Claim Missing Document
Check
Articles

Analisa Kekuatan Tarik, Tekuk, dan Mikrografi Baja St 42 Akibat Pengelasan FCAW (Flux-Cored Arc Welding) dengan Variasi Posisi Pengelasan Maxwell Pradolin; Untung Budiarto; Sarjito Jokosisworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja St 42 tergolong baja karbon rendah, dimana baja karbon rendah merupakan jenis baja yang banyak digunakan sebagai bahan konstruksi dalam berbagai bidang industri sebagai rangka konstruksi. Jenis pengelasan yang tepat sangat dibutuhkan agar sambungan las yang dihasilkan dapat maksimal. Pengelasan FCAW (Flux-Cored Arc Welding) adalah salah satu teknik pengelasan yang banyak digunakan dalam perindustrian dan rangka konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil kekuatan tarik, tekuk, dan struktur mikrografi dari sambungan las jenis single v-butt joint 60° dengan perbedaan posisi pengelasan pada baja St 42. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor posisi pengelasan pada hasil pengelasan mempengaruhi kualitas sambungan ditinjau dari kekuatannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baja St 42 dengan posisi pengelasan 1G memiliki rata-rata kekuatan tarik sebesar 419,88 MPa, rata-rata regangan sebesar 47,05%, dan rata-rata modulus elastisitas sebesar 8,94 GPa. Serta memiliki tegangan tekuk sebesar 578,42 MPa. Baja St 42 dengan posisi pengelasan 2G memiliki rata-rata kekuatan tarik sebesar 408,71 MPa, rata-rata regangan sebesar 46,21%, dan rata-rata modulus elastisitas sebesar 8,85 GPa. Serta memiliki tegangan tekuk sebesar 562,90 MPa. Baja St 42 dengan posisi pengelasan 3G memiliki rata-rata kekuatan tarik sebesar 413,97 MPa, rata-rata regangan sebesar 46,67%, dan rata-rata modulus elastisitas sebesar 8,88 GPa. Serta memiliki tegangan tekuk sebesar 566,14 MPa. Sedangkan baja St 42 dengan posisi pengelasan 4G memiliki rata-rata kekuatan tarik sebesar 400,33 MPa, rata-rata regangan sebesar 45,59%, dan rata-rata modulus elastisitas sebesar 8,79 GPa. Serta memiliki tegangan tekuk sebesar 545,80 MPa. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa baja St 42 dengan posisi pengelasan 1G memiliki kekuatan yang lebih baik dari posisi pengelasan 2G, 3G, ataupun 4G.
Efek Temperatur Normalizing Terhadap Sifat Mekanik Baja ST 60 Sebagai Poros Baling-Baling Kapal Lukman Gewa Nurhakim; Untung Budiarto; Sarjito Jokosisworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Normalizing adalah proses pemanasan baja dimana pemanasan mencapai suhu austenite kemudian didinginkan perlahan melalui udara terbuka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat mekanik dari baja ST 60 dengan proses pemanasan normalizing di tiga variasi suhu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baja ST 60 dengan perlakuan normalizing suhu 8000C memiliki rata-rata kekuatan tarik sebesar 641,45 MPa dan rata-rata regangan sebesar 25,85%. Serta memiliki tegangan geser sebesar 527,46 MPa dan rata-rata kekerasan sebesar 195,05 VHN. Baja ST 60 dengan proses normalizing suhu 8500C memiliki rata-rata kekuatan tarik sebesar 632,83 MPa dan rata-rata regangan sebesar 24,37%. Serta memiliki tegangan geser sebesar 485,82 MPa dan rata-rata kekerasan sebesar 190,90 VHN. Sedangkan baja ST 60 dengan proses normalizing suhu 9500C memiliki rata-rata kekuatan tarik sebesar 592,81 MPa dan rata-rata regangan sebesar 22,48%. Serta memiliki tegangan geser sebesar 466,54 MPa dan rata-rata kekerasan sebesar 181,14 VHN. Perlakuan panas perlakuan panas normalizing dengan variasi suhu 8000C struktur mikro menunjukkan fasa pearlite yang lebih dominan. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa baja ST 60 dengan perlakuan panas normalizing di suhu 8000C memiliki sifat mekanik yang lebih baik dari baja ST 60 dengan variasi suhu 8500C dan 9500C.
