Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Kewirausahaan Pemasaran Online Produk Usaha Penduduk Desa Donowarih Kabupaten Karangploso Lisa Sidyawati; Apria Faizal; Fina Zakiyatun Nufus
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2021): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v2i3.1957

Abstract

Desa Donowarih memiliki berbagai usaha dari hasil bumi dan kerajinan yang sangat potensial untuk dikembangkan dalam bisnis online untuk menjawab tantangan di era digital. Oleh karena itu, tim KKN UM di Desa Donowarih menggagas sebuah program kerja berupa ‘Pelatihan Kewirausahaan Pemasaran Online Produk Usaha Penduduk Desa Donowarih Kabupaten Karangploso’ yang dikemas dalam bentuk webinar. Dalam usaha menyelenggarakan acara, tim KKN UM melakukan beberapa tahapan yaitu (1) brainstorming konsep acara (2) rapat penyelenggaraan acara (3) pencarian narasumber dan sponsor (4) pelaksanaan webinar (5) pelaporan program kerja. Webinar mendatangkan 2 narasumber dari Tokopedia dan berhasil menarik 45 peserta yang terdiri atas warga desa dan masyarakat umum. Materi yang disampaikan berupa teknis berjualan online dan trik sukses berjualan online. Antusiasme peserta ditunjukkan dengan jumlah perserta yang bertahan dari awal hingga akhir acara dan banyaknya pertanyaan yang diajukan peserta yaitu sejumlah 12 pertanyaan untuk 2 orang pemateri. 11 peserta webinar bersedia mendapat pelatihan lanjutan dan dibina oleh Tokopedia. Dengan diadakannya acara ini diharapkan dapat memberdayakan dan mendorong kemajuan UMKM yang berada di Desa Donowarih.
LITERASI KEAMANAN DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN ETIKA BERINTERNET YANG AMAN BAGI WARGA DESA DONOWARIH Lisa Sidyawati; Nacia Auliyah Aviccienna; Wiguna Mahayasa
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2021): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v2i3.1962

Abstract

Donowarih adalah sebuah desa yang terletak di Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang. Berdasarkan hasil survey team KKN Desa Donowarih, ditemukan bahwa masih banyak warga desa Donowarih yang kurang memiliki pengetahuan seputar literasi keamanan digital. Masih banyak warga desa yang bingung ketika ditanya terkait data pribadi maupun terkait penyebaran informasi yang merebak belakangan ini dan terkonfirmasi sebagai hoaks. Oleh karena itu, tim KKN UM di Desa Donowarih menggagas sebuah program kerja berupa webinar Literasi Digital Bagi warga Desa Donowarih. Webinar ini dilaksanakan melalui Zoom Meeting dengan memberikan pemahaman secara umum terkait keamanan digital yang meliputi menjaga data pribadi agar tidak disalahgunakan orang lain, akurasi informasi terkait penyebaran berita bohong (hoaks). Dengan ini maksud agar seluruh warga desa dapat menerapkan perlindungan data pribadi, memilah informasi yang akurat dan terpercaya, serta dapat menggunakan informasi yang mereka peroleh melalui internet secara bijak dan bertanggungjawab.. Sosialisasi dan pelatihan ini diikuti oleh perwakilan warga Desa Donowarih yang berjumlah 50 orang.
PELATIHAN PEMBUATAN AKSESORI FASHION BATIK SHIBORI MIX LIONTIN RESIN BAGI MASYARAKAT KAMPOENG HERITAGE KAJOETANGAN SEBAGAI SOUVENIR IKONIK DESA WISATA Lisa Sidyawati; Swastika Dhesti Anggriani; Abdul Rahman Prasetyo
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2021): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v2i2.1988

