Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Efektivitas Program Magang Bersertifikat dalam Meningkatkan Kesiapan Kerja Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau Gunawan, Meylisha; Bedasari, Hafzana
Jurnal Manajemen dan Ilmu Administrasi Publik (JMIAP) Vol 7 No 3 (2025): Jurnal Manajemen dan Ilmu Administrasi Publik (JMIAP)
Publisher : Laboratorium Jurusan Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jmiap.v7i3.1267

Abstract

The increasingly competitive demands of the job market require university graduates to not only possess academic knowledge but also relevant practical experience aligned with industry needs. To address this challenge, the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology launched the Certified Internship Program as part of the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) policy. This study aims to analyze the effectiveness of the Certified Internship Program in enhancing the job readiness of students in the Faculty of Social Sciences and Political Science at the University of Riau. The research method used is a qualitative approach with data collection techniques through interviews and documentation. Analysis was conducted using five program effectiveness indicators according to Sutrisno's theory, namely program understanding, target accuracy, timeliness, achievement of objectives, and tangible changes. The research results indicate that the Certified Internship Program is not yet effective, with several challenges still identified, such as delays in the selection and administrative processes, uneven program dissemination, and mismatches between internship positions and fields of study. These findings emphasize the need for adjustments to internship positions, improvements in administration, and broader program outreach. The contribution of this research provides strategic input for the development of internship policies on campus to be more adaptive to labor market needs.
IMPROVING MANAGERIAL COMPETENCE OF PEAT ARBORETUM MANAGERS POST THE COVID-19 PANDEMIC IN BENGKALIS DISTRICT Zulkarnaini, Zulkarnaini; Sadad, Abdul; Bedasari, Hafzana; Nasution, Mimin Sundari; Meiwanda, Geovani
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 30 No. 1 (2024): JANUARI-MARET
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v30i1.49572

Abstract

The existence of the Peat Arboretum is very important for environmental preservation, especially in areas that have extensive peatlands. It's just that its existence is less of a concern to the parties concerned. The manager has experienced a lack of income due to the absence of adequate management activities. The purpose of this community service activity is to improve the managerial competency of managing the Post-Covid 19 Pandemic Peat Arboretum in Bengkalis Regency. The implementation method used is a participatory approach and counseling and active assistance aimed at the management of the Peat Arboretum in Bukit Batu District, Bengkalis Regency. The results of the dedication show that the management of the Peat Arboretum as eco-tourism requires support from various parties. It is not enough just to rely on corporate CSR or government projects. Especially since the Covid 19 pandemic practically the activity of visiting tourists to locations has been greatly reduced. Managerial competence is felt to be important to the attention of all stakeholders in the management of the Peat Arboretum, because all team members can experience an increase in their leadership competence. Managerial competence makes coordination and communication easier, members are more open, and members feel valued and there is member attachment to the team.
INSTITUTIONAL GOVERNANCE IN THE IMPLEMENTATION OF OIL PALM REPLANTING POLICY ON PEATLANDS Mayarni, Mayarni; Heriyanto, Meyzi; Simanjuntak, Harapan Tua Ricky Freddy; Bedasari, Hafzana; Vani, Resa Vio; Carolina, Minda Putri; Rahmadini, Nurkamila
International Conference On Social Science Education Vol 1 (2023): 1st International Conference On Social Science Education
Publisher : Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ggszan61

