Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

KRITERIA SAKSI DALAM MEMBERIKAN KESAKSIAN YANG BENAR PADA PERKARA PERCERAIAN DI PENGADILAN AGAMA KELAS 1A PALEMBANG Muzakki Mursyad Adib; Duski Ibrahim; Yuswalina Yuswalina
Usroh: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 5 No 1 (2021): Usroh
Publisher : Program Studi Al-Ahwal Al-Syakhshiyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.327 KB)

Abstract

This research is entitled Judge's View of Witness Criteria in Providing Correct Testimony in Divorce Cases in Palembang Class 1A Religious Court. The background of this thesis is that the witness evidence is very influential in the netting of the trial. But on the other hand that it is not uncommon for a witness to not mention what happened actually, for certain reasons. This research problem formulation. 1). What is the Judge's View of the Witness Criteria in providing actual testimony on divorce cases in Palembang's Class 1 Religious Court. 2). How is the Judge's View of the Witness Criteria in providing actual testimony on divorce cases according to Islamic Family Law. This research is the type of field research. The type of data used is qualitative data , then primary data is obtained, namely the primary data that directly interviews the judge, secondary data , obtained from several books in the library. Documentation data is carried out as related documents about the testimony in the event at the trial. After conducting this research, the conclusions can be drawn, namely: 1). The criteria for testimony in a trial in a court is to refer to the applicable procedural law in the court, and the judge's basis for trial is the content of the lawsuit. 2). The criteria in Islamic Family Law that refer to Islamic Jurisprudence is to have honesty and not cover up the truth. Keywords: Divorce, Witness, Islamic Law
Pembelajaran Fikih Integratif di Madrasah Tsanawiyah Yusup Ruswandi; Duski Ibrahim
Bahasa Indonesia, Bahasa English Vol 4 No 1 (2021): Muaddib : Islamic Education Journal
Publisher : Program Magister Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/muaddib.v4i1.11148

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran fikih integratif, problematika, dan faktor-faktor yang mempengaruhi pembelajaran fikih integratif di Madrasah Tsanawiyah Mardhatillah Rambutan Banyuasin. Penelitian ini dilakukan di Madrasah Tsanawiyah Mardhatillah Rambutan. Adapun jenis penelitian ini yaitu field research (penelitian lapangan) dengan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran Fikih integratif yang dilakukan di MTs Mardhatillah rambutan didukung oleh penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi Informatika dan terintegrasi dalam sekolah bersistem asrama. Adapun model pembelajaran fikih integratif yang diterapkan di antaranya adalah model pembelajaran integratif pragmented, model pembelajaran connected dan model pembelajaran integrated. Evaluasi pembelajaran sudah menampung beberapa aspek penilaian yaitu penilaian sikap, keterampilan dan pengetahuan. Selanjutnya problematika yang dihadapi guru dalam penerapan pembelajaran fikih integratif adalah keterbatasan media pembelajaran, kurangnya kemampuan peserta didik dalam menyerap materi pembelajaran, dan pendokumentasian. Adapun faktor yang mempengaruhi pembelajaran Fikih integratif di MTs Mardhatillah adalah faktor kebijakan pengelola pendidikan, faktor lingkungan, faktor instrumental dan faktor fisik dan psikis peserta didik.
Penerapan Teknik Gerakan Isyarat dalam Menghafal Al-Qur’an pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Rahmiy Kurniasary; Duski Ibrahim; Mukmin Mukmin
Bahasa Indonesia, Bahasa English Vol 4 No 2 (2021): Muaddib : Islamic Education Journal
Publisher : Program Magister Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/muaddib.v4i2.14757

