Claim Missing Document
Check
Articles

Perencanaan Traffic Light pada Persimpangan Jalan Garuda Sakti - Jalan Melati - Jalan Binawidya Kota Pekanbaru sahat hutabarat; Fadrizal Lubis; Alfian Saleh
JURNAL TEKNIK Vol. 14 No. 2 (2020): Edisi Oktober 2020
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/teknik.v14i2.4949

Abstract

Simpang empat Garuda Sakti Pekanbaru merupakan salah satu titik temu antara lalu lintas Kota Pekanbaru dengan Kabupaten Kampar yang memiliki kepadatan lalu lintas yang sangat tinggi. Saat ini persimpangan tersebut tidak memiliki Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL), kondisi ini menyebabkan terjadinya titik konflik yang mengakibatkan kemacetan terutama di jam-jam sibuk. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan fase berapa yang akan dibuat pada persimpangan tersebut. Perencanaan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari tiga model pengaturan pergerakan yaitu pengaturan pergerakan 2 fase, 3 fase dan 4 fase. Pada perencanaan 2 fase didapat waktu siklus 52 detik dengan derajat kejenuhan rata-rata < 0,85 dan tundaan rata-rata 21 detik/smp, perencanaan 3 fase didapat waktu siklus 1955,3 detik dengan derajat kejenuhan yang tinggi yaitu > 1 dan tundaan rata-rata 694 detik/smp, perencanaan 4 fase didapat waktu siklus 166,3 detik dengan derajat kejenuhan yang tinggi yaitu > 1 dan tundaan rata-rata 623 detik/smp. Dari hasil penelitian, penulis merekomendasikan pengaturan pergerakan yang paling cocok untuk simpang empat Garuda Sakti Pekanbaru adalah model pengaturan pergerakan 2 fase dengan waktu siklus tidak terlalu besar, waktu hijau tidak terlalu lama dan tidak terlalu cepat pada masing-masing fase, sehingga mengurangi kecelakaan yang mungkin terjadi akibat menerobos lampu lalu lintas
PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN DEPO CONTAINER PT. PELINDO I - DUMAI Fadrizal Lubis; Winayati
JURNAL TEKNIK Vol. 15 No. 1 (2021): Edisi April 2021
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/teknik.v15i1.6895

Abstract

Pelayanan angkutan kontainer (peti kemas) merupakan pelayanan jasa angkutan barang utama dalam proses eksport dan import. Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengelolaan kawasan proses export, imprort dan melayani jasa angkutan kontainer adalah PT.Pelindo I Cabang Dumai. Penelitian ini bertujuan merencanakan tebal struktur perkerasan lahan penumpukan depo kontainer agar memberikan sumbangan pemikiran tentang perencanaan tebal perkerasan yang digunakan dalam pembuatan depo kontainer di PT. Pelindo I Cabang Dumai. Perencanaan perkerasan menggunakan perkerasan kaku (rigid pavement) yang terdiri dari plat beton semen terletak di atas tanah dasar langsung atau di atas lapisan granuler (sub base) dan berada di atas tanah dasar (subgrade), Perhitungan perencanaan tebal perkerasan kaku (rigit pavement) menggunakan metoda NAASRA(National Association Australian State Road Authorities). Dari hasil perencanaan tebal perkerasan yang dilakukan diperoleh hasil berikut : Lapis pondasi beton dengan tebal 100mm, untuk pelat beton dipakai mutu beton K350 kg/cm2, setara f”c 35 MPa . Dengan tebal pelat 250mm, Tulangan memanjang , tulangan melintang digunakan . Dowel untuk tebal pelat 220-250 mm digunakan dowel dengan ketentuan Ukuran Jarak Ruji (mm) , panjang L = 450mm, Jarak S = 300mm, Tie bar (batang pengikat) , P = 688 mm, L= 750 mm.
Analisis Tingkat Kerusakan Bangunan Gedung Asrama Atlit Sport Centre Rumbai Wahyudi; Fadrizal Lubis; Widya Apriani
JURNAL TEKNIK Vol. 15 No. 2 (2021): Edisi Oktober 2021
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/teknik.v15i2.7428

