Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TAKE AND GIVE UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA DI KELAS II SD Sela Sela; Muhammad Akip; Rindah Permatasari
JURNAL PENDIDIKAN DASAR Vol 6, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.331 KB) | DOI: 10.46368/jpd.v6i2.146

Abstract

Abstrak : This study aims to improve student learning activities in science subjects in third grade elementary school. The research used is classroom action research (CAR), the procedure of this study uses PTK model Kurt Lewin. The study was carried out in two cycles, each cycle consisting of planning, acting, observing and reflecting. The results of the implementation of teaching and learning activities in the first cycle were 63.88%, the second cycle was 88.57%, and the increase from cycle I to cycle II was 24.69%. The results of classical student learning activities in the first cycle were 64.70%, the second cycle was 88.23%, and the increase from cycle I to cycle II was 23.53%. Keywords: Learning Activities Students, Take and Give Learning Models, Science Learning Abstrak: : Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran IPA di kelas III SD. Penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK), Prosedur penelitian ini mengunakan model PTK Kurt Lewin. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari perencanaan (planning), pelaksaan tindakan (acting), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting). Hasil keterlaksaan kegiatan belajar mengajar (KBM) pada siklus I sebesar 63.88%, siklus II sebesar 88.57%, dan peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 24.69%. Hasil aktivitas belajar siswa secara klasikal pada siklus I sebesar 64.70%, siklus II sebesar 88.23%, dan peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 23.53%. Kata kunci : Aktivitas Belajar Siswa, Model Pembelajaran Take and Give, Pembelajaran IPA.
Klinik Penulisan Artikel Ilmiah Sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan Menulis Artikel Ilmiah Di Nanga Pinoh Rindah Permatasari; Linda Dwi Saputri; Wahyu Septiadi
Empowerment: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2022): MEI 2022
Publisher : Pusat Riset Manajemen dan Publikasi Ilmiah Serta Pengembangan Sumber Daya Manusia Sinergi Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55983/empjcs.v1i3.140

Abstract

The development of teaching profession is the focus of the government which is always campaigned for the creation of education 4.0. Teachers are not only required to be an educator, but also to be able to develop the teaching profession, one of which is being able to write scientific papers. Based on the results of observations and interviews conducted at SMP N 2 Nanga Pinoh, identified problems faced by partners, namely: (a) Teachers are constrained in writing scientific papers; (b) Teachers do not understand the technique of writing scientific papers; (c) Teachers lack understanding in designing and the stages in classroom action research. This activity aims to improve the understanding and skills of teachers in writing scientific articles. PkM activities are carried out in the form of training with lecture methods, question and answer, group discussions and the practice of making scientific articles. Participants in this training were 20 teachers at SMP N 2 Nanga Pinoh. The test is used to see the teacher's understanding and response to writing scientific papers. The initial test showed an average value of 45.5. Of the 20 participants, only 2 participants scored 70, which means that the participants understood the essence of writing scientific articles by 70%. After the clinical writing of scientific articles was carried out, there were 3 participants who had scores below 70, namely ASR, MW and SH, 17 other participants had understood scientific articles by 70% and the average final test was 74.5. Overall, participants' understanding of the technique of writing scientific articles has increased by 29 points or when viewed from the Gain (N-Gain) normality test of 0.53 in the Medium category. This means that after this activity, on average, the participants experienced an increase in the teacher's understanding and skills in writing scientific articles.
KORELASI ANTARA HASIL BELAJAR DAN METAKOGNISI SISWA SEKOLAH DASAR DI NANGA PINOH, KALIMANTAN BARAT Rindah Permatasari
AT-THULLAB : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 3, No 2 (2019): At-Thullab : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.742 KB) | DOI: 10.30736/atl.v3i2.203