Abstract

Menurut data situs resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, wisatawan yang berkunjung ke Kota Malang tahun 2019 melonjak hingga lebih dari 100 % di bandingkan tahun 2018. Wisatawan asing dan lokal yang berkunjung selalu menyusuri bangunan Heritage yang ada di Kota Malang. Diantara bangunan Heritage tersebut, terdapat sebuah kampung yang terletak di dalam sebuah gang di Jl. Jend. Basuki Rachmat Gg. IV dan VI, Kota Malang, Jawa Timur bernama Kampoeng Heritage Kajoetangan. Tercatat wisatawan yang berkunjung disana sejumlah 4000 per tahun. Pengunjung melakukan perjalanan wisata dari rumah satu ke rumah lain yang bergaya kolonial Belanda dan masih ditempati pemiliknya. Namun wisatawan kesulitan mencari souvenir khas Kampoeng Heritage Kajoetangan, seharusnya sebuah tempat wisata selain menyediakan objek wisata juga souvenir yang dapat dibeli oleh wisatawan. Fungsi souvenir tidak hanya menyimpan kenangan tentang perjalanan yang dilakukan, melainkan juga sebagai ikon dari daerah tujuan wisata sekaligus memberi andil dalam mendukung pariwisata. Pengabdi membantu masyarakat disana untuk mengoptimalkan wilayah dengan menumbuh kembangkan kemampuan berwirausaha souvenir ikonik desa wisata. Selain menghasilkan uang, souvenir juga berfungsi sebagai sarana promosi. Untuk mendukung program tersebut maka pengabdi melakukan pelatihan pembuatan aksesori fashion batik shibori mix liontin resin. Pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) digunakan sebagai prosedur pengabdian kepada masyarakat.
PELATIHAN PEMBUATAN SOUVENIR ELEMEN INTERIOR MENGGUNAKAN TEKNIK STICKY TAPE PRINTMAKING SEBAGAI MODAL KETERAMPILAN WIRAUSAHA Lisa Sidyawati; Anggaunitakiranantika Anggaunitakiranantika; Tika Dwi Tama
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i2.4141

Abstract

Sebanyak 70% buruh migran Indonesia adalah perempuan yang awalnya bekerja dibidang manufaktur dan sektor domestik sebagai PRT. Dampak dari pandemi Covid 19 yang terjadi dari tahun 2019 membuat banyak buruh migran Indonesia yang dipulangkan serta tidak diperpanjang kontraknya, sehingga mereka membutuhkan lapangan pekerjaan lagi. Pengabdian ini bertujuan memberikan pelatihan keterampilan para mantan buruh migran Indonesia yang berada di Malang Raya yaitu Pelatihan Pembuatan Souvenir Elemen Interior Bergaya Shabby dengan Teknik Sticky Tape Printmaking BerOrnamen Binatang Mitology Nusantara sebagai Modal Ketrampilan Wirausaha. Metode pengabdian yang dilakukan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) atau Pemahaman Partisipatif Kondisi Pedesaan (PRA) dengan tahapan Pelaksanaan program dibagi menjadi tiga tahapan yaitu: (1) Tahap identifikasi produk dan sosialisasi; (2) Tahap praktek dan pendampingan; (3) Tahap monitoring dan evaluasi. Produk yang dihasilkan dalam pengabdian ini adalah sarung bantal, gorden dan taplak meja
PELATIHAN PEMBUATAN ENAMEL KULINER BERMOTIF BATIK BELANDA (1840-1940) BAGI MASYARAKAT KAMPOENG HERITAGE KAJOETANGAN Lisa Sidyawati; Agus Purnomo; Abdul Rahman Prasetyo
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i2.4142

Abstract

Kampoeng Heritage Kajoetangan terletak di dalam sebuah gang di Jalan Jend. Basuki Rachmat Gg. VI dan ini dikelola oleh Pokdarwis dalam manajemen wisata maupun perawatan spot-spot heritagenya, terdapat 32 spot di dalam kampung yang bisa dikunjungi wisatawan, diantara spot-spot tersebut terdapat spot andalan kuliner lawasan yang termasuk dalam sajian perjalanan Susur Kampung, spot ini sering disinggahi wisatawan ketika melepas lelah berjalan. Terdapat 3 spot kuliner yaitu: Rumah Mbah Ndut, Omah Dawet Ireng, dan Rumah Jamu. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah spot kuliner ini belum ter-branding dengan baik untuk menjadi suasana Indische karena keterbataan kemampuan dan keterampilan warga dalam membuat branding, masyarakat masih menggunakan alat seadanya yang dimiliki, padahal dalam sebuah kuliner hal ini menjadi sangat berarti dan utama. Tujuan pengabdian ini adalah pelatihanxpembuatanxperlengkapan spot-spotxkulinerxdenganxteknikxbatikxlukisxmotifxBelanda (1840-1940) berbahan enamel sebagai penguatan identitas indische. Metode pengabdian yang dilakukan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) atau Pemahaman Partisipatif Kondisi di Pedesaan (PRA) dengan tahapan Pelaksanaan program dibagi menjadi tiga bagian yaitu: (1) Tahap identifikasi produk serta sosialisasi, (2) Tahap praktek serta pendampingan; (3) Tahap monitoring serta evaluasi. Produk yang dihasilkan dalam pengabdian ini adalah cangkir, mug, teko, wakul nasi, piring dan nampan yang dibatik lukis dengan motif Batik Belanda.
PELATIHAN PENCIPTAAN POT BUNGA ARTISTIK DENGAN TEKNIK ANYAM MIX DECOUPAGE BAGI MASYARAKAT KELURAHAN TASIKMADU KOTA MALANG Lisa Sidyawati; Lilis Afifah; Moch. Nurfahrul Lukmanul Khakim
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i2.4144

