Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Peningkatan Literasi Informasi untuk Pustakawan, Guru dan Pegiat Literasi di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Karanganyar Rino Andreas; Adimas Maditra Permana; Priyanto Priyanto
Harmoni Sosial : Jurnal Pengabdian dan Solidaritas Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2025): Juli : Harmoni Sosial : Jurnal Pengabdian dan Solidaritas Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/harmoni.v2i3.1758

Abstract

Tujuan artikel ini untuk mengelaborasi peningkatan literasi informasi pustakawan, guru, dan pegiat literasi melalui Bimbingan Teknis yang diselenggarakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Karanganyar. Kegiatan ini dilaksanakan selama lima hari melibatkan narasumber dari berbagai institusi seperti D3-Komunikasi Terapan UNS, D3-Perpustakaan UNS, UPT Perpustakaan UNS, UMUKA, dan Kominfo, serta difokuskan pada materi kebutuhan informasi, penelusuran, evaluasi, analisis, sintesis, dan diseminasi informasi, yang sejajar dengan capaian literasi sebagaimana digariskan dalam literatur pelatihan literasi informasi. Metode yang digunakan adalah program pelatihan interaktif terpadu, terdiri dari ceramah, studi kasus, simulasi praktik, diskusi kelompok, dan tanya jawab. Tiap narasumber memberikan sesi spesifik sesuai keahlian. Evaluasi dilakukan melalui pre‑test dan post‑test, observasi partisipatif, serta refleksi individu. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam kompetensi literasi informasi para peserta: rata‑rata skor post‑test naik dibanding pre‑test; peserta melaporkan peningkatan kemampuan merumuskan kebutuhan informasi, memilih sumber yang relevan, mengevaluasi kredibilitas, melakukan analisis dan sintesis, serta menyebarkan informasi secara sistematis. Selain itu, partisipasi aktif dan sangat tingginya antusiasme peserta mencerminkan keberhasilan metode interaktif. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa pelatihan literasi informasi efektif meningkatkan kemampuan praktis pustakawan dan tenaga perpustakaan. Secara keseluruhan, Bimtek ini efektif meningkatkan literasi informasi secara sistematis, dan direkomendasikan sebagai model pelatihan berkelanjutan untuk penguatan layanan perpustakaan daerah.
Prosumsi Komunikasi Penggemar Enhypen Indonesia Di Platform X Mawarni, Rida Indah; Andreas, Rino
Petanda: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Humaniora Vol 7, No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/petanda.v7i2.5474

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi praktik prosumsi komunikasi penggemar Enhypen Indonesia atau biasa disebut Engene Indonesia yang berkembang di komunitas Enhypen World Tour in Jakarta dalam platform X. Dengan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, penelitian ini menganalisis praktik produksi dan konsumsi konten penggemar guna mendukung keberlanjutan komunitas virtual yang aktif dan dinamis. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dengan menganalisis 45 tweet yang paling ramai diperbincangkan selama bulan Oktober–November 2024, serta wawancara mendalam terhadap empat Engene Indonesia yang tergabung dalam komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat praktik dalam prosumsi komunikasi, yaitu 1) gerakan kolektif dalam komunitas virtual, 2) sarana dukungan penggemar, 3) wadah untuk ekspresi penggemar, dan 4) komunitas sebagai wadah promosi. Keempat praktik ini memperlihatkan bagaimana penggemar tidak hanya berperan sebagai konsumen pasif, tetapi juga sebagai produsen aktif yang menciptakan narasi, visual, dan interaksi digital yang memperkuat identitas komunitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik prosumsi menunjukkan konsumsi berkelanjutan untuk mempertahankan komunitas serta mampu menggabungkan peran produsen dan konsumen dalam ruang digital.
Representasi diri melalui praktik Fashion pada Instagram Jeffry Jouw Akbar Darmawan; Rino Andreas
Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/jdk.v10i1.12796

