Claim Missing Document
Check
Articles

Analisa Kekuatan Modifikasi Bracket Pada Ruang Muat Kapal Tanker 6500 DWT Akibat Internal Load Berbasis Finite Element Analysis (FEA) Artha Deri Putra; Ari Wibawa Budi Santosa; Untung Budiarto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 1 (2023): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal merupakan moda transportasi laut yang paling sering digunakan, baik sebagai angkutan manusia maupun angkutan barang. Selain sebagai sarana angkutan laut, kapal juga digunakan sebagai sarana rekreasi atau pariwisata. Namun, berdasarkan investigasi KNKT angka kecelakaan kapal masih tinggi. Beberapa kecelakaan kapal terjadi karena adanya faktor kelelahan (fatigue) pada struktur. Oleh karena itu diperlukan adanya perhitungan umur kelelahan pada kapal, salah satunya menggunakan acuan Common Structural Rules (CSR) yang berbasis Finite Element Analysis (FEA). Analisa Fatigue dilakukan pada daerah midship kapal akibat pengaruh dari beban internal (static & dynamic liquid pressure), beban external (hydrostatic & hydrodynamic pressure) dan Pressure Sloshing yang mana beban tersebut dihitung berdasarkan rumus yang ada pada Common Structural Rules (CSR). Penelitian ini dilakukan pada kapal Tanker dengan mengaplikasikan 2 variasi geometri (solid dan berlubang). Proses Analisa dalam penelitian ini dibantu oleh software design berbasis NURB dan software Analisa berbasis FEA. Tegangan terbesar untuk kondisi solid yaitu 51.2729 MPa. Kondisi berlubang, yaitu 51.2753 MPa. Hasil perhitungan fatigue dari masing-masing load case adalah 67.07984 tahun dan 67.08034 tahun
Penjadwalan Proyek Reparasi Kapal Tugboat Selat Legundi II – 206 Dengan Metode Time Cost Trade-Off (TCTO) dan Project Evaluation And Review Technique (PERT) Muhammad Fawwaz Karim Amrullah; Untung Budiarto; Ahmad Fauzan Zakki
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 1 (2023): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tidak dapat dipungkiri proyek perawatan kapal masih sering terjadi keterlambatan seperti pada kapal tugboat Selat Legundi II - 206. Untuk mencegah hal tersebut, perlu dilakukan penerapan percepatan terhadap proyek. Metode yang dapat digunakan untuk melakukan crashing project yaitu Time Cost Trade-Off dan Project Evaluation and Review Technique. Penyelesaian metode ini dapat digunakan dengan menambahkan alternatif tertentu. Alternatif yang digunakan pada penelitian ini yaitu penambahan jam kerja dan tenaga kerja, diterapkan pada reparasi bagian hull kapal tugboat Selat Legundi II - 206. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui percepatan durasi dapat dilakukan dengan penambahan biaya optimum terhadap percepatan tersebut. Dari percepatan tersebut, dapat diketahui probabilitas keberhasilan terhadap percepatan yang dilakukan. Berdasarkan hasil analisa, pekerjaan yang terdapat pada lintasan kritis di bagian Hull menghasilkan percepatan waktu lebih efisien sebesar 16% yaitu 4 hari dari durasi normal yang semula 24 hari menjadi 20 hari. Percepatan yang telah dilakukan menghasilkan penambahan biaya sebesar 0,41% yaitu Rp 900.000 dari total biaya pada durasi normal sebesar Rp 213.450.000 menjadi Rp 214.350.000 pada biaya total. Berdasarkan percepatan yang telah dilakukan, diterapkan metode Project Evaluation and Review Technique dan keberhasilan proyek ini dapat diselesaikan dalam waktu 20 hari sebesar 87,90%.