Abstract

Perajin anyaman rotan Tasikmadu adalah perajin rotan terbesar di Malang Raya dan perlu didukung perkembangannya menjadi Desa Wisata. Kekurangan Kampung Anyam Rotan ini adalah dari segi promosi dan penguatan branding yang merupakan ujung tombak untuk mendatangkan wisatawan sehingga membutuhkan penguatan yang dapat menciptakan suasana (ambience) konsep desa wisata. Tujuan pengabdian yaitu melatih ketrampilan warga membuat produk pot artistik mix decoupage yang selanjutnya akan dapat di jadikan tata fasade yang menarik perhatian pengunjung. Metode pengabdian yang dilakukan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) atau Pemahaman Partisipatif Kondisi Pedesaan (PRA) dengan tahapan Pelaksanaan program dibagi menjadi tiga bagian yaitu: (1) Tahapan mengidentifikasi produk dan mensosialisasi; (2) Tahapan praktek produksi dan pendampingan; (3) Tahap monitoring dan evaluasi; (4) Tahapan evaluasi. Produk yang dihasilkan dalam pengabdian ini adalah pot bunga rotan yang dihias dengan decoupage.
PELATIHAN PEMBUATAN WIND CHIMES TERRACOTA DENGAN MEDIA GERABAH MIX MAKRAME BAGI MASYARAKAT DESA PAGELARAN Lisa Sidyawati; Iriaji Iriaji; Abdul Rahman Prasetyo
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i2.4145

Abstract

Desa Pagelaran sejak tahun 2019 sudah membuka diri untuk menjadi bagian dari desa wisata Kabupaten Malang yang bernama “WISATA EDUKASI GERABAH” karena memiliki aset sentra produksi kriya gerabah terbesar di Malang Raya. Pemetaan konsep oleh Kemenparekraf RI bahwa penguatan ikon desa wisata harus memenuhi 3 hal yaitu: people, product, dan publicity. People dan product Desa Wisata Edukasi Gerabah Pagelaran sudah terpenuhi lewat sumber daya perajin dan produk aneka gerabah. Tinggal masalah branding saja yang belum terpenuhi secara penuh karena termasuk ke dalam publicity bagi desa wisata. Melihat pentingnya souvenir untuk memperkenalkan ke publik, maka tujuan pelatihan ini adalah melatih keterampilan menciptakan Wind Chimes berbahan Terracota dengan memadukan gerabah dan makram untuk penduduk Desa Pagelaran. Metode pengabdian yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal dengan tahapan pelaksanaan berikut: (1) Tahap mengidentifikasi produk dan sosialisasi kegiatan; (2) Tahap pembuatan produk serta pendampingan; (3) Tahap monitoring dan evaluasi. Produk yang dihasilkan dari pelaksanaan pengabdian ini adalah lonceng atau gantungan angin media Gerabah di-mix dengan makrame
Pelatihan Pembuatan Dolanan Jadoel dan Infografis Filosofi Dolanan dengan Teknik Batik Kayu Lisa Sidyawati; Joko Sayono; Swastika Dhesti Anggriani; Mochammad Nurfahrul Lukmanul Khakim
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2021): Agustus
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v4i1.720

