Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Edukasi dan Aplikasi Loci pada Guru SD di Wilayah Kecamatan Kerjo Karanganyar Muthmainah, Muthmainah; Nurwati, Ida; Subandono, Jarot; Hermawan, Danus; Budiani, Dyah Ratna; Hakim, Fikar Arsyad; Handayani, Selfi; Pakha, Dyonisa Nasirochmi; Sunggoro, Agus Jati
Smart Society Empowerment Journal Vol 3, No 3 (2023): November
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v3i3.79482

Abstract

Pendahuluan: Fakta di lapangan menunjukkan sebagian besar guru SD di Kecamatan Kerjo, Karanganyar belum pernah mendengar atau mengetahui metode Loci. Metode Loci merupakan salah satu cara untuk meningkatkan daya ingat dengan mengoptimalkan keseimbangan fungsi otak kiri dan kanan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah melakukan edukasi dan aplikasi metode Loci melalui penyuluhan kepada para guru SD tersebut untuk meningkatkan daya ingat.Metode: Penyuluhan dilakukan pada Selasa, 23 Mei 2023 jam 08.00-12.30, di aula kantor Korwilcam Bidang Pendidikan Kecamatan Kerjo, Karanganyar. Peserta penyuluhan adalah para guru SD dalam wilayah Kecamatan Kerjo, Karanganyar sebanyak 50 orang. Di Kecamatan Kerjo terdapat 29 SD, dari tiap-tiap SD mewakilkan 1-2 orang guru. Tahap-tahap kegiatan pengabdian masyarakat meliputi persiapan, pelaksanaan, dan pelaporan kegiatan. Penyuluhan diberikan melalui ceramah interaktif dan mempraktekkan cara menghafal dengan metode Loci. Peserta menjalani pretes sebelum dan postes sesudah penyuluhan. Nilai pretes dan postes dibandingkan menggunakan uji statistik Wilcoxon (α=0,05). Hasil dan pembahasan: Kegiatan pengabdian masyarakat yang berupa penyuluhan metode Loci telah dilaksanakan sesuai rencana dan diikuti oleh 50 orang guru SD dari 29 SD yang ada di wilayah Kecamatan Kerjo, Karanganyar. Rerata nilai pretes peserta 42,56±21,04 dan nilai postes 62,56±28,11 dengan nilai signifikansi p<0,001. Hal ini berarti bahwa penyuluhan yang berupa ceramah interaktif dan praktek aplikasi metode Loci, selain dapat memberikan pemahaman mengenai pengetahuan metode Loci, juga berpengaruh dalam meningkatkan daya ingat peserta.Kesimpulan: Edukasi dan aplikasi metode Loci yang diberikan melalui penyuluhan dapat memberikan pemahaman mengenai metode Loci dan dapat meningkatkan daya ingat pada para guru SD di Kecamatan Kerjo, Karanganyar.
Efek Ekstrak Etanolik Daun Kelor Terhadap Kadar HDL, Kadar LDL, serta Ketebalan Aorta Tikus Wistar Model Sindrom Metabolik Nadhira, Aulia Ninggar; Nurwati, Ida; Budiani, Dyah Ratna
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i1.219

Abstract

Pendahuluan: Daun kelor diketahui memiliki potensi menurunkan gejala sindrom metabolik. Kriteria sindrom metabolik antara lain yait terdapat penurunan HDL, peningkatan LDL, dan penebalan dinding aorta. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanolik daun kelor terhadap kadar HDL, kadar LDL, dan ketebalan aorta tikus wistar jantan model sindrom metabolik. Metode: Penelitian bersifat eksperimental laboratorik menggunakan lima kelompok, yaitu KKN diberi pakan standar; KKP, KP1, KP2, dan KP3 diberi pakan tinggi lemak selama 28 hari dan injeksi STZ-NA pada hari ke-25. Kelompok perlakuan (KP) diberikan dosis ekstrak etanolik daun kelor masing-masing 150; 250; dan 350 mg/kgBB/hari. Kadar HDL dan LDL diukur pada hari ke-0, 25, 28, dan 57. Terminasi pada hari ke-57, aorta pars thoracica diberi pengecatan HE. Kadar HDL dan LDL dianalisis menggunakan paired t-test. Kadar HDL, LDL, dan ketebalan aorta dianalisis menggunakan one-way ANOVA dilanjutkan post hoc Tukey HSD.  Hasil: Hasil paired t-test terdapat perbedaan bermakna antara kadar HDL dan LDL sebelum dan setelah pemberian ekstrak. Hasil one-way ANOVA dan post hoc Tukey HSD, kadar HDL dan LDL terdapat perbedaan bermakna antar kelompok sedangkan ketebalan aorta tidak terdapat perbedaan bermakna antar kelompok. Kesimpulan: Ekstrak etanolik daun kelor dosis 150; 250; dan 350 mg/kgBB/hari dapat meningkatkan kadar HDL dan menurunkan kadar LDL, tetapi tidak berpengaruh terhadap ketebalan aorta tikus wistar jantan model sindrom metabolik.
Pengaruh Ekstrak Etanolik Daun Kelor (Moringa oleifera, Lam.) Terhadap Ekspresi NF-κβ Pankreas Tikus Wistar (Rattus norvegicus) Model Sindroma Metabolik Terinduksi Naufal, Naila Rahima; Budiani, Dyah Ratna; Setyawan, Novan Adi
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 5 (2023): Oktober
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i5.629