PEMBERDAYAAN NELAYAN TANGKAP TRADISIONAL MELALUI PENGGUNAAN ALAT BANTU PENGUMPUL IKAN RAMAH LINGKUNGAN Ari Wibawa Budi Santosa; Muhammad Iqbal; Imam Pujo Mulyatno; Sarjito Joko Sisworo; Untung Budiarto; Good Rindo
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mitra dari kegiatan pengabdian masyarakat yang merupakan kelompok nelayan yang tergabung dalam KUD Mino Utomo dan paguyuban nelayan kabupaten Demak. Karya utama dalam kegiatan ini adalah alat pemanggil ikan berupa lampu celup dengan dilengkapi solarsel sebagai sumber energi alternatif pengganti BBM yang ramah lingkungan. Peralatan ini dirancang sebagai lampu atraktor yang dapat meningkatkan hasil tangkapan dan mengurangi biaya operasional. Lampu tersebut dapat di turunkan ke dalam air sampai kedalaman tertentu. Sistim pencahayaan ikan menggunakan lampu listrik dalam air bertenaga surya yang telah dibuat teridiri dari: satu paket lacuba terdiri dari 2 (dua) buah lampu, 1 (satu) buah converter, kabel masing-masing untuk 1 (satu) lampu sepanjang 15 meter, 1 (satu) buah Charger, untuk pengisian Accu. Intensitas cahaya lampu yang paling besar pada arah horizontal dan mempunyai daya jangkau paling jauh adalah lampu yang berwarna putih sebesar 20.000 lux dengan jarak maksimum 20 meter dan intensitas paling rendah pada lampu bercahaya merah sebesar 2.200 lux dengan jarak maksimum 14 meter. Dengan adanya alat ini nelayan tidak tergantung pada bahan bakar minyak bumi (BBM), dapat menekan biaya operasional dan akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Analisa Kekuatan Material Aluminium Daur Ulang Dari Bahan Velg dan Piston Motor sebagai Bahan Komponen Jendela Kapal Bagus Siwi Nugroho; Untung Budiarto; Kiryanto Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 10, No 2 (2022): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aluminium merupakan material yang biasa digunakan dalam bidang industri perkapalan. Aluminium dipilih karena ringan, memiliki hantaran listrik dan kemampuan pengelasan yang baik. Sehingga banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari yang menimbulkan sampah cukup besar. Banyaknya sampah alumunium bekas mendasari saya menyusun penelitian untuk mendaur ulang alumunium bekas menjadi bahan perlengkapan kapal. Penelitian ini membandingkan hasil tarik dan impak sesuai dengan kriteria standar BKI Vol V Sec 10 Aluminium Alloys dan ASTM E23. Tujuannya untuk menganalisa hasil kekuatan tarik dan impak, serta kandungan komposisi alumunium daur ulang pada spesimen menggunakan bahan daur ulang dengan metode cetakan pasir. Hasil dari penelitian didapatkan kekuatan rata-rata terbesar dari pengujian tarik sebesar 247,39 Mpa saat paduan komposisi 100% velg, regangan rata-rata terbesar terjadi pada paduan 100% piston sebesar 4,31 Mpa sementara modulus elastisitas terbesar pada paduan 100% velg sebesar 7,84 Gpa. Pengujian impak didapatkan kuat impak rata-rata terbesar pada paduan 100% velg sebesar 0,618 Mpa. Pada uji komposisi dengan lima variasi menunjukkan paduan 50:50 Al 88,14%, 25:75 Al 85,15%, 75:25 Al 87,84%, 100% piston Al 83,93% dan 100% velg 89,46%. Hasil ini sesuai dengan standar pengujian tarik BKI bahwa semakin besar kandungan alumuniun maka semakin besar pula nilai dari pengujian tarik dan impak.