Abstract

The low student learning outcomes are caused by various aspects, one of them is student awareness of the importance of learning. The purpose of this study was to analyze the correlation between students' science learning outcomes and metacognitive skills in elementary school students in Nanga Pinoh. This research is a quantitative study using One Group Pretest-Posttest design. Data was taken from 67 students in 3 State Elementary Schools, namely SDN 28, SDN 06, and SDN 03 Nanga Pinoh. The instruments used were test questions and the Metacognitive Skills Questionnaire. Data were analyzed descriptively quantitatively. The results of data analysis using Pearson Product Moment Correlation shows that there is a significant positive relationship between student academic procrastination and student cognitive ability with the acquisition (rcount) = 0.993 at the significance level of 0.00. This means that the higher the level of metacognitive skills of students, the student learning outcomes will also increase. The coefficient of determination shows 0.98 or 98%, this means that student learning outcomes are determined by the level of metacognitive skills of students, while 2 % of student learning outcomes are determined by other factors such as health, the presence or absence of problems and others
MISKONSEPSI PADA KONSEP RANGKAIAN LISTRIK SEDERHANA: DIGALI MENGGUNAKAN INDIVIDUAL DEMONSTRATION INTERVIEW BERBANTUAN PHET SIMULATION Erlin Eveline; Rindah Permatasari
JURNAL PENDIDIKAN DASAR Vol 10, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jpd.v10i1.585

Abstract

Abstract: Misconceptions are one of the inhibiting factors in learning science. This study aims to describe preservice elementary school teachers' misconceptions using an individual demonstration interview model on the electrical circuit concept. We used PhET Simulation Kit Circuit construction: DC-Virtual lab, a virtual laboratory for assembling simple electrical circuits for demonstration in this study. A total of 25 preservice elementary school teachers were research subjects. Research data were analyzed by comparing conceptions of students and conceptions of scientists. Students' conceptions that are different from scientists' conceptions are misconceptions that occur by students. The results indicate that students have several misconceptions. Some of these misconceptions were similar to previous studies. Students notice that the lamp can consume the current, and the closer the lamp to the battery, the brighter the lamp will glow. Individual demonstration interview techniques assisted by PhET Simulation can apply to explore students' misconceptions.Keywords: misconceptions, science, interview Abstrak: Miskonsepsi menjadi salah satu faktor penghambat dalam pembelajaran sains. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan miskonsepsi mahasiswa calon guru sekolah dasar dengan menggunakan teknik wawancara model individual demonstration interview pada materi rangkaian listrik sederhana. Peneliti menggunakan PhET Simulation Kit Konstruksi sirkuit: DC-Virtual lab yang merupakan laboratorium virtual untuk merangkai rangkaian listrik sederhana untuk demonstrasi. Sebanyak 24 mahasiswa calon guru sekolah dasar dijadikan subjek penelitian. Data yang diperoleh dianalisis dengan membandingkan konsepsi mahasiswa dengan konsepsi ilmuwan. Konsepsi mahasiswa yang berbeda dengan konsepsi ilmuwan merupakan miskonsepsi yang terjadi pada mahasiswa. Hasil penelitian menemukan mahasiswa memiliki beberapa miskonsepsi. Beberapa miskonsepsi yang ditemukan sama dengan miskonsepsi yang ditemukan pada penelitian sebelumnya. Mahasiswa menganggap arus dapat dikonsumsi oleh lampu dan semakin dekat lampu dengan baterai, semakin terang nyala lampu. Teknik an individual demonstration interview berbantuan PhET Simulation dapat diterapkan untuk menggali miskonsepsi mahasiswa.Kata Kunci: Miskonsepsi, sains, wawancara
K Kemampuan Literasi Matematika Siswa dalam Menyelesaikan Soal PISA di SMP Kabupaten Melawi Linda Dwi Saputri; Rindah Permatasari; Wahyu Septiadi
LITERATUS Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Internasional Sosial dan Budaya
Publisher : Neolectura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37010/lit.v4i1.667

