Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

KONSENTRASI MERKURI (Hg) DALAM TANAH DAN JARINGAN TANAMAN KANGKUNG (Ipomoea reptans) YANG DIBERI BOKASHI KIRINYU (Chromolaena odorata L.) PADA LIMBAH TAILING PENAMBANGAN EMAS POBOYA KOTA PALU Z., Zulfikah; Basir, Muhammad; B., Isrun
AGROTEKBIS Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merkuri merupakan logam berat bahan pencemar yang paling berbahaya. Salah atu sumber pencemaran unsur merkuri dalam tanah dapat berasal dari penambangan. Pembuangan tailinglangsung ke tanah tanpa perlakuan menyebabkan tanah tercemar sehingga terjadi akumulasi dalam tanah bahkan pada tanaman yang berada di sekitarnya.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui konsentrasi Merkuri (Hg) dalam tanah dan jaringan tanaman kangkung (Ipomoea reptans) akibat pemberian bokashi kirinyu (Chromolaena odorata L.) pada limbah tailing penambangan emas Poboya Kota Palu.Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 7 perlakuan dosis yaitu: kontrol (tanpa bokashi), bokashi dengan dosis 10 t ha-1, bokashi dengan dosis 20 t ha-1, bokashi dengan dosis 30 t ha-1, bokashi dengan dosis 40 t ha-1, bokashi dengan dosis 50 t ha-1, dan bokashi dengan dosis 60 t ha-1, masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga diperoleh 21 unit percobaan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan merkuri pada limbah tailing tergolong kritis atau sangat tinggi yaitu 621,37 ppm. Konsentrasi normal merkuri dalam tanah 0,03 ppm dan konsentrasi kritis 0,3-0,5 ppm. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa, dengan pemberian bokashi kirinyu pada Limbah Tailing berpengaruh sangat nyata terhadap konsentrasi merkuri dalam tanah dan jaringan tanaman serta reaksi tanah atau pH tanah, C-Organik dan Kapasitas Tukar Kation (KTK).
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP SERAPAN FOSFOR DAN HASIL TANAMAN SAWI PUTIH (Brassica pekinensis) PADA ENTISOLS SIDERA Fikdalillah, Fikdalillah; Basir, Muhammad; Wahyudi, Imam
AGROTEKBIS Vol 4, No 5 (2016)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aimed to determine the effect of Cow Manure on Phospphate Uptake of cabbage in Entisols Sidera. The research used a Randomized Block Design with seven-level treatments ie. S0= control, S1= 10 t ha-1, S2= 20 t ha-1, S3= 30 t ha-1, S4= 40 t ha-1, S5= 50 t ha-1, and S6= 60 tha-1. Each treatment was replicated three times so that there were 21 experimental units. This research used cabbage as an indicator plant with variable observed including soil                   C-organic, Aldd, soil pH, plant dry weight, soil P-total content, concentration of P tissue and  P uptake. Data was analyzed using Regresetion and Corelation. The research result showed that    the cow manure significantly affected the cabbage Phospphate uptake and yield of cabbage plant. Key Words : Cabbage, cow manure, Entisols, P Uptake.
STUDY TENTANG PRODUKTIVITAS KERJA PEGAWAI DALAM USAHA MENINGKATKAN PELAYANAN PUBLIK PADA KANTOR KELURAHAN PELITA KOTA SAMARINDA Basir, Muhammad
PREDIKSI Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : PREDIKSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.501 KB) | DOI: 10.31293/pd.v1i1.2189