Analisa Sifat Mekanik Pengelasan GMAW (Gas Metal Arc Welding) Alumunium 6061 dengan Variasi Holding Time pada Proses Normalizing Nanda Rizki Yani Liara; Sarjito Joko Sisworo; Untung Budiarto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 10, No 2 (2022): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alumunium 6061 termasuk logam unsur jenis non-ferro yang bersifat ulet, mudah teroksidasi dan tahan terhadap korosi. Las GMAW merupakan pengelasan logam sejenis dengan memanfaatkan bahan tambahan berupa kawat puntalan dan gas pelindung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai hasil dari kekuatan uji tarik, uji tekuk, uji impak dan stuktur mikro alumunium 6061 jenis las GMAW suhu normalizing 415°C. Penelitian ini menggunakan metode eksperiman setelah perlakuan normalizing holding time 30, 60 dan 90 menit. Penelitian ini menghasilkan bahwa spesimen nilai rata- rata kekuatan tarik tertinggi normalizing 30 menit sebesar 174,97 Mpa. Untuk nilai regangan tertinggi dari pada normalizing 90 menit  sebesar 17,50 %. Nilai tertinggi modulus elastisitas rata-rata yaitu normalizing 30 menit sebesar 13,97 Gpa. Nilai rata - rata tegangan tekuk tertinggi didapat dari normalizing 90 menit sebesar 259,64 Mpa. Pengujian impak nilai impak tertinggi dari normalizing 90 menit sebesar 0,086 J/mm². Dan uji mikro Spesimen normalizing 90 menit memiliki besar butir material lebih besar. Sehingga dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa normalizing 30 menit untuk uji tarik memiliki nilai yang lebih besar, sedangkan untuk pengujian tekuk normalizing 90 menit memiliki nilai tekuk yang lebih besar.
PENGARUH PENAMBAHAN VARIASI GEOMETRI STERN FLAP TERHADAP NILAI HAMBATAN PADA KAPAL PATROLI PERIKANAN Rosiana Dewi; Untung Budiarto; Ari Wibawa Budi Santosa; Eko Sasmito Hadi; Parlindungan Manik; Ocid Mursid
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM Vol 22, No 1 (2021): September
Publisher : UNIMAR AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1092.812 KB) | DOI: 10.33556/jstm.v22i1.296

Abstract

Optimalisasi performa hidrodinamika kapal dengan mereduksi hambatan kapal patroli planing hull berkecepatan tinggi merupakan salah satu upaya pencegahan peningkatan khasus illegal fishing, dan instalasi stern flap merupakan upaya sederhana dalam mereduksi nilai hambatan. Menurut sejarah penelitian terdahulu, dibutuhkan studi lebih lanjut dalam pengeksplorasian ragam geometri stern flap. Pada penelitian ini dilakukan analisis pengaruh variasi geometri stern flap untuk mengetahui nilai hambatan dari kapal patroli perikanan dengan pendekatan numerikal CFD. Komputasi diselesaikan dengan persamaan Reynolds-Averaged Navier Stokes (RANS) serta teknik solusi Finite Volume Method (FVM) pada perairan tenang menggunakan model turbulensi k-ε dan model fisika fluida eulerian multiphase yaitu Volume of Fluid (VOF) yang terdiri dari fasa air dan fasa udara untuk merepresentasikan free surface. Meshing geometri menggunakan metode overset mesh dengan konsep donor-acceptor cells. Penelitian dilakukan pada 5 kondisi Froude number dan 9 buah model stern flap. Diperoleh pengurangan nilai hambatan total tertinggi yaitu -26,07% pada Fr 1,00, sedangkan penambahan nilai hambatan tertinggi yaitu 31,71% pada Fr 1,33. Terdapat 2 variasi bentuk stern flap yang mampu mereduksi nilai hambatan pada seluruh nilai Froude number.
