Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Strategi Penambahan dan Optimasi Fasilitas untuk Penurunan Dwelling Time di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Muttaqien, Muhammad Hafizh Imam; Budiarto, Untung; Hakim, Muhammad Luqman
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 1 (2024): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dwelling Time dapat diartikan sebagai waktu yang dibutuhkan oleh peti kemas untuk meninggalkan suatu Pelabuhan. Rata-rata Dwelling Time di Terminal Peti Kemas Semarang berada diatas 3 hari, ini menunjukan bahwa Dwelling Time belum sesuai dengan standar Peraturan Menteri Perhubungan No.117 Tahun 2015. Permasalahan pada Dwelling Time dapat terjadi dikarenakan beberapa faktor seperti fasilitas yang kurang memadai dan arus peti kemas yang meningkat setiap tahunnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis arus peti kemas ditahun mendatang, menganalisis kinerja dari fasilitas yang optimal untuk menurunkan Dwelling Time, dan mengetahui persentase penurunan Dwelling Time. Penelitian ini menggunakan 3 metode analisis, yaitu metode peramalan dengan menggunakan Trend Analysis untuk mengetahui jumlah arus peti kemas di masa mendatang, metode analisis antrian untuk mengetahui performa fasilitas dan Response Surface Method untuk optimasi. Hasil analisis penelitian menunjukan agar Dwelling Time dapat turun dibawah 3 hari pada CY-05 dengan menggunakan fasilitas yang optimal yaitu 3 CC dengan kinerja 29 box/jam, 22 HT dengan kinerja 4 box/jam, dan 12 ARTG dengan kinerja 20 box/jam.
Analisis Pengaruh Variasi Kuat Arus Listrik dan Posisi Pengelasan Shielded Metal Arc Welding (SMAW) Terhadap Kekuatan Material Baja Karbon Sedang Sembiring, Benami I G; Budiarto, Untung; Manik, Parlindungan
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 2 (2024): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Abstrak Proses pengelasan SMAW merupakan teknik penyatuan material di mana dua atau lebih bahan digabungkan dengan memakai elektroda sebagai sumber panas untuk melelehkan material bajat. Kekuatan sambungan pengelasan dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, termasuk perubahan arus listrik dan posisi pengelasan. Perubahan dalam arus listrik memiliki dampak yang signifikan pada kekuatan hasil pengelasan karena perbedaan panas yang dihasilkan oleh masing-masing arus listrik. Selain itu, posisi pengelasan berperan dalam menentukan letak atau orientasi gerakan elektroda pada  pengelasan, walaupun pemilihan posisi pengelasan bergantung pada karakteristik objek kerja yang akan dilas. Pengujian dilakukan melalui uji tarik sesuai standar ASTM E8 dan uji impak metode Charpy sesuai standar ASTM E23. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perbedaan nilai uji tarik dan uji impak dengan variasi arus listrik 100A, 120A, dan 140A, serta posisi 2G dan 3G. Untuk penelitian ini material yang digunakan yaitu baja ST 60 dengan ketebalan 10 mm dan elektroda E7018 berdiameter 3,2 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ratarata tegangan tarik tertinggi terdapat pada arus listrik 100A dan posisi 2G sebesar 798,29 MPa, dengan nilai regangan paling tinggi sebesar 4,30%. Selain itu, nilai modulus elastisitas tertinggi terdapat pada arus listrik 100A dan posisi 3G, yaitu sebesar 143,49 GPa. Nilai impak terbaik dihasilkan dari arus listrik 100A pada posisi 2G sebesar 1,37 J/????????2.         
ANALISA PENGARUH VARIASI KUAT ARUS GOUGING SAMBUNGAN PENGELASAN SMAW PADA BAJA SS400 TERHADAP KEKUATAN UJI TARIK, IMPAK, DAN STRUKTUR MIKRO Taruna, Daffa Sofyan; Budiarto, Untung; Rindo, Good
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 12, No 3 (2024): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Carbon Arc Gouging merupakan sebuah metode dalam dunia pengelasan logam yang bertujuan memperbaiki kecacatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi kuat arus gouging welding pada baja SS400 terhadap kekuatan tarik, impak, dan struktur mikronya. Variasi penelitian ditentukan berdasarkan jumlah gouging welding yang dilakukan yaitu kuat arus 100 ampere, 125 ampere, dan 150 ampere. Eksperimen dimulai dengan penyambungan material menggunakan pengelasan SMAW elektroda AWS E7016 4.0 mm dan elektroda gouging 3,2 mm. Setelah melakukan eksperimen, material akan diuji tarik, uji impak, serta diamati struktur mikro yang terkandung di dalamnya. Hasilnya, pada pengujian tarik semakin tinggi kuat arus gouging welding maka semakin tinggi rata-rata nilai tegangan dan regangannya, tetapi jika dilihat dari rata-rata nilai modulus elastisitas nya jika semakin tinggi kuat arusnya maka cenderung sebaliknya. Sama hal nya seperti pengujian tarik, jika semakin tinggi kuat arusnya maka rata-rata nilai impak semakin tinggi juga. Hal ini didukung dengan pengamatan struktur mikro terutama pada daerah base metal, HAZ dan weld metal dengan adanya fasa ferrite dan pearlite yang merata pada spesimen variasi arus terendah (100 ampere) ke yang tertinggi (150 ampere).
