Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG ANEMIA MELALUI EDUKASI GIZI DAN TABLET TAMBAH DARAH Rozak, Miftahul; Pratiwi, Tiara Bella; Heldin, Siti Salamiah Putri; Chotimah, Aditya Nurul; Susanti, Hari
Jurnal Warta Dharmawangsa Vol 19, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/wdw.v19i4.7373

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas edukasi gizi dan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja terhadap pencegahan anemia. Kegiatan dilakukan pada siswa kelas XII MIPA 3 di SMAN 1 Sungai Kakap, Kalimantan Barat, menggunakan desain one group pretest-posttest. Materi edukasi disampaikan melalui presentasi dan interaksi langsung, kemudian diukur dampaknya melalui kuesioner sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan dasar tentang anemia, sikap terhadap pentingnya konsumsi TTD saat menstruasi, serta pemahaman risiko dan tindakan pencegahan anemia. Salah satu peningkatan paling mencolok adalah pada pemahaman tentang alasan konsumsi TTD, dari 48% pada pretest menjadi 100% pada posttest. Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi edukatif mampu membentuk sikap preventif dan memperkuat kesadaran remaja terhadap pentingnya zat gizi, terutama zat besi, dalam masa pertumbuhan. Edukasi yang menarik, partisipatif, dan kontekstual terbukti menjadi pendekatan yang efektif dalam promosi kesehatan remaja. Oleh karena itu, kegiatan serupa sangat relevan untuk diadopsi secara luas sebagai upaya pencegahan anemia dan peningkatan kualitas generasi muda.
PENETAPAN KADAR FENOLIK TOTAL DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN KOPI KAWA DENGAN METODE DPPH Kusbandari, Aprilia; Prasetyo, Dwi Yogo; Susanti, Hari
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 15 No. 2: September 2018
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v15i2.12658

Abstract

Antioksidan merupakan senyawa yang mampu menghambat laju oksidasi dalamtubuh. Antioksidan sintetik dapat menimbulkan efek samping pada kesehatantubuh sehingga penggunaan antioksidan alami sebagai pengganti semakindiminati masyarakat karena dipercaya lebih aman. Salah satu golongan senyawaalami yang bersifat sebagai antioksidan adalah golongan fenolik. Daun kopi kawamengandung flavonoid, alkaloid, saponin, kafein, dan polifenol. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui kadar fenol total dan harga Effective Scavenging(ES)50 ekstrak etanol daun kopi kawa. Daun kopi kawa diekstraksi menggunakanmetode maserasi. Ekstrak kental diuji kandungan fenoliknya dengan reagen Folin-Ciocalteu dan standar asam galat. Hasil uji kandungan fenolik total dinyatakandengan kesetaraan asam galat per gram ekstrak (GAE/g ekstrak). Hasil penelitianmenunjukkan ekstrak etanol daun kopi kawa memiliki kandungan senyawafenolik total sebesar 55,87 mg GAE/g ekstrak. Ekstrak etanol daun kopi kawamemiliki aktivitas antioksidan dengan nilai ES50 sebesar 57,79 μg/mL sedangkanuntuk standar asam galat memiliki nilai ES50 sebesar 1,54 μg/mL. Hasil tersebutmenunjukkan ekstrak etanol daun kopi kawa memiliki aktivitas yang kuat sebagaiantioksidan.
Development of ethanol analysis in cough syrup medicine by colorimetric method Sultan, Siti Fatimah; Susanti, Hari; Mohamed, Farahidah; Salamah, Nina; Farida, Verda
Journal of Halal Science and Research Vol. 6 No. 1 (2025): February
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jhsr.v6i1.12217

