Claim Missing Document
Check
Articles

KONTROL SOSIAL KELUARGA DALAM UPAYA MENGATASI KENAKALAN REMAJA Fikri Anarta; Rizki Muhammad Fauzi; Suci Rahmadhani; Meilanny Budiarti Santoso
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 3 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i3.37834

Abstract

Kenakalan remaja merupakan perilaku remaja yang tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku dalam suatu masyarakat atau disebut juga perilaku menyimpang. Hai ini bisa terjadi karena masa remaja merupakan proses pencarian jati diri yang disertasi kondisi ketidakstabilan emosi pada diri remaja, sehingga berpotensi mendorong remaja melakukan tindak kriminal di dalam masyarakat dan hal ini tentunya tak lepas dari adanya peran kontrol keluarga, yang merupakan lingkungan terdekat dari remaja tersebut. Fenomena ini diangkat untuk menguraikan bagaimana peran keluarga dalam melakukan pengawasan terhadap anak sehingga tergerak untuk melakukan kenakalan remaja. Untuk membahas hal tersebut kita bisa menggunakan teori Kontrol Sosial serta menggunakan jenis/ pendekatan penelitian berupa studi kepustakaan untuk metode penelitiannya. Data yang diambil adalah data yang dapat dipertanggungjawabkan, sehingga dapat menjadi acuan baru di kemudian hari.  Hasilnya adalah dengan menggunakan teori Kontrol Sosial, muncul sebuah pemahaman bahwa lingkungan sekitar, terutama keluarga, berperan dalam melakukan kontrol sosial terhadap remaja sebagai bentuk pengawasan terhadap kenakalan remaja. Sehingga solusi dalam mengatasi permasalahan kenakalan remaja tersebut yaitu dengan melibatkan peran keluarga di dalamnya.
LESSON LEARNED CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY INTEGRATED TERMINAL TANJUNG WANGI PADA PROGRAM JEMPARING WANGI DI KAMPOENG BATARA M. Andhika Putra; Andy Yudha Hutama; Gatot Sudarsono; Maya Lutviana Aulia; Pipit Ratnawati; Meilanny Budiarti Santoso
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i2.35000

Abstract

Lesson learned yang diberikan melalui pelaksanaan program corporate social responsibility (CSR) selalu mendatangkan manfaat bagi berbagai pihak yang memiliki focus of interest terhadap keberadaan program CSR. Baik yang diperoleh berdasarkan best practice program maupun pembelajaran yang diberikan oleh kegagalan dari pelaksanaan program. Sejatinya pelaksanaan CSR mendatangkan outcome dan impact bagi para stakeholder baik dalam bidang ekonomi, sosial dan lingkungan. Hal ini sejalan dengan trend penilaian PROPER terhadap pelaksanaan program CSR dan menjadi pendorong bagi perusahaan untuk melaksanakan program CSR berdasarkan skema pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik studi litelatur terhadap berbagai sumber referensi yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program CSR Jemparing Wangi (Jelajah Edukasi Masyarakat Pegiat Bambu Papring) yang dilaksanakan dengan mendukung kegiatan Kampoeng Batara dilakukan berdasarkan data hasil social mapping dengan mempertimbangkan permasalahan dan potensi yang dimiliki oleh masyarakat. Hal ini menjadi pendukung bagi keberlanjutan pelaksanaan program dan keberadaan road map program yang dilaksanakan akan memperjelas tahapan pencapaian dari tujuan program yang sudah dicanangkan dalam proses perencanaan.
EDUKASI PENANGANAN COVID-19 BAGI ORANG TUA DENGAN ANAK DISABILITAS DALAM MASA PPKM DARURAT DI DESA TEGALLUAR KABUPATEN BANDUNG Moch Zaenuddin; Dessy Hasanah Siti Asiah; Meilanny Budiarti Santoso; Aldi Ahmad Rifa'i
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 3 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i3.37358

