Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Cendikia Pendidikan

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PUBAL 3D (PUZZLE BALOK 3D) DALAM PEMBELAJARAN IPA PADA SISWA KELAS 3 SD SWASTA QURRTA A’YUN Sephia Arizka; Melyani Sari Sitepu
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : CV SWA Anugrah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/scp.v1i1.357

Abstract

Kurangnya menerapkan media pembelajaran, dengan adanya media pembelajaran yang membawa siswa belajar sambil bermain akan membuat anak lebih paham untuk menguasai materi dan juga dengan mudah untuk mengingat materi pembelajaran yang dibahas, apalagi dengan menggunakan media pembelajaran yang berbasis 3D akan membuat siswa semakin penasaran sehingga timbul rasa semangat dalam dirinya akan pembelajaran yang diberikan. Dengan tujuan agar siswadapat tertarik, berkonsentrasi atau terfokus pada gambar dan mampu menggunakan daya fikir untuk dapat memecahkan suatu teka-teki atau masalah dengan koordinasi mata dan tanganya sehingga kognitif siswa dapat berkembang baik dengan media yang menarik. penelitian ini menggunakan penelitian Research and Development (R&D) yaitu pengembangan suatu proses yang dipakai untuk mengembangkan dan memvalidasi produk pendidikan. Metode yang digunakkan adalah metode borg and gall yang dimana ada 10 tahapan namun diperkecil menjadi 6 tahapan. Produk yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah berupa Media PUBAL 3D (Puzzle Balok 3D) pada pembelajaran tematik. Yang menjadi populasi adalah seluruh Siswa Kelas 3 SD Swasta Qurrta A’yun, Yang berjumlah satu kelas dengan jumlah keseluruhan 40 siswa, siswa laki-laki terdiri dari 15 orang dan siswa perempuan 25 orang. Setelah melakukan pengembangan media sesuai dengan metode penelitian R&D yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji kepraktisan, dan kevalidan produk atau media yang dikembangkan yaitu media PUBAL 3D (Puzzle Balok 3D) pada pembelajaran IPA pada siswa kelas 3 SD Swasta Qurta ayun. Dari hasil validasi yang dilakukan oleh ahli desain diperoleh 98,3%, hasil validasi yang dilakukan oleh ahli materi adalah 95,7%, dan hasil validasi yang dilakukan oelh ahli bahasa adalah 98,3%. Dari hasil kepraktisan oleh guru adalah 82,6% dan kepraktisan oleh siswa adalah 60.3% penilaian tes soal dalam proses pembelajaran IPA mendapatkan nilai 80-100 sebanyak 25 siswa atau setara dengan 87,6% telah mengalami peningkatan, dimana pada media sangat berpengaruh dalam pembelajaran. Maka dari hasil yang diperoleh media PUBAL 3D (Puzzle Balok 3D) yang dikembangkan efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep belajar siswa terhadap materi yang diberikan guru. Media PUBAL 3D (Puzzle Balok 3D) valid untuk digunakan pada proses pembelajaran IPA dan tingkat kepraktisan media juga sangat baik untuk menyampaikan materi sesuai tujuan pembelajaran di kelas 3 SD Swasta Qurrta A’yun.
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN KANTONG AJAIB TERHADAP KEAKTIFAN SISWA KELAS III SDIT MARDHIYAH BINJAI Diah Artha Sari; Melyani Sari Sitepu
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : CV SWA Anugrah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/scp.v1i2.428

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh minimnya penggunaan media pembelajaran dan guru belum pernah menggunakan media pembelajaran kantong ajaib. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui keaktifan siswa kelas III SDIT Mardhiyah Binjai di kelas kontrol, 2) untuk mengetahui keaktifan siswa kelas III SDIT Mardhiyah Binjai di kelas eksperimen, 3) untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran kantong ajaib terhadap keaktifan siswa kelas III SDIT Mardhiyah Binjai. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas III SDIT Mardhiyah Binjai Tahun ajaran 2022/2023. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah media pembelajaran kantong ajaib, dan variabel terikatnya adalah keaktifan siswa. Instrumen penelitian ini dengan meggunakan lembar observasi. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan uji prasyarat (uji normalitas dan uji homogenitas) dan uji hipotesis. Hasil analisis data diperoleh rata-rata (mean) setelah diberi perlakuan menggunakan media pembelajaran kantong ajaib di kelas eksperimen yaitu 88,10. Sedangkan siswa di kelas kontrol rata-rata (mean) tanpa diberikan media pembelajaran kantong ajaib yaitu 75,78. Sehingga siswa yang mendapat perlakuan dengan menggunakan media pembelajaran kantong ajaib memiliki rata-rata lebih tinggi jika dibandingkan dengan tanpa menggunakan media pembelajaran kantong ajaib. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran kantong ajaib berpengaruh terhadap keaktifan siswa, karena pada hasil analisis uji t (independent t-test) diperoleh hasil nilai sig (2-tailed) sebesar 0,00. Dalam hal ini, nilai sig (2-tailed) yang diperoleh ˂ 0,05 atau 0,000 ˂ 0,05. Maka Ha diterima dan Ho ditolak. Artinya terdapat pengaruh media pembelajaran kantong ajaib terhadap keaktifan siswa kelas III SDIT Mardhiyah Binjai.
PENGARUH MEDIA MOTE (MONOPOLI TEMATIK) TERHADAP BERPIKIR KRITIS SISWA PADA TEMA 4 SUBTEMA 1 PEMBELAJARAN 1 SEKOLAH DASAR KELAS IV SD NEGERI NO.101947 Anggi Dwi Ananda; Melyani Sari Sitepu
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 9 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v2i9.1889

