Claim Missing Document
Check
Articles

Laju Pertumbuhan dan Produksi Biomassa Daun Lamun Thalassia hemprichii di Perairan Desa Pengujan Kabupaten Bintan Oktavialy, Feby; Zulfikar, Andi; Melani, Winny Retna
Akuatiklestari Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v6i2.4062

Abstract

Desa Pengujan menyimpan kekayaan sumberdaya hayati dan keanekaragaman ekosistem laut tropis yang berlimpah, salah satunya adalah padang lamun. Lamun yang banyak ditemui di Desa Pengujan adalah Thalassia hemprichii. Lamun bagi Perairan Desa Pengujan adalah tempat hidup biota seperti makrozobentos, bivalvia, dan jenis ikan-ikan yang hidup di sekitaran lamun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan lamun Thalassia hemprichii, produksi biomassa dan hubungan laju pertumbuhan daun lamun dengan parameter lingkungan. Penelitian ini dilakukan dari bulan April – Desember 2021 berlokasi di Perairan Desa Pengujan. Penentuan titik pengambilan sampel menggunakan metode random sampling. Tahap awal yang dilakukan menentukan lokasi di Perairan Desa Pengujan yang memiliki sebaran lamun. Penentuan titik pengamatan menggunakan software ArcGis 10.8 dengan menentukan sebanyak 30 titik pengamatan yang diacak di daerah yang sebaran lamun banyak agar mewakili setiap perairan di Desa Pengujan dengan mengunakan plot 50x50cm. Laju pertumbuhan di 2 minggu pertama lebih besar, kemudian semakin menurun pertumbuhannya diminggu berikutnya selama 60 hari.  Rata-rata pertumbuhan daun lamun dalam 60 hari sebesar 0,7 cm/hari. Biomassa lamun setelah 60 hari di Perairan Desa Pengujan yaitu 108,5 gbk/m2. Hubungan laju pertumbuhan dengan parameter lingkungan selama 60 hari yang sangat signifikan adalah salinitas, TOM dan kecerahan.
Makrozoobentos sebagai Bioindikator Kualitas Perairan di Pantai Marina Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau Arta, Fatimah The Last; Zulfikar, Andi; Melani, Winny Retna
Akuatiklestari Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v7i1.5248

Abstract

Pantai Marina merupakan salah satu pariwisata bahari yang berada di Kota Batam. Penelitian ini mengenai makrozoobentos sebagai bioindikator kualitas perairan di Pantai Marina, Kota Batam, Kepulauan Riau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas perairan di Pantai Marina melalui keberadaan makrozoobentos menggunakan indeks ekologi dan Family Biotic Index (FBI). Pengambilan sampel dilakukan dengan metode random sampling sebanyak 30 titik sampel. Berdasarkan hasil identifikasi jenis makrozoobentos ditemukan sebanyak 26 genus, terdiri dari filum Mollusca 21 genus, Annelida 3 genus, dan Arthropoda 1 genus dengan total kelimpahan makrozoobentos di Pantai Marina sebesar 157,41 ind/m2. Nilai indeks ekologi makrozoobentos di Pantai Marina dengan nilai indeks keanekaragaman (2,84) kategori “sedang”, keseragaman (0,87) kategori “tinggi”, dominansi (0,07) kategori “rendah”. Berdasarkan parameter lingkungan di Pantai Marina dapat dilihat bahwa kondisi perairan masih sesuai baku mutu air laut berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 22 Tahun 2021 Lampiran VIII peruntukan biota laut dan bisa mendukung kehidupan makrozoobentos di Pantai Marina dan berdasarkan hasil perhitungan kriteria FBI dapat diketahui kualitas perairan di Pantai Marina berkategori “sangat baik” dengan nilai 0,35 yang berarti kualitas perairan di lokasi tersebut sangat baik.
Indeks Antropogenik Mangrove di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau Sutran, Sutran; Suryanti, Ani; Zulfikar, Andi
Akuatiklestari Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v7i1.6236