Analysis of FSW and TIG Aluminium 5052 Welded Joint Strength Due to The Effect of Working Temperature Hartono Yudo; Razin Hilmy Baihaqi; Untung Budiarto
International Journal of Marine Engineering Innovation and Research Vol 7, No 3 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.917 KB) | DOI: 10.12962/j25481479.v7i3.13353

Abstract

Aluminium 5052 on ships can be used in LNG tanks, heat exchangers, bulkheads, and superstructures. Its characteristics that can be used in various types of construction in ships cause aluminium 5052 to meet various temperature conditions. The purpose of this research is to find out the strength of the FSW and TIG aluminium 5052 welded joints due to the effect of working temperature. The methods used are impact test and bending test of aluminium 5052 specimens immersed in liquid nitrogen at -1600C and heated in oven at 1660C. The average impact value of raw materials, FSW specimens, and TIG specimens immersed in liquid nitrogen at -1600C are 1.22 J/mm2, 0.2195 J/mm2, and 0.0663 J/mm2, respectively. The average impact value of raw materials, FSW specimens, and TIG specimens heated in an oven at 1660C are 1.3403 J/mm2, 0.1395 J/mm2, and 0.0870 J/mm2, respectively. The average bending stress of  raw materials, FSW specimens, and TIG specimens immersed in liquid nitrogen at -1600C are 394.70 MPa, 85.82 MPa, and 299.49 MPa, respectively. The average bending stress of raw materials, FSW specimens, and TIG specimens heated in an oven at 1660C are 400.45 MPa, 148.58 MPa, and 318.55 MPa, respectively. Weld discontinuity observations shows that all raw material specimens do not have open discontinuities exceeding 3 mm, all FSW specimens have open discontinuities exceeding 3 mm, and TIG specimens shows varied results. The conclusion of this study shows that aluminium 5052 is a material that is resistant to temperature changes and is able to maintain its strength at various temperature conditions because aluminium is an FCC (Face Centered Cubic) material.
Application of The Demonstration Method to Improve Learning Achievement for Class V SDN Cenang 01 Untung Budiarto
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 1
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.979 KB) | DOI: 10.20961/shes.v4i5.66293

Abstract

Pembelajaran tematik terpadu di SD sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013 merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan beberapa muatan pelajaran dalam satu pembelajaran. Beberapa muatan, misalnya Bahasa Indonesia dan IPA disatukan dalam tema yang sama kemudian disajikan dalam satu pembelajaran utuh yang saling berkaitan. Tujuan penulisan praktik baik ini adalah untuk mendeskripsikan praktik baik penulis dalam menerapkan pembelajaran berorientasi higher order thiking skills (HOTS).
Analisa Pengaruh Variasi Waktu Post Weld Heat Treatment Pada Pengelasan SMAW Baja A36 Terhadap Kekuatan Uji Tarik, Uji Impak, Dan Struktur Mikro Paolo Ciptanto Lubis; Untung Budiarto; Sarjito Joko Sisworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 10, No 3 (2022): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelasam sering digunakan pada konstruksi dan industri perkapalan. Baja A 36 memiliki potensi keretakan las yang tinggi, maka perlu dilakukan (PWHT) Post Weld Heat Treatment. Tujuan penelitian untuk mendapatkan kekuatan tarik, impak dan struktur mikro pada pengelasan SMAW (shielded Metal Arc Welding) dengan menggunakan variasi waktu PWHT. Menggunakan metode eksperimen yang dilakukan secara langsung dalam semua proses pekerjaanya. Hasil yang didapat, tegangan tarik Non PWHT  mendapatkan nilai kekuatan tarik tertinggi sebesar 46,01 Mpa, PWHT 1 jam sebesar 461,44 Mpa, dan PWHT 3 jam material mendapatkan hasil terkecil sebesar 455,80 Mpa. Nilai regangan RAW material sebesar 38,13%, PWHT 3 jam lebih baik banding PWHT 2 jam dengan rata-rata 33,73%, PWHT 2 jam sebesar 22,33%, PWHT 1 jam sebesar 21,37%, dan Non PWHT sebesar 23,15%. Nilai modulus elastisitas RAW sebesar 154,74 Gpa, PWHT 1 jam sebesar 242,50 Gpa, PWHT 2 jam sebesar 254,64 Gpa, PWHT 3 jam sebesar 167,16 Gpa, dan nilai Non PWHT sebesar 262,23 Gpa. Hasil uji impak absorb energy tertinggi pada PWHT 2 jam sebesar 1,921 Joule/mm², Non PWHT sebesar 0,485 Joule/mm², dan RAW material sebesar 1,662 Joule/mm². Struktur mikro daerah base metal, HAZ, dan weld metal memiliki ferit dan perlit. Baja A 36 tanpa perlakuan panas memiliki kekuatan yang lebih besar, maka hasil yang mendekati Non PWHT adalah nilai terbaik.
