Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Perancangan Kapal Penangkap Ikan Jenis Katamaran dengan Penambahan Solar Cell sebagai Sumber Penerangan Afif, Muhammad Akhfaf; Santosa, Ari Wibawa Budi; Budiarto, Untung
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 14, No 2 (2026): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan merancang kapal penangkap ikan tipe katamaran berkapasitas 15 GT yang dilengkapi sistem solar cell sebagai sumber energi penerangan. Metode perancangan menggunakan pendekatan Spiral Design dan Point Based Design berdasarkan data 10 kapal pembanding katamaran. Analisis hambatan dilakukan menggunakan metode Slender Body Molland dengan bantuan perangkat lunak Maxsurf Resistance. Hasil perancangan menghasilkan ukuran utama kapal yaitu LPP 15,2 m, lebar 8 m, tinggi 2,35 m dan sarat 1,2 m. Pada kecepatan dinas 15 knot diperoleh hambatan total sebesar 11,711 kN dengan Froude Number 0,63. Analisis stabilitas menunjukkan seluruh kondisi muatan memenuhi kriteria IS Code 2008. Sistem solar cell menggunakan 10 panel surya 455 Wp dengan total energi harian sebesar 21,805 Wh. Analisis ekonomi menunjukkan keuntungan bersih kapal sebesar Rp. 3.093.640.000 per tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapal katamaran dengan sistem solar cell memiliki potensi sebagai kapal penangkap ikan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Analisis Pengaruh Variasi Jenis Elektroda dan Variasi Temperatur PWHT pada Pengelasan SMAW terhadap Kekuatan Impak dan Tekuk Baja ST 60 Jan Shaka Ariandra Noor; Untung Budiarto; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 14, No 1 (2026): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja ST 60 merupakan baja karbon menengah yang banyak digunakan dalam industri konstruksi dan perkapalan karena memiliki kekuatan tinggi serta kemampuan menerima perlakuan panas. Namun, proses pengelasan dengan metode Shielded Metal Arc Welding (SMAW) sering menimbulkan tegangan sisa yang dapat menurunkan kualitas sambungan las. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan perlakuan Post Weld Heat Treatment (PWHT) guna mengurangi tegangan sisa, memperhalus struktur mikro, dan meningkatkan sifat mekanik hasil lasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi jenis elektroda (E7016 dan E7018) serta temperatur PWHT (500°C dan 600°C) terhadap kekuatan lentur dan ketangguhan sambungan las baja ST 60. Proses pengelasan dilakukan pada posisi 1G, kemudian spesimen diberi PWHT selama 60 menit. Pengujian dilakukan menggunakan uji tekuk untuk menilai kekuatan lentur dan uji impak untuk mengukur ketangguhan sambungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PWHT berpengaruh signifikan terhadap peningkatan sifat mekanik. Pada uji tekuk, kekuatan tertinggi dicapai oleh elektroda E7016 dengan PWHT 600°C sebesar 940,808 MPa, sedangkan nilai terendah ditunjukkan oleh elektroda E7018 tanpa PWHT sebesar 572,607 MPa. Pada uji impak, ketangguhan tertinggi diperoleh pada elektroda E7018 dengan PWHT 600°C sebesar 1,72 J/mm², dan nilai terendah terdapat pada elektroda E7016 tanpa PWHT sebesar 1,20 J/mm². Dengan demikian, PWHT terbukti meningkatkan kekuatan lentur dan ketangguhan sambungan, sedangkan pemilihan elektroda harus disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi, baik untuk ketahanan lentur maupun ketangguhan terhadap beban dinamis.