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui produktivitas kerja pegawai dalam usaha meningkatkan pelyanan publik pada kantor Kelurahan Pelita Kota Samarinda. Jenis penelitian yang dilakukan termasuk deskriptif kualitatis. Jenis data yang diambil dari informan yang kompeten, diantaranya Lurah dan beberapa orang Kepala Seksi yang tugasnya berkaitan dengan masalah penelitian yang diambil. Sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi,wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah model interaktif yang dikembangkan oleh Methew B. Miler A. Michael Huberman.Hasil penelitian berdasarkan kemampuan yang dimiliki pegawai dikelurahan pelita sudah baik, dilihat dari hasil pelayanan kepada masyarakat dan hasil kinerja pegawai. Tingginya kemampuan yang dimiliki pegawai dapat dari tingkat pendidikan yang dimiliki dan pemahaman terhadap prosedur kerja. Sikap pegawai yang dijalankan sekarang sudah baik, sikap merupakan suatu hasil dari proses rasa dan pikiran mengenai obyek tertentu setelah dirangsang baik dari dalam maupun dari luar pribadi pegawai.pimpinan selalu mengawasi seluruh pegawai dalam hal penampilan. Penampilan pegawai dinilai tidak baik oleh beberapa orang pegawai negeri dan beberapa orang pegawai honorer. Perhatian pada disiplin kerja kurang meningkat, karena untuk mengantisipasi dan meminimalisir pelanggaran disiplin yakni pembolosan pada jam kerja ataupun hari-hari kerja yang diapit oleh hari libur. Hal ini dibutuhkan perhatian pegawai pada disiplin kerja. Waktu pelayanan yang diharapkan dari seluruh pegawai yaitu kesungguhan petugas dalam memberikan pelayanan terutama terhadap konsistensi waktu kerja sesuai ketentuan yang berlaku. Rendahnya sikap dan prilaku pelayanan pegawai akan membangun citra buruk pada kelurahan, dimana masyarakat yang tidak merasa puas akan menceritakan kepada masyarakat lain. Pegawai sebagai petugas pelayanan harus bertanggung jawan atas setiap pekerjaan yang dikerjakan, dan menyelesaikan sampai tuntas tanpa ada masalah yang timbul dari pekerjaanya, prosedur yang dilakukandikelurahan pelita tidak berbelit, karena yang berbelit-belit itu tidak ada kepastian jangka waktu penyelesaian, biaya yang harus dikeluarkan, persyaratan yang tidak transparan, sikap petugas yang kurang responsif dan itu memberi dampak yang
KONSENTRASI MERKURI (Hg) DALAM TANAH DAN JARINGAN TANAMAN KANGKUNG (Ipomoea reptans) YANG DIBERI BOKASHI KIRINYU (Chromolaena odorata L.) PADA LIMBAH TAILING PENAMBANGAN EMAS POBOYA KOTA PALU Z., Zulfikah; Basir, Muhammad; B., Isrun
AGROTEKBIS Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merkuri merupakan logam berat bahan pencemar yang paling berbahaya. Salah atu sumber pencemaran unsur merkuri dalam tanah dapat berasal dari penambangan. Pembuangan tailinglangsung ke tanah tanpa perlakuan menyebabkan tanah tercemar sehingga terjadi akumulasi dalam tanah bahkan pada tanaman yang berada di sekitarnya.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui konsentrasi Merkuri (Hg) dalam tanah dan jaringan tanaman kangkung (Ipomoea reptans) akibat pemberian bokashi kirinyu (Chromolaena odorata L.) pada limbah tailing penambangan emas Poboya Kota Palu.Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 7 perlakuan dosis yaitu: kontrol (tanpa bokashi), bokashi dengan dosis 10 t ha-1, bokashi dengan dosis 20 t ha-1, bokashi dengan dosis 30 t ha-1, bokashi dengan dosis 40 t ha-1, bokashi dengan dosis 50 t ha-1, dan bokashi dengan dosis 60 t ha-1, masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga diperoleh 21 unit percobaan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan merkuri pada limbah tailing tergolong kritis atau sangat tinggi yaitu 621,37 ppm. Konsentrasi normal merkuri dalam tanah 0,03 ppm dan konsentrasi kritis 0,3-0,5 ppm. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa, dengan pemberian bokashi kirinyu pada Limbah Tailing berpengaruh sangat nyata terhadap konsentrasi merkuri dalam tanah dan jaringan tanaman serta reaksi tanah atau pH tanah, C-Organik dan Kapasitas Tukar Kation (KTK).
Manajemen Keuangan Rumah Tangga Menuju Mandiri Pangan Nusi, Arfan; Musran, Melani; Dian, Wahyu; Tute, Anisa; Panigoro, Setyo; Amelia, Nurfitriyani; Basir, Muhammad; Idrus, Lolanda; Abd.Azis, Basid; Ma'ruf, Arman
JIEF : Journal of Islamic Economics and Finance Vol 1 No 1 (2021): JIEF VOL.1 NO.1 MEI 2021
Publisher : Departement of Sharia Economics, Faculty of Islamic Economics and Business, IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (923.847 KB) | DOI: 10.28918/jief.v1i1.3727