Abstract

Cough syrup is a pharmaceutical preparation often containing ethanol as a solvent. However, the presence of ethanol in the drug can cause safety issues. This study aims to develop and validate a colorimetric method for determining ethanol in cough syrup. Cough syrup samples from different brands were analyzed using the method. The Visible spectrophotometric method uses the oxidation reaction of ethanol with potassium dichromate in an acidic condition. Method validation was conducted, including linearity, precision, accuracy, limit of detection (LOD), and limit of quantification (LOQ). The results showed this method had good linearity (r > 0.99) with a concentration range of 0.48 – 5.76 % (b/v). UV-Vis spectrophotometric method showed good precision and accuracy with SD = 0.0014, RSD = 0.4046 %, and % recovery = 99.99 %, while LOD = 0.1074 % and LOQ = 0.3253 %. This study concludes that the colorimetric method can be used as a valid and complementary method for analyzing ethanol content in cough syrup, providing important information for producers and consumers regarding product safety.   Keywords: Analytical method validation, Cough syrup, Ethanol, Spectrophotometry.
Studi Kopigmentasi Antosianin Beras Hitam (Oryza sativa L. indica) Dengan Polifenol Kacang Kedelai (Glycine max L.) Shary, Aprilya Kumala; Kintoko, Kintoko; Widyaningsih, Wahyu; Susanti, Hari; Pranata, Meki; Gustinanda, Rizky
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 1 (2026): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i1.37235

Abstract

Antosianin merupakan pigmen alami yang berperan penting sebagai antioksidan namun stabilitasnya relatif rendah terhadap faktor lingkungan seperti cahaya, pH dan suhu. Upaya untuk meningkatkan stabilitas antosianin dapat dilakukan melalui mekanisme kopigmentasi dengan senyawa polifenol. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kopigmentasi antara antosianin beras hitam (Oryza sativa L. indica) dengan polifenol yang diperoleh dari rebusan kacang kedelai (Glycine max L.) terhadap kestabilan warna dan aktivitas antioksidan. Ekstraksi antosianin dilakukan menggunakan pelarut asam sitrat, sedangkan polifenol kacang kedelai diperoleh melalui ekstraksi maserasi dari rebusan kacang kedelai yang diperkaya senyawa fenolik. Kopigmentasi dilakukan dengan variasi rasio perbandingan 1:1, 1:2 dan 1:3, kemudian dianalisis melalui spektrofotometri UV-Vis untuk menentukan pergeseran λmaks, intensitas warna, serta kestabilan pigmen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan polifenol kacang kedelai mampu meningkatkan intensitas warna pada antosianin beras hitam. Selain itu, aktivitas antioksidan menunjukkan peningkatan dibandingkan antosianin tunggal, menandakan adanya sinergi antara kedua senyawa bioaktif. Dengan demikian, kopigmentasi antosianin beras hitam dengan polifenol kacang kedelai berpotensi meningkatkan kestabilan pigmen alami, dengan rasio 1:1 menunjukkan keseimbangan terbaik antara stabilitas warna dan aktivitas antioksidan.
Analysis of Gelatin on Soft Candy using a Combination of Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) with Chemometrics for Halal Authentication Salamah, Nina; Jufri, Sayyidah Luthfiyah; Susanti, Hari; Jaswir, Irwandi
Indonesian Journal of Halal Research Vol. 5 No. 2 (2023): August
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ijhar.v5i2.25682

Abstract

The main ingredients of soft candies are gelatin made from the skin/bones of cows and pigs, i.e. bovine and porcine gelatin. This research aims to analyze the present bovine and porcine gelatin in soft candy using a fast and low-cost method. The method used is a combination of FTIR and chemometrics. The reference candy samples were made with formulation porcine gelatin concentrations of 15, 30, 45, 60, 75, 90 and 100%. As a control, we used a bovine gelatin reference candy. All the candy samples were measured with FTIR in the reflection mode in the wavenumber range from 4000 to 500 cm-1. Data analysis was carried out using the chemometric method with the Minitab 18 application. PLS calibration results in y = 0, 99999x + 0.000396 indicate a good correlation. The value of R2 = 0.99999 and the RMSEC of 0.03%. Internal validation with R2 = 0.9999 and RMSECV = 3.69% and external validation with R2 = 0.9994 with RMSEP = 1.28%. The PCA results show different quadrant classifications of bovine and porcine gelatin. Also, there are similarities between the market candy quadrant, bovine gelatin, and porcine gelatin. The fast method and low cost involved simple sample preparation, which were developed to detect and classify the presence of bovine and porcine gelatin in soft candy using FTIR and chemometrics.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN PRODUK OLAHAN TOGA MELALUI PROGRAM SI-BAKER DALAM UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN DAN POTENSI USAHA MASYARAKAT KALURAHAN PURWOSARI Ginanjar Zukhruf Saputri; Alhaya Dyah Silova; Keysa Faradiba Novianty; Nasywa Maula Az Zahra; Hari Susanti; Deasy Vanda Pratiwi
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 2 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i2.3600