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat representasi diri terutama dalam praktik fashion yang ada pada Instagram Jefery Jouw. Individu menggunakan Instagram yang termasuk di antara jaringan media sosial paling aktif untuk membangun identitas mereka dan memamerkan persona mereka yang melaluinya mereka melibatkan pengikut mereka. Jeffry Jouw memamerkan bagaimana media sosial membantu influencer branding melalui selera mode otomotifnya sambil membangun dampak visual yang konsisten pada platform tersebut. Penelitian ini meneliti kemahiran ganda Jeffry Jouw yang ditunjukkan melalui pemilihan pakaian sambil mengevaluasi bagaimana kendaraan mewah berfungsi sebagai elemen yang meningkatkan interaksi audiens dalam semua konten modenya. Metode dalam penelitian ini berasal dari analisis konten yang menggunakan wawancara pengikut akun Jejouw sebagai sumber utama beserta data unggahan Instagram Jejouw. Penelitian ini menyelidiki pilihan busana Jejouw yang mengungkapkan identitas sosialnya serta bagaimana para pengikut menggunakan konten ini untuk mengembangkan identitas pribadi mereka. Jejouw terus-menerus menggambarkan keanggotaannya di kelas atas dengan mengenakan merek busana mewah Off-White dan Balenciaga dalam unggahan Instagram-nya. Para pengikutnya menggunakan citra eksklusifnya untuk mereproduksi gaya berpakaiannya karena mereka ingin mengekspresikan status sosial dan identitas pribadi mereka. Pilihan busana yang dibuat oleh Jejouw berfungsi sebagai alat komunikasi visual yang efektif yang membantu membentuk representasi diri dan mengekspresikan status sosial secara efektif di Instagram.
Analyzing the Representation of Ganbaru Values in Anime Blue Period through Roland Barthes' Semiotic Approach Lestari, Herlindadwi; Andreas, Rino
Jogjakarta Communication Conference (JCC) Vol. 3 No. 1 (2025): The 6th Jogjakarta Communication Conference (JCC)
Publisher : Jogjakarta Communication Conference (JCC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anime is a mass communication media that influences conveying a cultural message to the audience, so anime can show a country's culture. This study aims to analyze the representation of the ganbaru value contained in the character Yatora Yaguchi and how the anime can be an inspirational tool for the audience. This research seeks to identify how ganbaru values are packaged through signs, symbols, and audiovisuals. In this study, the researcher used a descriptive qualitative method and analyzed using Roland Barthes' semiotic theory. The sample used was purposive sampling, where data collection was carried out based on criteria relevant to the study. Based on the study's results, Yatora Yaguchi shows ganbaru values as follows: 1.) Hard Worker, 2.) Fighting to the Last Breath, 3.) Determined to Find a Solution and 4.) Never Give Up. There are also positive effects, such as not giving up easily, and negative effects from the pressure to high standards. With this analysis, it can be understood that the Yaguchi character is a representation of the form of ganbaru values in culture in Japanese society.  
ANALISIS WACANA KRITIS PADA DOMINASI KECERDASAN BUATAN DALAM RUANG PUBLIK DIGITAL: KASUS OPENAI DAN DEEPSEEK DI PLATFORM X Septi Anggita Kriskartika; Rino Andreas; Muhamad Reznu Firsyawardana; Siti Umaiyah; Rony Kurniawan Pratama
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 3: Agustus 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Siapa yang benar-benar mengendalikan narasi ketika algoritma berbicara lebih tegas daripada manusia? Di era digital, pengaruh kecerdasan buatan (AI) tidak hanya bersifat teknologis, tetapi juga menentukan arah diskursus publik. Penelitian ini menelaah bagaimana OpenAI dan DeepSeek, dua aktor utama dalam ekosistem AI global, membentuk opini publik melalui komunikasi digital di Platform X. Dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) model Norman Fairclough, penelitian ini menganalisis teks, praktik diskursif, dan praktik sosial dari cuitan dan respons selama tahun 2025. Hasilnya menunjukkan bahwa OpenAI membangun narasi otoritas ilmiah dan etika AI, sementara DeepSeek mengusung retorika inovasi terbuka dan akses inklusif. Praktik wacana ini merefleksikan pergeseran otoritas digital yang dimediasi oleh kekuatan simbolik algoritmik. Penelitian ini menegaskan pentingnya analisis kritis terhadap wacana teknologi dalam memahami relasi kuasa baru di ruang publik digital.
Analisis Resepsi Generasi Z terhadap Pemberitaan Daring DeepSeek AI di Tempo.co Andreas, Rino; Pratama, Rony Kurniawan; Fisyawardana, Muhamad Reznu; Kriskartika, Septi Anggita; Umaiyah, Siti
Translitera : Jurnal Kajian Komunikasi dan Studi Media Vol 14 No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/translitera.v14i2.4861

