Claim Missing Document
Check
Articles

Creative Process of Children's Drawing in the Padhang Njingglang Learning Community with the Happy Memory Activation Method Sidyawati, Lisa; Hartono, Hartono; Syakir, Syakir; Prasetyo, Anang
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 2 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Education is the leading force in human life, according to Kant's statement that humans can only become human through education. Humanistic education empowers individuals by fostering intellectual, emotional, and spiritual development. Art education, particularly within this community, serves as a tool to balance these aspects, promoting harmonious personality development. The Padhang Njingglang Community, founded by Anang Prasetyo in Tulungagung in 2008, targets children who are often overly reliant on digital technology and exhibit behavioral issues such as a lack of politeness and reduced engagement in traditional play. The role of the Padhang Njingglang Community is essential in addressing behavioral challenges among Generation Alpha children through humanistic art education. The community employs the "Happy Memory Activation" method, encouraging children to recall and express happy memories through drawing. This method helps children build self-confidence, enhance creativity, develop emotional awareness, and foster positive character traits. Research on this community is necessary because it emphasizes arts education and spiritual aspects, so it needs to be explored further. The study employs a qualitative phenomenology approach, utilizing data from interviews, observations, and children’s artworks to deeply understand the impact of this educational model.  Findings suggest that when combined with humanistic principles, art can be a transformative medium for childhood education, providing emotional and psychological benefits that extend into adulthood. The Padhang Njingglang Community exemplifies how integrating art into education can effectively address the unique challenges of modern childhood, especially in the digital age.
KOMPARASI INTERIOR RUMAH TRADISIONAL NUSANTARA: RUMAH JOGLO YOGYAKARTA INDONESIA DAN RUMAH MELAKA MALAYSIA Anggriani, Swastika Dhesti; -, Ponimin; Sidyawati, Lisa; Ujang, Norsidah
PANGGUNG Vol 33 No 3 (2023): Resiliensi Budaya sebagai Ketahanan dalam Menjaga Tradisi hingga Ekonomi Kreatif
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v33i3.1024

Abstract

This study aims to determine the differences and similarities between traditional houses in Nusantara with research samples taken from 2 countries namely Joglo traditional hoise in Yogyakarta Indonesia and Melaka traditional house in Melaka Malaysia. The research method used is qualitative by means of descriptive research that takes the type of comparative activities of traditional house in Nusantara. Data obtained from direct observation to the location (Yogyakarta and Malaysia), interviews with informants, and taking documents data in the form of photos, layout drawings, and images. The results showed similarities and differences between the Joglo traditional house in Yogyakarta, Indonesia and the Melaka tarditional house in Malaysia. Judging from the aspect of the building, the Joglo house was built directly above ground level while the Melaka house was built with a stage system. The different types of buildings, plus the different users and spatial activities, lead to differences in interior layout. However, both Joglo traditional house and Melaka traditional house were built in 1 building mass. Both houses also still use wood material in some parts of the house. In addition, the house is also supported by poles that use wood material. Keyword: Comparation, Interior, Traditional House, Joglo, Melaka  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan dan persamaan diantara rumah tradisional Nusantara dengan sampel penelitian yang diambil dari 2 negara yaitu rumah tradisional Joglo Yogyakarta Indonesia dan rumah tradisional Melaka Malaysia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan cara penelitian deskripsi yang mengambil jenis kegiatan komparasi rumah tinggal tradisional Nusantara. Data diperoleh dari observasi langsung ke lokasi (Yogyakarta dan Malaysia), wawancara kepada narasumber, serta mengambil data dalam bentuk dokumen berupa foto, gambar layout, dan gambar tampak. Hasil penelitian menunjukkan adanya persamaan dan perbedaan antara rumah Joglo Yogyakarta, Indonesia dan rumah Melaka Malaysia. Ditinjau dari aspek bangunan, rumah Joglo dibangun langsung di atas permukaan tanah sedangkan rumah Melaka dibangun dengan sistem panggung. Perbedaan jenis bangunan ini, ditambah perbedaan pengguna dan aktivitas ruangnya, menyebabkan adanya perbedaan tata ruang interior di dalamnya. Akan tetapi, Baik rumah Joglo dan Rumah Melaka dibangun dalam 1 massa bangunan. Kedua rumah tersebut juga masih menggunakan material kayu di beberapa bagian rumah. Selain itu, rumah juga disangga oleh tiang yang menggunakan material kayu. Keyword: Komparasi, Interior, Rumah Tradisional, Joglo, Melaka
Optimalisasi Keterampilan Budaya Siswa Sekolah Dasar melalui Pembelajaran Steam Kota Malang Dewi Regina, Belinda; Istanti Suwandayani, Beti; Kuncahyono, Kuncahyono; Sidyawati, Lisa
Journal on Teacher Education Vol. 6 No. 3 (2025): Journal on Teacher Education
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jote.v6i3.41340