Impacts of temperature and coating pigment ratios on the corrosion rate of ss400 steel Budiarto, Untung; Firdhaus, Ahmad; Hakim, Muhammad Luqman; Tuswan, Tuswan; Yusuf, Fauzan Ammar Fata
Jurnal Teknosains Vol 13, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/teknosains.85518

Abstract

Steel is the primary shipbuilding material; however, it erodes quickly. Adequate protection requires hard, durable, and adhesive coatings. This study examines how aluminium-graphite pigment and heat treatment affect epoxy-coated SS400 steel plate corrosion, adhesion, and coating resilience. This study used a 1:1 and 3:1 pigment ratio with 100°C and 150°C heat treatment. The coating layer was 250 μm thick and comprised 80% epoxy and 20% aluminum-graphite. The maximum adhesion strength, 19.62 MPa, was achieved with an aluminium-graphite pigment ratio of 1:1 and 100°C heat treatment. The top coating resistance was 6.86 Joules under identical conditions. The lowest corrosion rate, 0.047 mmpy, was at a 3:1 aluminum-graphite ratio and 150°C heat treatment. This discovery has significant consequences for shipbuilding steel corrosion resistance.
Pengaruh Pemberian Media Pendingin Pasca Pengelasan dan Kuat Arus Listrik Terhadap Kekuatan Tarik, Kekuatan Tekuk dan Struktur Mikro Pada Sambungan Las Aluminium 5083 dengan Pengelasan TIG (TUNGSTEN INERT GAS) Sinaga, Putra Yonatan Halomoan; Budiarto, Untung; Sisworo, Sarjito Joko
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 3 (2024): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aluminium 5083 merupakan paduan aluminium dan magnesium yang dapat diaplikasikan pada dunia perkapalan. Pengelasan TIG (Tungsten Inert Gas) adalah jenis pengelasan yang sering digunakan dalam aluminium karena memiliki kelebihan pada hasil pengelasannya dibandingkan jenis pengelasan lainnya. Pemilihan kuat arus listrik dan perlakuan media pendingin pasca pengelasan yang tepat diperlukan untuk menghasilkan sifak mekanik yang bagus. Penelitian ini menganalisis pengaruh penambahan media pendingin pasca pengelasan dan variasi kuat arus listrik terhadap kekuatan tarik, kekuatan tekuk, dan struktur mikrografi pada sambungan las aluminium 5083 dengan metode pengelasan TIG (Tungsten Inert Gas). Variasi yang digunakan meliputi kuat arus listrik 160 A dan 190 A, serta media pendingin berupa air, air radiator, dan tanpa media pendingin. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kombinasi optimal antara kuat arus dan media pendingin yang menghasilkan kekuatan mekanik terbaik dan struktur mikrografi yang optimal. Metode yang digunakan mencakup pengujian tarik, pengujian tekuk, serta analisis mikrografi pada hasil pengelasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat arus 160 A dengan media pendingin air radiator memberikan kekuatan tarik dan kekuatan tekuk tertinggi dibandingkan dengan variasi lainnya. Analisis mikrografi juga mengungkapkan struktur yang berubah akibat penggunaan media pendingin. dengan demikian, kombinasi kuat arus 160 A dan media pendingin air radiator direkomendasikan untuk pengelasan aluminium 5083 menggunakan metode TIG guna memperoleh kualitas sambungan yang optimal.
