p-Index From 2021 - 2026
5.849
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Siasat Bisnis Paradigma LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra 'ADALAH Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora urnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Jurnal Dinamika Sosial Budaya Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Semiotika: Jurnal Komunikasi Journal of Urban Sociology Ultimacomm: Jurnal Ilmu Komunikasi Cakrawala Jurnal Penelitian Sosial Simulacra MEDIAKOM: Jurnal Ilmu Komunikasi Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial The Journal of Society and Media Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia JPM (Jurnal Pendidikan Modern) RESIPROKAL: Jurnal Riset Sosiologi Progresif Aktual Metafora: Education, Social Sciences and Humanities Journal Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan JPP (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran) Jurnal Inovatif Ilmu Pendidikan Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan Madaniya Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha AL MA'ARIEF : JURNAL PENDIDIKAN SOSIAL DAN BUDAYA Jurnal ISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jurnal Komunikasi dan Media Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Antroposen KRONIK: Journal of History Education and Historiography DIALEKTIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA Jurnal ISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Claim Missing Document
Check
Articles

VISUALISASI AMUK MASSA (Analisis Framing Berita Online Kasus Aksi Massa Kepada Pencuri Amplifier Masjid di Kabupaten Bekasi) Pribadi, Farid
Journal of Urban Sociology Volume 1 No 2 Tahun 2018
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jus.v1i2.569

Abstract

Peristiwa tindak kekerasan masih menjadi bahan berita menarik oleh beberapa media massa online. Salah satunya peristiwa amuk massa kepada pencuri amplifier masjid di Kabupaten Bekasi yang berhasil diliput dan dijadikan headline news tribunjogja.com dan grid.id. Namun, setelah dianalisis menggunakan analisis framing model Robert Entman hasilnya sungguh memprihatinkan. Dengan dalih ingin memberitakan berita apa adanya, aksi brutal massa dan penderitaan korban dieksplotasi melalui teknik penyusunan kata-kata yang dramatis, vulgar dan sadistik disertai penayangan gambar detail kondisi korban. Visualisasi kekerasan semacam ini adalah upaya media massa untuk meningkatkan popularitas media sekaligus maksimalisasi profit. Pemberitaan kekerasan dalam perkembangannya menjadi paradoks. Di satu sisi meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap bentuk tindak kriminalitas yang ada di sekelilingnya. Namun di sisi lain, pemberitaan kekerasan berupa amuk massa yang bernuansa menyeramkan tersebut  justru dapat menakut-nakuti masyarakat bahkan justru dapat memberikan inspirasi bagi beberapa orang untuk melakukan tindakan serupa. Akhirnya gaya pemberitaan semacam ini  justru menimbulkan praktik kekerasan simbolik.Kata Kunci: Amuk Massa, Headline News, Analysis Framing, Symbolic Violence
PERAN LEMBAGA PENDIDIKAN NONFORMAL DALAM MENGATASI PENGANGGURAN DI ERA DIGITAL Latifa, Imma; Pribadi, Farid
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol 3, No 3 (2021): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v3i3.45781

Abstract

Pendidikan merupakan bagian dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang digunakan untuk memperkirakan capaian pembangunan kualitas hidup manusia. Kualitas sumber daya manusia salah satunya ditentukan oleh pendidikan. Karena pendidikan akan membentuk pola pikir seseorang serta membantunya bertahan dalam kehidupan masyarakat yang dinamis. Di era digital dan globalisasi yang semakin meluas saat ini, masyarakat memiliki banyak peluang untuk memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi sebagai alternatif pekerjaan. Meskipun demikian, peluang pekerjaan tersebut perlu dilatih dan diasah baik secara otodidak melalui buku, website, dan video maupun melalui kursus. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan. Kajian literatur menjadi dasar dalam membentuk konsep maupun teori baru. Data yang digunakan merupakan data sekunder berasal dari artikel ilmiah yang dipublikasikan oleh jurnal internasional bereputasi seperti Scopus, Web of Science, Elsevier, dan lain-lain serta jurnal nasional terindeks Sinta (Science and Technology Indeks). Kesimpulan dari penelitian ini adalah cara mengurangi pengangguran yaitu dengan memperkenalkan masyarakat pada teknologi digital yang berpotensi menjadi peluang kerja. Sehingga masyarakat menjadi semakin terbiasa dengan kemajuan serta perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.Kata kunci: pendidikan nonformal, era digital, pengangguran
BAHASA SEBAGAI ETIKA BERMEDIA SOSIAL (KATA “ANJAY” DAN KONTROVERSINYA) Nadzir Ahmad Firdaus; Rania Syukria Rizqi; Farid Pribadi
MEDIAKOM : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 2 (2021): Mediakom Vol 04, No 02, Februari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/mdk.v4i2.5855

Abstract

Recently, the word "Anjay" which we often hear in circles has generated controversy. This incident started with a well-known YouTuber, Lutfi Agizal, who took issue with this word in one of the content he made, so that it finally went viral in the media. The pros and cons of society continue to emerge, giving rise to a very serious debate. According to Lutfi, the word "Anjay" is considered to have a dirty meaning. This is because the word is a play on the word "dog" which is often used to denigrate someone's dignity. The problem is whether the word reflects this meaning if it is not used with bad intentions. With a descriptive qualitative approach and the view of Public Space by Jurgen Habermas, the researcher tries to analyze this phenomenon so that a middle point can be found regarding good language in communicating on social media. This is intended so that the interaction and communication that takes place on social media can run well, and avoid conflicts due to differences in language interpretation
Dampak Positif Negatif Pembelajaran Online Dalam Sistem Pendidikan Indonesia Pasca Pandemi Covid-19 Roselina Febria Karmen; Farid Pribadi
ADALAH Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/adalah.v6i1.23336