Abstract

Oil palm is one of the leading plantation commodities and has a strategic role in the national economy. Indragiri Hilir Regency is one of the areas with the fastest-growing oil palm plantations in Riau Province. The area of oil palm plantations owned by People's Plantations (RA) in Indragiri Hilir Regency in 2022 will be 308,197 Ha with a total production of 912,875 tons. The research objective was to determine institutional governance in the implementation of Palm Oil Replanting in the peat hydrological area in the Indragiri Hilir district and the role of governance in its implementation. This study uses a qualitative descriptive method with a relevant literature study approach, using a data analysis technique, namely literature analysis. The results of the study show that the management of the Palm Oil Replanting program in the Indragiri Hilir district has not been maximised because the implementation process is hampered by land status, which raises several challenges for stakeholders. The problem of palm oil governance is not only in the absence of regulations but in policy interventions in the field. Relevant institutional and policy arrangements lead to a balanced and successful implementation of the smallholder palm oil replanting program.
Peran Komisi Informasi Provinsi Riau dalam Menyelesaikan Sengketa Informasi Publik Sunggu, Reinhart Ompu; Bedasari, Hafzana
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan bagaimana peran dan faktor penghambat Komisi Informasi Provinsi Riau dalam menyelesaikan sengketa informasi publik. Penelitian ini menggunakan teori Peran (Ife & Tesoriero, 2008) yang terbagi kedalam empat golongan yaitu Peran Fasilitatif, Peran Edukasional, Peran Representatif dan Peran Teknis. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif, pengumpulan data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Komisi Informasi Provinsi Riau memiliki dan telah melaksanakan keempat golongan peran tersebut dengan baik. Adapun faktor yang menghambat Komisi Informasi Provinsi Riau adalah kurangnya pengetahuan masyarakat dan badan publik terkait Keterbukaan Informasi Publik, fasilitas yang tidak memadai untuk melakukan penyelesaian sengketa secara daring serta pemohon informasi publik atau termohon informasi publik yang tidak kooperatif. Berdasarkan hasil dan pembahasan, peneliti menyarankan agar Komisi Informasi Provinsi Riau lebih gencar dalam memberitakan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik dengan lebih menarik, menyediakan lebih banyak bentuk edukasi yang menarik, menyediakan alternatif penyelesaian sengketa informasi dalam metode daring serta memberikan sanksi kepada badan publik yang indeks keterbukaan informasinya rendah
Pengaruh Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap Kinerja Karyawan PT. Sari Lembah Subur (SLS) Lestari, Meli; Bedasari, Hafzana
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah budaya K3 memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan PT. Sari Lembah Subur (SLS) dan seberapa besar pengaruh tersebut. Uji reliabilitas, validitas, asumsi klasik, koefisien korelasi, regresi linier sederhana, uji t, dan koefisien determinasi (KP) digunakan untuk menganalisis data. Jumlah sampel sebanyak 48 orang diambil melalui metode nonprobabilitas, yaitu sampel bola salju. Hasil penelitian lapangan menunjukkan bahwa nilai Fhitung adalah 31,213, sedangkan nilai Ftabel = 4,05. Kesimpulannya, 31,213 lebih besar dari 4,05. Dengan ketentuan pengambilan keputusan, Ha diterima dan H0 ditolak apabila Fhitung lebih besar dari Ftabel. Nilai KP sebesar 0,404 diperoleh sebagai persentase kontribusi variabel X terhadap variabel Y. Ini menunjukkan bahwa sebesar 40,4 % variabel budaya K3 berdampak positif terhadap kinerja karyawan, dengan variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini mempengaruhi sebesar 59,6 %.
Pengaruh Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap Kinerja Karyawan PT. Sari Lembah Subur (SLS) Lestari, Meli; Bedasari, Hafzana
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah budaya K3 memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan PT. Sari Lembah Subur (SLS) dan seberapa besar pengaruh tersebut. Uji reliabilitas, validitas, asumsi klasik, koefisien korelasi, regresi linier sederhana, uji t, dan koefisien determinasi (KP) digunakan untuk menganalisis data. Jumlah sampel sebanyak 48 orang diambil melalui metode nonprobabilitas, yaitu sampel bola salju. Hasil penelitian lapangan menunjukkan bahwa nilai Fhitung adalah 31,213, sedangkan nilai Ftabel = 4,05. Kesimpulannya, 31,213 lebih besar dari 4,05. Dengan ketentuan pengambilan keputusan, Ha diterima dan H0 ditolak apabila Fhitung lebih besar dari Ftabel. Nilai KP sebesar 0,404 diperoleh sebagai persentase kontribusi variabel X terhadap variabel Y. Ini menunjukkan bahwa sebesar 40,4 % variabel budaya K3 berdampak positif terhadap kinerja karyawan, dengan variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini mempengaruhi sebesar 59,6 %.
Program Pengembangan Industri Kemasan oleh UPT Sentra Industri Kecil dan Menengah Pangan Kota Pekanbaru Kristin Simanjuntak, Laura; Bedasari, Hafzana
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19556

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya program pengembangan industri kemasan dalam mendukung daya saing industri kecil dan menengah pangan di Kota Pekanbaru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis program pengembangan industri kemasan di Kota Pekanbaru sesuai dengan tugas dan fungsi pokok serta untuk mengetahui faktor penghambatnya. Penelitian ini menggunakan teori pengembangan masyarakat dari Jim Ife dan Tesoriero yang dilihat dari aspek peran memfasilitasi, peran mendidik, peran representasi, dan peran teknis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program pengembangan industri kemasan oleh UPT Sentra IKM Pangan masih belum optimal. Hal ini disebabkan oleh kurangnya informasi mengenai penambahan kerja dan kurangnya pelatihan secara berkelanjutan yang menjadi hambatan dalam melakukan pengembangan industri kemasan. Oleh sebab itu, diperlukan penguatan kapasitas kelembagaan, peningkatan kolaborasi lintas sektor, dan optimalisasi sumber daya untuk mendukung keberhasilan program pengembangan industri kemasan di Kota Pekanbaru.
PENERAPAN MODEL DELIBERATIF DALAM PERUMUSAN PERATURAN DESA DI KAMPUNG SUNGAI TENGAH, KECAMATAN SABAK AUH, KABUPATEN SIAK As’ari, Hasim; Sujianto, Sujianto; Yuliani, Febri; Bedasari, Hafzana; Ikhsan, Masrul; Hadi, Ahmad
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.38190