Abstract

Lonjakan kasus pandemi COVID-19 terjadi di Indonesia yang mendorong pemerintah untuk memberlakukan PPKM Darurat di seluruh Pulau Jawa dan Bali pada bulan Juli 2021. Pemberlakukan masa pembatasan memaksa berlanjutnya penutupan sekolah dan berbagai fasilitas publik. Dalam masa pembatasan ini, Anak Dengan Disabilitas sebagai salah satu kelompok rentan menjadi salah satu kelompok paling terdampak yang menyebabkan semakin besarnya hambatan bagi mereka untuk bertahan dan berkembang. Penanganan COVID-19 bagi Anak Dengan Disabilitas dibutuhkan karena mereka menjadi kelompok yang terabaikan dalam situasi krisis. Sehingga dibutuhkan suatu upaya edukasi bagi pendamping Anak Dengan Disabilitas terutama orang tua untuk mendampingi anaknya agar mampu melaksanakan protokol kesehatan dan tetap berkembang selama berada di rumah. Desa Tegalluar menjadi lokasi dilaksanakannya kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) dikarenakan terdapat orang tua dan ADD yang terdampak dari pemberlakuan PPKM Darurat. Hasil dari pelaksanaan edukasi secara daring didapatkan bahwa orang tua telah mampu mendampingi ADD untuk menangani COVID-19 dalam masa PPKM Darurat.
MENUMBUHKAN KESADARAN MASYARAKAT MELALUI SOSIALISASI KEBIASAAN HIDUP BARU DI MASA PANDEMI COVID-19 Meilanny Budiarti Santoso; Moch Zainuddin; Dessy Hasanah Siti Asiah
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i2.32769

Abstract

Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) masih menjadi ancaman bagi masyarakat dunia termasuk Indonesia. Peningkatan kasus belum memperlihatkan adanya penurunan angka penyebaran virus. Pemerintah dalam menanggapi krisis kesehatan telah melakukan beberapa kebijakan untuk menekan penyebaran infeksi COVID-19. Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) menjadi salah satu kebijakan baru yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam merespon situasi pandemi. AKB bertujuan agar masyarakat dapat melaksanakan protokol kesehatan ketika terpaksa beraktivitas di luar rumah dalam masa pandemi COVID-19. Upaya preventif dan promosi ini harus disebarluaskan kepada setiap masyarakat agar semakin banyak masyarakat menjalankan protokol kesehatan. Kegiatan sosialisasi secara daring melalui media sosial menjadi metode yang ditempuh dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat di masa pandemi COVID-19. Tingginya intensitas penggunaan media sosial menjadi media paling efektif dalam penyebaran edukasi mengenai AKB.
PENDAMPINGAN MENGATASI PIKIRAN NEGATIF PADA REMAJA KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DENGAN TEKNIK CLIENT-CENTERED THERAPY Farrelia Azzahra; Meilanny Budiarti Santoso; Santoso Tri Raharjo
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i2.35129

Abstract

Hubungan orang tua yang harmonis akan menjadikan anak bertingkah laku dan mempunyai mindsetyang baik pula. Artikel ini mengungkap proses pendampingan terhadap remaja yang tumbuh dalamlingkungan keluarga dengan tindakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan olehseorang kepala keluarga. Metode pendampingan yang digunakan penulis dalam artikel ini adalahmetode deskriptif dengan riset aksi dan studi kepustakaan. Kegiatan dan aksi dilakukan setelah melaluiproses asesmen terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan perancangan kegiatan, dan evaluasi.Studi kepustakaan merujuk pada referensi yang diambil dari beberapa artikel dan buku yangmembahas tentang teknik intervensi Client-centered therapy yang digunakan dalam proses intervensipermasalahan klien diatas. Berdasarkan kajian konseptual, intervensi dengan metode Client-centeredtherapy dipadang efektif dalam proses pendampingan terhadap klien dengan pikiran negatif sebagaikorban KDRT. Setelah dilakukan proses pendampingan selama lebih kurang delapan minggu,diperoleh hasil bahwa klien memiliki permasalahan negative mindset (pikiran negatif). Prosespendampingan berjalan baik sesuai dengan kesepakatan yang dibangun antara pendamping denganklien. Klien bersikap proaktif dalam menjalani proses pendampingan, sehingga terjadi kolaborasi yangbaik antara pendamping dengan klien dalam proses intervensi. Begitupun dengan proses treatmentdapat berjalan sesuai dengan rencana yang telah disusun dan dapat membantu klien menanganipermasalahan yang sedang dihadapinya.
PROGRAM TANTE SISKA: STRATEGI INOVASI SOSIAL REVITALISASI LAHAN PASCATAMBANG BATUBARA DI WILAYAH KUTAI KERTANEGARA Naomi Shinta Pasila; Arsy Adziem Wal Hamdir; Sarah Dhea Pratiwi; Meilanny Budiarti Santoso
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i2.34666

