri dalam tanah 0,03 ppm dan konsentrasi kritis 0,3-0,5 ppm. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa, dengan pemberian bokashi kirinyu pada Limbah Tailing berpengaruh sangat nyata terhadap konsentrasi merkuri dalam tanah dan jaringan tanaman serta reaksi tanah atau pH tanah, C-Organik dan Kapasitas Tukar Kation (KTK).