Abstract

Kondisi gedung asrama atlit sport centre Rumbai saat ini terdapat kerusakan kerusakan arsitektur, mekanikal, elektrikal dan plumbing karena kurangnya perawatan pada bangunan gedung. Pemeliharaan dan perawatan bangunan gedung secara konsisten dan berkelanjutan sudah menjadi syarat yang harus dipenuhi, sehingga bisa mencapai persyaratan bangunan gedung yaitu pada permen 24/PRT/M/2008, khususnya bangunan gedung yang fungsinya sebagai salah satu penunjang yang dapat meningkatkan prestasi atlit yaitu fasilitas penginapan seperti asrama atlit sport centre Rumbai. Tujuan dari penelitian ini untuk mempersentase kerusakannya dan mengestimasi biaya kerusakannya serta biaya pemeliharaan pertahun dan memprediksi anggaran 10 tahun mendatang, dengan metode estimasi harga yaitu mengunakan harga satuan rata rata per-m2 bangunan bertingkat yang akurat untuk bangunan gedung. Hasil perhitungan ini didapatkan estimasi harga perkiraan kasar (approximate estimate) sebesar Rp. 866.433.671,00,- untuk kerusakan-kerusakan arsitektur, mekanikal, elektrikal, dan plumbing kriteria tingkat kerusakannya adalah kerusakan berat namun dilihat dari permen 24/PRT/M/2008 persentase kerusakan pada gedung asrama atlit sport centre Rumbai sebesar 1.56%, sehingga digolongkan dalam kerusakan ringan (<35%) dan tindakan yang akan dilakukan adalah merehabilitasi bangunan gedung, sedangkan untuk pemeliharaan per-tahunnya adalah sebesar Rp. 4.721.146.000,- ditahun 2021 yang dipekirakan meningkat setiap tahunnya. dan untuk 10 tahun berikutnya akan meningkat menjadi Rp. 6.532.067.740,-. karena pengaruh nilai inflasi berdasarkan Bank indonesia.
Analisis Nilai Keausan pada Lapis Hot Rolled Sheet (HRS) dengan Menggunakan Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) dan Styrofoam Alfian Saleh; Dapot Syaloom Harianja; Fadrizal Lubis
JURNAL TEKNIK Vol. 16 No. 1 (2022): Edisi April 2022
Publisher : JURNAL TEKNIK UNILAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/teknik.v16i1.9491

Abstract

The application of recycling using Reclaimed Asphalt Pavement (RAP), where Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) is a road structure rehabilitation concept, by optimizing the reuse of old materials into new pavement materials. In this study, materials from Reclaimed Asphalt Pavement were used for the Hot Rolled Sheet (HRS) layer by utilizing added material in the form of Styrofoam waste material. Styrofoam has the same properties as asphalt, namely thermoplastic which is one of the reasons it is used as an added material. From the results of the KAO test, it was made with a value variation of 6.2%; 6.7%; 7.2%; 7.7%; 8.2% and obtained the optimum asphalt content value of 7.24%. From the optimum asphalt content obtained, it is continued by searching for the optimum styrofoam content. The search for optimum styrofoam content was carried out using the addition of various values of 0%, 6%, 12%, 18%, 24% of the asphalt weight. Where all test results meet the 2018 Highways specifications with the highest stability value of 3,688.87 kg and optimum styrofoam content of 17.218%. After getting the optimum asphalt and styrofoam content, the cantabro test was carried out with an average weight loss value of 3.81%. The results of this study indicate that the use of Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) material added with Styrofoam on the Hot Rolled Sheet pavement layer has a high resistance to wear and tear.
KARAKTERISTIK KEJADIAN KECELAKAAN LALU LINTAS PADA RUAS JALAN YOS SUDARSO RUMBAI KOTA PEKANBARU Winayati Winayati; Fadrizal Lubis
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2015)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v1i1.126