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi matematika siswa dalam menyelesaikan soal Program For International Student Assessment (PISA). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII yang tersebar pada beberapa sekolah di Kabupaten Melawi yang berjumlah 46 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes literasi matematika dengan konteks PISA yang berjumlah 6 soal dan wawancara. Setelah dilakukan penelitian, diperoleh bahwa kemampuan literasi matematika yang dimiliki siswa masih tergolong dalam kategori rendah dengan rata-rata 33,5. Kesalahan yang banyak dilakukan yaitu kurangnya kemampuan dasar matematika siswa, satu di antaranya siswa kurang mampu memahami soal dalam bentuk cerita dan mengkonstruksinya ke dalam model-model matematika serta kurang mampu menerapkan konsep yang digunakan untuk menyelesaikan soal yang diberikan.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS SELF-REGULATED LEARNING PADA MATERI KESEIMBANGAN LINGKUNGAN DAN PERUBAHANNYA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA Rindah Permatasari; Muslimin Ibrahim; Wahono Widodo
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol. 6 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v6n1.p1123-1129

Abstract

This  researchs aim is  to  produce biology learning devices based  on  Self-Regulated Learning in  subject of environmental balance and change to increase cognitive learning outcome of students. The devices consist of a syllabus, lesson plans, worksheets, handouts contained of student learning journal,  and assessment sheets of learning outcomes. Self-regulated learning aspect are trained is the planning, monitoring and evaluation. The feasibility aspects of this study are based on validity, practicality and effectiveness of the learning devices. This research is developed by using 4D model with one group pretest-posttest design that were tested in 21 students at Senopati senior high school Sidoarjo. The result  showed learning devices is  very  valid  with interval of an assessment scores between 3,3-4 and reliability between 92.9%-99%. Accomplished learning is very well categorized with an interval of assessment scores between 3.5-4  with average reliability by 96%, the average of legibility learning by Gunning fox index was 11 with a moderate criteria and the readability percentage of the learning devices based on readability sheets is 97%, and the students responded positively to the learning devices by 96%. Cognitive learning outcome of students can be seen with the average value of the N-gain of all students by 0.68 with a moderate criteria, classical completeness of 100%, and learning indicators completeness between 2,7-3,6. Based on these research,  it can be concluded that the biology learning devices based Self-Regulated Learning in subject of environmental balance and change is eligible to be used to increase students cognitive learning outcome. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran berbasis Self-Regulated Learning pada materi keseimbangan lingkungan dan perubahannya untuk meningkatkan hasil belajar kognitif siswa. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan  terdiri dari Silabus, RPP, LKS, Handsout yang terdapat Jurnal belajar siswa, dan Lembar penilaian hasil belajar. Aspek Self-regulated learning yang dilatihkan adalah perencanaan, monitoring dan evaluasi. Kelayakan perangkat pembelajaran dilihat berdasarkan aspek kevalidan, kepraktisan dan keefektifan perangkat pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan model 4D dengan menggunakan One Group Pretest-Posttest Design yang diimplementasikan pada 21 siswa kelas X MIA 1 SMA Senopati Sidoarjo. Hasil penelitian menunjukan perangkat pembelajaran sangat valid dengan interval skor penilaian antara 3,3-4 dan reliabilitas antara 92,9%-99%. Keterlaksanaan pembelajaran berkategori sangat baik dengan interval skor penilaian antara 3,5-4 dengan rerata reliabilitas 96%, rerata tingkat keterbacaan perangkat berdasarkan gunning fox indeks adalah 11 dengan kriteria  sedang, persentase keterbacaan perangkat pembelajaran berdasarkan lembar keterbacaan perangkat pembelajaran sebesar 97% dan siswa  memberikan respon positif terhadap perangkat pembelajaran sebesar 96%. Peningkatan hasil belajar kognitif siswa dilihat dari rerata nilai N-gain seluruh siswa yaitu 0,68 dengan kriteria sedang, ketuntasan klasikal sebesar 100%, serta ketuntasan indikator dengan interval 2,7-3,6. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa   perangkat pembelajaran berbasis  Self- Regulated   Learning   pada   materi   keseimbangan   lingkungan   dan   perubahannya   layak   digunakan   untuk meningkatkan hasil belajar kognitif siswa.
Penerapan Model Pembelajaran Blended Learning untuk Menurunkan Miskonsepsi Siswa pada Pembelajaran Fisika Mega Grasela; Nurul Apsari; Rindah Permatasari
QUANTUM: Jurnal Pembelajaran IPA dan Aplikasinya Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.14 KB) | DOI: 10.46368/qjpia.v2i1.729

