Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENERAPAN MODEL DELIBERATIF DALAM PERUMUSAN PERATURAN DESA DI KAMPUNG SUNGAI TENGAH, KECAMATAN SABAK AUH, KABUPATEN SIAK Hasim As’ari; Sujianto Sujianto; Febri Yuliani; Hafzana Bedasari; Masrul Ikhsan; Ahmad Hadi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.38190

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan model deliberatif dalam proses perumusan peraturan desa di Kampung Sungai Tengah, Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak. Model deliberatif adalah pendekatan dalam pengambilan keputusan yang menekankan partisipasi aktif masyarakat melalui musyawarah dan dialog. Proses ini dianggap dapat menciptakan kebijakan yang lebih inklusif dan transparan serta sesuai dengan kebutuhan lokal. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini mencakup observasi, wawancara mendalam, serta diskusi kelompok terfokus (focus group discussion/FGD) yang melibatkan berbagai elemen masyarakat dan pemerintah desa. Hasil menunjukkan bahwa pendekatan ini meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam proses perumusan peraturan desa, menciptakan peraturan yang lebih sesuai dengan kebutuhan lokal, serta memperkuat hubungan antara pemerintah desa dan masyarakat. Saran yang diberikan meliputi perlunya pelatihan berkelanjutan untuk masyarakat, serta dukungan teknis dari pemerintah daerah untuk memastikan keberlanjutan proses deliberatif.
STRATEGI PENCEGAHAN STUNTING PEMERINTAH KAMPUNG LAKSAMANA DALAM MEWUJUDKAN ZERO STUNTING Hafzana Bedasari; Muhammad Iqbal; Saniati Sukria; Ragil Pranolo; Farian Praja Saputra; Husnul Khotimah; Gebby Yolanda Putri Saragih; Malika Alya Kasta; Jesse Jefaniah Simbolon; Sal Sabila; Aura Rahmadia; Esra Yohanna Panjaitan
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.44339

Abstract

Kampung Laksamana di Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, telah berhasil mencapai prevalensi stunting 0% pada tahun 2023. Ini merupakan prestasi bagi Kampung Laksamana yang telah melibatkan berbagai pihak. Untuk mencegah agar kasus stunting tetap rendah atau nol, maka dosen dan mahasiswa Prodi Administrasi Publik Universitas Riau melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif. Bentuk kegiatan yang dilakukan yaitu Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan pemerintah kampung, tenaga kesehatan, kader posyandu, tokoh masyarakat, tenaga pendidik serta ahli gizi. FGD berfungsi sebagai wadah berbagi  pengalaman kegiatan pencegahan stunting dan menggali lebih dalam tantangan yang dihadapi oleh para pelaksana di lapangan. Hasil dari kegiatan ini yaitu peserta mendapatkan wawasan yang lebih mendalam mengenai kelebihan dan kerukarangan untuk memperkuat  strategi pencegahan stunting ke depan serta diharapkan kegiatan ini dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk mendukung tumbuh kembang anak di Kampung Laksamana.
Implementasi Kebijakan Penanggulangan Abrasi di Kecamatan Rangsang Kabupaten Kepulauan Meranti Zura Hidayati; Hafzana Bedasari
Jurnal Administrasi Pemerintahan Desa Vol. 7 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/villages.v7i1.414

Abstract

Abrasi merupakan ancaman serius bagi wilayah pesisir Indonesia, khususnya di Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti yang mengalami kerusakan garis pantai mencapai 90.000 meter. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan penanggulangan abrasi dan mengidentifikasi faktor penghambatnya menggunakan teori implementasi kebijakan Edward III. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus diterapkan melalui wawancara mendalam dengan 11 informan dari BPBD, Dinas PUPR, pemerintah desa, dan masyarakat terdampak, dilengkapi observasi lapangan dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan implementasi kebijakan belum optimal pada keempat dimensi Edward III: komunikasi belum merata ke wilayah terpencil, sumber daya terbatas (anggaran, alat berat, tenaga teknis), disposisi pelaksana bervariasi, dan struktur birokrasi mengalami fragmentasi antarinstansi. Faktor penghambat utama adalah keterbatasan anggaran daerah yang menyebabkan ketergantungan pada pemerintah pusat dan provinsi, serta perbedaan Standar Operasional Prosedur (SOP) antarinstansi yang melemahkan koordinasi dan memperlambat penanganan darurat. Meskipun program seperti pembangunan pemecah gelombang dan penanaman mangrove telah dilaksanakan, dampaknya belum signifikan mengurangi laju abrasi. Penelitian ini memberikan kontribusi pemahaman kompleksitas implementasi kebijakan penanggulangan bencana di daerah kepulauan dengan keterbatasan sumber daya dan tantangan geografis