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui karakterisitik kejadian kecelakaan lalu lintas pada ruas jalan Yos Sudarso kota Pekanbaru,dengan melihat titik-titik rawan kecelakaan black spot dan black site, kejadian kecelakaan accident rate berdasarkan black spot dan black site , kecelakaan berdasarkan waktu kejadian, jenis kendaraan, jenis korban serta faktor penyebab terjadinya kecelakaan terbesar dari beberapa variabel terpilih dan usaha-usaha yang dilakukan untuk mengurangi angka kecelakaan. Karakteristik kecelakaan black spot pada Jalan Yos Sudarso ada 4 ruas, ruas yang paling ekstrim adalah Simpang Mesjid Muslimin (Samping gerbang Cevron) – Simpang Mesjid Al-Ihsan (sepanjang 5 km) dengan total kejadian kecelakaan sebanyak 38-40 kejadian kecelakaan dalam 6 tahun dan tingkat kecelakaan (Accident Rate) sebesar 2,90 kecelakaan. Sedangkan ruas jalan yang dikategorikan black site ada 2 yang terendah adalah pada ruas Simpang Stadion Rumbai – Simpang Jalan Arengka II, sepanjang 4,4 km dengan total kejadian kecelakaan sebanyak 8 kecelakaan dalam 6 tahun dan tingkat kecelakaan (Accident Rate) sebesar 0,146 kecelakaan/km. Kecelakaan berdasarkan waktu terjadinya Pagi hari jam 07.00-11.00 46 kejadian, Kecelakaaan berdasarkan jenis kendaraan yang bertabrakan Sepeda motor VS sepeda motor 52 kecelakaan Dlm 6 th, Kecelakaan berdasarkan jenis korban Kecelakaan dlm 6 th, 181 kejadian.Penyebab terjadinya kecelakaan dianalisis dengan menggunakan model analisa regresi linier berganda dengan uji korelasi antara kejadian kecelakaan dengan fariabel bebas antara lain jumlah penduduk, jumlah kendaraan dan jumlah sepeda motor. Hasil analisis regresi yang telah dilakukan didapat persamaan regresinya y = -75,0727124+8,6027x10-10 x +0,001461665 x+ -0,00153957 x Berdasarkan hasil analisa korelasi, maka pada Jalan Yos Sudarso Kota Pekanbaru didapat hubungan antara kecelakaan dengan jumlah penduduk 2,89 %, kecelakaan disebabkan oleh jumlah kendaraan,0,00075% dan kecelakaan disebabkan oleh jumlah sepeda motor 7,40 %.
PENGARUH PENGEMBANGANGAN TATA GUNA LAHAN TERHADAP TARIKAN PERGERAKAN LALU LINTAS DAN TINGKAT LAYANAN JALAN RIAU PEKANBARU Winayati Winayati; Fadrizal Lubis; Hendri Rahmad
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2015)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v1i2.171

Abstract

Meningkatnya pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat pada umumnya, salah satu indikator meningkatnya pertumbuhan ekonomi adalah meningkatnya permintaan (demand) yang diwujudkan dengan pengembangan kawasan pusat pertokoan, pusat perkantoran atau pusat-pusat bisnis seperti hotel, mall, sarana rekreasi dan lain-lain. Hal ini akan berpengaruh terhadap pergerakan yang ditunjukkan dengan peningkatan jumlah kendaraan bermotor. Percepatan pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor yang sangat signifikan akan membawa permasalahan baru bagi pemerintah dalam menyediakan fasilitas infrastruktur yang sampai saat ini dapat dikatakan belum memadai. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat pengaruh variabel tata guna lahan yang paling besar pengaruhnya terhadap tarikan pergerakan lalu lintas kendaraan akibat pengembangan kawasan bisnis di jalan Riau Pekanbaru, dan untuk mengetahui tingkat layanan jalan Riau pada tahun 2015 sekarang. Dari lima variabel bebas PDRB (X1), jumlah penduduk (X2), luas bangunan pertokoan (X3), luas bangunan hotel (X4), luas bangunan mall (X5) didapat persamaan regresi Y = 3.803.578,420 + (-0,003 X1) + (-7,173 X2) + 58,623 X5. Jika dilihat dari derajat kejenuhan dari hasil perhitungan mulai tahun 2015 hasilnya sudah sebesar 1.285, artinya tingkat layanan jalan pada tahun 2015 sudah berada ditingkat F artinya arus terhambat (berhenti, antrian, macet), pada jam-jam puncak, kecepatan arus bebas 22 – 25 Mph, batas kecepatan arus bebas 27 Mph
ANALISA FREKUENSI CURAH HUJAN TERHADAP KEMAMPUAN DRAINASE PEMUKIMAN DI KECAMATAN KANDIS Fadrizal Lubis
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 2 No. 1 (2016)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v2i1.293