Abstract

This study aims to analyze audience reception of DeepSeek AI news coverage on Tempo.co, specifically to understand how Generation Z interprets and responds to issues surrounding artificial intelligence. The research employs Stuart Hall’s reception analysis using a qualitative approach. Data were examined through the encoding-decoding model to identify patterns of dominant, negotiated, and oppositional readings of the online news content. The findings reveal that Gen Z's perception of DeepSeek AI news on Tempo.co reflects dominant and negotiated positions. Gen Z readers critically interpret the reporting, focusing on word choice and the underlying narrative of the AI rivalry between ChatGPT and DeepSeek AI within the broader geopolitical tension between the United States and China. The meaning derived from the news is shaped by the readers' dynamic experiences and socio-cultural backgrounds. Furthermore, the reception of information occurs not only at the level of consciousness but also manifests in social practices, demonstrated by the strategic negotiation in the ethical and responsible use of AI
INSTAGRAM DALAM PERSPEKTIF MASYARAKAT TONTONAN “GEJAYAN MEMANGGIL” Andreas, Rino
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/jids.v4i1.2259

Abstract

Aksi Gejayan merupakan demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa pada 23 September 2019 di Yogyakarta. Mahasiswa melakukan demostrasi sebagai respons terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai merugikan masyarakat dan mengancam semangat demokrasi di Indonesia. Media sosial Instagram kemudian dibanjiri dengan postingan foto-foto terkait aksi demonstrasi dengan tagar #GejayanMemanggil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode semiotika yang menganalisis tanda dalam level denotasi dan konotasi, serta menggunakan teori masyarakat tontonan, konsep yang dipopulerkan oleh Guy Debord dalam melihat postingan foto-foto aksi Gejayan. Hasilnya, “Gejayan Spectacle” dilihat sebagai fenomena peserta aksi demonstrasi Gejayan yang aktif merepresentasikan dirinya. Mereka juga membangun citra diri sebagai objek yang dilihat dengan membedakan diri terhadap pengguna lain (distingsi). Disinilah peran ‘citra’ dimainkan sedemikian rupa, konsep ‘tontonan’ yang menyatukan masyarakat, menjelaskan bahwa dalam masyarakat tontonan terdapat keragaman penampilan yang berbeda-beda sebagai produk konstruksi sosial. Tontonan jumlah like/love dan komentar juga menjadi hal menarik ketika pengguna merasa diperhatikan dan dilihat, sehingga muncul kebanggaan. Lebih jauh, Gejayan Spectacle tidak hanya citra yang sengaja ditampilkan, melainkan memiliki nilai-nilai subversif. Foto peserta aksi di Instragam menjadi bentuk perlawanan simbolik dalam ruang cyber terhadap “status quo”                                                                              Kata Kunci: Gejayan, Instagram, Tontonan, Guy Debord
Optimalisasi Digital Marketing melalui Pelatihan Fotografi Produk dan Penggunaan E-Commerce di KWT Ceria Boyolali Firsyawardana, Muhamad Reznu; Andreas, Rino; Kriskartika, Septi Anggita; Pratama, Rony Kurniawan; Umaiyah, Siti
Harmoni Sosial : Jurnal Pengabdian dan Solidaritas Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2025): Oktober: Harmoni Sosial : Jurnal Pengabdian dan Solidaritas Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/harmoni.v2i4.2117

