p-Index From 2021 - 2026
6.689
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pendidikan Sains JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Desimal: Jurnal Matematika Journal on Education Jurnal Pendidikan Edutama ANARGYA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika M A T H L I N E : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Delta: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Abdi Wiralodra : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Musamus Journal of Mathematics Education J-PiMat : Jurnal Pendidikan Matematika Abdi Masyarakat JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Mandalika Mathematics and Educations Journal Jurnal Riset Pembelajaran Matematika Sekolah SUPERMAT (JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA) Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara SPEKTA (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat : Teknologi dan Aplikasi) Jurnal PEKA (Pendidikan Matematika) Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Griya Journal of Mathematics Education and Application Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA As-Sidanah : Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Abdi Panca Marga Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Hexagon: Jurnal Ilmu dan Pendidikan Matematika Konstanta : Jurnal Matematika dan Ilmu Pengelatuan Alam Edumaspul: Jurnal Pendidikan Mathema: Jurnal Pendidikan Matematika SAP (Susunan Artikel Pendidikan)
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Video Pembelajaran Berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) Pada Materi Eksponensial dan Logaritma Bagus Tria Graha; Meiliasari Meiliasari; Flavia Aurelia Hidajat
Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta Volume 7, Nomor 2, Tahun 2025
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jrpmj.v7i2.67089

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media video pembelajaran berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) pada materi eksponensial dan logaritma untuk siswa kelas X SMA serta mengetahui kelayakannya sebagai media pembelajaran. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4D yang terdiri atas tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate. Produk yang dikembangkan berupa video animasi yang mengintegrasikan tujuh komponen CTL, seperti konstruksi pengetahuan, pemodelan, dan keterlibatan siswa secara aktif melalui soal kontekstual. Hasil validasi menunjukkan bahwa video memperoleh persentase kelayakan sebesar 87,5% dari ahli media, 88,3% dari ahli materi, dan 95,8% dari ahli bahasa, seluruhnya berada pada kategori “sangat layak”. Uji coba dilakukan di SMA Negeri 49 Jakarta pada siswa kelas X, dengan jumlah 6 siswa dalam kelompok kecil dan 34 siswa dalam kelompok besar, yang menghasilkan persentase kelayakan sebesar 88,2%. Uji coba kepada guru menghasilkan skor 90,63% dengan kategori “sangat layak”, menunjukkan bahwa video ini mendukung proses pembelajaran, sesuai kurikulum, dan selaras dengan pendekatan CTL.
Analisis Berpikir Kritis Matematika Siswa Ditinjau dari Perspektif Gender pada Materi Matriks Kelas XI Prasetyo, Rizky Budi; Makmuri; Flavia Aurelia Hidajat
Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol. 15 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/emasains.v15i1.5754

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis matematika siswa pada materi matriks berdasarkan perbedaan gender. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan subjek sebanyak 26 siswa kelas XI SMA Muhammadiyah 18 Jakarta, terdiri atas 18 siswa laki-laki dan 8 siswa perempuan. Instrumen penelitian berupa tes uraian yang disusun berdasarkan empat indikator berpikir kritis menurut Facione, yaitu interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi. Dari hasil tes, dipilih dua subjek penelitian yang mewakili kategori kemampuan berpikir kritis tinggi, menengah, dan rendah untuk dianalisis lebih mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa perempuan memiliki kemampuan berpikir kritis lebih tinggi dibandingkan siswa laki-laki pada semua indikator. Secara umum, siswa dengan kemampuan tinggi mampu memahami masalah, menerapkan strategi atau langkah penyelesaian dengan tepat, dan menarik kesimpulan, sedangkan siswa dengan kemampuan rendah masih mengalami kesulitan sejak tahap interpretasi hingga analisis.
Profil Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita Matematika SMP Ditinjau Dari Kemampuan Berpikir Kritis Restie Amelia; Lukman El Hakim; Anny Sovia; Ellis Salsabila; Tian Abdul Aziz; Flavia Aurelia Hidajat
Supermat : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9 No 2 (2025): Supermat : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/sm.v9i2.3959

Abstract

This study was motivated by the low level of critical thinking skills among junior high school students in solving mathematical word probleims, as evident from previous studies and the researcher's initial observations in the field. This study aims to describe the profil of junior high school students' errors in solving mathematical story problems in terms of critical thinking skills. The method used is qualitative descriptive with 32 seventh-grade students as subjects at a public junior high school in South Tambun in the 2024/2025 academic year. The research instrument was an essay test containing five story problems developed based on critical thinking ability indicators, including providing simple explanations, providing further explanations, determining strategies and techniquies, and drawing conclusions. The data were analyzed through the stages of reduction, presentation, and conclusion drawing. The results showed that most students were in the low critical thinking ability category (63%) and the rest were in the moderate category (37%), while no students reached the high category. Students with low critical thinking abilities tended to make mistakes in almost all indicators, while students with moderate abilities were able to meet most of the indicators but were not consistent, especially in determining solution strategieis and drawing conclusions. These findings indicate that the main weakness of students lies in the aspects of strategy planning and drawing conclusions, so mathematics learning that emphasizes the development of critical thinking skills through non- routine story problems and the use of targeted assessment rubrics is needed.
Kendala dan Miskonsepsi Kognitif Siswa dalam Menyelesaikan Soal Geometri Tingkat Tinggi (HOTS) Lastri Hutagalung; Lukita Ambarwati; Anny Sovia; Tian Abdul Aziz; Flavia Aurelia Hidajat
Mandalika Mathematics and Educations Journal Vol 7 No 4 (2025): Desember
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jm.v7i4.10670

Abstract

This study aims to identify students’ misconceptions in solving Higher Order Thinking Skills (HOTS) geometry problems on plane figures. A descriptive qualitative approach using Cognitive Error Analysis was applied to the written responses of 10 eleventh-grade students in the Mathematics Cambridge Program. The validated instrument consisted of three HOTS essay items. Data were analyzed through error classification, mapping to HOTS levels (C4, C5, C6), and in-depth diagnosis of responses identified as misconceptions. The findings show that students’ main difficulties lie in the Analyzing stage (C4), which subsequently weakens their ability to evaluate and create strategies (C5–C6). Two dominant patterns emerged: misreading non-routine instructions and errors in fundamental geometric concepts, with several cases indicating independent weaknesses at C6. These results highlight the need to strengthen strategic analysis as the foundation for HOTS development. The study is limited by its small sample size and reliance on written data.