Studi Perancangan dan Kelaik Lautan Kapal Offshore Patrol Vessel (OPV) untuk Menjaga Kedaulatan Wilayah Laut Natuna Utara Pradana, Eghy Audhi Rachman; Budiarto, Untung; Mursid, Ocid
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara maritim dengan letak yang stategis dan menjadi salah satu jalur perdagangan dunia. Dengan kekayaan maritim yang dimiliki menjadi keuntungan tersendiri bagi Indonesia. Namun peningkatan eskalasi konflik di kawasan laut Indo-Pasifik menjadi ancaman nyata bagi keamanan wilayah maritim Indonesia terutama laut Natuna Utara. Pembaharuan alutsista maritim terutama kapal patroli lepas Pantai dengan kemampuan jelajah tinggi sangat dibutuhkan. Kapal Offshore Patrol Vessel merupakan kapal perang lepas pantai yang sudah lazim digunakan angkatan laut diberbagai negara namun di Indonesia merupakan kapal jenis baru. Jenis kapal ini memiliki daya jelajah tinggi dan dilengkasi sistem persenjataan sehingga cocok digunakan sebagai ujung tombak dalam mengawasi wilayah maritim Indonesia terutama laut natuna utara. kapal ini di rancang berdasarkan kapal pembanding. Kapal dirancang memiliki LOA 92,06 m, LPP 83,83 m, LWL 88,02 m, B 13,23, H 6,17, T 4,09, dan Daya jelajah 4200 Nautical miles serta memiliki kecepatan maksimal 23 Knot. Kapal ini dianalisa stabilitasnya menggunakan 6 kondisi muatan dan Analisa olah gerak dilakukan dengan mengevaluasi terhadap nilai RMS vertical acceleration at FP, pitching dan rolling dengan sudut heading 0, 45, 90, 135 dan 90 pada tinggi gelombang 1 m, 2 m dan 3 m. Analisa yang dilakukan memenuhi kriteria-kriteria yang digunakan.
Analisis Hambatan Total pada Stepped Planing Hull dengan Variasi Geometri Trim Tab Dropfins menggunakan Metode Computational Fluid Dynamics Simatupang, Ridho Justicia; Budiarto, Untung; Rindo, Good
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Planing hull memiliki karakteristik hidrodinamika pada fase planing yang menimbulkan gaya angkat. Dalam mendesain planing boat harus dapat memaksimalkan gaya hidrodinamika untuk menghasilkan performa yang baik. Upaya untuk meningkatkan performa kapal adalah menambahkan appandage. Penelitian ini menggunakan trim tab untuk mereduksi nilai hambatan yang dihasilkan oleh kapal. Penelitian ini menggunakan model stephull dan modifikasi pada trim tab, yaitu menambahkan dropfins dengan variasi lebar span dan chord, serta kecepatan kapal. Penelitian ini menggunakan FVM dengan persamaan RANS dan model turbulensi k-ω SST untuk memperkirakan aliran turbulensi di sekitar kapal dan free surface dimodelkan menggunakan VOF dengan fasa air dan fasa udara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan hambatan total setelah dilakukan instalasi trim tab, dimana reduksi hambatan total terbesar terdapat pada trim tab C2 di Fn 2.29 sebesar 6.8%. Kenaikan hambatan total terjadi di satu variasi, yaitu trim tab A di Fn 1.41 sebesar 2.84%. Trim tab tanpa dropfins lebih baik dalam mereduksi hambatan total, tetapi tidak lebih baik dalam menurunkan sudut trim kapal. Seluruh variasi pada penelitian ini mampu menurunkan sudut trim dengan perubahan terbesar pada trim tab A di semua kecepatan, namun variasi trim tab A di Fn 1.41 menciptakan penambahan hambatan total.
Pengaruh Temperatur dan Tegangan Listrik pada proses Elektroplating Lapisan Seng Terhadap Laju Korosi pada Baja Karbon Rendah A36 Candra, Ronaldo; Budiarto, Untung; Yudo, Hartono
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal baja sangat rentan terhadap serangan korosi, Jumlah korosi yang diinduksi pada baja struktural ditentukan oleh kehadiran oksigen, garam dan air di lingkungan paparan. Korosi dapat membuat kualitas dari baja menurun. Cara pencegahan korosi pada baja yang sering digunakan adalah dengan cara baja dilapisi dengan lapisan penghalang atau disebut electroplating. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui laju korosi dengan variasi tegangan dan suhu pada proses elektroplating pada baja karbon rendah A36.Pada penelitian ini menggunakan tegangan dan suhu yang berbeda yaitu dengan tegangan 7V 9V 11V dan suhu 47°C, 57°Cdan 67°C. Pengujian laju korosi ini menggunakan metode elektrokimia. Hasil dari pengujian elektrokimia mendapatkan hasil terkecil dan terbaik pada pelapisan dengan tegangan 11V suhu 57°C yaitu 0.022555 mmpy dengan ketebalan 6.00 µm. Sehingga dapat disimpulkan semakin tebal lapisan belum tentu menhasilkan laju korosi yang rendah. Pada uji ketebalan mendapatkan hasil lapisan terbaik pada pelapisan dengan Tegangan 11V dan Suhu 67°C. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin besarnya tegangan dan suhu dapat menghasilkan lapisan yang lebih tebal.
