Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Sistem Pewarisan Tenun Sasak sebagai Pendidikan Budaya Sasak Khairul Fahmi; Indar Sabri; Haris Supratno; Welly Suryandoko; Autar Abdillah
Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Vol 11 No 2 (2025): Juni
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jhm.v11i2.28487

Abstract

One of Indonesia's cultural heritages that deserves to be preserved is the art of weaving, which symbolizes identity and local wisdom, especially among the Sasak tribe in Lombok. Weaving is not just a skill, but also rich in cultural and spiritual values. For Sasak women, weaving skills are even an important requirement in marriage. The weaving tradition in Pringgasela Village, East Lombok, faces significant challenges in its preservation. Changes in lifestyle toward modernization, a lack of regeneration among the younger generation, and low income from weaving products have led to a decline in interest in the art of weaving. This study aims to explore the role of Sasak women in preserving and passing down the weaving tradition as part of Sasak cultural education. The research findings indicate that while there are groups of women who remain committed to preserving this tradition, external factors such as modernization and competition from industrial products are affecting the sustainability of the weaving tradition. Therefore, support from the government and society is needed to preserve and maintain the art of weaving so that it remains an integral part of Indonesia's cultural identity.
Representasi Krisis Ekologi dalam Novel Luka Perempuan Asap Karya Nafi’ah Al-Ma’rab: Kajian Ekokritik M. Busairi; Tengsoe Tjahjono; Haris Supratno
MABASAN Vol. 15 No. 1 (2021): Mabasan
Publisher : Balai Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62107/mab.v15i1.449

Abstract

Krisis ekologi merupakan fenomena yang penting untuk dikaji agar masyarakat sadar betapa pentingnya menjaga lingkungan. Oleh sebab itu, representasi krisis ekologi dalam novel Luka Perempuan Asap karya Nafi’ah al-Ma’rab merupakan salah satu cara menyadarkan masyarakat untuk menjaga lingkungan. Novel tersebut menggambarkan permasalahan krisis ekologi di Riau, seperti kebakaran hutan, kabut asap, pencemaran, kekeringan, serta pemanasan global sebagai akibat dari pembukaan lahan kelapa sawit. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan representasi krisis ekologi dalam novel Luka Perempuan Asap karya Nafi’ah al-Ma’rab. Kajian ekokritik menjadi landasan dasar dalam penelitian krisis ekologi ini. Metode yang digunakan dalam penelitian, yakni deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca dan teknik catat. Langkah-langkah dalam analisis data, yaitu pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan penyimpulan data. Adapun hasil penelitian bentuk representasi krisis ekologi dalam novel Luka Perempuan Asap karya Nafi’ah al-Ma’rab yang menggunakan kajian ekokritik ini, yakni (1) krisis ekologi terjadi pada pencemaran tanah dan udara akibat adanya pembakaran hutan yang menimbulkan kabut asap serta tercecernya minyak di area perkebunan kelapa sawit, (2) kerusakan hutan terjadi karena adanya pembukaan lahan kelapa sawit, (3) bencana kekeringan di berbagai daerah karena hutan telah gundul dan minimnya daerah resapan, (4) permukiman penduduk semakin menyempit akibat pembukaan lahan kelapa sawit, (5) pembukaan lahan kelapa sawit mengakibatkan banyak hewan yang punah, dan (6) kondisi bumi semakin panas, tanah mulai kering dan retak, kekurangan sumber air, serta terjadinya kabut asap di mana-mana. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa novel Luka Perempuan Asap karya Nafi’ah al-Ma’rab merupakan novel bergenre sastra hijau yang menyampaikan kepedulian terhadap lingkungan alam. Penelitian yang menggunakan pendekatan ekokritik ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan agar tidak terjadi krisis ekologi. Tidak kalah penting, penelitian ini juga bisa menjadi bahan referensi bagi guru Bahasa dan Sastra Indonesia di sekolah pada pembelajaran analisis teks sastra berbasis lingkungan.
LEADERSHIP CONCEPT ANALYSIS STUDY IN ISLAMIC PERSPECTIVE Hilmi Qosim Mubah; Erny Roesminingsih; Badrus Soleh; Kacung Wahyudi; Haris Supratno
re-JIEM (Research Journal of Islamic Education Management) Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Islamic Education Management Study Program, Tarbiyah and Teacher Training Faculty, State Islamic University of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/re-jiem.v7i2.7737

Abstract

Leadership in Islam does not emerge from the imagination of its adherents but is summarized in the Quran and the hadith of the Prophet Muhammad SAW. This study aims to describe Leadership in an Islamic Perspective, Basic Foundations of Islamic Leadership, Normative Foundations of Islamic Leadership, Essential Principles of Leadership in Islam, and the Prophetic Leadership Paradigm. This study uses the Systematic Literature Review (SLR) method with the PRISMA model, a series of evidence-based minimums to assist in reporting systematic reviews and meta-analyses. The results of the study indicate that Islamic leadership is a leadership concept based on the example of the Prophet Muhammad SAW who balances success in various aspects of life. Based on the Quran and Hadith, Islamic leadership is based on the principles of monotheism, equality, Islamic unity, deliberation, justice, and welfare. An Islamic leader must uphold the principles of trust, fairness, shura, and amr bi al-ma'ruf wa nahy 'an al-munkar, aimed at influencing other people to sincerely follow instructions as a reflection of obedience to Allah SWT.