Analisis Kinerja Waktu Dan Biaya Pada Proyek Pembangunan 3 Buah Tongkang 330 ft dengan Metode Earn Value Analysis Musfar, Rafi Faiqal; Budiarto, Untung; Trimulyono, Andi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen proyek membutuhkan suatu metode pengendalian proyek untuk mencegah terjadinya keterlambatan dan pembengkakan biaya pada keberlangsungan proyek. Pada penelitian ini mengambil studi kasus di salah satu galangan di Batam yang sedang mengerjakan proyek pembangunan 3 buah tongkang 330 ft secara paralel. Proyek ini direncanakan akan selesai dengan waktu 146 hari dengan total anggaran sebesar Rp 122.933.406.599,83. Metode Earn Value Analysis merupakan salah satu cara untuk mengendalikan kinerja proyek terutama dari segi biaya maupun waktu. Metode ini dapat mencegah kerugian dan keterlambatan pada proyek karena dapat memperkirakan hasil akhir pada proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja proyek dari segi biaya dan waktu,  memperkirakan waktu dan biaya akhir penyelesaian proyek untuk sebagai peringatan atau early warning bagi pelaksana proyek apabila proyek mengalami penyimpangan, serta membandingkan antara metode earn value dan earn schedule terhadap perkiraan waku akhir penyelesaian proyek. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada metode Earn Value Analysis (EVA) proyek diperkirakan akan selesai dalam waktu 157 hari dan mengelami keterlambatan selama 11 hari atau sebesar 7,53 % dengan perhitungan nilai SPI sebesar 0,78 yang dimana nilai SPI <1 berarti kinerja proyek lebih lambat dari jadwal yang direncanakan, sedangkan pada perhitungan metode Earn Schedule (ES) proyek diperkirakan akan selesai dalam waktu 191 hari atau mengalami keterlambatan selama 45 hari dengan perhitungan nilai SPI(t) sebesar 0,81 yang dimana nilai SPI(t) juga bernilai <1. Untuk perkiraan biaya akhir proyek pada metode earn value, diperkirakan proyek akan mengalami penghematan sebesar Rp 25.041.065.449,07 atau sebsar 20,37 % dari anggaran yang direncanakan dengan perhitungan nilai CPI sebsar 1,26 yang dimana nilai CPI >1 berarti biaya yang dikeluarkan lebih kecil dari biaya pekerjaan yang didapat
ANALISIS PENERAPAN COATING PADA BAJA ASTM A36 DENGAN VARIASI CAT TERHADAP LAJU KOROSI, KEKUATAN ADHESI DAN KETAHANAN IMPACT COATING Budiarto, Untung; Manik, Parlindungan; Kusuma, Ghiyats Abiyyu
Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 15 No. 3 (2024)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jrm.v15i3.1500

Abstract

Corrosion is the most common damage experienced by steel structures due to the interaction between a metal and a corrosive environment. One way to prevent corrosion of steel is coating. A good coating must have a low corrosion rate, high adhesion, and material resistance to impact. This study aimed to compare the corrosion rate, adhesion strength, and impact coating values of the different types of paint between epoxy, alkyd, and polyurethane on A36 steel. The type of steel used in this study is ASTM A36 steel. In this study, the type of coating paint used varied. The types of coatings used are epoxy, alkyd, and polyurethane. Aluminum oxide with a mesh size of 24 is used as an abrasive material. Testing the corrosion rate using the electrochemical method, the test used to determine the adhesive power value using the pull off test method, and to determine the coating resistance value using the impact test method. This type of polyurethane coating has the most optimal value between epoxy and alkyd with a corrosion rate value of 9.09×10-5mmpy, an adhesion value of 15.06 MPa, and an impact coating resistance of 4.70 Joules. Based on the results obtained in this study, the different types of coatings affect the value of corrosion rate, adhesion, and impact.