Abstract

Faktor antropogenik (aktivitas manusia) langsung ataupun tidak langsung menjadi salah satu penyebab utama terjadinya degradasi ekosistem mangrove. Pertumbuhan jumlah penduduk dan mengingkatnya kegiatan di wilayah pesisir menyebabkan terjadinya tekanan terhadap ekosistem mangrove baik langsung ataupun tidak langsung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui indeks risiko antropogenik kawasan mangrove di Kota Tanjungpinang. Penelitian ini dilakukan di Kota Tanjungpinang pada wilayah Kelurahan Dompak, Kelurahan Kampung Bugis dan Kelurahan Senggarang. Penelitian dilakukan dengan teknik penginderaan jauh dan sistem informasi geografis. Aktivitas antropogenik diidentifikasi menggunakan data citra satelit (google earth) yang diverifikasi dengan survei lapangan melalui observasi langsung. Analisis indeks antropogenik menggunakan model Environmental Risk Surface (ERS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kota Tanjungpinang, sumber tekanan antropogenik terdiri dari area permukiman, industri galangan kapal, jalan dan dermaga. Indeks risiko antropogenik sangat tinggi berada pada wilayah Kampung Bugis (pesisir selatan, sekitar Sungai Terusan dan sekitar Jembatan Gugus Sungai Carang), Kelurahan Dompak (wilayah sekitar Jembatan Dompak dan sekitar Jembatan Dompak Lama), dan Kelurahan Senggarang (wilayah sekitar Kampung Senggarang dan Tanjung Sebauk).
Analisis Kesesuaian Budidaya Rumput Laut Kapphapycus alvarezii di Kecamatan Moro dan Sugi Besar Kabupaten Karimun Faisal, La Ode M; Muzahar, Muzahar; Zulfikar, Andi; Ismail, Khodijah
Akuatiklestari Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v7i2.6825

Abstract

Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memiliki garis pantai yang meluas hingga mencapai 8.561,33 kilometer, memberikan potensi besar dalam sumber daya kelautan dan perikanan, terutama di sektor maritim. Salah satu komoditas pangan off farm yang menjanjikan untuk dikembangkan adalah rumput laut. Budidaya rumput laut menjadi peluang penghidupan berkelanjutan bagi 3,28% buruh dan nelayan di Kepri. Kabupaten Karimun telah mengembangkan industri pengolahan rumput laut dalam skala kecil khususnya jenis Kappaphycus alvarezii. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis kesesuaian budidaya rumput laut Kapphapycus alvarezii di Kecamatan Moro dan Sugi Besar Kabupaten Karimun. Analisis kesesuaian menggunakan Pendekatan spasial dan Sistem Informasi Geografis (GIS) menggunakan metode Multi Criteria Analysis (MCA). Hasil analisis menunjukkan bahwa hanya tujuh parameter dengan gradien skor yang memiliki signifikansi dalam area kajian. Dua parameter utama, yaitu DO dan salinitas, menunjukkan tingkat kesesuaian yang tinggi, berdasarkan kriteria yang ditetapkan. Kendala terbesar terletak pada tinggi gelombang dan posfat yang memiliki skor kurang sesuai, serta TSS yang tidak sesuai. Tingginya kekeruhan (TSS) di lokasi penelitian disebabkan oleh kedekatan dengan daratan Sumatera yang memiliki sungai-sungai besar. Kesesuaian juga didukung dengan kondisi eksisting lokasi, dukungan pemerintah dan sosial ekonomi masyarakat lokal. Karena itu pengembangan budidaya rumput laut yang efektif dan efisien dan berkelanjutan layak dipertimbangkan.
Kesesuaian dan Daya Dukung Wisata Pantai Trikora Bintan, Kepulauan Riau Mukhlis, Mukhlis; Apdillah, Dony; Willian, Nancy; Khodijah, Khodijah; Zulfikar, Andi
Akuatiklestari Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v7i2.6960