Abstract

The urgency of improving product marketing effectiveness in Musuk Village, Boyolali, arises because the Ceria Women Farmers Group (KWT Ceria) has been relying on face-to-face sales with limited reach and minimal visual appeal to attract potential buyers. The goal of this training is to enhance the knowledge and skills of KWT Ceria members in product photography and the use of e-commerce platforms to expand market access. The methods applied in this training include interactive lectures on the basic principles of product photography and digital marketing strategies, demonstrations of e-commerce applications, as well as hands-on practice in product photography and uploading photos to online platforms. The post-training evaluation results show a significant increase in participants' knowledge, enhanced technical skills in product photography, and deliverables such as a digital product catalog and e-commerce accounts. The findings demonstrate that product photography and digital marketing training can strengthen the competitive edge of KWT Ceria in the digital era. This training not only provided technical skills but also improved the members' ability to utilize technology to market products more widely and efficiently.
Komodifikasi Nasionalisme Dalam Iklan Sirup Syafuddin, Khairul; Andreas, Rino
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Mahasiswa (student paper presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Iklan digunakan perusahaan atau instansi untuk menawarkan produkkepada konsumen. Iklan cenderung mengangkat tema dengan ideologitertentu dalam penyajiannya. Penelitian ini menganalisis pemaknaaniklan Sirup Kurnia sebagai produk komoditas nasionalisme diIndonesia. Tujuan dari penelitian ini untuk membongkar konstruksimakna nasionalisme dalam iklan Sirup Kurnia. Terdapat tiga iklanyang menjadi objek kajian dalam penelitian ini. Peneliti melihatbagaimana komodifikasi nasionalisme diwujudkan dalam visualisasiiklan Sirup Kurnia. Metode yang digunakan dalam penelitian iniadalah metode semiotika dengan pendekatan Roland Barthes. Penelitimenganalisis scene-scene yang ada dalam ketiga iklan. Scene-scenetersebut dikaji berdasarkan aspek visual dan narasi. Kedua aspektersebut dianalisis dengan pendekatan Barthes yang kemudiandihubungkan dengan konsep nasion, nasionalisme, dan komodifikasi.Peneliti melihat bahwa ketiga iklan sirup tersebut berusaha untukmembentuk pemaknaan nasionalisme yang dikaitkan dengan produkkomoditas sirup. Tanda-tanda (signs) yang muncul dalam ketiga iklan,dimaknai sebagai komodifikasi nasionalisme yang mendukung kaitanproduk dengan konsep pemaknaan mengenai nasion. Berdasarkanketiga iklan tersebut, selanjutnya dibagi menjadi tiga kategorisasinasionalisme, yaitu nasionalisme budaya, ekonomi, dan teritorial.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nasionalisme masih dijadikanmakna yang penting untuk mewujudkan tujuan iklan yaitu memasarkanproduk.
Analisis Hiperrealitas dalam Film Spiderman: Far from Home (2019) Andreas, Rino
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang Sains dan Teknologi
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film secara aktif mengkonstruksi gagasan-gagasan fantasi diluar realitas melalui citra tanda dan image. Digitalisasi media, mendukung adanya proses simulasi yang mengarah pada bentuk hiperrealitas sampai ke target audiens, salah satunya adalah film Spiderman: Far from home 2019 yang mengisahkan salah satu pahlawan superhero Marvel dalam menghadapi bahaya dan ancaman serangan mahluk luar angkasa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan metode semiotika, dengan teori Hiperrealitas yang dipopulerkan oleh filsuf postmodern, Jean Baudrillard. Analisis tanda dalam film Spiderman: Far from Home (2019) menunjukkan bahwa, Hiperrealitas menghilangkan batasan antara dunia riil dan dunia tidak riil melalui teknologi canggih CGI (Computer Generated Imagery) yang mampu memanipulasi ruang, waktu dan karakter dalam film. Film ini menghadirkan realitas dalam bentuk fantasi yang hegemonik, ditanamkan sebagai sesuatu yang nyata dalam realitas. Teknologi hologram yang diciptakan drone-drone dalam film Spiderman dilihat sebagai realitas yang plural, cair, multidimensi dalam ruang dan waktu yang dapat diatur melalui simulasi. Maka, realitas menjadi berlipat ganda dan berlapis (simulakum) dalam perwujudan tanda yang saling melebur, sehingga tidak lagi dapat dibedakan antara realitas imajiner dan realitas yang sesungguhnya.