Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Sistem Pewarisan Tenun Sasak sebagai Pendidikan Budaya Sasak Khairul Fahmi; Indar Sabri; Haris Supratno; Welly Suryandoko; Autar Abdillah
Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Vol 11 No 2 (2025): Juni
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jhm.v11i2.28487

Abstract

One of Indonesia's cultural heritages that deserves to be preserved is the art of weaving, which symbolizes identity and local wisdom, especially among the Sasak tribe in Lombok. Weaving is not just a skill, but also rich in cultural and spiritual values. For Sasak women, weaving skills are even an important requirement in marriage. The weaving tradition in Pringgasela Village, East Lombok, faces significant challenges in its preservation. Changes in lifestyle toward modernization, a lack of regeneration among the younger generation, and low income from weaving products have led to a decline in interest in the art of weaving. This study aims to explore the role of Sasak women in preserving and passing down the weaving tradition as part of Sasak cultural education. The research findings indicate that while there are groups of women who remain committed to preserving this tradition, external factors such as modernization and competition from industrial products are affecting the sustainability of the weaving tradition. Therefore, support from the government and society is needed to preserve and maintain the art of weaving so that it remains an integral part of Indonesia's cultural identity.
Representasi Krisis Ekologi dalam Novel Luka Perempuan Asap Karya Nafi’ah Al-Ma’rab: Kajian Ekokritik M. Busairi; Tengsoe Tjahjono; Haris Supratno
MABASAN Vol. 15 No. 1 (2021): Mabasan
Publisher : Balai Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62107/mab.v15i1.449

Abstract

Krisis ekologi merupakan fenomena yang penting untuk dikaji agar masyarakat sadar betapa pentingnya menjaga lingkungan. Oleh sebab itu, representasi krisis ekologi dalam novel Luka Perempuan Asap karya Nafi’ah al-Ma’rab merupakan salah satu cara menyadarkan masyarakat untuk menjaga lingkungan. Novel tersebut menggambarkan permasalahan krisis ekologi di Riau, seperti kebakaran hutan, kabut asap, pencemaran, kekeringan, serta pemanasan global sebagai akibat dari pembukaan lahan kelapa sawit. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan representasi krisis ekologi dalam novel Luka Perempuan Asap karya Nafi’ah al-Ma’rab. Kajian ekokritik menjadi landasan dasar dalam penelitian krisis ekologi ini. Metode yang digunakan dalam penelitian, yakni deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca dan teknik catat. Langkah-langkah dalam analisis data, yaitu pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan penyimpulan data. Adapun hasil penelitian bentuk representasi krisis ekologi dalam novel Luka Perempuan Asap karya Nafi’ah al-Ma’rab yang menggunakan kajian ekokritik ini, yakni (1) krisis ekologi terjadi pada pencemaran tanah dan udara akibat adanya pembakaran hutan yang menimbulkan kabut asap serta tercecernya minyak di area perkebunan kelapa sawit, (2) kerusakan hutan terjadi karena adanya pembukaan lahan kelapa sawit, (3) bencana kekeringan di berbagai daerah karena hutan telah gundul dan minimnya daerah resapan, (4) permukiman penduduk semakin menyempit akibat pembukaan lahan kelapa sawit, (5) pembukaan lahan kelapa sawit mengakibatkan banyak hewan yang punah, dan (6) kondisi bumi semakin panas, tanah mulai kering dan retak, kekurangan sumber air, serta terjadinya kabut asap di mana-mana. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa novel Luka Perempuan Asap karya Nafi’ah al-Ma’rab merupakan novel bergenre sastra hijau yang menyampaikan kepedulian terhadap lingkungan alam. Penelitian yang menggunakan pendekatan ekokritik ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan agar tidak terjadi krisis ekologi. Tidak kalah penting, penelitian ini juga bisa menjadi bahan referensi bagi guru Bahasa dan Sastra Indonesia di sekolah pada pembelajaran analisis teks sastra berbasis lingkungan.
LEADERSHIP CONCEPT ANALYSIS STUDY IN ISLAMIC PERSPECTIVE Hilmi Qosim Mubah; Erny Roesminingsih; Badrus Soleh; Kacung Wahyudi; Haris Supratno
re-JIEM (Research Journal of Islamic Education Management) Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Islamic Education Management Study Program, Tarbiyah and Teacher Training Faculty, State Islamic University of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/re-jiem.v7i2.7737