Abstract

Urgensi penelitian ini tantangan masa depan dikarenakan kita berada diera globalisasi dan perkembangan teknologi yang cepat. Salah satu cara efektif mengantisipasi tantangan tersebut melalui integrasi pendidikan STEAM (Science, Technology, Engineering, Art and Mathematice) dengan keterampilan lokal. Integrasi STEAM memiliki kemampuan meningkatkan pengetahuan siswa tentang sains, teknologi serta mempersiapkan dalam karir dibidang yang terkait dengan STEAM. Selain itu, melalui integrasi budaya membantu siswa menerapkan pengetahuan STEAM dalam kehidupan sehari-hari berbasis proyek sehingga pembelajaran lebih relevan. Selain itu, penelitian keterampilan budaya dengan STEAM belum banyak dilakukan terutama di tingkat SD. Penelitian ini layak dilakukan bertujuan memberikan informasi tentang peran STEAM dalam optimalisasi keterampilan budaya di tingkat SD. Metodenya menggunakan penelitian deskripsi kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka, angket, wawancara, observasi, dokumentasi, dan diskusi. Analisis data mengacu pada alur Miles and Hubberman. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi model bagi penerapan metode pembelajaran yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan siswa di SD.
Kesenian Jaran Bodhag Probolinggo sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan Motif Batik Tulis pada Outwear Semi-Formal Aziz, Akbar Naufal; Ratnawati, Ike; Sidyawati, Lisa
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 40 No. 1 (2023): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v40i1.7906

Abstract

Kesenian Jaran Bodhag Probolinggo mengalami pasang surut dalam modernitas, masih belum cukup dikenal oleh masyarakat luar maupun dalam Probolinggo. Kesenian pertunjukkan yang berakar sejarah dari Jaran Kencak tercipta sebuah kesenian masyarakat dengan modifikasi bentuk imitasi kepala kuda dan Bodhag dalam bahasa Madura yang berarti “wadah/tudung nasi”, dihiasi sedemikian rupa dan tercipta sebuah artifisial jaranan. Penulis memiliki ketertarikan pada bentuk Jaran Bodhag untuk dituangkan pada batik tulis dalam outerwear semi-formal untuk meningkatkan daya tarik gaya berbusana batik yang cenderung monoton pada kalangan usia remaja-dewasa. Penciptaan ini bertujuan untuk menggaungkan kesenian Jaran Bodhag Probolinggo juga mendeskripsikan ide konsep, proses visualisasi, dan hasil motif batik tulis pada bentuk outerwear semi-formal. Penelitian ini menggunakan metode penciptaan yang dikemukakan oleh SP. Gustami yang terdiri dari tahap eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Hasil penciptaan karya ini terdapat tiga jenis outer antara lain: Beden Sokmah Jaran Bodhag (Vest), Demslendeman (Jacket), Gal Megol (Crop Top Bolero). Hasil penciptaan karya tersebut menjadi salah satu upaya bentuk inventarisasi motif baru dan pelestarian kesenian lokal dalam wujud karya batik.
Kisah Arjunawiwaha pada Relief Goa Selomangleng Tulungagung sebagai Inspirasi Penciptaan Batik Lukis Kartika Indah Wahyuni; Triyono Widodo; Lisa Sidyawati
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 27, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ars.v27i1.7124

Abstract

Goa Selomangleng merupakan situs budaya yang ada di Tulungagung. Goa ini memiliki relief yang menggambarkan cerita kisah Arjunawiwaha. Tetapi situs ini kurang adanya renovasi sehingga banyak masyarakat yang tidak tahu letaknya bahkan cerita yang terkandung pada reliefnya. Ketertarikan penulis pada situs budaya ini adalah ketika penulis merasakan kepekaan artistik terhadap relief Arjunawiwaha yang diolah dan diciptakan melalui kegelisahan penciptanya. Latar belakang tersebut menjadi landasan dalam berkarya untuk mengenalkan situs budaya yang memiliki banyak nilai moral namun banyak masyarakat yang belum mengetahui bahkan mengenalnya. Tujuan penciptaan ini adalah mendeskripsikan ide konsep batik lukis yang terinspirasi dari kisah Arjunawiwaha, mendeskripsikan proses kreatif penciptaan batik Lukis dan mendeskripsikan hasil dari penciptaan karya batik lukis. Terwujudnya karya batik lukis ini diharapkan relief yang menceritakan tentang Arjunawiwaha ini lebih dikenal oleh masyarakat luas. Proses penciptaan batik lukis ini menggunakan metode penciptaan Alma Hawkins yang memiliki 3 proses yaitu eksplorasi, improvisasi/perancangan dan perwujudan. Karya batik lukis yang diciptakan menjadi dua karya yang berasal dari alur kisah Arjuna namun diciptakan menjadi karya yang interpretatif dan mengekspresikan kegelisahan pencipta. Kedua karya tersebut berjudul Harta, Tahta, Wanita dan Bebedheg Ganjaran. Karya batik lukis bertema Arjunawiwaha ini, sebagai sarana pengenalan situs budaya yang harus dikenal dan dijaga kelestariannya.