Abstract

Kutai Kertanegara merupakan salah satu wilayah yang mengalami peralihan tata guna lahan, dari sekotor agraris menjadi ekstraktif dengan berkembangnya pertambangan batubara yang jumlahnya terus meningkat untuk setiap tahunnya. Dalam aktivitasnya, tidak semua proses penambangan batubara berwawasan lingkungan, sehingga meninggalkan kerusakan lahan pascatambang yang ditinggalkan begitu saja oleh pengusaha tambang, seperti yang terjadi di Kelurahan Sarijaya Kecamatan Sangasanga Kabupaten Kutai Kertanegara. Artikel ini bertujuan mengungkap strategi inovasi sosial pada Program Pertanian Terpadu Sistem Inovasi Sosial Kelompok Setaria (Program TANTE SISKA) yang dilakukan oleh Tim CSR PT. Pertamina EP Asset 5 Sangasanga Field bekerjasama dengan berbagai stakeholder dalam menangani permasalahan kerusakan lahan pascatambang batubara. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah kualitatif-deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa studi literatur yang bersumber dari berbagai sumber referensi yang dapat diakses dan berbagai dokumen laporan pelaksanaan program. Hasil studi menunjukkan bahwa Program TANTE SISKA dengan konfigurasi inovasi sosial yang dilakukan didalamnya telah menunjukkan hasil yang positif dalam memperbaiki kondisi lahan pascatambang dan dapat menciptakan dampak positif bagi para anggota kelompok yang bergabung di dalamnya, baik dalam aspek ekonomi, sosial maupun lingkungan. Berbagai dampak positif tersebut antara lain berupa perbaikan taraf hidup masyarakat, meningkatkan pendapatan anggota kelompok, terciptanya peluang untuk melakukan replikasi pengetahuan oleh anggota kelompok dengan menjadi narasumber mengenai manajemen pertanian terpadu, mengurangi emisi gas rumah kaca dan dilakukannya pencegahan terjadinya bencana pada lahan pascatambang.
POLA AJAR ORANG TUA TUA TERHADAP ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (BUTA TOTAL, TULI, DAN CACAT FISIK) EDUCATING PATTERNS FOR CHILDREN WITH SPECIAL NEEDS (BLIND, DEAF, AND PHYSICALLY DISABLED) Awalia Nur Azizah; R Nunung Nurwati; Meilanny Budiarti Santoso
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 3, No 2 (2022): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v3i2.40082

Abstract

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menjelaskan bahwa pendidikan dapat dilakukan melalui tiga cara, yakni pendidikan formal, pendidikan non formal, dan pendidikan informal. Tanggung jawab pendidikan di dalam keluarga khususnya orang tua termasuk ke dalam pendidikan informal. Untuk melaksanakan pendidikan informal, keluarga memberikan bentuk pengajaran yang akan sangat berpengaruh dalam perkembangan seorang anak berkebutuhan khusus. Oleh karena itu, keluarga harus menyesuaikan pola ajar yang akan diberikan kepada anak berkebutuhan khusus dengan ciri-ciri yang dimiliki, khususnya anak yang terkena buta total, tuli, dan cacat fisik. Law Number 20 of 2003 concerning the National Education System explains that education can be carried out in three ways, namely formal education, non-formal education, and informal education. Educational responsibilities in the family, especially parents, are included in informal education. To carry out informal education, the family provides a form of teaching that will be very influential in the development of a child with special needs. Therefore, families must adjust the teaching patterns that will be given to children with special needs with their characteristics, especially children who are completely blind, deaf, and physically disabled.
EKSISTENSI BISNIS ONLINE DI MASA PANDEMI COVID-19: PERSPEKTIF KOGNITIF SOSIAL Meilanny Budiarti Santoso; Moch Zainuddin; Dessy Hasanah Siti Asiah
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i2.33380