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan teknik gerakan isyarat dalam menghafal ayat Al-Qur’an dan faktor pendukung serta penghambat dari penerapan teknik gerakan isyarat dalam menghafal ayat Al-Qur’an pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulan data yaitu, observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi data. Adapun teknik analisis data yang digunakan, menurut Miles dan Huberman dilakukan secara interaktif melalui proses reduction, display data dan verification. Hasil penelitian yang dilakukan peneliti yaitu, 1) Kegiatan menghafal dengan cara mengasyikkan mendukung penerapan teknik gerakan isyarat agar peserta didik mampu menghafal dengan baik kaerna terdapat semangat belajar yang tinggi dan antusiasnya, peserta didik dapat menyalurkan kreativitas dari kecerdasan otaknya Kegiatan menghafal dengan cara mengasyikkan sangatlah mendukung pembelajaran menghafal Al-Qur’an pada pelajaran Pendidikan Agama Islam, karena teknik gerakan isyarat tidak hanya mengajarkan peserta didik untuk hafal ayat melainkan dapat memahami makna ayat dalam bentuk kegiatan menghafal dengan cara yang mengasyikkan. 2) Faktor pendukung dalam penerapan teknik isyarat tangan dalam menghafal ayat pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam berupa faktor internal yaitu dari tingkat kemauan dan kemampuan dalam menghafal. Sedangkan faktor eksternal yaitu dari segi penggunaan media, keterampilan guru dan suasana pembelajaran menghafal dan mengartikan ayat yang menyenangkan sehingga meningkatkan antusias peserta didik. Faktor penghambat penerapan teknik gerakan isyarat dalam pembelajaran mengahafal ayat ialah tingkat komunikasi peserta didik yang berbeda-beda. Kemudian waktu yang dibutuhkan oleh setiap peserta didik berbeda-beda, keterampilan dalam membuat gerakan isyarat tangan dan sinkronisasi antara pengucapan ayat dengan gerakan tangan yang kurang tepat pada beberapa peserta didik.
Nilai Nilai Tasawuf dalam Membentuk Keshalehan Sosial dan Menangkal Radikalisme Generasi Millenial (Study di Jamiyah Thoriqoh Mu’tabaroh An-Nahdliyah Kabupaten OKU Timur) Imam Rodin; Duski Ibrahim; Munir Munir
Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol. 15 No. 1 (2023): January Edition
Publisher : Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/jti.v15i1.1996

Abstract

Adapun tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengkaji tentang nilai nilai tasawuf yang dapat berimplikasi terhadap kepribadian manusia secara kaffah, Penerapan nilai nilai tasawuf pada jamaah tarekat Al-Muktabarah An-Nadliyah di kabupatean OKU Timur serta menganalisa nilai nilai tasawuf yang berimplikasi mewujudkan keshalehan social dan mampu menangkal radikalisme. Penelitian ini memanfaatkan metode kualitatif karena penelitian ini berupaya menjabarkan realitas yang ada dengan menggambarkan suatu keadaan dengan segala aspeknya dalam rangka pemberian informasi sejelas-jelasnya dan penelitian ini berupaya menemukan prinsip pengetahuan dan metode baru dalam memecahkan permasalahan. Jenis data yang diperoleh dalam penelitian ini kelompokkan menjadi dua yaitu jenis data primer dan jenis data sekunder. Untuk memproses data, peneliti menggunakan beberapa metode yaitu, wawancara, Observasi serta dokumentasi, Analisis data dalam penelitian ini, adalah upaya peneliti mencari tata hubungan secara sistematik antara hasil dokumentasi, hasil observasi dan hasil wawancara untuk memperoleh pemahaman yang mendalam tentang nilai-nilai Tasawuf atau tarekat dalam membentuk keshalehan sosial dan menangkal radikalisme generasi melenial di Jamah Tarekat Al-Muktabaroh An-Nahdliyah di Kabupaten OKU Timur. Untuk membentuk kesalehan soial dan menangkal faham radikalisme dan terorisme di kalangan generasi melenial di kabupaten OKU Timur, pengurus tarekat Jatman idarah ghusniah beserta para santri pondok pesantren Darussalamah muda sentosa berupaya untuk menerapakan nilai nilai ajaran tasawuf yakni berupa Nilai mahabbah, kesabaran, toleransi atau tasammuh, dan penanaman nilai konsisten atau istiqamah. Dalam upaya pencegahan radikalisme sebagi awal mula terjadinya terorisme, maka banyak hal yang bisa dilakukan oleh, aparat, pemerintah dan komponen masyarakat, yakni Mengadakan penaggulangan paham radikalisme dengan jalan memberikan pemahaman modersi dalam beragama melalui lembaga pendidikan dan organisasi keagamaan sera lembaga keagamaan, pondok pesantren, keluarga dan masyarakat, Berupaya mewujudkan tiga kerukunan agama yakni kerukunan antar umat agama yang satu dengan umat agama yang lain, kerukunan inter umat beragama dan kerukunan umat beragama dengan pemerintah sehingga terciptanaya kebersamaan masyarakat Indonesia, Memberdayakan peran guru, mursyid tarekat, mubaligh, ulama, kiyai dan tokoh lintas agama dan Mensosialisasikan ajaran agama yang santun, saling menhormati, saling menhargai, damai, toleran, hidup rukun, menerima keberagaman dan kemajemukan, sikap cinta tanah air atau nasionalisme, serta ajaran agama yang rahmatan lil alamiin
Moral Education for Youth in the Modern Era Perspective of Abdullah Nashih Ulwan Yuli Habibatul Imamah; Duski Ibrahim; Akmal Hawi
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 3 (2023): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v15i3.850