Abstract

Wisata pantai merupakan kegiatan wisata yang dilakukan untuk bersantai seperti rekreasi, berenang, berjemur dan olahraga dilingkungan pantai yang didukung fasilitas yang lengkap, nyaman dan aman serta akses yang mudah untuk dijangkau. Kabupaten Bintan khususnya pesisir timur Pulau Bintan menawarkan beragam pantai yang menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung. Sepanjang pesisir timur Pulau Bintan tersebut dikenal oleh masyarakat setempat dengan sebutan Pantai Trikora. Peningkatan kunjungan wisatawan ke Pantai Trikora menegaskan bahwa lokasi ini merupakan salah satu destinasi wisata pantai skala massal yang paling favorit di Bintan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis kesesuaian wisata pantai dengan mempertimbangkan kapasitas jumlah fasilitas sarana prasarana, kenyaman keamanan dan akses yang mudah serta jumlah pengunjung yang diperbolehkan untuk kegiatan wisata pantai di pantai Trikora Bintan. Penelitian dilakukan disepanjang pantai Trikora dengan 6 (enam) area pengamatan yaitu Pantai Atok, Pantai Jazz, Pantai Kita, Pantai Nenek, Pantai Tergok, dan Pantai Trikora 4. Analisis kesesuaian (suitability analysis) wisata menggunakan Multi Criteria Analysis (MCA) dengan kalkulasi jarak spasial (euclidian distance) untuk menentukan zona- zona spasial dan luasnya. Kemudian daya dukungnya mengunakan perhitungan Boullon’ Carrying capacity mathematical model (BCCMM). Hasil penelitian menunjukan bahwa real carrying capacity (RCC) disepanjang pantai Trikora Bintan ditinjau dari aspek kesesuaian, maka kawasan yang sangat sesuai untuk wisata pantai luas 594.412 m2 dan berenang seluas 665.800 m2. Daya dukung kawasan pantai mampu menerima kunjungan wisatawan sebanyak 433 orang setiap hari dengan 3 zona dan daya dukung untuk berenang sebanyak 12.131 orang setiap hari dengan 4 zona.
Strategi Pengelolaan Ekosistem Mangrove Sebagai Upaya Adaptasi Perubahan Iklim di Pesisir Tanjungpiayu Kota Batam Zakia, Rahima; Lestari, Febrianti; Apdillah, Dony; Zulfikar, Andi
Akuatiklestari Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v8i1.7005

Abstract

Penelitian ini dilakukan dari September 2023 hingga Mei 2024 di kawasan hutan mangrove pesisir Tanjungpiayu Kota Batam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis potensi biomassa, stok karbon, dan serapan karbon di kawasan hutan mangrove Tanjungpiayu, menghitung nilai ekonomi karbon hutan mangrove Tanjungpiayu, serta untuk merumuskan pengelolaan ekosistem mangrove dalam upaya adaptasi perubahan iklim di pesisir Tanjungpiayu Kota Batam. Lokasi penelitian ditentukan melalui metode survei, dimana titik sampling dipilih secara purposive sampling. Untuk menghitung biomassa pohon dilakukan tanpa merusak (nondestructive), dengan mengukur diameter batang setinggi dada (Diameter at Breast Height/DBH) yang diambil pada ketinggian sekitar 1,3 m dari permukaan tanah. Selanjutnya, perhitungan dilakukan dengan model allometrik untuk menghitung potensi biomassa dan penyimpanan karbonnya. Penentuan strategi pengelolaan menggunakan metode AHP dengan responden sejumlah 7 orang sebagai informan kunci. Berdasarkan hasil analisis data nilai total biomassa, stok karbon dan serapan CO2 pada lokasi penelitian adalah sebesar 150,32 ton/ha, 70,65 ton/ha dan 259,06 tonC/ha. Hal ini menunjukkan bahwa mangrove Tanjungpiayu memiliki potensi sebagai penyerap karbon atmosfer. Berdasarkan perhitungan nilai ekonomi karbon mangrove di pesisir Tanjungpiayu adalah Rp 25.054.254,16 (pasar sukarela) dan Rp 65.475.117,55 (CDM). Berdasarkan perolehan skor tertinggi aspek saintek menjadi prioritas dalam mempertimbangkan alternatif strategi pengelolaan ekosistem mangrove. Alternatif prioritas dengan skor tertinggi untuk pengelolaan ekosistem mangrove di pesisir Tanjungpiayu berupa pendampingan peningkatan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan ekosistem mangrove berbasis adaptasi perubahan iklim.
Evaluasi Rencana Peruntukan Ruang Kota Tanjungpinang Terhadap Kesesuaian Habitat Ekosistem Mangrove Berdasarkan Kriteria Ekologi Noviyati, Syamsinar; Haryanti, Dewi; Lestari, Febrianti; Ismail, Khodijah; Zulfikar, Andi
Akuatiklestari Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v8i1.7031