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggambarkan eksistensi bisnis online di masa pandemi yang dilihat dari perspektif kognitif sosial serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dan didukung oleh sumber data sekunder yang bersumber dari referensi hasil riset serupa, referensi berupa studi literatur dan pemberitaan online yang terkait dengan topik penelitian ini. Pengumpulan data dilaksanakan rentang waktu bulan Juni-Agustus 2020, dengan teknik survei menggunakan intrumen kuesioner yang disebar melalui media sosial dan forward chat. Responden yang berpartisipasi dalam penelitian ini berjumlah 147 masyarakat yang berdomisili di Provinsi Jawa Barat. Hasil temuan menunjukka bahwa 55,2% masyarakat memiliki minat berbisnis online di masa pandemi. Hal ini dipengaruhi oleh dua faktor yang faktor sosial dan faktor kognitif. Faktor sosial meliputi faktor aktivitas dan kebiasaan masyarakat selama pandemi dan faktor cakupan yang meluas melalui inovasi fitur kewirausahaan online di berbagai media platform kewirausahaan. Sedangkan faktor kognitif meliputi faktor resiliensi masyarakat di masa pandemi dan faktor efikasi diri dalam pengembangan usaha pada aspek individu.
PEMBENTUKAN IDENTITAS DIRI REMAJA PECANDU HISAP LEM Jihan Kamilla Azhar; Silva Amanda Durratul Hikmah; Ragil Abimayu; Meilanny Budiarti Santoso
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 3 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i3.37831

Abstract

Perilaku menghisap lem merupakan perilaku yang tergolong menyimpang karena penggunaan zat adiktif dan psikotropika penggunaannya dilarang. Fenomena menghisap lem pada remaja di Indonesia cukup marak ditemukan. Di antaranya, banyak remaja yang melakukan perilaku menyimpang tersebut karena terbawa oleh teman sebayanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pembentukan identitas diri remaja pecandu hisap lem. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur, yang mana penulis menggunakan referensi dari artikel-artikel ilmiah dan buku sebagai bahan acuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan identitas diri berpengaruh terhadap terjadinya perilaku menghisap lem pada remaja, yang diakibatkan oleh identitas dirinya belum terbentuk secara sempurna. Remaja berusaha untuk mencari dan mengeksplorasi identitas dirinya, yang terkadang dalam proses tersebut remaja rentan untuk terbawa oleh pengaruh negatif lingkungannya yang dapat mengakibatkan perilaku menyimpang. Pada umumnya, krisis identitas diri terjadi karena remaja masih belum terlalu mengetahui tentang bagaimana perilaku yang benar dan salah. Remaja juga berada dalam fase kebingungan, di mana mereka tidak mengetahui apa yang sebaiknya harus ia lakukan di masa remaja dan harus menyiapkan apa untuk masa depannya.
PENDAMPINGAN PADA REMAJA DALAM MENGATASI CEMAS SAAT PUBLIC SPEAKING MENGGUNAKAN EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE, RELAKSASI IMAJINASI DAN OLAH TUBUH Vini Oktaviani; Meilanny Budiarti Santoso; Santoso Tri Raharjo
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i2.35130