Abstract

Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai penunjang pengobatan yang relatif murah dan mudah didapatkan. Terdapat lebih dari 9.600 spesies tanaman yang memiliki khasiat dalam kesehatan. Meski terdapat banyak jenis tanaman dengan senyawa yang berpotensi untuk dikembangkan, hanya sekitar 300 spesies yang telah dimanfaatkan oleh industri obat tradisional sebagai pengobatan. Oleh karena itu, dilaksanakan program pengabdian masyarakat berupa edukasi dan pendampingan terkait inovasi produk olahan TOGA. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah TOGA menjadi produk fungsional yang bermanfaat bagi kesehatan dan memiliki peluang usaha untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Program ini dilakukan pada Senin, 15 September 2025 di Padukuhan Nogosari Kelurahan Purwosari, Kulonprogo yang dihadiri oleh 17 orang dari KWT dan Tim HGC. Diperoleh peningkatan pengetahuan sebesar 88,24%. Kemampuan masyarakat dalam mengolah produk TOGA baik, dengan persentase kategori “memahami” pada penanganan bahan baku sebesar 52,94% dan penggunaan alat sebesar 70,58%. Sebanyak 35,29% berada dalam kategori “sangat memahami” proses pengolahan, namun 29,41% masyarakat kurang memahami aspek pengemasan produk. Kegiatan Si Baker berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah TOGA menjadi produk sehat dan bernilai ekonomi.
Standardisasi dan Penetapan Kadar Kuersetin dalam Ekstrak Daun Bandotan (Ageratum Conyzoides L) dan Daun Kelor (Moringa Oleifera Lam) Sayyidah Mafisah; Hari Susanti; Nining Sugihartini; Wahyu Widyaningsih
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57847

Abstract

Latar Belakang: Kuersetin merupakan flavonoid alami yang umum terdapat pada tanaman herbal dan menunjukkan aktivitas biologis yang signifikan, seperti antioksidan dan antiinflamasi. Daun bandotan (Ageratum conyzoides L.) dan daun kelor (Moringa oleiferaLam.) diketahui mengandung kuersetin, namun diperlukan analisis kuantitatif dan standardisasi untuk menjamin mutu ekstrak. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi dan menstandardisasi parameter spesifik maupun nonspesifik serta memvalidasi metode penetapan kadar kuersetin dalam ekstrak etanol dari kedua tanaman tersebut. Metode: Standardisasi dilakukan berdasarkan parameter organoleptik, penetapan kadar air, kadar abu total, serta kadar abu tidak larut asam dilakukan mengacu pada Farmakope Herbal Indonesia Edisi II. Kadar kuersetin dianalisis menggunakan metode KLT-densitometri, dan divalidasi melalui uji selektivitas, linearitas, batas deteksi (LOD), batas kuantitasi (LOQ), presisi, dan akurasi. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa kedua ekstrak memenuhi persyaratan mutu. Kadar kuersetin yang diperoleh dari ekstrak daun kelor sebesar 0,014 ± 0,001% dan daun bandotan sebesar 0,015 ± 0,001%. Validasi metode menunjukkan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,9967, nilai presisi (% RSD) sebesar 1,75%, serta akurasi (% perolehan kembali) pada rentang 101,06%– 103,58%. Nilai LOD dan LOQ masing-masing sebesar 7,54 ppm dan 25,15 ppm. Kesimpulan: Metode KLT-densitometri dinyatakan valid dan dapat digunakan untuk analisis kuantitatif kuersetin. Hasil ini mendukung pemanfaatan daun bandotan dan daun kelor sebagai bahan baku herbal yang terstandar.