Analisis Pengaruh Variasi Temperatur Austenisasi Pada Proses Quenching Tempering Baja ST37 Terhadap Sifat Mekanis dan Struktur Mikro Sebagai Material Poros Propeller Jonathan, Mario; Budiarto, Untung; Jokosisworo, Sarjito
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 3 (2024): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Poros propeller merupakan komponen pada kapal yang memiliki peran penting pada proses perpindahan daya dari main engine ketika kapal sedang beroperasi. Proses perpindahan daya yang terjadi menyebabkan poros yang bekerja akan menerima berbagai jenis beban akibat dari berbagai jenis gaya, sehingga diperlukan sifat mekanis dari material yang baik untuk digunakan sebagai material poros propeller. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi temperatur austenisasi pada proses quenching tempering pada baja ST 37 terhadap sifat mekanis dan struktur mikro sebagai material poros propeller. Metode yang tepat untuk meningkatkan sifat mekanis pada suatu material adalah dengan memberikan perlakuan panas (heat treatment) pada material tersebut, perlakuan panas berupa quenching tempering merupakan metode yang tepat untuk mendapatkan sifat mekanis material berupa kombinasi antara kekuatan dan keuletan. Variasi temperatur austenisasi yang digunakan pada penelitian ini adalah 750°C, 850°C, dan 950°C. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sifat mekanis dari baja ST 37 setelah melalui proses quenching tempering cenderung mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya temperatur austenisasi yang digunakan. Berdasarkan dari data hasil pengujian, peningkatan sifat mekanis ditunjukkan oleh meningkatnya nilai kekuatan tarik, kekuatan puntir, dan kekerasan pada baja ST 37, serta penurunan sifat kekakuan dari material berupa penurunan nilai modulus young dan modulus geser. Nilai kekuatan tarik, puntir, dan kekerasan meningkat hingga mencapai 544,7 MPa, 114,7 MPa, dan 220,8 Hv pada variasi temperatur austenisasi 950°C. Peningkatan sifat mekanis pada baja ST 37 dikarenakan adanya transformasi struktur mikro pada baja berupa kombinasi antara ferrite dan tempered martensite setelah melalui proses heat treatment quenching tempering
ANALISIS PENGARUH pH AIR TERHADAP LAJU KOROSI DENGAN PENGELASAN GMAW APLIKASI COATING DAN TANPA COATING BAJA A36 Pardede, Epan Rexky; Kiryanto, Kiryanto; Budiarto, Untung
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja Astm A36 yang umumnya diterapkan dalam pembangunan struktur kapal. kandungan karbon sekitar 0,14%, Baja ASTM A36 termasuk dalam kategori baja karbon rendah dengan kemampuan las yang baik,salah satu jenis pengelasan yang sering digunakan adalah GMAW (Gas Metal Arc Welding). Gmaw (Gas Metal Arc Welding) suatu proses menyambungkan dua material atau lebih menjadi satu melalui proses pencairan dengan menggunakan elektroda gulungan (filler metal).dan masalah terbesar yang dialami adalah korosi, korosi menjadi salah satu penyebab kerusakan yang paling sering terjadi pengaruh terhadap lingkungan sekitarnya. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah kadar pH air, semakin asam kadar ph airnya maka laju korosi akan semakin tinggi, salah satu pencegahan yang dilakukan adalah pelapisan coating. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kadar pH air terhadap laju korosi dengan pengelasan GMAW aplikasi coating dan tanpa coating baja a36. Pengujian laju korosi pada penelitian ini menggunakan metode elektrokimia dan WeightLoss,dengan kadar pH air 4,6,7 dan 9. Hasil yang didapatkan dari pengujian laju korosi tertinggi terjadi pada spesimen yang tidak di coating dengan pH air 4 dengan nilai 4,5 mmpy dan hasil laju korosi terendah terdapat pada spesimen dengan coating pada pH air 7 dengan nilai laju korosi 0.042216054 mmpy. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh coating dapat menghambat laju korosi dan tingkat keasaman air berpengaruh terhadap kenaikan laju korosi.