Abstract

Akibat perkembangan daerah yang paling mempengaruhi perencanaan drainase antara lain adalah besarnya intensitas curah hujan di daerah pengaliran dan bagaimana tata guna lahan di daerah pengaliran tersebut. Jika diketahui intensitas curah hujan besar dan daerah resapannya kecil, maka dimensi drainase direncanakan lebih besar dan demikian juga sebaliknya. Untuk itu peneliti merasa perlu melakukan penelitian menggunakan metode hidrologi dengan menggunakan data curah hujan untuk mengetahui debit banjir rencana. Adapun metode untuk mencari curah hujan rata-rata menggunakan Distribusi normal, Distribusi log normal, Distribusi Gumbel dan Distribusi log Pearson III. Debit banjir rencana (Q) 5 tahun menggunakan metode Gumbel penulis jadikan sebagai debit perbandingan untuk mengetahui fungsi saluran yaitu 204,9185 mm/dtk. Debit aliran drainase eksisting (Q) adalah 0,6245 m/detik, sedangkan besar aliran banjir puncak (Qp) adalah 1,428 m/detik, sehingga dapat diperkirakan bahwa besar aliran banjir tidak dapat ditampung oleh kapasitas saluran drainase yang ada. Oleh karena itu perlu dilakukan perubahan ukuran penampang dari drainase eksisting lebar 0,6 m dan tinggi 0,8 m menjadi drainase rencana lebar 0,8 m dan tinggi 1,2 m
EVALUASI TIKUNGAN PADA STA 40+100 DI RUAS JALAN SIMPANG LAGO – SEKIJANG MATI Hendri Rahmat; Fadrizal Lubis
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 2 No. 2 (2016)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v2i2.338

Abstract

Pada dari tahun 2011 – 2015 terjadi 21 perkara kecelakaan lalulintas dengan korban meninggal dunia sebanyak 14 orang, luka 568.770,000 (sumber : Polres Pelalawan). Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan salah satunya faktor geometrik jalan. Hasil yang diperoleh alinyemen horizontal pada tikungan terjadi perbedaan antara as jalan existing dengan as jalan hasil perhitungan yang mengacu ke standar Bina Marga. Dari hasil perhitungan superelevasi terlihat bahwa superelevasi existing di tikungan tidak sesuai dengan standar Bina Marga. Maka dapat disimpulkan bahwa geometrik jalan merupakan faktor penyebab terjadinya kecelakaan di tikungan STA 40+100 ruas jalan Simpang Lago – Sekijang Mati
PENGARUH FILLER ABU TANDAN SAWIT TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHAL PADA CAMPURAN AC-BC Winayati Winayati; Fadrizal Lubis; Virgo Trisep Haris
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v3i1.370