Abstract

Leadership in Islam does not emerge from the imagination of its adherents but is summarized in the Quran and the hadith of the Prophet Muhammad SAW. This study aims to describe Leadership in an Islamic Perspective, Basic Foundations of Islamic Leadership, Normative Foundations of Islamic Leadership, Essential Principles of Leadership in Islam, and the Prophetic Leadership Paradigm. This study uses the Systematic Literature Review (SLR) method with the PRISMA model, a series of evidence-based minimums to assist in reporting systematic reviews and meta-analyses. The results of the study indicate that Islamic leadership is a leadership concept based on the example of the Prophet Muhammad SAW who balances success in various aspects of life. Based on the Quran and Hadith, Islamic leadership is based on the principles of monotheism, equality, Islamic unity, deliberation, justice, and welfare. An Islamic leader must uphold the principles of trust, fairness, shura, and amr bi al-ma'ruf wa nahy 'an al-munkar, aimed at influencing other people to sincerely follow instructions as a reflection of obedience to Allah SWT.
Kajian Subjek Ironi Verbal dalam Kumpulan Puisi A. Mustofa Bisri Andi Karman; Haris Supratno; Suyatno
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i2.2114

Abstract

Penelitian ini berjudul Kajian Subjek Ironi Verbal dalam Kumpulan Puisi A. Mustofa Bisri. Masalah yang dianalisis tentang gambaran subjek ironi verbal dalam kumpulan puisi A. Mustofa Bisri. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan unsur sindiran terhadap penguasa, pemuka agama, dan masyarakat kecil dalam kumpulan puisi. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analitis dengan pendekatan struktural. Sumber data penelitian ini adalah kumpulan puisi A. Mustofa Bisri, yakni Ohoi: Kumpulan Puisi Balsem, Pahlawan dan Tikus, Wekwekwek: Sajak-sajak Bumilangit, Negeri Daging, Aku Manusia, dan Gandrung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kumpulan puisi A. Mustofa Bisri dapat dikatakan subjek ironi verbal dalam sajak AMB mengambil subjek di sekitaran kita. Baik yang bersifat individual maupun sosial. Subjek yang bersifat individual, AMB menggunakan kata “aku” dan “kau”. Penggunaan kata “aku” sengaja digunakan oleh AMB sebagai bentuk introspeksi diri bahkan jika perlu, dilakukan proses kontemplasi sebagai manusia. Sedangkan kata “kau” digunakan sebagai sindiran secara halus hingga tajam yang kadang sampai pada makna sarkas kepada lawan bicaranya. Hal ini menegaskan bahwa AMB memang pantas disebut penulis sajak balsem.
Pelatihan Bahasa dan Sastra Indonesia Para Guru Pondok Pesantren di Kecamatan Diwek, Jombang di Era Digital Haris Supratno; Resdianto Permata Raharjo; Nadia Nur Thahirrah; Aries Dwi Indriyanti; Arisni Kholifatu A.S
ABDIMASY: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Juni
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/abdimasy.v4i1.4029