Analisis Pengaruh Variasi Ukuran Steel Grit pada Proses Blasting Terhadap Laju Korosi dan Daya Rekat Adhesi Coating pada Baja ASTM A36 Irsa Prabowo; Untung Budiarto; Imam Pujo Mulyatno
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 11, No 1 (2023): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja secara luas digunakan sebagai komponen plat utama, di dalam industry perkapalan namun material baja didalam kapal sangat rentan terhadap serangan korosi yang dapat menurunkan kualitas material.. Pengendalian korosi plat baja dilakukan dengan pengecatan atau coating.Surface Preparation adalah perawatan tahap pertama yang penting dari baja sebelum (coating, painting, dll).Sandblasting merupakan salah satu metode dari surfacepreparation untuk membersihkan permukaan material dari kotoran berupa karat, cat dan sebagainya. Sandblasting dalam industri galangan kapal dilakukan dengan penyemprotan material yang bersifat abrasif yang salah satunya menggunakan steel grit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganilisis kekuatan adhesi, laju korosi, dan ketahanan lapisan plat baja ASTM A36 dengan mengetahui perbandingan dari varisasi ukuran mesh steel grit ukuran mesh 10/20, mesh 20/30, dan mesh 30/60. Pada pengujian daya adhesi menyatakan bahwa semakin besar kekasaran permukaan maka akan semakin kuat daya lekat pada coating daya kekuatan rekat lapisan coating didapat sebesar15,08 Mpa dengan menggunakan ukuran mesh Steel Grit 10/20. Pada pengujian laju korosi dengan menggunakan metode elektrokimia bahwa, ukuran mesh Steel Grit tidak mempengaruhi adanya penghambatan laju korosi setelah dilakukan pelapisan painting. Dari hasil pengujian laju korosi pula bahwa semakin tebal coating tidak menjamin bahwa pelapisan tersebut bisa melindungi dengan sempurna. Bahkan bisa sebaliknya semakin tebal suatu pelapisan painting maka akan memiliki resiko cacat coating lebih besar.
Co-Authors A.F. Zakki Abdurrachman Fiqri Abrar Farhan Afdhal Alfendry Afriandi Ginting, Afriandi Agus Saputra Ahmad Fauzan Zakki Ahmad Fhadillah Ahmad Firdhaus Ahmad, Syaiful Tambah Putra Akbar Prasetya Akbar Ramadhan Akbar, Heri Akbar, Mohamad Hanif Fadillah Budiman Akbarulah Bumi Aji Aldi Tama Alexius Bayu Setyoko Alqarni.M, Ways Ambar Isworo Aminuyati Amru, Syafiq Nada Anas Sebtu Prawira Andi Trimulyono Ardianto, Muhammad Afiq Arga Gideon Sarwanto Ari Wibawa Budi Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santoso Ari Wibawa Budi.S Artha Deri Putra Asiando Wijaya Astrid Aisya Rahmi Astrid Wulandari Avian Putri Utami Bagus Siwi Nugroho Berlian Arswendo A Berlian Arswendo Adietya Berlian Arswendo Adietya Bogie Ardianto Cahyo Dwi Yantoro Candra, Ronaldo Chandra Wijaya Panggabean David Chandra Deddy Chrismianto Deni Oktavianto Dwi Joko Purnomo Eko Sasmito Hadi Erwin