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan model deliberatif dalam proses perumusan peraturan desa di Kampung Sungai Tengah, Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak. Model deliberatif adalah pendekatan dalam pengambilan keputusan yang menekankan partisipasi aktif masyarakat melalui musyawarah dan dialog. Proses ini dianggap dapat menciptakan kebijakan yang lebih inklusif dan transparan serta sesuai dengan kebutuhan lokal. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini mencakup observasi, wawancara mendalam, serta diskusi kelompok terfokus (focus group discussion/FGD) yang melibatkan berbagai elemen masyarakat dan pemerintah desa. Hasil menunjukkan bahwa pendekatan ini meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam proses perumusan peraturan desa, menciptakan peraturan yang lebih sesuai dengan kebutuhan lokal, serta memperkuat hubungan antara pemerintah desa dan masyarakat. Saran yang diberikan meliputi perlunya pelatihan berkelanjutan untuk masyarakat, serta dukungan teknis dari pemerintah daerah untuk memastikan keberlanjutan proses deliberatif.
STRATEGI PENCEGAHAN STUNTING PEMERINTAH KAMPUNG LAKSAMANA DALAM MEWUJUDKAN ZERO STUNTING Bedasari, Hafzana; Iqbal, Muhammad; Sukria, Saniati; Pranolo, Ragil; Saputra, Farian Praja; Khotimah, Husnul; Saragih, Gebby Yolanda Putri; Kasta, Malika Alya; Simbolon, Jesse Jefaniah; Sabila, Sal; Rahmadia, Aura; Panjaitan, Esra Yohanna
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.44339

Abstract

Kampung Laksamana di Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, telah berhasil mencapai prevalensi stunting 0% pada tahun 2023. Ini merupakan prestasi bagi Kampung Laksamana yang telah melibatkan berbagai pihak. Untuk mencegah agar kasus stunting tetap rendah atau nol, maka dosen dan mahasiswa Prodi Administrasi Publik Universitas Riau melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif. Bentuk kegiatan yang dilakukan yaitu Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan pemerintah kampung, tenaga kesehatan, kader posyandu, tokoh masyarakat, tenaga pendidik serta ahli gizi. FGD berfungsi sebagai wadah berbagi  pengalaman kegiatan pencegahan stunting dan menggali lebih dalam tantangan yang dihadapi oleh para pelaksana di lapangan. Hasil dari kegiatan ini yaitu peserta mendapatkan wawasan yang lebih mendalam mengenai kelebihan dan kerukarangan untuk memperkuat  strategi pencegahan stunting ke depan serta diharapkan kegiatan ini dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk mendukung tumbuh kembang anak di Kampung Laksamana.
PELATIHAN DAN PENINGKATAN KAPASITAS KINERJA PERANGKAT KAMPUNG REMPAK BERSAMA DENGAN YAYASAN MITRA DESA MEMBANGUN UNTUK PENGEMBANGAN KABUPATEN SIAK Bedasari, Hafzana; Fuaduddin, Fuaduddin; Ramadhani, Della Zullinda; Nurhalizah, Risma; Novitri, Cahyani Ayu; Putri, Annisa Komala; Putri, Amelia; Vebrinda, Arizta Zita; Trikurnia, Repti; Nasyabila, Salfa; Zulkarnaen, Ahmad Sulthan; Muhti, Rayi Abhinaya Januar; Anandika, Naufal Muhammad
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 9 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i9.2661

Abstract

Training on Understanding Main Duties and Functions for the Officials of Kampung Rempak was conducted as an effort to enhance the capacity and professionalism of the village government apparatus in delivering services to the community. The training aimed to provide a comprehensive understanding to the Penghulu, Kerani, Juru Tulis, and Kepala Dusun in Kampung Rempak. The objective of this training is to strengthen the understanding of village officials regarding their main duties and functions (tupoksi), thereby improving performance and the quality of public services. Furthermore, the training aims to foster professional attitudes among village officials, enhance coordination between village apparatus, and encourage innovation in providing public services aligned with local needs and digital era developments. The training began with the delivery of materials accompanied by case studies. Such an approach was implemented to ensure a deeper understanding of the material and to encourage active participation from the participants. The results of the training indicate that participants gained a strong understanding of the fundamental aspects required to improve governance and development in Kampung Rempak, while also supporting the creation of more optimal services that align with community expectations. The activity also fostered awareness of the importance of coordination and synergy among Kampung Rempak officials in carrying out their respective roles and functions. Additionally, participants developed new skills in managing government administration more effectively and efficiently, and were encouraged to create innovative ideas that can be implemented in providing public services tailored to local community needs. The outcomes of this training are expected to make a tangible contribution to improving governance, village development, and public service delivery in Kampung Rempak, making them more effective and sustainable.