Abstract

Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan formal dan nonformal memiliki peran strategis dalam mencetak generasi bangsa yang berkarakter. Namun, pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di lingkungan pondok pesantren seringkali menghadapi kendala karena sebagian guru bukan lulusan sarjana pendidikan bahasa dan sastra Indonesia, sehingga kurang menguasai kaidah kebahasaan dan strategi pembelajaran yang inovatif. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam penguasaan Ejaan Bahasa Indonesia, penulisan kalimat baku berbasis digital, serta pengajaran bahasa dan sastra Indonesia yang kreatif dan inovatif. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, diskusi, tanya jawab, praktik, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia yang ditandai dengan meningkatnya kemampuan menulis dan mengajar berbasis teknologi. Antusiasme peserta yang tinggi menunjukkan keberhasilan program, yang diharapkan berkelanjutan dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di pondok pesantren.
The application of Augmented Reality (AR) technology to improve students' short story writing skills at SMA N 1 Jombang Arisni Kholifatu Amalia Shofiani; Alfian Setya Nugraha; Raras Hafiidha Sari; Eko Hardinanto; Agus Sulton; Ahmad Faizi; Haris Supratno
BAHASTRA Vol. 46 No. 1 (2026): BAHASTRA
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of the application of Augmented Reality technology. Reality (AR) in improving the short story writing skills of high school students, who still face obstacles in developing ideas, narrative structure, and learning motivation. The study used a quasi-experimental design with a pre-test and post-test. control group This design involved 60 eleventh-grade students at SMA Negeri 1 Jombang. Data were collected through short story writing tests, motivational questionnaires, and interviews, and analyzed using paired- reference tests. sample t- test, independent t- test, and effect The results showed that the experimental group using AR experienced a significant increase compared to the control group, with an average score increase of 25.95% compared to 7.05%. Statistical tests showed a significant difference (p < 0.05) with an effect The size of the medium-high category. In addition, students' learning motivation in the experimental group was higher (8.5/10) than in the control group (6/10). These findings indicate that AR effectively improves the quality of short story writing in terms of ideas, narrative structure, and language style, as well as increasing student engagement in learning. This study contributes to the development of technology-based writing learning models by systematically integrating AR into the writing process. The limitations of the study lie in the limited duration of the intervention and the narrow sample scope. Future research is recommended to test the implementation of AR on a wider scale and over a longer period.
The Triadic Paradigm of Tawhid–Knowledge–Service in Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy'ari's Thought: Theological Foundations and Institutional Implications at UNHASY Muhammad Abror Rosyidin; Ahmad ‘Ubaydi Hasbillah; Haris Supratno; Masrokhin; Moh. Syamsul Falah; Fathur Rohman; Mohammad Haidar Ali
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 27 No. 02 (2026): Profetika Jurnal Studi Islam 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v27i02.14845

Abstract

Objective: The study aims to reconstruct this paradigm as an integrated framework for Islamic higher education that combines spiritual commitment, intellectual excellence, and social responsibility. Theoretical framework: The theoretical framework is grounded in Islamic theology, prophetic education, and the classical concepts of al-‘ālim al-rabbānī and insān kāmil, emphasizing the inseparable relationship between faith, knowledge, and service. Literature review: Previous studies have extensively discussed KH. Hasyim Asy’ari’s educational philosophy, nationalism, and religious leadership; however, few have systematically conceptualized these dimensions into a coherent triadic paradigm or examined their institutional relevance for contemporary Islamic universities. Method: This research employs a qualitative library research approach using historical, theological, and philosophical analyses of KH. Hasyim Asy’ari’s writings, historical documents, and relevant scholarly literature. Results: The findings reveal that tawhid functions as the ontological and ethical foundation of human existence, knowledge serves as the means of cultivating intellectual integrity and moral character, while service represents the practical manifestation of both through dedication to the ummah, the nation, and humanity. Historically, this paradigm was embodied in KH. Hasyim Asy’ari’s establishment of Tebuireng Pesantren, leadership in Nahdlatul Ulama and other Islamic organizations, and his contribution to the 1945 Jihad Resolution. Implications: The study further demonstrates that this framework provides a comprehensive foundation for strengthening curriculum development, institutional culture, and the implementation of the Tridharma of Higher Education at UNHASY across diverse academic disciplines. Novelty: The research contributes a new conceptual model that integrates theological, epistemological, and social dimensions into a unified paradigm, offering an innovative reference for pesantren-based universities seeking to cultivate graduates who embody insān kāmil and effectively address the challenges of radicalism, sectarianism, and practical secularism in contemporary Indonesia.