Abstract

This research aims to examine the household financial management of people who work as Vannamei Shrimp Farmers in building food independent in Mootinelo, North Gorontalo District. Using a qualitative research method with a descriptive study approach and the techniques of collecting data used are interviews, observations, and documentation. This research shows that the household financial management in Mootinelo, North Gorontalo district is divided into two. First, there are households that experience financial difficulties after being hit by bad weather that makes vanname shrimp stunted, then by the covid-19 pandemic. Second, there are households that are able to manage finances well even the conditions are not well. This second household is said to be at the food independent level
Epistemologi dan Metodologi Studi Islam Bagi Generasi Milenial Basir, Muhammad; Anjani, Syifa Fawziya
Tawshiyah: Jurnal Sosial Keagaman dan Pendidikan Islam Vol. 18 No. 2 (2023): Tawshiyah Vol. 18, No. 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/taw.v18i2.4696

Abstract

Metodologi pendidikan sangat menentukan dalam mencapai hasil belajar. Pembelajaran yang efektif serta aktif akan memotivasi siswa untuk lebih mewujudkan potensinya, dimulai dengan kecerdasan, kepribadian, etika, serta keterampilan yang bermanfaat bagi masyarakat. Pengaruh pendidikan agama Islam terhadap vitalitas manusia luar biasa pesatnya. Pendidikan agama Islam berlaku di setiap zaman, kapanpun, dimanapun. Siapapun yang mempelajari pendidikan agama Islam dapat memperoleh pemahaman yang sama serta utuh dari sumber-sumbernya. Studi ini merupakan studi literatur deskriptif serta eksploratif yang menyimpulkan metode pendidikan agama Islam ialah pendekatan pembelajaran yang memanfaatkan pendekatan metodologis serta terstruktur dengan mempertimbangkan serta melaksanakan seluruh unsur yang berkaitan dengan pencapaian tujuan Islam. Pemakaian metode serta pendekatan yang dinamis sangat menentukan efektifitas serta efisiensi pendidikan agama Islam. Studi ini menemukan beberapa metode yang dianggap relevan bagi generasi milenial, diantaranya adalah metode hiwar (dialog) yang bersumber dari Al-Qur'an serta Nabawi, Amtsal Alquran serta Nabawi, contoh, kebiasaan serta amalan, Ibroh serta Mau'izoh, Targhib serta Tarhib.
KARAKTERISTIK MIKORIZA DI PERTANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) Aninsi, Elsa Indri; Basir, Muhammad; Toana, Moh. Rizqi Chaldun
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 12 No 3 (2024): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v12i3.2133