Analisis Kekuatan Tarik, Kekuatan Puntir, Kekerasan Dan Sturktur Mikro Baja AISI 1045 Setelah Dilakukan Proses Quenching Sebagai Alternatif Gearbox Kapal Perikanan Setiawan, Dendy; Budiarto, Untung; Samuel, S
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 2 (2023): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gearbox ialah sebuah komponen penting di bagian kapal yang sering disebut dengan istilah transisi dengan fungsi memindahkan serta membantu mengubah tenaga motor yang berputar menjadi pemutar spindel mesin dengan gerakan feeding. Material yang dapat digunakan sebagai gearbox kapal adalah baja  AISI 1045. Tujuan quenching pada penelitian ini untuk mengetahui nilai tegangan tarik, puntir, kekerasan dan struktur mikro dari material tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quenching dengan  variasi suhu 650o, dan 850 o. Pengujian tarik menggunakan standar ASTM E8, pengujian puntir menggunakan standar ASTM E143. Hasil pengujian tersebut mendapatkan hasil bahwa kekuatan tarik paling baik yaitu 2506.63 Mpa pada suhu 850o, kekuatan puntir terbaik yaitu 1148.24 Mpa pada suhu 850 o, dan angka kekerasan terbaik yaitu 505.63 VN pada suhu 850 o. Manfaat dari penelitian ini adalah menjelaskan bahwa proses quenching menunjukkan peningkatan nilai pada suhu 850 dan terjadi penurunan di suhu 650 pada nilai kuat tarik. Perubahan struktur mikro terjadi pada material setelah dilakukan perlakuan. Perubahan tersebut menunjukkna struktu mikor yang merata setelah proses quenching. Analisa FEM terhadap raw material yang dilakukan dapat menghasilkan nilai error dibawah 5%.
Co-Authors A.F. Zakki Abdurrachman Fiqri Abrar Farhan Afdhal Alfendry Afriandi Ginting, Afriandi Agus Saputra Ahmad Fauzan Zakki Ahmad Fhadillah Ahmad Firdhaus Ahmad, Syaiful Tambah Putra Akbar Prasetya Akbar Ramadhan Akbar, Heri Akbar, Mohamad Hanif Fadillah Budiman Akbarulah Bumi Aji Aldi Tama Alexius Bayu Setyoko Alqarni.M, Ways Ambar Isworo Aminuyati Amru, Syafiq Nada Anas Sebtu Prawira Andi Trimulyono Ardianto, Muhammad Afiq Arga Gideon Sarwanto Ari Wibawa Budi Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santoso Ari Wibawa Budi.S Artha Deri Putra Asiando Wijaya Astrid Aisya Rahmi Astrid Wulandari Avian Putri Utami Bagus Siwi Nugroho Berlian Arswendo A Berlian Arswendo Adietya Berlian Arswendo Adietya Bogie Ardianto Cahyo Dwi Yantoro Candra, Ronaldo Chandra Wijaya Panggabean David Chandra Deddy Chrismianto Deni Oktavianto Dwi Joko Purnomo Eko Sasmito Hadi Erwin Darmawan Farel Mauluvi Akmal Antaqiya Febry Wonggiawan Fikri Khalis Tenar Frestiqauli, Santi Friska Kartika P Gerry Eka Aprilianto Gilas Dwi Maylano