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to reduce students' misconceptions in learning physics, especially on the concept of style with blended learning learning models in class X SMK Nusantara. This research uses quantitative method. The form of this research is in the form of a one group pretest–posttest design and the research instrument is a diagnostic multiple-choice test and student interviews. The subjects of this study were students of SMK Nusantara Class X Office Administration which consisted of 19 students. The results obtained show that the results of the total pretest scores are 460 and the total posttest scores are 1330 . The difference in the level of students' ability before and after using blended learning using the N-gain test is obtained an N-gain value of 0.60 with a medium category. The results of the interviews showed that students also gave the right reasons after being given treatment. So there is a change in the decrease in students' misconceptions from the results of tests and interviews. Based on the results of the research that the application of the blended learning model can reduce students' misconceptions in class X AP SMK Nusantara Nanga Pinoh.Keywords: Blended learning, misconception, physics learningAbstrak: Tujuan penelitian ini untuk menurunkan miskonsepsi siswa pada pembelajaran fisika khususnya pada materi konsep gaya dengan model pembelajaran blended learning di kelas X SMK Nusantara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Bentuk penelitian ini berupa one group pretest–posttest design dan instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda diagnostik dan wawacara peserta didik. Subjek penelitian ini adalah siswa SMK Nusantara Kelas X Administrasi Perkantoran yang terdiri dari 19 siswa. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa hasil jumlah nilai pretest sebesar 460 dan hasil jumlah nilai postest sebesar 1330 . Perbedaan tingkat kemampuan siswa sebelum dan sesudah menggunakan blended learning  menggunakan uji N-gain yaitu diperoleh nilai N-gain 0,60 dengan kategori sedang. Hasil wawancara menunjukan bahwa siswa juga memberikan alasan yang benar setelah diberikan treatment. Sehingga ada perubahan dalam penurunan miskonsepsi siswa dari hasil tes dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian bahwa penerapan model blended learning dapat menurunan miskonsepsi siswa di kelas X AP SMK Nusantara Nanga Pinoh. Kata-kata kunci: Blended learning, miskonsepsi, pembelajaran fisika
Pendekatan Keterampilan Proses dalam Pemecahan Masalah Siswa Neti Nurhayati; Rindah Permatasari; Eko Fery Haryadi Saputro
QUANTUM: Jurnal Pembelajaran IPA dan Aplikasinya Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.539 KB) | DOI: 10.46368/qjpia.v1i2.439

Abstract

Abstract: This study aims to improve student learning outcomes and find out the effect of the Process Skills model Prediction, Observation, Explanation (POE) model on problem-solving of grade 8th students of MTS Negeri 2 Nanga Pinoh in oscillations. The research method used is an experimental method with a One-Group Pretest-Posttest Design. The research was conducted in 4 meetings, with 24 students of class VIII B of MTs Negeri 2 Nanga Pinoh. The data collection instrument was carried out by testing the students' cognitive abilities in the form of pretest and posttest essays, observation sheets, and student response questionnaires. The results showed that: There was an increase in student learning outcomes in physics learning with an average increase of 55.28 with the lowest score of 40, and the highest score of 100. Keywords: learning outcomes, process skills, POE modelAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dan melihat pengaruh penerapan Keterampilan Proses Model Prediction, Observation, Explaination (POE) terhadap pemecahan masalah pada siswa kelas VIII MTs Negeri 2 Nanga Pinoh pada materi getaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan rancangan One-Group Pretest-Posttest Design. Penelitian dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan, dengan jumlah siswa kelas VIII B MTs Negeri 2 Nanga Pinoh sebanyak 24 siswa. Instrument pengumpulan data dilakukan dengan tes kemampuan kognitif siswa berupa soal esai pretest dan postest, lembar observasi, dan angket respon siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa: Terdapat peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran fisika dengan rata-rata peningkatan sebesar 55,28 dengan nilai terendah 40, dan nilai tertinggi adalah 100.Kata-kata kunci: pembelajaran fisika, keterampilan proses, model POE
Efektivitas Model Problem Based Learning (PBL) pada Keterampilan Metakognisi Siswa Yunita Eka Sari; Rindah Permatasari; Eko Fery Haryadi Saputro
QUANTUM: Jurnal Pembelajaran IPA dan Aplikasinya Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/qjpia.v2i1.730