Abstract

Jagung (Zae mays L.) merupakan sumber utama karbohidrat dan protein setelah beras, sehingga jagung memiliki peluang untuk dikembangkan serta dapat menjadi komoditas pangan yang strategis dan bernilai ekonomis. Mikoriza berfungsi sebagai fasilitator penyerapan hara, dan juga berpotensi sebagai pengendali hayati (bioprotektor). Tanaman yang mengandung mikoriza mengalami kerusakan yang lebih sedikit dibandingkan dengan tanaman tidak mengandung mikoriza dan serangan penyakit berkurang atau perkembangan patogen terhambat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik mikoriza di pertanaman jagung (Zea mays). Manfaat dari penelitian ini diharapkan menjadi sumber informasi bagi peneliti dan pembaca mengenai karakteristik mikoriza di pertanaman jagung (Zea mays) di Desa Dolago Padang Kecamatan Parigi Selatan. Dalam penelitian ini menggunakan metode survei secara langsung kemudian dilanjutkan dengan penentuan titik pengambilan sampel tanah secara porposive samplinh pada lahan. Dan dilanjutkan analisis di Laboratorium Unit Ilmu Tanah dan Laboratorium Agronomi falkultas Pertanain UniversitasTadulako Palu pada bulan Desember 2022 hingga bulan Januari 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikoriza pada lahan jagung memiliki jumlah populasi paling banyak pada titik sampel JD4 pada subsampel 2 dan 3 dengan jumlah masing-masing 6 spora. Sedangkan jumlah spora paling sedikit pada sampel JD2 pada subsampel 2 dengan jumlah 1 spora. Warna masing-masing spora mikoriza rata-rata kuning, kuning kecoklatan, dan kuning kehitaman. Dan berbentuk bulat hingga bulat lonjong. Dari hasil analisis sifat kimia yang mempengaruhi spora fungi mikoriza arbuskula (FMA) dapat diketahui nilai pH dari keduabelas sampel memiliki kriteria yang berbeda-beda. Pada sampel JD1(1), JD2(2), JD3(3) memiliki kriteria masam, pada sampel JD1(2), JD2(3), JD4(1), JD4(3), JD3(1), JD3(2) memiliki kriteria agak masam, pada sampel JD1(3), JD2(1), JD4(2) memiliki kriteria netral. Hasil dari C-Organik pada sampel JD1(1), JD2(3), JD3(1), JD3(2), JD4(1), JD4(2), JD4(3) memiliki kriteria rendah, pada sampel JD1(2), JD2(3), JD3(3) memiliki kriteria sangat rendah. Pada sampel JD1(3) memiliki kriteria sedang dan pada sampel JD2(1) memiliki kriteria sangat tinggi. Hasil analisis P-Total memiliki kriteria yang berbeda-beda pula. Kriteria yang sangat tinggi pada sampel JD1(2) dan JD1(3) dengan nilai 58,02 dan 64,26 dan kriteria yang sangat rendah pada sampel JD3(1), JD3(2), JD3(3), JD4 (1), JD4(2), JD4(3) dengan nilai 0,46, 0,50, 1,00, 0,96, 0,50, 0,45.
Potensi Pemanfaatan Serbuk Plastik Dan Biomassa Sebagai Bahan Bakar Alternatif Basir, Muhammad; Mangalla, Lukas Kano; Sisworo, Raden Rinova
Enthalpy : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Mesin Vol 8, No 1 (2023): Enthalpy: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Mesin
Publisher : Teknik Mesin Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/enthalpy.v8i1.29820

Abstract

Every year the use of fossil fuels has increased, which requires finding alternative energy sources to replace fossil fuels. The existence of plastic waste, especially HDPE plastic and rice husks, is a potential to be used as renewable energy in the form of briquettes. This research was conducted to determine the potential use of plastic powder and biomass as an alternative fuel. The biomass used in this research is rice husk and HDPE plastic. To determine the quality of briquettes, several variations of the mixture of rice husks were used, namely: sample 1 = 90% rice husk + 10% High Density Polyethylene (HDPE) plastic, sample 2 = 80% rice husk + 20% High Density Polyethylene (HDPE) plastic, sample 3 = 70% rice husk + High Density Polyethylene (HDPE) plastic 30%, sample 4 = 100% rice husk. The test parameters used are proximate test (calorific value), flame length test, briquette resistance test. The test results obtained briquettes in sample 3 have a calorific value of 7586,853 cal/g and have a combustion rate value of 0,83 grams/minute.Keywords: Briquettes, Rice Husk, High Density Polyethylene (HDPE) Plastic, Calorific Value
Pendampingan Pekerjaan Rehab Masjid Nurul Huda Dusun Mentokan Desa Darek, Kabupaten Lombok Tengah Muhammad Khalis Ilmi; Hamdani, Hafiz; Fitrayudha, Adryan; Zarkasi, Ahmad; Swahip, Swahip; Hidayati, Nurul; Ramadhan Hidayat, Ari; Puteri Samengasbumi, Ringgi; Fariyadin, Adiman; Syailendra Ubaidillah, Aji; Sukuryadi, Sukuryadi; Toyyib, Mukhtar; Basir, Muhammad
Rengganis Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/rengganis.v4i2.488