ANALISIS PENGARUH SANDBLASTING GARNETT, ALUMINIUM OXIDE, DAN SILICA DENGAN PARAMETER TEKANAN PADA KETETAPAN SUDUT TERTENTU TERHADAP COATING ADHESION BAJA A36 Rivaldi Francius Hutauruk; Untung Budiarto; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 13, No 4 (2025): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja ASTM A36 banyak digunakan pada konstruksi kapal tetapi rentan terhadap korosi sehingga diperlukan perlindungan tambahan berupa pelapisan (coating). Untuk mengatasi permasalahan tersebut, metode pelapisan (coating) dengan persiapan permukaan (surface preparation) melalui sandblasting menjadi penting untuk meningkatkan daya rekat dan guna lapisan pelindung. Metode yang digunakan untuk penelitian adalah  memvariasikan tekanan blasting (5 bar, 6 bar,7 bar) dengan ketetapan sudut pada setiap material abrasif (Garnett, Alox, Silica). Output atau hasil pada penelitian ini berupa data pengujian kekasaran permukaan dan kekuatan daya rekat adhesi cat pada permukaan baja ASTM A36. Metode yang digunakan  adalah eksperimen nyata (real experiment) dengan proses blasting manual, diikuti pengujian kekasaran permukaan (ASTM D4417) dan daya rekat adhesi menggunakan pull-off test (ASTM D4541). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis material abrasif, tekanan, dan sudut penyemprotan berpengaruh signifikan terhadap nilai kekasaran dan daya rekat coating. Material Alox menghasilkan pengaruh paling kuat terhadap peningkatan daya rekat dan pada tekanan 7 bar pada sudut 60o menghasilkan kekasaran permukaan tertinggi sebesar 71,8 µm, misalnya pada material Garnett bernilai 59,1 μm dibandingkan 5 bar sudut 45o dengan nilai 42,3 μm dan 6 bar dengan nilai 47 μm. Secara umum, peningkatan tekanan penyemprotan cenderung meningkatkan nilai kekasaran, yang berbanding lurus dengan kekuatan lapisan adhesi.
Analisis Pengaruh Variasi Arus Dan Media Pendinginan Pada Pengelasan Smaw Baja SS 400 Terhadap Kekuatan Uji Tarik Dan Uji Tekuk Rafa Effendi Soeroyo; Untung Budiarto; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 13, No 4 (2025): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi kuat arus pengelasan dan jenis media pendingin terhadap sifat mekanik baja SS 400 hasil pengelasan dengan metode Shielded Metal Arc Welding (SMAW). Material yang digunakan adalah baja karbon rendah SS 400, dengan elektroda tipe E7018 dan sambungan las kampuh V tunggal. Variasi arus pengelasan yang digunakan adalah 100 A dan 120 A, sedangkan media pendingin yang digunakan setelah proses pengelasan meliputi air, oli bekas, dry ice, dan udara. Total spesimen uji sebanyak 52 buah, terdiri dari pengujian tarik berdasarkan standar ASTM E8 dan pengujian tekuk berdasarkan ASTM E19014. Hasil pengujian menunjukkan bahwa variasi media pendingin dan arus listrik pengelasan memiliki pengaruh signifikan terhadap kekuatan tarik, regangan, modulus elastisitas, serta kekuatan tekuk spesimen. Nilai kekuatan tarik tertinggi diperoleh pada spesimen dengan media pendingin dry ice dan arus 120 A sebesar 402,68 MPa. Regangan tarik tertinggi dicapai oleh spesimen dengan media pendingin oli bekas dan arus 120 A sebesar 34,91 %. Sementara itu, nilai modulus elastisitas tertinggi ditemukan pada media oli bekas dengan arus 120 A sebesar 52,41 GPa. Untuk pengujian tekuk, nilai tegangan tekuk tertinggi sebesar 882,79 MPa dicapai oleh spesimen yang menggunakan air sebagai media pendingin dengan arus pengelasan 120 A. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kombinasi parameter pengelasan yang tepat sangat memengaruhi kualitas mekanik sambungan las baja SS 400. Media pendingin dry ice memberikan kekuatan tarik dan kekakuan tertinggi, sedangkan air dan oli bekas menghasilkan keuletan dan ketangguhan lentur yang lebih baik dibanding udara dan dry ice.