Abstract

Ekosistem mangrove penting bagi wilayah kepulauan untuk melindungi pantai dari bahaya gelombang tinggi yang mengakibatkan banjir dan erosi pantai. Namun, mangrove hanya dapat tumbuh pada kondisi sesuai kriteria ekologi ekosistem mangrove. Pelestarian ekosistem mangrove perlu diintegrasikan kedalam perencanaan tata ruang kota pesisir. Menyusun rencana tata ruang kota pesisir di pulau kecil harus adaptif terhadap perubahan lingkungan dengan berbasis pada ekologi ekosistem pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil analisis kesesuaian habitat mangrove dengan rencana pola ruang RDTR Kota Tanjungpinang. Kesesuaian habitat ekosistem mangrove di Kota Tanjungpinang berdasarkan kriteria ekologi mangrove diperoleh luas lahan yang sangat sesuai yaitu seluas 1227,87 Ha, sesuai 2651,52 Ha, dan kriteria cukup sesuai dengan luas 412,84 Ha. Zona budidaya antara lain berupa zona perumahan, perdagangan jasa, perkantoran, industri pada rencana peruntukan ruang RDTR Kota Tanjungpinang berada pada lahan yang memiliki kesesuaian habitat ekosistem mangrove berdasarkan kriteria ekologi.
Penerapan Aplikasi Cerdas Berbasis AI untuk Pengenalan Jenis Mangrove Pendukung Ekowisata Berkelanjutan di Desa Pengudang, Kabupaten Bintan Apdillah, Dony; Ritha, Nola; Zulfikar, Andi; Nanda, Tri
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 4 No 6 (2024): JAMSI - November 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1443

Abstract

Ekosistem mangrove di Desa Pengudang, Pulau Bintan, memainkan peran penting dalam ekowisata, tetapi literasi masyarakat mengenai spesies mangrove masih rendah, menurunkan efektifitas pemanfaatan secara maksimal dari potensi ekowisata. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan literasi masyarakat dan mendukung pengelolaan ekowisata berbasis mangrove melalui pengembangan aplikasi MangroveID. Aplikasi ini dirancang menggunakan teknologi machine learning untuk membantu masyarakat dan wisatawan mengenali berbagai spesies mangrove. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan untuk pengumpulan data spesies mangrove, pengembangan aplikasi, sosialisasi, pelatihan, serta evaluasi. Pelatihan dan sosialisasi diberikan kepada Pokdarwis Pengudang Mangrove Bintan serta siswa sekolah dasar setempat. Hasil menunjukkan bahwa aplikasi MangroveID berhasil meningkatkan pengetahuan peserta tentang ekosistem mangrove, serta meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan informasi terkait spesies mangrove. Evaluasi dengan pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman dari 67% menjadi 100%. Aplikasi ini juga berkontribusi pada peningkatan partisipasi masyarakat dalam konservasi lingkungan dan pengembangan ekowisata yang lebih berkelanjutan.
Kondisi Terumbu Karang di Perairan Pulau Mapur pada Kawasan Konservasi Perairan di Wilayah Timur Pulau Bintan, Kepulauan Riau Kurniawan, Rika; Thamrin, Thamrin; Nofrizal, Nofrizal; Siregar, Yusni Ikhwan; Apdillah, Doni; Zulfikar, Andi
SIMBIOSA Vol 13, No 1 (2024): SIMBIOSA
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/simbiosa.v13i1.6822

Abstract

Terumbu karang di Bintan tidak hanya menjadi habitat penting bagi berbagai spesies laut, tetapi juga mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir. Namun, ekosistem ini menghadapi tekanan yang semakin besar akibat perubahan iklim, polusi, dan aktivitas manusia, yang mengancam keberlanjutannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi terumbu karang di Kawasan Konservasi Pulau Mapur. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2024 di 5 stasiun pengamatan dengan menggunakan metode Underwater Photo Transect (UPT) untuk memperoleh data persentase tutupan karang hidup. Hasil analisis menggunakan aplikasi Coral Point Count with Excel Extension (CPCe) menunjukkan bahwa persentase tutupan karang keras di kawasan ini bervariasi dari kondisi rusak hingga sangat baik, dengan nilai berkisar antara 7,07% hingga 77,93%. Rata-rata persentase tutupan karang hidup di seluruh stasiun adalah 52,06%, yang dikategorikan sebagai "Baik". Stasiun pengamatan dengan kategori terumbu karang "Baik" dan "Sangat Baik" berjumlah 5 stasiun, sementara tiga stasiun menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan dengan persentase karang hidup yang sangat rendah. Studi ini menegaskan pentingnya perlindungan ekosistem terumbu karang di Kawasan KonservasiPulau Mapur untuk menjaga keseimbangan ekologis dan keberlanjutan sumber daya laut, serta mendukung upaya konservasi dan pengelolaan berkelanjutan di wilayah tersebut.
The presence of harmful algae in the coastal waters of Bintan Island, Riau Islands Apriadi, Tri; Melani, Winny Retna; Zulfikar, Andi; Sabriyati, Deni; Muzammil, Wahyu; Pasisingi, Nuralim
Depik Vol 13, No 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.13.1.34135