Abstract

Tujuan pengabdi ini adalah mengadakan pelatihan pembuatan dolanan jadoel dan infografis filosofi dolanan dengan teknik batik kayu, menggunakan metode pelatihan ceramah dan praktek dengan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) atau Pemahaman Partisipatif Kondisi Pedesaan. Prosedur pengabdian ini dibagi menjadi tiga bagian yaitu: (1). Tahap identifikasi produk dan Sosialisasi, (2) Praktek dan Pendampingan, (3) Monitoring dan Evaluasi. Hasil produk pelatihan ini adalah dolanan jadoel yang sering dimainkan oleh anak-anak pada masa Belanda seperti dakon, gangsing, yoyo, katapel dan bakiak tandem. Pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) dipilih sebagai prosedur pengabdian kepada masyarakat ini.  
Comedy Sebagai Apersepsi Dalam Pembelajaran Abdul Rahman Prasetyo; Nila Rahmawati; Lisa Sidyawati
JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.229 KB) | DOI: 10.17977/um038v3i22020p158

Abstract

Abstrak: Hasil belajar dipengaruhi berbagai faktor. Salah satu faktor paling esensial adalah kesiapan belajar. Kesiapan belajar dapat dikelola dengan memberikan stimulus sebelum memulai kegiatan belajar mengajar. Stimulus dapat dimasukkan melalui pemberian apersepsi. Apersepsi yang memberikan dampak signifikan terhadap kesiapan belajar peserta didik adalah apersepsi yang dapat menggugah semangat dan motivasi belajar. Apersepsi hendaknya menarik untuk diperhatikan. Memberikan efek kejut dan membawa keceriaan di dalam kelas.  Hak untuk mengajar berada di tangan peserta didik, bukan pendidik. Apabila peserta didik rela untuk memberikan haknya kepada pendidik untuk mengajar, maka pendidik akan diterima peserta didiknya ketika proses belajar mengajar. Comedy merupakah salah satu materi yang dapat menarik perhatian setiap orang, tak terkecuali peserta didik. Pendidik yang humoris, dan mampu menyuguhkan joke akan lebih mudah diterima. Menyuguhkan humor dalam kegiatan pembelajaran dapat dipelajari melalui beberapa tahapan yang akan diuraikan dalam penelitian ini. Model pengembangan menggunakan 5 langkah: (1). Analisis, (2). Perancangan, (3). Pengembangan, (4). Implementasi, (5). Evaluasi. Pengembangan ini diharapkan akan menghasilkan sintaks penyusunan naskah apersepsi berbasis comedy yang dapat dipraktikkan dalam kegiatan pembelajaran.Abstract: Learning outcomes are influenced by various factors. One of the most essential factors is learning readiness. Learning readiness can be managed by providing stimulus before starting teaching and learning activities. Stimulus can be included through apperception. Apperception that gives a significant impact on students' learning readiness is apperception that can arouse enthusiasm and motivation to learn. Apperception should be interesting to note. Give a shock effect and bring joy in the classroom. The right to teach is in the hands of students, not teachers. If students are willing to give their rights to the teacher to teach, then the teacher will be accepted by their students during the teaching and learning process. Comedy is one material that can attract everyone's attention, including students. Humorous teachers who are able to present jokes will be more easily accepted. Presenting humor in learning activities can be learned through several stages which will be described in this study. The development model uses 5 steps: (1). Analisys, (2). Design, (3). Development, (4). Implementation, (5). Evaluation. This development is expected to produce a comedy-based apperception script syntax that can be practiced in learning activities.
Development of Diorama Learning Media for Fourth Grade Elementary School Lisa Sidyawati; Riris Masruroh; Intanta Erlianungka Siregar
JOURNAL OF TEACHING AND LEARNING IN ELEMENTARY EDUCATION (JTLEE) Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, FKIP, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jtlee.v4i2.7897

Abstract

Learning media is a tool or intermediary that facilitates teaching and learning process and communication between teachers and students. This research is development research that aims to produce a diorama learning media about the rice field ecosystem food chain that is effective, practical and fun. The subjects of this study were 47 fourth graders from a public elementary school in Donowarih, East Java. This study concludes that the use of media in the learning process have impacts on teachers, students and the learning process in the classroom. In designing learning media, several steps must be considered, namely; media must be designed as simple as possible so that students are clear and easy to understand, media must be designed according to the subjects taught, media design is not too complicated and confuse children, the design of the media should use simple and easily available materials, but should not reduce the meaning and function of the media itself, and media can be designed in the form of models, pictures, structured charts, etc, but the materials are cheap and easy to get, so the teacher will have no trouble designing problematic media. Further researchers can use and develop this research and examine more sources and references.