Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Naditira Widya

TANDA VISUAL SURYA MAJAPAHIT DALAM RELIEF MASJID SEBAGAI KONSEP KOMUNIKASI VISUAL (Studi Kasus Relief Masjid Mantingan, Jepara, Jawa Tengah) Agus Setiawan; Puri Sulistiyawati; Henry Bastian
Naditira Widya Vol. 11 No. 2 (2017): Naditira Widya Volume 11 Nomor 2 Oktober Tahun 2017
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam di Nusantara telah mewujud menjadi kesatuan dan kekuatan tersendiri, ketika dihadapkan pada budaya rupa yang secara khas dan unik memiliki kedudukan pengucapan berkesenian. Hal menarik dalam konsep komunikasi visual adalah melihat dari bingkai budaya rupa, yaitu tanda visual Surya Majapahit. Realitas budaya rupa yang terjadi di Jawa walisongo menggunakan budaya rupa sebagai media dakwah. Budaya rupa tersebut dapat dilihat dari perwujudan relief, ornamen, wayang, dan masjid. Seiring perkembangan zaman, kini banyak penambahan ornamen pada bentuk arsitektur masjid, meskipun masih banyak juga yang tetap mempertahankan bentuk ornamen yang merupakan perpaduan antara gaya Islam dan Jawa. Wujud budaya rupa, yaitu lambang Surya Majapahit sebagai lambang Majapahit yang beragama Hindu, dapat dilihat pada Masjid Mantingan, Demak, Kudus, Cirebon, dan Sendangdhuwur Lamongan. Simbol SuryaMajapahit pada Masjid Mantingan menampakan wujud Surya Majapahit dengan bentuk diagram kosmologi dengan delapan sudut sinar matahari yang khas, tetapi simbol tersebut sering juga digambarkan seara abstrak, dan dipadukan dengan berbagai ornamen-ornamen didalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendeskripsikan wujud dan nilai-nilai tradisi dalam lambang Surya Majapahit sebagai tanda visual; dan 2) Mengetahui tanda visual Surya Majapahit dalam relief masjid. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, sehingga penelitian ini menghasilkan data deskriptif berkaitan dengan bentuk budaya rupa yang digunakan sebagai tanda visual dan sarana media dakwah di Nusantara hasil penelitian menunjukkan bahwa relief Masjid Mantingan menggambarkan adanya tanda visual Surya Majapahit dalam bentukmotif utama atau motif yang dianggap penting dikelilingi motif-motif pendukung mengarah pada delapan sudut sinar pancaran. Islam in the Indonesian Archipelago has become a unity and strength of its own when faced with a visual culture that are typical and unique to the position of artistic pronunciation. Interestingly, the concept of visual communication is seeing from visual cultural frame, i.e. visual sign of Surya Majapahit. The reality of the visual occurred in Java, Walisongo used it as a media of da’wah. The visual culture can be seen from the embodiment of relief, ornament, wayang, and mosque. Presently, there are a lot of additional ornaments on the architectural form of mosque, although there are many of it still maintained the form of ornament which is a blend of Islamic style and Java. The form of visual culture, Surya Majapahit as the symbol of Majapahit Kingdom of Hindu, can be seen in some mosques, such as Mantingan, Demak, Kudus, Cirebon, and Sendangdhuwur Lamongan. Surya Majapahit at Mantingan Mosque shows the shape of a cosmological diagram witheight distinct sunlight angles, but the symbol is often also depicted abstractly, and combined with various ornaments in it. This research aims to describe the form and values of tradition in the symbol of Surya Majapahit as a visual sign; and to revealthe visual sign of Surya Majapahit in mosque relief. The method used in this research is a qualitative method, so thisresearch produces descriptive data related to the form of visual culture which is used as visual sign and medium of da’wahin Indonesia. The result shows that the relief at Mantingan mosque describes the visual presence of Surya Majapahit in theform of main motif or important motif that surrounded by supporting motifs lead to eight angles of radiance.
Co-Authors Abas, Ibnu Abdullah Fitria Arif Abi Senoprabowo Adindha, Audhra Wahyu Agustina, Lisia Ahmad Akrom Aini, Fristi Nur Akrom, Ahmad ALI MUQODDAS Angga Pramudya Anggara, Harry Annas Marzuki Sulaiman Annas Marzuki Sulaiman Annas Marzuki Sulaiman, Annas Marzuki Arief Darmawan Aslan Aslan, Aslan Asrul Asrul Auria Farantika Yogananti, Auria Farantika Badia Roy Ricardo Nababan Bainah Sari Dewi Banjarnahor, Astri Rumondang Banjarnahor, Kristian Gomos Cahaya Jatmoko Choirudin, Choirudin Chr Argo Widiharto Darius Kenopi Sunjaya Deviana Oktaviani, Almira Dwi Puji Prabowo Dzuha Hening Yanuarsari, Dzuha Hening Edo Firnanda, Edo Efry Adviansyah Eka Sulpin Ariyanti, Eka Elisa Vandalina Elly Lestari Rustiati Erisa Adyati Rahmasari Fahreza, Nindy Eka Feronika, Feronika Frederik Prasidya Prakasita Gaffar A, Ade Gilang Mahardhika Gunawan, Angeline Ivana Hamsir Hamsir Haryanto, Sugeng Prayitno Henry Bastian Henry Bastian Henry Bastian Henry Bastian, Henry Hersanasti, Wulan Hidayat Faiz Alfan Ikhsan, Randi Nur IRFAN NURARIFIN, IRFAN Irsyadullah, Muhammad Muadz Isma Widiaty Ismoko, Anung Jani Master, Jani Karisma Putri Miranti Khairul Mustaqin, Khairul Khalil, Abdul Rouf Amarulloh Khamadi Khamadi Khamadi Khojir Laksana, Deddy Award Widya Melya Riniarti Muhammad Nur Anis Ridwan Mustika Wati, Mustika Nasrun, Moh Nuning Nurcahyani Nur Rokhman Pranata Sembiring, Rio Pratama, Naufal Gatya Puri Sulistiyawati Purnowo, Dwi Puspita, Heni Raden Siti Maryam, Raden Siti Rahmasari, Erisa Adyati Rahmat Safe'i Rosidah, Ana Saiyidah Mahtari Sania Febriani Santiago, Paulo Vitor da Silva Sapi'i, Sapi'i Sartika Sartika Syahril Syahril Syihabuddin Syihabuddin Toto Haryadi, Toto TRIHARJONO, AGUS Violita, Cindy Yoeland Widyantara, Ansyari Widyatuti Wiwik Kusdaryani Wulandari, Ike Yuni Yanuarsari , Dzuha Hening Yanuarsari, M.Ds, Dzuha Hening Yukallifa Ridwinawati Yusmaniar Yusmaniar Zoker, Exton Mohamed