Abstract

This study aims to analyze Abdullah Nashih Ulwan's thoughts on adolescent moral education in Islam in the modern era and its relevance in answering the problems of adolescent life. This research is a library research with the main source of the book Tarbiyah al-Aulad fi al-Islam written by Abdullah Nashih Ulwan. The analysis technique uses content analysis. This study found that first, five methods of moral education, namely the exemplary method; habituation; advice; attention and monitoring; and punishment. Second, deviations that occur in adolescents are caused by poverty, orphanage disasters, parental disharmony, divorce, poor parental treatment and example, excessive pampering of children, favoritism towards children, neglect of children's education, and negative associations. Third, the solution to the problems of Muslim youth is to provide religious education, provide a decent life, give responsibility for freedom, make teenagers comfortable, spend time together, and become friends.
Implementation of Multicultural Education at Boarding School: Comparative Study Tamyis Tamyis; Duski Ibrahim; Munir Munir
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 3 (2023): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v15i3.853

Abstract

This study aims to describe and analyze the differences in the implementation of multicultural education at the Hidayatul Mubtadiin Islamic Boarding School in Sidoharjo and the Al-Ishlah Sukapeace Islamic Boarding School. This study uses a qualitative approach. The data collection using observation, interview and documentation techniques. Meanwhile, for data analysis using three flow of activities, namely data reduction, data presentation and drawing conclusions. This study found that first, the implementation of multicultural education in both Islamic boarding schools was good, as seen from the role of the pesantren leaders. Second, the implementation of multicultural education at the Hidayatul Mubtadiin Sidoharjo Islamic boarding school with a cultural assimilation approach in the seven mottos of students, while the Al-Ishlah Islamic boarding school uses a self-development approach and self-development through formal and non-formal activities.
The Effect of Metacognition and Scientific Attitude on the Success in Forming Sakinah Mawaddah Warahmah Families in Career and Non-Career Women Duski Ibrahim; Sukarno Sukarno
INFERENSI: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : State Institute of Islamic Studies (IAIN) Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/infsl3.v17i1.107-128

Abstract

This study aims to determine the effect of metacognition and scientific attitudes of family partners in forming a sakinah family. The approach used in this research is descriptive quantitative, which is done by measuring each research variable, then analyzing and describing it so that it is easy to understand. The technique of collecting data is done by survey. Surveys were carried out on all samples in the study to measure metacognition, scientific attitude, and success in forming a sakinah mawaddah warahmah family. The population of this study is women who are grouped into two categories: 1) career women (who work in offices/employees), 2) unemployed women (especially those taking care of the family) in the city of Jambi with a total sample of 100 (50 people in each sample group) taken at random. The instrument used in this study was a set of 30 questions. The answers were measured by respondents using a Likert scale. Dataanalysis was carried out using SPSS 16 software. The results showed thatmetacognition ability significantly affects the ability to form a sakinah mawaddah warahmah family with a sig. 0.012 (career women group) and 0.000 (non-career women group). As for the scientific attitude test, career women obtained 0.031 0.05, and non-career women obtained 0.019  0.05. It shows that scientific attitude significantly affects their ability to form a sakinah mawaddah warahmah family. The F test also shows that the two variables jointly affect the ability to form a sakinah mawadah warahmah family
Economic Education for Muslim Women from the Perspective of the Prophet Muhammad Zainuddin Nawi; Duski Ibrahim; Mukmin Mukmin
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 4 (2023): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v15i4.2853