Darmawan Farel Mauluvi Akmal Antaqiya Febry Wonggiawan Fikri Khalis Tenar Frestiqauli, Santi Friska Kartika P Gerry Eka Aprilianto Gilas Dwi Maylano Ginanjar Baskoro Aji Good Rindo Good Rindo Gozal Apri Prayuda Gritis Al hasbi MM Hafizh Bahtiar Hartono Yudo Hartono Yudo Heru Firmansyah Heru Firmansyah Hidayatullah, Muhammad Rafi Hristo Anggigi Ihsanuddin Nadhif Imam Pujo Mulyatno Imam Pujo Mulyatno Imam Pujo Mulyatno Indra Kurniawan Irsa Prabowo Isyroqi Al Ghifari Ivel Afra Sevira Jonathan, Mario K Kiryanto K Kiryanto Kamal Zidan Hidayat Kholill Bayu Ardhiyanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kurniawan, Hosea Kusuma, Ghiyats Abiyyu Leo Pranata Ketaren Lingga, Emilio Frans Lukman Gewa Nurhakim Lumban batu, Afriando Luthfi Isna Saputra M. Idam Titahgusti M. Ikbal Afdhal Malau, Karno R Mamat Riyadi Mangara Tua Immanuel Sianturi Maretreliano, Farand Martinus Arfendo Waroy Mathews Yose Pratama Maulana Dicky Almanda Maxwell Pradolin Mayank Faunni Naily Miftah, Muhammad Azizul Mita Buwana Noor Royyana Mochamad Arif Rachman Mohammad Nasikin Mubarak, Farhan Muchammad Rif’an Fahmi Muhamad Yamin Soamole Muhammad Abdul Aziz Mufti Muhammad Fawwaz Karim Amrullah Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Luqman Hakim Muhammad Luqman Hakim, Muhammad Luqman Muhammad Naufal Syafiq Muhammad Said Rinaldy Mukhama Ghulamuddin Mulyatno, Imam Pujio Musfar, Rafi Faiqal Mustafidurijal Mustafidurijal Muttaqien, Muhammad Hafizh Imam Nanda Rizki Yani Liara Natanael Martian Dwi Sunarto Natanael Martian Dwi Sunarto Nico Dwiprasti Anando Niko Bayu Prasetyo Nono, Ferdinand Gerald Bogar Nur Adi Triyantoro Nurhafid, Aji Ocid Mursid P. Boby Janurianto Paolo Ciptanto Lubis Pardede, Epan Rexky Parlindungan Manik Pradana, Eghy Audhi Rachman Pranajaya, Wisnu Razin Hilmy Baihaqi Reinhard Fernando Hutapea Relinton B Manalu Rendy Kastanto Renita Wurdhani Reyanld Daniel Nicholas Manurung Reza Shah Alam Richki Khresna Rindianti Wibowo Rizalul Haq Rizka Noor Miftakhul Ulum Rizki Rizcola rochim, fatkhu nur Rochman Hardi Prasetio Rolan Haris Ben Imanuel Purba, Rolan Haris Ben Imanuel Roni Rahmad S Rosiana Dewi Samuel Pardomuan Sitorus Samuel Rikardo Nainggolan Samuel Samuel Samuel, S Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Jokosisworo Sembiring, Benami I G Setiawan, Dendy Shandy Perdana Shofwan Abdullah Mubarok Ihsan Naufal Simanjuntak, Redeko Saferland Simatupang, Ridho Justicia Sinaga, Putra Yonatan Halomoan Sugeng Pardiana Sumintono, Heraldo Petra Surip Prasetyo Surya Yusuf Afriansyah Taruna, Daffa Sofyan Tuswan Tuswan Ucok Maruli Silalahi Utomo Adi Prasetyo Wildan Adi Nugraha Willson Febriant Tambunan Wilma Amiruddin Wisesa Maheswara Yacob Utama Nainggolan Yan Nohan Yosua, Palti Yudha Adhitiya Wardhana Yunior, Tri Rangga Yusuf, Fauzan Ammar Fata