Pengaruh Preheat Treatment, Post Weld Heat Treatment Pada Pengelasan SMAW Baja ST60 Terhadap Kekuatan Uji Tarik Serta Impak Catur Wahyu Cahyono; Untung Budiarto; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 13, No 4 (2025): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja ST60 sebagai material struktural kritis di industri perkapalan rentan mengalami penurunan sifat mekanik akibat pengelasan SMAW. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh perlakuan panas preheat (450 °C/15 menit) dan PWHT annealing (450 °C/15 menit) terhadap kekuatan tarik dan ketangguhan impak sambungan las. Metode eksperimental diterapkan menggunakan pelat baja ST60 tebal 10 mm yang dilas dengan elektroda E7018 (arus 100– 140 A, tegangan 20–30 V), kemudian diuji tarik (ASTM E8) dan impak Charpy (ASTM E23). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan preheat dan kondisi tanpa perlakuan memiliki kekuatan tarik dan ketangguhan impak yang hampir setara. PWHT tunggal justru menurunkan performa mekanik, baik dari segi kekuatan tarik (432,32 MPa) maupun ketangguhan impak (0,62 J/mm²). Sebaliknya, kombinasi preheat dan PWHT (PWPR) memberikan hasil terbaik dengan kekuatan tarik tertinggi (477,90 MPa) dan impak tertinggi (0,84 J/mm²). Uji statistik menunjukkan perbedaan signifikan hanya pada parameter fracture strain. Temuan ini mengindikasikan bahwa perlakuan PWPR memberikan efek sinergis terhadap peningkatan performa mekanik sambungan las baja ST60.
Analisis Pengaruh Waktu Dan Voltase Pada Proses Elekroplating Lapisan Seng Terhadap Laju Korosi Pada Baja ST37 Adam Maulana Fadli; Untung Budiarto; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 13, No 4 (2025): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh variasi waktu dan voltase proses elektroplating seng terhadap ketahanan korosi baja ST37. Proses dilakukan dengan variasi waktu 10, 15, dan 20 menit serta tegangan 6, 8, dan 10 volt menggunakan larutan ZnSO₄ pada suhu 26°C. Pengujian meliputi ketebalan lapisan menggunakan coating thickness gauge dan laju korosi dengan metode elektrokimia pada media NaCl 3,5%. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan tegangan dan waktu pelapisan meningkatkan ketebalan lapisan dari 7,3 μm hingga 28,1 μm serta menurunkan laju korosi dari 0,024961 mm/tahun menjadi 0,0045175 mm/tahun. Kondisi optimal dicapai pada tegangan 10 V dengan waktu 20 menit, menghasilkan lapisan setebal 28,1 μm dan laju korosi terendah 0,0045175 mm/tahun. Variasi parameter proses terbukti berpengaruh signifikan terhadap kualitas lapisan pelindung, di mana kombinasi tegangan tinggi dan waktu lebih lama memberikan perlindungan korosi terbaik pada baja ST37.
ANALISIS PENGARUH VARIASI ARUS PENGELASAN GTAW PADA SAMBUNGAN DISSIMILAR PLAT SS 400 DAN SUS 316 TERHADAP KEKUATAN TARIK, TEKUK DAN IMPAK Josua Saragih; Wilma Amiruddin; Untung Budiarto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 14, No 1 (2026): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menyelidiki pengaruh kuat arus pada hasil pengelasan  baja SS 400 dan SUS 316 dengan pengelasan GTAW. Pengelasan kedua material ini sering digunakan pada industri perkapalan terutama dalam konstruksi kapal karena baja SS 400 memiliki sifat ulet dan tangguh serta SUS 316 yang memiliki sifat tahan korosi yang baik .Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beda kuat arus 80 A, 100 A, dan 120 A terhadap ketahanan uji tarik, uji tekuk, dan uji impak.Penelitian ini mengadopsi metode eksperimental untuk menganalisis sambungan las pada baja SS400 dan SUS 316. Prosedur penelitian meliputi persiapan dan pemotongan plat baja, diikuti dengan proses pengelasan menggunakan variasi kuat arus listrik 80 A, 100 A, dan 120 A. Setelah spesimen disiapkan, dilakukan pengujian mekanis yang mencakup uji tarik, uji tekuk, dan uji impak. Hasil penelitian ini memberikan data yang relevan untuk meningkatkan kualitas mutu sambungan las kedua jenis baja tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat arus pengelasan secara signifikan memengaruhi sifat mekanis sambungan. Kuat arus 120 A menghasilkan nilai tertinggi pada uji tarik, dengan tegangan 444,92 MPa, regangan 32,36%, dan modulus 259,43 GPa, serta uji impak dengan nilai 0,937 J/mm², yang ideal untuk aplikasi yang membutuhkan kekuatan dan ketahanan tinggi. Sementara itu, uji tekuk menunjukkan hasil berbeda, di mana kuat arus 100 A menghasilkan tegangan tekuk tertinggi sebesar 672,25 MPa, menunjukkan kekakuan material yang maksimal. Dengan demikian, pemilihan kuat arus optimal bergantung pada prioritas aplikasi. Arus 120 A ideal untuk aplikasi yang membutuhkan kekuatan tarik dan ketahanan impak yang tinggi, sedangkan arus 100 A lebih efektif untuk mencapai kekakuan material yang maksimal.