Abstract

Masjid merupakan bangunan tempat beribadah bagi umat Islam. Hampir setiap Dusun di Pulau Lombok khusunya, memiliki Masjidnya masing-masing dan salah satunya adalah Dusun Mentokan. Dusun ini berada di Desa Darek Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah. Didasari oleh peningkatan jumlah penduduk dan umur bangunan yang sudah cukup tua, maka masyarakat setempat bersepakat untuk melakukan kegiatan rehab pada Masjid Nurul Huda. Namun, hal tersebut menjadi suatu kegiatan yang cukup berat bagi masyarakat karena didasarkan kepada: keterbatasan anggaran, pengoptimalan pemanfaatan dana dan SDM masyarakat yang notabene sebagian besar adalah petani dan buruh harian lepas. Sebagai tenaga pengajar dalam bidang Teknik Sipil dan aktif dalam bidang pembangunan, serta sebagai bentuk pengabdian keilmuan kepada masyarakat, maka dilakukan pendampingan dalam kegiatan rehab Masjid Nurul Huda Dusun Mentokan. Dengan dimulai dari kegiatan: pengukuran; brainstorming dengan masyarakat; rembuk dan pendampingan pembuatan DED; dan pendampingan pelaksanaan pembangunan, maka rehab terhadap Masjid Nurul Huda Dusun telah diselesaikan dengan pengelolaan dana yang baik, tepat mutu dan guna.
Understanding sensitive cultural through daily conversation in urban society in Makassar Basir, Muhammad
ETNOSIA : Jurnal Etnografi Indonesia Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Department of Anthropology, Faculty of Social and Political Sciences, Hasanuddin University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/etnosia.v6i2.19338

Abstract

This paper aims to describe how sensitive cultural may be a pattern of words and actions that should be played according to social status. This sensitive culture is ideal for each ethnic group supporting the culture. If each does not play it according to its status, it can cause misunderstanding and even conflict. Therefore, the relationship between ethnicity, immigrants, and ethnic minorities needs to be sensitive to indigenous nationalities and dominant cultural understanding. The methodology used in obtaining the data uses a qualitative approach to data collection techniques: observation and interviews. The location of the research is Makassar City, South Sulawesi, Indonesia. The results show that the city of Makassar, which is still dominated by a single ethnic group of the Bugis-Makassar to be ideal in inter-ethnic relations, uses interaction patterns of the pattern of the dominant ethnic culture or ethnic original. Thus, it should be understood by all ethnic groups who live in the city, whether its status as indigenous or tribal settlers, so that the inter-ethnic relations be harmonious. Makassar, a multi-ethnic city, is still dominated by ethnic Bugis-Makassar. At the same time, the original ethnic and cultural patterns become ideal interaction patterns in the city. As for ethnic immigrants, for example, ethnic Toraja, Mandar, Java, Ambon, Papua New Guinea, NTT, NTB, Batak, Padang, Chinese, Arabic, Padoe, and others, must understand its status as an immigrant minority, must be adaptive and be accepted in its interaction with the ethnic dominant. Therefore, as ethnic immigrants in the exchange must follow the pattern of interaction patterns in one's ideals by the dominant ethnic group, whether it be words or actions, said eg Iye, iyo, ba, iya, tabe, kita, kau, daeng, katte. Besides that, there are also rude words, namely tai laso or tai baro, nassundala’, and suntili’. It is undoubtedly susceptible when there are ethnic immigrants who do not language and act as the dominant culture because it can be considered not adaptive or do not respect an indigenous culture as a manifestation of the ideal of the dominant ethnic groups.