Abstract

Pendahuluan: Sindrom metabolik (SM) menyebabkan kerusakan pulau langerhans pankreas akibat aktivasi NF-κβ. Kandungan fitokimia dari ekstrak etanolik daun kelor mencegah kerusakan pulau langerhans pankreas. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh peningkatan dosis ekstrak etanolik daun kelor terhadap ekspresi NF-κβ pankreas tikus wistar model SM terinduksi. Metode: Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorik. Subjek penelitian berjumlah 30 ekor tikus wistar dibagi menjadi 5 kelompok yaitu KI kelompok kontrol normal, KII kelompok kontrol positif, dan kelompok perlakuan SM dengan dosis ekstrak etanolik daun kelor 150mg/kgBB/hari pada KIII, 250mg/kgBB/hari pada KIV, dan 250mg/kgBB/hari pada KV. Model tikus SM diberikan diet tinggi lemak dan STZ-NA. Preparat IHC diamati dengan mikroskop cahaya dan image raster kemudian dihitung skor IDS. Analisis data menggunakan uji Kruskal Wallis dilanjutkan dengan uji post-hoc tes Mann-Whitney U (p<0,05). Hasil: Rerata IDS tertinggi pada KII dan terendah pada KI. Hasil uji Kruskal Wallis menunjukan adanya pengaruh ekstrak etanolik daun kelor terhadap ekspresi NF-κβ (p=0,035). Uji post-hoc menunjukan hasil yang signifikan pada KII dengan KI (p=0,01) dan KIII (p=0,037). Tidak terdapat perbedaan yang signifkan antar kelompok perlakuan. Kesimpulan: Ekstrak etanolik daun kelor dosis150 mg/kgBB/hari menurunkan ekspresi NF-κβ pankreas tikus wistar (Rattus norvegicus) model sindrom metabolik terinduksi, namun peningkatan dosis ekstrak etanolik daun kelor (Moringa oleifera, Lam.) tidak menurunkan ekspresi NF-κβ pankreas tikus wistar (Rattus norvegicus) model sindrom metabolik terinduksi.
Ethanolic Extract of Moringa oleifera Leaves Reduces The Expression of ICAM-1 in Aortic Tissues of Metabolic Syndrome Induced Rattus norvegicus Ikhsan, Muhammad Nouval; Riza novierta pesik; Dyah Ratna Budiani; Novan Adi Setyawan
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 4 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i4.866

Abstract

Introduction: Metabolic syndrome poses a risk for the development of atherosclerotic lesions, which are associated with various cardiovascular diseases. Moringa leaves are known for their antioxidant and anti-inflammatory properties. ICAM-1 serves as an early marker of atherosclerosis. This study aims to investigate how the dosage of ethanolic extract from Moringa leaves affects the expression of ICAM-1 in the aortic tissue of Wistar rats with metabolic syndrome. Methods: This study employed a laboratory experimental design with a posttest only control group. The research involved 30 Wistar rats, divided into five groups: the normal control group (G1), the positive control group (G2), and three experimental groups (G3, G4, and G5). The experimental groups (G3, G4, and G5) were induced with metabolic syndrome and administered ethanolic extract of Moringa leaves at doses of 150 mg/kg, 250 mg/kg, and 350 mg/kg, respectively. The expression of aortic ICAM-1 was evaluated using the Intensity Distribution Score (IDS) and analyzed using one-way ANOVA and Post-hoc Tukey HSD test. Results: Increasing the dosage of ethanolic leaf extract of Moringa oleifera reduces the IDS value of ICAM-1 in the aortic tissue of Wistar rats with a significance of p<0.05.. Conclusion: The higher dosage of ethanolic leaf extract from Moringa oleifera Lamk has the potential to decrease ICAM-1 expression in the aortic tissue of Wistar rats with metabolic syndrome. The author hopes that Moringa leaf extract can be utilized as a supplement to prevent the formation of atherosclerotic plaques and cardiovascular diseases resulting from atherosclerotic plaques, such as thromboembolism and stroke.  
Ekspresi Faktor Antiangiogenesis Thrombospondin-1 (TSP-1) dan Angiostatin Kanker Payudara Invasif Ambar Mudigdo; Dyah Ratna Budiani
Majalah Patologi Indonesia Vol. 24 No. 3, September 2015
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Anatomik Indonesia (PDSPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background Angiogenesis is one of the characteristics of malignant cancer cells. Angiogenesis activity considered as one of many determinants of prognosis of invasive breast cancer. The body has endogenous factors that act as antiangiogenesis, such as thrombospondin-1 (TSP1) and angiostatin. TSP1 is an antiangiogenesis factor that is dependent on wild-type p53. TSP-1 expression is induced by the transcription factor p53 WT. In some breast malignancies occurs mutations in the p53 gene, so TSP1 can not be expressed. The absence of TSP1 expected to bring a worse prognosis. Study of antiangiogenesis protein expression is expected to be used as an indicator of prognosis in breast cancer invasive ductal mammary carcinoma which divided into four sub-types: luminal A; luminal B; Her2 (over-expression) and triple negative/basal-like. This study is to analyzed TSP-1 and angiostatin of invasive breast cancer. Methods A total of 20 paraffin blocks of breast cancer tissue invasive ductal carcinoma from Pathology Anatomy RS Dr. Moewardi in 2013 were divided into four groups based on the expression status of estrogen receptors, progesterone receptors and Her2/neu as follows: luminal A subtype (ER+/PR+/Her2 negative); sub-type luminal B (ER-/PR and Her2 positive); Her2 over expression subtype (ER-/PR-/Her2 over-expression); and triple negative subtypes (basal-like tumors). Technique immunohistochemical ABC (avidin-biotin complex) used in special stains to measure the expression of TSP-1 and angiostatin, using monoclonal antibodies anti-human TSP-1 and anti-human angiostatin. Expression values are expressed in scale IDS, with a value range 0 to IDS 300. Analysis of the data used is difference test paired between groups (p