Abstract

Dalam upaya meningkatkan kekuatan struktur perkerasan jalan raya khususnya perkerasan Laston, pemilihan jenis material sebagai filler sangat penting karena filler merupakan bahan pengisi yang sifatnya halus dan dapat mengisi rongga atau pori yang berukuran diameter lebih kecil atau kurang dari 0,002 mm, salah satu limbah yang dihasilkan oleh industri perkebunan kelapa sawit memberikan peluang alternatif material penyusun campuran aspal (filler). Berdasarkan pengujian awal terhadap abu tandan sawit, dari analisis saringan diperoleh hasil bahwa abu tandan sawit 65% lolos saringan No.200, pada pengujian saringan basah filler abu tandan sawit memenuhi gradasi yang ditentukan. Bahan pengisi pada campuran yang sering digunakan pada proses pembuatan aspal di AMP (Asphalt Mixing Plant) adalah abu batu dan semen portland. Abu tandan sawit merupakan salah satu limbah non plastis, sesuai dengan persyaratan bahan yang bisa digunakan untuk bahan pengisi. Dari rekomendasi penelitian Afrian (2016), campuran AC-BC yang memenuhi Spesifikasi Umum Bina Marga 2010, yakni 25% filler abu tandan sawit dicampur dengan 75% Abu Batu dari berat total filler dalam campuran. Variasi tersebut dalam campuran AC-BC memenuhi standar karakteristik Marshall, yaitu stabilitas, flow, VIM, VMA, VFA, MQ, IRS, yang menjadi dasar penelitian selanjutnya dengan melihat pengaruh filler ABS terhadap karakteristik Marshall khususnya nilai rongga dalam campuran (VIM) akibat penambahan persentasi ABS yang dilakukan di laboratorium. Dari hasil analisis regresi linier didapat persamaan Y = 0.245 + 0.001 X, artinya variabel persentase ABS (25%) berpengaruh terhadap nilai VIM, tetapi pengaruhnya sangat kecil, r2 = 0,035 artinya hubungan antara persentasi ABS yang dicampurkan, berpengaruh pada nilai VIM yang terjadi tetapi relatif kecil.
ANALISIS SAMBUNGAN SEKRUP PADA KONSTRUKSI RANGKA ATAP BAJA RINGAN MENURUT SNI 7971:2013 Widya Apriani; Fadrizal Lubis; Muthia Anggraini
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 3 No. 2 (2017)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v3i2.380

Abstract

Kegagalan struktur rangka atap bangunan dengan material baja ringan atau baja canai dingin dapat terjadi oleh beberapa sebab, misalnya faktor perencanaan dan pelaksanaan. Pada tahun 2016 terjadi kegagalan struktur rangka atap pada suatu gedung di Pekanbaru yang mengakibatkan hampir keseluruhan rangka atap bangunan rubuh. Kegagalan yang terjadi pada sambungan dan tekuk di beberapa batang yang terjadi pada beberapa joint atau sambungan antara ringbalk beton dan rangka batang. Penelitian dilakukan dengan melakukan pemodelan rangka atap baja canai dingin menggunakan SAP 2000 untuk mengetahui gaya dalam struktur. selanjutnya dilakukan desain sambungan menurut SNI 7971:2013 tentang baja canai. Sambungan yang akan dianalisis merupakan sambungan rangka baja ringan dengan menggunakan self-drilling screw yang didesain menurut ketentuan SNI 7971:2013. Hasil penelitian menunjukkan terjadi kegagalan sambungan yang dipengaruhi oleh mode bearing, karena kapasitas geser desain yang diperoleh lebih besar dari kapasitas tariknya, sehingga jumlah sekrup yang digunakan lebih sedikit. Kapasitas sambungan pada kasus ini ditentukan oleh kapasitas geser sekrup. Desain kapasitas geser sedikit di atas gaya dalam maksimum yang bekerja. Sedangkan, kapasitas tarik profil jauh kapasitas geser yang bekerja. Sambungan cukup kuat menahan gaya-gaya dalam rangka baja ringan yang menahan kombinasi beban gravitasi dan beban angin, beban hujan, sehingga sambungan bukanlah menjadi penyebab terjadinya keruntuhan struktur rangka atap.