Analisis Engine Propeller Matching Pada Kapal Kontainer 100 Teu Gede Tresna Jaya Prawira; Untung Budiarto; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 14, No 3 (2026): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportasi laut berperan penting dalam mendukung distribusi logistik, sehingga diperlukan sistem propulsi yang mampu memenuhi kebutuhan operasi kapal secara efektif. Salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja sistem propulsi adalah kesesuaian antara mesin induk dan propeller (engine–propeller match). Penelitian ini bertujuan mencapai kesepakatan mesin dan baling-baling pada kapal kontainer KM. Nusantara 100 TEU menggunakan metode Engine–Propeller Matching (EPM). Analisis dilakukan melalui pemodelan kapal menggunakan perangkat lunak Maxsurf untuk memperoleh hambatan kapal, dilanjutkan dengan perhitungan kebutuhan daya mesin, pemilihan gearbox, evaluasi beberapa alternatif propeller Wageningen B-Series, analisis kavitasi, serta penentuan titik operasi (matching point) berdasarkan karakteristik open-water propeller dan engine envelope.Hasil analisis menunjukkan bahwa pada kecepatan rencana 12 knot perolehan hambatan total kapal sebesar 121,7 kN. Karena kapal menggunakan konfigurasi twin screw, kebutuhan propulsi dibagi menjadi dua sistem propulsi yang identik. Berdasarkan hasil evaluasi karakteristik baling-baling, dipilih baling-baling Wageningen B4-55 dengan diameter 2,40 m dan rasio P/D 0,694 untuk proses pencocokan mesin–baling-baling. Selanjutnya dipilih mesin induk MaK 6M20C berdaya 1.020 kW dengan gearbox ZF 8355. Berdasarkan analisis engine envelope, titik operasi diperoleh pada putaran sekitar 900 rpm, dengan kebutuhan daya sekitar 80,26% BHP dari daya maksimum mesin.Berdasarkan hasil penelitian, kombinasi mesin MaK 6M20C, gearbox ZF 8355, dan propeller Wageningen B4-55 memenuhi kebutuhan sistem propulsi kapal pada kondisi operasi rencana 12 simpul berdasarkan metode Engine–Propeller Matching yang digunakan dalam penelitian ini.
Co-Authors A.F. Zakki Abdurrachman Fiqri Abrar Farhan Adam Maulana Fadli Afdhal Alfendry Afif, Muhammad Akhfaf Afriandi Ginting, Afriandi Agus Saputra Ahmad Fauzan Zakki Ahmad Fhadillah Ahmad Firdhaus Ahmad, Syaiful Tambah Putra Akbar Prasetya Akbar Ramadhan Akbar, Heri Akbar, Mohamad Hanif Fadillah Budiman Akbarulah Bumi Aji Aldi Tama Alexius Bayu Setyoko Alqarni.M, Ways Ambar Isworo Aminuyati Amru, Syafiq Nada Anas Sebtu Prawira Andi Trimulyono Ardianto, Muhammad Afiq Arga Gideon Sarwanto Ari Wibawa Budi Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santoso Ari Wibawa Budi.S Artha Deri Putra Asiando Wijaya Astrid Aisya Rahmi Astrid Wulandari Avian Putri Utami Bagus Siwi Nugroho Berlian Arswendo A Berlian Arswendo Adietya Berlian Arswendo Adietya Bogie Ardianto Cahyo Dwi Yantoro Candra, Ronaldo Catur Wahyu Cahyono Chandra Wijaya Panggabean David Chandra Deddy Chrismianto Deni Oktavianto Dwi Joko Purnomo Eko Sasmito Hadi Erwin