ANALYSIS OF THE EFFECT OF WATER SALINITY ON THE IMPRESSED CURRENT CATHODIC PROTECTION PHOTOVOLTAIC (ICCP PV) SYSTEM Budiarto, Untung; Samuel, Samuel; Yunior, Tri Rangga; Frestiqauli, Santi; Ahmad, Syaiful Tambah Putra
Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 16 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jrm.v16i2.1818

Abstract

Cathodic protection is one of the methods used to protect metals from corrosion. This corrosion can occur due to the influence of the surrounding environment, such as salinity levels. ICCP PV is a cathodic protection method by flows direct electric current from the conversion of solar radiation. The purpose of this study is to determine the effect of water salinity on the capacity of PV components in the ICCP system. The type of material used in this research is SS 400 steel with salinity variations of 0‰, 30‰, and 35‰. The tests carried out are salinity test and load power test by considering metal potential. The experimental results show that 35‰ salinity ICCP requires the highest power of 13.09 watts. Calculation of PV component capacity at 35‰ salinity ICCP requires the largest capacity, which is 170 Wp PV module and 75 Ah battery for 14.68 m² plate area. Based on this, it is concluded that the higher the salinity of water, the greater the power required for the ICCP system, thus affecting the capacity of PV components for the ICCP system.
PENANAMAN BIBIT MANGROVE DI PESISIR PANTAI BATANG GUNA PENANGGULANGAN ABRASI Santosa, Ari Wibawa Budi; Amiruddin, Wilma; Chrismianto, Deddy; Zakki, Ahmad Fauzan; Trimulyono, Andi; Budiarto, Untung; Hadi, Eko Sasmito; Iqbal, Muhammad
Jurnal Pasopati Vol 6, No 2 (2024): Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pasopati.2024.25171

Abstract

Kabupaten Batang merupakan salah satu kabupaten yang berada di pesisir pantai dari Laut Jawa. Letaknya di pesisir sehingga Kabupaten Batang juga terkena dampak dari abrasi pantai. Abrasi pantai merupakan pengikisan yang disebabkan oleh air lau dan apabila tidak segera ditanggulangi akan menghabiskan wilayah daratan. Oleh sebab itu perlu dilakukannya penanggulangan dengan penanaman bibit mangrove. Tujuan dari adanya penanaman mangrove adalah sebagai upaya penanggulangan terjadinya abrasi pantai. Penanaman 1000 Bibit Mangrove dilakukan di Perairan pesisir Desa Sekarsari, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang. Penanaman dilakukan pada Hari Jumat, 14 Juli 2017 oleh Tim KKN PPM Temati Kec. Batang, SIBAT, dan perwakilan dari PMI daerah setempat. Metode yang dilakukan adalah dengan menanam bibit langsung ke dalam perairan kemudian menempelkan dengan ajir (bambu penyangga tanaman bibit mangrove baru tanam). Hasilnya adalah dengan ditanamnya bibit mangrove telah dilakukan satu upaya pencegahan terhadap abrasi pantai.Kata kunci : Abrasi pantai, Bibit mangrove, Kabupaten Batang
ANALISIS PENERAPAN COATING PADA BAJA ASTM A36 DENGAN VARIASI CAT TERHADAP LAJU KOROSI, KEKUATAN ADHESI DAN KETAHANAN IMPACT COATING Budiarto, Untung; Manik, Parlindungan; Kusuma, Ghiyats Abiyyu
Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 15 No. 3 (2024)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jrm.v15i3.1500

Abstract

Corrosion is the most common damage experienced by steel structures due to the interaction between a metal and a corrosive environment. One way to prevent corrosion of steel is coating. A good coating must have a low corrosion rate, high adhesion, and material resistance to impact. This study aimed to compare the corrosion rate, adhesion strength, and impact coating values of the different types of paint between epoxy, alkyd, and polyurethane on A36 steel. The type of steel used in this study is ASTM A36 steel. In this study, the type of coating paint used varied. The types of coatings used are epoxy, alkyd, and polyurethane. Aluminum oxide with a mesh size of 24 is used as an abrasive material. Testing the corrosion rate using the electrochemical method, the test used to determine the adhesive power value using the pull off test method, and to determine the coating resistance value using the impact test method. This type of polyurethane coating has the most optimal value between epoxy and alkyd with a corrosion rate value of 9.09×10-5mmpy, an adhesion value of 15.06 MPa, and an impact coating resistance of 4.70 Joules. Based on the results obtained in this study, the different types of coatings affect the value of corrosion rate, adhesion, and impact.