Abstract

This study aims to identify aspects of economic education for Muslim women based on the orders of the Prophet Muhammad. The research method used is a literature review of the 20 wills of the Prophet Muhammad. The study results indicate that Economic education is crucial for women, especially wives, as societal expectations place them at the forefront of family financial management. Mothers, as primary educators, must master skills for effective economic management, empowering them with financial independence. This education enables informed investment decisions and active contributions to economic development, challenging traditional gender roles. For Muslim women, economic education grounded in Prophet Muhammad's teachings is vital for well-managed lives aligned with Islamic principles. It encompasses ethical wealth management and business ethics, cautioning against extravagant behavior and excessive borrowing. While schools play a pivotal role, oversight may be challenging, but they contribute significantly to preventing behaviors inconsistent with economic prudence.
Karakteristik Manajemen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Berbasis Pesantren di Sumatera Selatan Syamsuddin Tubingan; Duski Ibrahim; Saipul Annur; Ari Sandi
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 02 (2021): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v10i02.1536

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui karakteristik Pesantren pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta di Sumatera Selatan. Penelitian ini merupakanpenelitian kualitatif, dengan menggunakan model penelitian fenomenologi. Subjek penelitian dalam tulisan ini adalah perguruan tinggi agama islam swasta pada (PTKIS) Berbasis Pesantren Di Sumatera Selatan (Studi Di STITQI  Ittifaqiyah, Ogan Ilir, IAI Al-Azhar Lubuk Linggau Dan STIQ Annur  OKI). Data dalam penelitian ini diperoleh melalui metode dokumentasi, observasi dan wawancara mendalam. Sedangkan teknik analisisnya melalui proses reduksi, verifikasi, display, dan triangulasi. Hasil penelitian ini adalah karakteristik manajemen di perguruan tinggi berbasis pondok pesantren, suasana pembelajaran yang meliputi pola interaktif, metode, bahan ajar, media pembelajaran, struktur organisasi memiliki dua sayap di perguruan tinggi, serta memprioritaskan para alumni yang memiliki kompetensi dalam ha lilmu Al-Qur’an, menyelenggarakan pembelajaran yang lebih mendalam mengenai ilmu Al Qur’an menjadikannya sebagai cirri khas perguruan tinggi berbasis pesantren yang memiliki visi mencetak kader-kader calon ulama.
Model of Internalization of Religious Moderation Values in Salafiyah Boarding Schools Rohmadi Rohmadi; Duski Ibrahim; Munir Munir
Al-Hayat: Journal of Islamic Education Vol 8 No 3 (2024): Al-Hayat: Journal of Islamic Education
Publisher : Al-Hayat Al-Istiqomah Foundation collab with Letiges

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35723/ajie.v8i3.574

Abstract

This study aims to analyze the process of internalizing religious moderation values at the Salafiyah Islamic Boarding School, Rubath Al Muhibbien, Palembang. Religious moderation is crucial for maintaining stability and avoiding excessive religious interpretations that may violate humanitarian values, social agreements, and public order. Salafiyah Islamic boarding schools were chosen as the focus due to their pivotal role in fostering a moderate understanding of Islam, particularly in instilling these values in their students. The research utilized a qualitative phenomenological approach. Key informants included school leaders, administrators, teachers, students, alumni, and the general community. Activities observed encompassed the internalization process of religious moderation values, with classical Islamic texts (kitab kuning) serving as supporting documents: data collection methods involved observations, in-depth interviews, and written and oral documentation. The Miles and Huberman data analysis method, known for its three primary activities, data reduction, data display, and conclusion drawing or verification was employed. The findings reveal a model of internalizing religious moderation values at the Salafiyah Islamic Boarding School, consisting of three stages: value transformation, transaction, and internalization. The first stage involves value transformation through conceptual, institutional, operational, and architectural dimensions. The second stage consists of implementing advisory strategies and customary practices to instil values among students. The third stage incorporates role modelling, habituation, exemplification, advisory roles, promises, threats, and disciplinary measures. By focusing on one Islamic boarding school, the research results may not fully reflect the internalizing religious moderation values ​​in other Islamic boarding schools with different characteristics, cultures, and teaching methods. The originality lies in the model of internalizing religious moderation values ​​that have been developed. This holistic approach combines unique conceptual, institutional, operational, and architectural aspects and strategies relevant to the culture and traditions of Islamic boarding school education.