Darmawan Evan Pardede Fairuz Farah Ikbar Farel Mauluvi Akmal Antaqiya Febry Wonggiawan Fikri Khalis Tenar Frestiqauli, Santi Friska Kartika P Gede Tresna Jaya Prawira Gerry Eka Aprilianto Gilas Dwi Maylano Ginanjar Baskoro Aji Good Rindo Good Rindo Gozal Apri Prayuda Gritis Al hasbi MM Hafizh Bahtiar Hartono Yudo Hartono Yudo Heru Firmansyah Heru Firmansyah Hidayatullah, Muhammad Rafi Hristo Anggigi Ihsanuddin Nadhif Imam Pujo Mulyatno Imam Pujo Mulyatno Imam Pujo Mulyatno Indra Kurniawan Irsa Prabowo Isyroqi Al Ghifari Ivel Afra Sevira Jan Shaka Ariandra Noor Jonathan, Mario Josua Saragih K Kiryanto K Kiryanto Kamal Zidan Hidayat Kholill Bayu Ardhiyanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kurniawan, Hosea Kusuma, Ghiyats Abiyyu Leo Pranata Ketaren Lingga, Emilio Frans Lukman Gewa Nurhakim Lumban batu, Afriando Luthfi Isna Saputra M. Idam Titahgusti M. Ikbal Afdhal Malau, Karno R Mamat Riyadi Mangara Tua Immanuel Sianturi Maretreliano, Farand Martinus Arfendo Waroy Mathews Yose Pratama Maulana Dicky Almanda Maxwell Pradolin Mayank Faunni Naily Miftah, Muhammad Azizul Mita Buwana Noor Royyana Mochamad Arif Rachman Mohammad Nasikin Mubarak, Farhan Muchammad Rif’an Fahmi Muhamad Yamin Soamole Muhammad Abdul Aziz Mufti Muhammad Fawwaz Karim Amrullah Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Luqman Hakim Muhammad Luqman Hakim, Muhammad Luqman Muhammad Naufal Syafiq Muhammad Said Rinaldy Mukhama Ghulamuddin Mulyatno, Imam Pujio Musfar, Rafi Faiqal Mustafidurijal Mustafidurijal Muttaqien, Muhammad Hafizh Imam Nanda Rizki Yani Liara Natanael Martian Dwi Sunarto Natanael Martian Dwi Sunarto Nico Dwiprasti Anando Niko Bayu Prasetyo Nono, Ferdinand Gerald Bogar Nur Adi Triyantoro Nurhafid, Aji Ocid Mursid P. Boby Janurianto Paolo Ciptanto Lubis Pardede, Epan Rexky Parlindungan Manik Pradana, Eghy Audhi Rachman Pranajaya, Wisnu Rafa Effendi Soeroyo Razin Hilmy Baihaqi Reinhard Fernando Hutapea Relinton B Manalu Rendy Kastanto Renita Wurdhani Reyanld Daniel Nicholas Manurung Reza Shah Alam Richki Khresna Rindianti Wibowo Rivaldi Francius Hutauruk Rizalul Haq Rizka Noor Miftakhul Ulum Rizki Rizcola rochim, fatkhu nur Rochman Hardi Prasetio Rolan Haris Ben Imanuel Purba, Rolan Haris Ben Imanuel Roni Rahmad S Rosiana Dewi Samuel Pardomuan Sitorus Samuel Rikardo Nainggolan Samuel Samuel Samuel, S Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Jokosisworo Sembiring, Benami I G Setiawan, Dendy Shandy Perdana Shofwan Abdullah Mubarok Ihsan Naufal Simanjuntak, Redeko Saferland Simatupang, Ridho Justicia Sinaga, Putra Yonatan Halomoan Sugeng Pardiana Sumintono, Heraldo Petra Surip Prasetyo Surya Yusuf Afriansyah Taruna, Daffa Sofyan Tuswan Tuswan Ucok Maruli Silalahi Utomo Adi Prasetyo Wildan Adi Nugraha Willson Febriant Tambunan Wilma Amiruddin Wilma Amiruddin Wisesa Maheswara Yacob Utama Nainggolan Yan Nohan Yosua, Palti Yudha Adhitiya Wardhana Yunior, Tri Rangga Yusuf, Fauzan Ammar Fata