Pengaruh Jenis Sambungan dan Variasi Polaritas Pada Pengelasan SMAW Terhadap Kekuatan Tekuk dan Impak Pada Baja Karbon Rendah ASTM A36 Evan Pardede; Untung Budiarto; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 14, No 2 (2026): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelasan merupakan metode penyambungan logam yang banyak digunakan dalam industri perkapalan karena mampu menghasilkan sambungan yang kuat dan efisien. Salah satu metode yang sering digunakan adalah Shielded Metal Arc Welding (SMAW). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi jenis sambungan dan polaritas arus terhadap kekuatan tekuk serta ketangguhan impak pada baja karbon rendah ASTM A36. Pengelasan dilakukan dengan kombinasi polaritas DC+ dan DC− pada tiga jenis sambungan, yaitu square groove, bevel groove, dan V-groove. Pengujian meliputi uji tekuk tiga titik dan uji impak Charpy sesuai standar ASTM E190-14 dan ASTM E23-07a. Hasil pengujian menunjukkan bahwa bentuk kampuh dan polaritas arus berpengaruh terhadap sifat mekanik sambungan. Nilai kuat tekuk tertinggi diperoleh pada sambungan DC−V sebesar 891,6 MPa, sedangkan nilai ketangguhan impak tertinggi terdapat pada DC+I sebesar 2,35 J/mm². Kombinasi polaritas DC+ dengan sambungan I groove menghasilkan sambungan yang lebih tangguh terhadap beban kejut, sedangkan sambungan V-groove memberikan kekuatan tekuk tertinggi terhadap beban tekuk.
Analisa Perbandingan Perendaman Pelat Stainless Steel 316 Pada Larutan HNO3 dan H2SO4 Terhadap Laju Korosi dan Pengaruhnya Terhadap Kekuatan Tarik dan Impak Fairuz Farah Ikbar; Untung Budiarto; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 14, No 2 (2026): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengaruh perendaman pelat stainless steel 316 pada larutan asam nitrat (HNO3) dan asam sulfat (H2SO4) terhadap laju korosi dan perubahan sifat mekaniknya, khususnya kekuatan tarik dan impak. Spesimen direndam dalam tiap larutan yang masing – masing berkonsentrasi 1,0 M pada suhu ruang selama 14 dan 28 hari. Pengujian laju korosi dilakukan menggunakan metode weight loss, sedangkan pengujian sifat mekanik dilakukan dengan pengujian tarik dan uji impak menggunakan mesin impak charpy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama waktu perendaman menyebabkan laju korosi yang semakin tinggi pada kedua media asam. Berdasarkan hasil weight loss, spesimen yang direndam HNO3 menunjukkan nilai laju korosi yang lebih tinggi dibandingkan dengan spesimen yang direndam H2SO4, terutama selama waktu 28 hari. Pada pengujian tarik, peningkatan weight loss cenderung diikuti oleh penurunan beberapa parameter mekanik, seperti yield strength, modulus elastisitas, dan fracture energy. Sementara itu, hasil uji impak menunjukkan bahwa nilai dari absorbed energy dan impact strength pada spesimen yang direndam H2SO4 lebih rendah dibandingkan HNO3, yang menandakan penurunan ketangguhan material yang lebih besar. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis larutan dan durasi perendaman berpengaruh terhadap laju korosi dan kekuatan mekanik stainless steel 316, di mana HNO3 cenderung menghasilkan nilai laju korosi lebih tinggi, sedangkan H2SO4 memberikan penurunan sifat impak yang lebih besar.