Abstract

Kecemasan merupakan sesuatu yang terjadi pada hampir semua orang, termasuk remaja pada waktu-waktu tertentu dalam hidupnya. Seperti yang dikatakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), bahwa 20% dari populasi dunia mengalami kecemasan, dan 48% diantaranya merupakan remaja. Di Indonesia, prevalensi kecemasan pada remaja berkisar antara 65-78% dengan prevalensi kelompok perempuan lebih tinggi dibandingkan kelompok laki-laki. Kecemasan bisa menyebabkan adanya perubahan secara fisik juga psikologis. Kecemasan yang dialami saat berbicara di depan umum merupakan hal yang dapat mengganggu konsentrasi dalam menyampaikan tujuan yang ingin dicapai. Dalam kondisi demikian, diperlukan suatu upaya untuk menurunkan tingkat kecemasan yang dirasakan dengan berbagai teknik intervensi yang dapat dilakukan, seperti Emotional Freedom Technique (EFT), Relaksasi Imajinasi dan Olah Tubuh, ketiga teknik tersebut ditujukan untuk menaikkan kendali dan rasa percaya diri untuk mengurangi stres dan kecemasan yang dirasakan. Artikel ini menggunakan metode deskriptif dengan menganalisa berbagai kajian pustaka dan riset aksi yang diperlukan dalam proses penyusunannya. Intervensi yang dilakukan selama empat minggu bersama klien yang mengalami isu terkait menggunakan tiga teknik relaksasi tersebut, membuahkan hasil yang cukup signifikan dalam penyampaian materi yang dilakukan klien saat melakukan presentasi. Melawan rasa cemas menjadi sebuah keberanian merupakan tindakan yang paling tepat dan dapat dilakukan pada saat kita dalam kondisi yang tenang dan nyaman. Jangan sampai kecemasan menjadi penghalang dalam memiliki keterampilan komunikasi untuk berinteraksi dengan lingkungan.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abie Besman Agus Wahyudi Riana Ahmad Buchari, Rd. Aisyah Roziika Aldi Ahmad Rifa'i Aldi Ahmad Rifai Alma Amarthatia Azzahra Andy Yudha Hutama Anisa Anisa Annasjla Byandra Haer Annisa N. Fadhlillah Ari Afriansyah Arie Surya Gutama Arik Anfasa Salsabil Arsy Adziem Wal Hamdir Awalia Nur Azizah Bimby Gita Rama Putri Budhi Wibhawa budhi wubhawa Budi Muhammad Taftazani Camelia Kristika Pepe Chenia Ilma Kirana Cita Insaniah Muhammad Dede Rahmaida Nurlaeli Dessy Hasanah S Dessy Hasanah Siti Asiah Destin Putri Dian Indira Dinda Azzahra Syauqina Diva Salma Hanifah Dudi Dudi Elprida Ryanny Syalis Fachria Octaviani Farrelia Azzahra Fikri Anarta franzeska venty Gatot Sudarsono Gevia Nur Isna Deraputri Hadiyanto A. Rachim Hanifiyatus Shamhah Hendri Mulyono Hendri Mulyono Herni Wulandari Hery Wibowo, Hery Hetty Krisnani Hetty krisnani Idim Mumajad Ifani Hadrasari Intania Ihsani Ishartono Ishartono Ishartono ishartono Ivan Darmawan Jihan Kamilla Azhar Julian Rizky Luthfiansyah Hadi Ismail M. Andhika Putra mahda diva dwinata Marsha Nurul Lutfiah Maulana Irfan Maya Lutviana Aulia Megawati B Mia Uswatun Hasanah moch zaenuddin Moch Zaenudiin Moch Zainuddin Moch. Zainuddin Moch. Zainudiin Moch. Zainudin Muhammad Fedryansyah Muhammad Husaini Ansori Mutiara Ayu Lestari Mutiara Mardina Nabila Nur Arsyila Nadira Putri Kowara Nandang Mulyana Naomi Shinta Pasila Nunung Nurwati Nurliana Cipta Apsari Nurwati, R. Nunung Pipit Ratnawati Putri Saeza Ramadhini R Nunung Nurwati Rachim, Hadiyanto Abdul Ragil Abimayu Ridwan Mawala Kurnia Rini Rizkiawati Rivani, Rivani - Rizki Muhammad Fauzi rizky adrian assidiq Runia Hanifa Sahadi Humaedi salsabila wahyu hadianti Santoso Tri Raharjo Sarah Dhea Pratiwi Saraswati Widuri Silva Amanda Durratul Hikmah Silvia Dwi Astuti Mailani Slamet Usman Ismanto Sri Sulastri Suci Rahmadhani Theresia Vania Radhitya Widiandari Vini Oktaviani Wilga Secsio Ratsja Putri Yessi Rachmasari Yolanda Triana Siregar Yosi Damayanti Yustika Tri Dewi