Ginanjar Baskoro Aji Good Rindo Good Rindo Gozal Apri Prayuda Gritis Al hasbi MM Hafizh Bahtiar Hartono Yudo Hartono Yudo Heru Firmansyah Heru Firmansyah Hidayatullah, Muhammad Rafi Hristo Anggigi Ihsanuddin Nadhif Imam Pujo Mulyatno Imam Pujo Mulyatno Imam Pujo Mulyatno Indra Kurniawan Irsa Prabowo Isyroqi Al Ghifari Ivel Afra Sevira Jonathan, Mario K Kiryanto K Kiryanto Kamal Zidan Hidayat Kholill Bayu Ardhiyanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kurniawan, Hosea Kusuma, Ghiyats Abiyyu Leo Pranata Ketaren Lingga, Emilio Frans Lukman Gewa Nurhakim Lumban batu, Afriando Luthfi Isna Saputra M. Idam Titahgusti M. Ikbal Afdhal Malau, Karno R Mamat Riyadi Mangara Tua Immanuel Sianturi Maretreliano, Farand Martinus Arfendo Waroy Mathews Yose Pratama Maulana Dicky Almanda Maxwell Pradolin Mayank Faunni Naily Miftah, Muhammad Azizul Mita Buwana Noor Royyana Mochamad Arif Rachman Mohammad Nasikin Mubarak, Farhan Muchammad Rif’an Fahmi Muhamad Yamin Soamole Muhammad Abdul Aziz Mufti Muhammad Fawwaz Karim Amrullah Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Luqman Hakim Muhammad Luqman Hakim, Muhammad Luqman Muhammad Naufal Syafiq Muhammad Said Rinaldy Mukhama Ghulamuddin Mulyatno, Imam Pujio Musfar, Rafi Faiqal Mustafidurijal Mustafidurijal Muttaqien, Muhammad Hafizh Imam Nanda Rizki Yani Liara Natanael Martian Dwi Sunarto Natanael Martian Dwi Sunarto Nico Dwiprasti Anando Niko Bayu Prasetyo Nono, Ferdinand Gerald Bogar Nur Adi Triyantoro Nurhafid, Aji Ocid Mursid P. Boby Janurianto Paolo Ciptanto Lubis Pardede, Epan Rexky Parlindungan Manik Pradana, Eghy Audhi Rachman Pranajaya, Wisnu Razin Hilmy Baihaqi Reinhard Fernando Hutapea Relinton B Manalu Rendy Kastanto Renita Wurdhani Reyanld Daniel Nicholas Manurung Reza Shah Alam Richki Khresna Rindianti Wibowo Rizalul Haq Rizka Noor Miftakhul Ulum Rizki Rizcola rochim, fatkhu nur Rochman Hardi Prasetio Rolan Haris Ben Imanuel Purba, Rolan Haris Ben Imanuel Roni Rahmad S Rosiana Dewi Samuel Pardomuan Sitorus Samuel Rikardo Nainggolan Samuel Samuel Samuel, S Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Jokosisworo Sembiring, Benami I G Setiawan, Dendy Shandy Perdana Shofwan Abdullah Mubarok Ihsan Naufal Simanjuntak, Redeko Saferland Simatupang, Ridho Justicia Sinaga, Putra Yonatan Halomoan Sugeng Pardiana Sumintono, Heraldo Petra Surip Prasetyo Surya Yusuf Afriansyah Taruna, Daffa Sofyan Tuswan Tuswan Ucok Maruli Silalahi Utomo Adi Prasetyo Wildan Adi Nugraha Willson Febriant Tambunan Wilma Amiruddin Wisesa Maheswara Yacob Utama Nainggolan Yan Nohan Yosua, Palti Yudha Adhitiya Wardhana Yunior, Tri Rangga Yusuf, Fauzan Ammar Fata