Co-Authors A.F. Zakki Abdurrachman Fiqri Abrar Farhan Adam Maulana Fadli Afdhal Alfendry Afif, Muhammad Akhfaf Afriandi Ginting, Afriandi Agus Saputra Ahmad Fauzan Zakki Ahmad Fhadillah Ahmad Firdhaus Ahmad, Syaiful Tambah Putra Akbar Prasetya Akbar Ramadhan Akbar, Heri Akbar, Mohamad Hanif Fadillah Budiman Akbarulah Bumi Aji Aldi Tama Alexius Bayu Setyoko Alqarni.M, Ways Ambar Isworo Aminuyati Amru, Syafiq Nada Anas Sebtu Prawira Andi Trimulyono Ardianto, Muhammad Afiq Arga Gideon Sarwanto Ari Wibawa Budi Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santoso Ari Wibawa Budi.S Artha Deri Putra Asiando Wijaya Astrid Aisya Rahmi Astrid Wulandari Avian Putri Utami Bagus Siwi Nugroho Berlian Arswendo A Berlian Arswendo Adietya Berlian Arswendo Adietya Bogie Ardianto Cahyo Dwi Yantoro Candra, Ronaldo Catur Wahyu Cahyono Chandra Wijaya Panggabean David Chandra Deddy Chrismianto Deni Oktavianto Dwi Joko Purnomo Eko Sasmito Hadi Erwin Darmawan Evan Pardede Fairuz Farah Ikbar Farel Mauluvi Akmal Antaqiya Febry Wonggiawan Fikri Khalis Tenar Frestiqauli, Santi Friska Kartika P Gede Tresna Jaya Prawira Gerry Eka Aprilianto Gilas Dwi Maylano Ginanjar Baskoro Aji Good Rindo Good Rindo Gozal Apri Prayuda Gritis Al hasbi MM Hafizh Bahtiar Hartono Yudo Hartono Yudo Heru Firmansyah Heru Firmansyah Hidayatullah, Muhammad Rafi Hristo Anggigi Ihsanuddin Nadhif Imam Pujo Mulyatno Imam Pujo Mulyatno Imam Pujo Mulyatno Indra Kurniawan Irsa Prabowo Isyroqi Al Ghifari Ivel Afra Sevira Jan Shaka Ariandra Noor Jonathan, Mario Josua Saragih K Kiryanto K Kiryanto Kamal Zidan Hidayat Kholill Bayu Ardhiyanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kurniawan, Hosea Kusuma, Ghiyats Abiyyu Leo Pranata Ketaren Lingga, Emilio Frans Lukman Gewa Nurhakim Lumban batu, Afriando Luthfi Isna Saputra M. Idam Titahgusti M. Ikbal Afdhal Malau, Karno R Mamat Riyadi Mangara Tua Immanuel Sianturi Maretreliano, Farand Martinus Arfendo Waroy Mathews Yose Pratama Maulana Dicky Almanda Maxwell Pradolin Mayank Faunni Naily Miftah, Muhammad Azizul Mita Buwana Noor Royyana Mochamad Arif Rachman Mohammad Nasikin Mubarak, Farhan Muchammad Rif’an Fahmi Muhamad Yamin Soamole Muhammad Abdul Aziz Mufti Muhammad Fawwaz Karim Amrullah Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Luqman Hakim Muhammad Luqman Hakim, Muhammad Luqman Muhammad Naufal Syafiq Muhammad Said Rinaldy Mukhama Ghulamuddin Mulyatno, Imam Pujio Musfar, Rafi Faiqal Mustafidurijal Mustafidurijal Muttaqien, Muhammad Hafizh Imam Nanda Rizki Yani Liara Natanael Martian Dwi Sunarto Natanael Martian Dwi Sunarto Nico Dwiprasti Anando Niko Bayu Prasetyo Nono, Ferdinand Gerald Bogar Nur Adi Triyantoro Nurhafid, Aji Ocid Mursid P. Boby Janurianto Paolo Ciptanto Lubis Pardede, Epan Rexky Parlindungan Manik Pradana, Eghy Audhi Rachman Pranajaya, Wisnu Rafa Effendi Soeroyo Razin Hilmy Baihaqi Reinhard Fernando Hutapea Relinton B Manalu Rendy Kastanto Renita Wurdhani Reyanld Daniel Nicholas Manurung Reza Shah Alam Richki Khresna Rindianti Wibowo Rivaldi Francius Hutauruk Rizalul Haq Rizka Noor Miftakhul Ulum Rizki Rizcola rochim, fatkhu nur Rochman Hardi Prasetio Rolan Haris Ben Imanuel Purba, Rolan Haris Ben Imanuel Roni Rahmad S Rosiana Dewi Samuel Pardomuan Sitorus Samuel Rikardo Nainggolan Samuel Samuel Samuel, S Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Jokosisworo Sembiring, Benami I G Setiawan, Dendy Shandy Perdana Shofwan Abdullah Mubarok Ihsan Naufal Simanjuntak, Redeko Saferland Simatupang, Ridho Justicia Sinaga, Putra Yonatan Halomoan Sugeng Pardiana Sumintono, Heraldo Petra Surip Prasetyo Surya Yusuf Afriansyah Taruna, Daffa Sofyan Tuswan Tuswan Ucok Maruli Silalahi Utomo Adi Prasetyo Wildan Adi Nugraha Willson Febriant Tambunan Wilma Amiruddin Wilma Amiruddin Wisesa Maheswara Yacob Utama Nainggolan Yan Nohan Yosua, Palti Yudha Adhitiya Wardhana Yunior, Tri Rangga Yusuf, Fauzan Ammar Fata