Abstract

Environmental mitigation measures are being undertaken as a proactive approach to prevent the adverse consequences associated with Harmful Algal Blooms (HABs). Presently, there is a lack of comprehensive information regarding the occurrence of HABs in the waters surrounding Bintan Island, and routine monitoring to assess the potential for eutrophication is absent. This research should begin by gathering information about potential sources that contribute to the emergence of HABs, the specific types of algae with the capacity to trigger HABs The primary objective of this study is to identify the harmful algae species present in the coastal waters of Bintan Island. The research was conducted in August 2023, with the sampling process taking place at four specific locations within the coastal waters of Bintan Island. These sampling stations were selected deliberately to capture the varying activities predominant in each respective area. The microalgae found consisted of four groups, namely Bacillariophyta, Cyanophyta, Dinophyta, and Chlorophyta. Bacillariophyta is a group of microalgae with the highest abundance proportion at all observation stations. Harmfull Algae found in the coastal waters of Bintan Island generally come from the Dinophyta group of the types Ceratium sp., Peridinium sp., Prorocentrum sp., and Dinophysis sp. Harmful microalgae from the Dinophyta group were found at all research stations, with the highest proportion of abundance at Station 2 (6%) and the lowest at Station 3 (1%). The difference in these findings is thought to be due to the dynamics of the hydrosanographic parameters of the waters, especially nutrient concentrations.Keywords:BintanCeratiumDinophytaHarmfulMicroalgae
Co-Authors . Zairion Aditya Hikmat Nugraha Adrianto , Luky Agrianti, Renny Alsha, Syahbana Advani Amrullah Usemahu Andrinal Andrinal Anggawangsa, Regi Fiji Ani Suryanti Apdillah, Doni Ariston, Muhamad Arta, Fatimah The Last Azzahra Maulidina Beale, Calvin S. Booth, Hollie Chandra Joei Koenawan Dewi Haryanti Dian Ekawati Diana Azizah Dietriech Geoffrey Bengen Dony Apdillah Efrina Yanti Esty Kurniawati Faisal, La Ode M Febrianti Lestari Ferawati Runtuboi Fery Kurniawan FERY KURNIAWAN Ginting, Rio Junaydi Hanifah, Putri Nur Haryati, R. Nina Hermansyah, Rizky Fajar Hollie Booth I Wayan Nurjaya Irfan Yulianto Ismi Dwi Yulianti Karto Wongsopatty Khodijah Ismail Khodijah Khodijah Kurniawan, Rika Kusuma, Okky Rizal Laode M Faisal Leni Agustina Lestari, Putri Agil Lily Viruly Luky Adrianto Luthvi Nurwulandari mala kurnia Manik, Grace Rika Mennofatria Boer Muhammad Ichsan Mukhlis Mukhlis Munawar Munawar Muzahar Nancy Willian Nanda, Tri Nofrizal Nofrizal Noviyati, Syamsinar Nuralim Pasisingi Nuralim Pasisingi Nurhidayah Rahmah Nuryadin, Adriyana Adevia Nyoman M N Natih Okky Rizal Kusuma Oktavialy, Feby Rachmawati, Puput Fitri Rachmawati`, Rita Rahima Zakia Rahmah, Nurhidayah Renny Agrianty Reny Puspasari Reny Puspasari, Reny Rio Junaydi Ginting Ritha, Nola Rosnah, Rosnah Sabriyati, Deni SAPUTRI, ANGGUN Saputri, Anggun Septian Anugrah Susanto, Handoko Adi Sutran Sutran Sutran, Sutran Taryono, Taryono Thamrin Thamrin Tri Apriadi Wahyu Muzammil Windarti, Sriyani Winny Retna Melani Yusni Ikhwan Siregar Zen, Linda Waty Zulhamsyah Imran