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya siswa dalam memahami materi dikarenakan pada proses pembelajaran belum menggunakan media pembalajaran. Tujuan dari penelitian ini mengathui pengaruh media pembalajaran MOTE (Monopoli Tematik) terhadap berpikir kritis siswa pada tema 4 subtema 1 pembelajaran 1 sekolah dasar kelas IV SD Negeri No.101947 Tanjung Buluh. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SD Negeri No.101947 Tanjung Buluh kelas IV yang berjumlah 40 siswa. Teknik pegambilan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini ini berjumlah 40 siswa dengan mengambl 2 kelas yaitu kelas IV A sebagai kelas eksperimen berjumlah 20 siswa dan kelas IV B sebagai kelas kontrol berjumlah 20 siswa. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan lembar tes. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan uji prasyarat (uji normalitas dan uji homogenitas) dan uji hipotesis. Hasil analisis data diperoleh rata-rata setelah diberikan perlakuan pada kelas eksperimen yaitu 70,2. Sedangkan siswa kelas kontrol rata-rata tanpa perlakuan yaitu 57,1. Sehingga siswa yang mendapat perlakuan dengan menggunakan media pembelajaran MOTE (Monopoli Tematik) memiliki rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan tanpa menggunakan media pembelajaran MOTE (Monopoli Tematik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran MOTE (Monopoli Tematik) berpengaruh terhadap berpikir kritis siswa, karena pada hasil analisis uji t (independent t-test) diperoleh hasil nilai (sig. 2-tailed) 0,000 < 0,05, maka Ha diterima dan H0 ditolak. Artinya, terdapat pengaruh media pembelajaran MOTE (Monopoli Tematik) terhadap berpikir kritis siswa SD Negeri No.101947 Tanjung Buluh.
PENGEMBANGAN THEMATIC SPINNING WHEEL SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DI KELAS V Adelia, Adelia; Melyani Sari Sitepu
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 9 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v2i9.1899

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurang terciptanya daya tarik peserta didi pada pembelajaran tematik. Hal tersebut diketahui dari hasil wawancara guru kelas V, bahwa pendidik hanya memanfaatkan sumber dan media pembelajaran yang minim berupa buku paket dan media sederhana. Maka dari itu diperlukan pengembangan media pembelajaran yang dapat menumbuhkan daya tarik peserta didik yaitu berupa media visual yang kreatif dan inovatif. Media thematic spinning wheel merupakan media pembelajaran edukasi yang dapat memacu peserta didik terlibat aktif dalam pembelajaran. Penelitian ini berjenis Reseacrch and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Seubjek penelitian yang terlibat antara lain validator ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa serta respon peserta didik dan guru. Instrumen yang digunakan untuk mengetahui kelayakan menggunakan skala likert dengan kategori yang disusun dalam bentuk checklist. Analisis data yang dihasilkan berupa data kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan analisis kevalidan, media pembelajaran thematic spinning wheel dapat dikategorikan sangat valid. Hasil persentase media pembelajaran dari ahli media 98%, hasil persentasi dari ahli materi 95% dan hasil persentasi dari ahli bahasa 98%. Hasil uji coba respon peserta didik diperoleh persentase 90% dengan kategori sangat praktis untuk digunakan pada proses pembelajaran temaki sedangkan dari respon guru diperoleh persentase 96% dengan kategori sangat praktis untuk digunakan dalam proses pembelajaran
PENGARUH MEDIA VIDEO ANIMASI PADA PEMBELAJARAN IPA TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR SISWA KELAS V Elsa Widya Vitania Br Sembiring; Melyani Sari Sitepu
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 9 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v2i9.1900

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan di sekolah siswa mudah bosan dan jenuh Ketika terjadinya proses pembelajaran di kelas karena pada proses pembelajaran belum menggunakan media pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh media video animasi terhadap keaktifan belajar siswa pada pembelajaran IPA di kelas V SD Negeri 050645 Turangie. Populasi dalam penelitian adalah sleuruh siswa SD Negeri 050645 Turangie kelas V yang berjumlah 40 siswa. teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 40 siswa dengan mengambil 2 kelas yaitu kelas VA sebagai kelas eksperimen berjumlah 20 siswa dan kelas VB sebagai kelas kontrol berjumlah 20 siswa. Instrumen pada penelitian ini menggunakan lembar observasi. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan uji prasyarat (uji normalitas dan uji homogenitas) dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media video animasi pada pembelajaran IPA terhadap keaktifan belajar siswa kelas V SD Negeri 050645 Turangie berpengaruh terhadap keaktifan belajar siswa, karena pada hasil analisis uji t (independen t-test) diperoleh hasil nilai (sig.2-tailed) 0,000 < 0,05, maka Ha diterima dan Ho ditolak. Artinya terdapat pengaruh media video animasi pada pembelajaran IPA terhadap keaktifan belajar siswa kelas V SD Negeri 050645 Turangie. Hasil analisis data diperoleh rata-rata setelah diberikan perlakuan pada kelas eksperimen yaitu 90. Sedangkan siswa kelas kontrol rata-rata tanpa perlakuan yaitu 60, sehingga siswa yang mendapat perlakuan dengan menggunakan media video animasi memiliki rata-rata lebih tinggi dibandingkan tanpa menggunakan media pembelajaran video animasi