Abstract

Abstrak: Keterampilan metakognisi merupakan kesadaran dari cara belajar yang harus dimiliki siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan model Problem Based Learning (PBL) terhadap keterampilan metakognisi siswa. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian pre-ekspiremental dan desain One group pretest-posttest. Subyek dari penelitian ini adalah 25 siswa kelas X IPA MA Bustanul Qur’an Nanga Pinoh. Instrumen yang digunakan anatara lain soal pretest dan posttest keterampilan metakognisi dan Angket Keterampilan Metakognisi. Hasil analisis keterampilan metakognisi siswa setelah menerapkan model Problem Based Learning (PBL) untuk menunjukan keberhasilan dalam peningkatan pembelajaran sebelum dan sesudah menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dengan skala likert yaitu skor rata-rata nilai pretest sebesar 36,88 (kategori kurang baik) dan posttest sebesar 62,56 (kategori baik). Kemudian, dengan uji t-test menunjukan bahwa nilai  lebih besar dari , yaitu 4,553 1,677 atau dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima  dan nilai rata-rata  effect size yaitu 0,6 dengan kategori efek sedang (Moderate effect). Dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning(PBL) efektif terhadap keterampilan metakognisi siswa di kelas X IPA MA Bustanul Qur’an Nanga Pinoh.Kata Kunci : Keterampilan Metakognisi, Problem Based Learning(PBL)
Modul Biologi Dasar Berbasis Keterampilan Metakognitif dan Kemampuan Kognitif Mahasiswa Rindah Permatasari
QUANTUM: Jurnal Pembelajaran IPA dan Aplikasinya Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.126 KB) | DOI: 10.46368/qjpia.v1i2.491

Abstract

Abstract: Entering the Revolutionary Era 4.0, humans are required to master various soft skills, including skills in managing self-awareness or metacognitive skills. This paper describes how the learning module based on metacognitive skills can improve student cognitive abilities on cell structure and function material in the basic concepts of IPA 2 at STKIP Melawi. This study had a one group pre-post design with quasi quantitative research types and involved 21 PGSD’s students at STKIP Melawi. The research technique is the form of a test using the learning outcome test questions. The research data were analyzed descriptively using quantitative data. From the experiment results, the students achievement before implementing the metacognitive skills-based learning module were 50.95 with a less category and an increase of 0.95 with a moderate category at a value of 82.86 with a very good category. The data describes the module based on metacognitive skills which can improve student achievement in the concept of cell structure and function.Keywords: Module, metacognitive skills, cognitive abilitiesAbstrak: Memasuki Era Revolusi 4.0, banyak orang dituntut untuk mengusai berbagai soft skill tak terkecuali keterampilan dalam mengatur diri atau keterampilan metakognitif. Tulisan ini memaparkan bagaimana modul pembelajaran berbasis keterampilan metakognitif dapat meningkatkan kemampuan kognitif mahasiswa pada materi struktur dan fungsi sel pada mata kuliah konsep dasar IPA 2 di STKIP Melawi. Penelitian ini berdesain one group pre-post dengan jenis penelitian kuantitatif semu dan melibatkan 21 mahasiswa PGSD di STKIP Melawi. Teknik penelitian berupa tes dengan menggunakan lembar tes kemampuan kognitif mahasiswa. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif menggunakan data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan rata-rata hasil belajar sebelum diterapkan modul pembelajaran berbasis keterampilan metakognitif adalah 50.95 dengan kategori kurang dan meningkat sebesar 0.95 dengan kategori sedang pada nilai 82,86 dengan kategori sangat baik. Dari data tersebut mendeskripsikan modul dengan basis keterampilan metakognitif dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik pada konsep struktur dan fungsi sel.Kata-kata kunci: Modul, keterampilan metakognitif, kemampuan kognitif