Abstract

During the Covid-19 pandemic that hit Indonesia, it had an impact on various fields, including education. The learning process was initially carried out face-to-face but expertly online (online). This study aims to determine the positive and negative impact of online learning in the Indonesian education system after the COVID-19 pandemic. This type of research uses a qualitative literature study. The results showed that there were negative impacts, namely, lack of understanding of the material, lack of socialization, quickly spending internet quota, declining eye health, and difficulty in doing group assignments. And there are positive impacts, namely, having a lot of family time, getting help from the government in the form of free internet quotas, making students active and independent. It is concluded that the implementation of online learning has several negative and positive impacts.
Dukungan Sosial Keluarga Penyandang Disabilitas dalam Keterbukaan Akses Menempuh Pendidikan Fitria Dayanti; Farid Pribadi
SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 8 No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : LP2M Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/sosio.v8i1.11481

Abstract

People with disabilities have equal rights in life, one of which is to take education. As a group that is vulnerable to injustice, family support as the closest person has an important role in the survival of people with disabilities. The government, community, and family should provide support and opportunities for people with disabilities to go to school in order to create independence for them. But in reality, there are still many people with disabilities who do not get access and support for education. Therefore, this study aims to explore forms of social support for families with disabilities in open access to education, by conducting case studies on families of people with physical disabilities. The method used in this research is descriptive qualitative. The results of the study found that there were five forms of family social support, especially parents for people with physical disabilities in Labang District in health education, namely support in instrumental aspects, informational aspects, emotional aspects, aspects of support for self-esteem, and network aspects.
Bingkai Demokratisasi Isu Pengesahan UU Cipta Kerja (Analisis Framing Zhongdang Pan Dan Gerald M. Kosicki Pada Media Dalam Jaringan Kompas.Com Dan Tribunnews.Com) Lussy Yuris Frasticha; Farid Pribadi
Jurnal Komunikasi dan Media Vol 2, No 1: November 2021
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jkm.v2i1.3206

Abstract

Pada awal Oktober 2020 proses legislasi atas pengesahan RUU Cipta Kerja mencuat kepermukaan ranah publik. Demokratisasi yang terjadi ditengah pandemi Covid 19 memunculkan ragam respon dari berbagai elemen negara mulai dari eksekutif, legislatif, hingga masyarakat. Penelitian ini berangkat dari pemberitaan media dalam jaringan (online) yang mengangkat isu berita utama yang mendorong sebuah pergolakan aksi besar-besaran demonstrasi atas protes pengesahan yang tidak ideal. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori hegemoni yang dikemukakan oleh Antonio Gramsci. Metode penelitiannya adalah kualitatif. Teknik analisis data yang diadaptasi adalah analisis framing model Zhondang Pan dan Gerald M. Kosicki. Unit analisis yang dikaji adalah teks berita online yang disajikan www.kompas.com dan www.tribunnews.com.
KEKERASAN DALAM SENIORITAS DI LINGKUNGAN PENDIDIKAN Maisandra helena Lohy; Farid Pribadi
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.424 KB) | DOI: 10.38043/jids.v5i1.2938

Abstract

Violent behavior committed by seniors to juniors in educational circles is still found in many schools and universities. Cases of violence committed by seniors to juniors have generated a lot of attention because cases of violence used by seniors to juniors still exist. Therefore, the purpose of this study is to see what factors are behind violent behavior in seniority in the educational environment. The research method used is descriptive qualitative. As for data collection, namely through literature studies from various journals, books and websites that are in accordance with the topics discussed. The results showed that the factors that cause violent behavior in seniority still exist, namely the lack of social control from the three educational environments, namely family, school, and society. To be able to eliminate violence in seniors, it requires the cooperation of the three educational environments to exercise social control in adolescent behavior in the educational environment. Keyword : violence, seniority, social
KONSTRUKSI SOSIAL PENDIDIKAN UMUM BAGI PENYANDANG DISABILITAS Ratna Dewi Pangestuti; Farid Pribadi
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.359 KB) | DOI: 10.38043/jids.v6i1.3253

Abstract

Mendapatkan pendidikan di sekolah merupakan hak bagi semua anak bangsa, termasuk penyandang disabilitas. Namun, beberapa survei membuktikan bahwa penyandang disabilitas masih rentan terhadap kesenjangan dalam memperoleh pendidikan di sekolah umum. Oleh karena itu, banyak penyandang disabilitas yang langsung bergegas masuk ke SLB (Sekolah Luar Biasa), meski beberapa di antaranya mampu memenuhi kriteria kurikulum nasional masuk sekolah umum. Melalui uraian tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan membongkar konstruksi sosial pendidikan umum bagi penyandang disabilitas yang identik dengan keterbatasan fisik, mental, dan emosionalnya. Penelitian ini dapat dikaji dengan menggunakan teori konstruksi sosial Peter L. Berger. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan realitas subjektif penyandang disabilitas yang langsung dilarikan ke SLB (Sekolah Luar Biasa), karena sulitnya kesempatan mereka dalam menempuh pendidikan di sekolah umum. Alih-alih kurangnya tenaga pendidik, fasilitas, dan juga tindakan bullying, yang menjadikan eksternalisasi hambatan bagi penyandang disabilitas dalam memasuki pendidikan di sekolah umum. Dengan demikian, penyandang disabilitas menginternalisasi bahwa SLB (Sekolah Luar Biasa) lebih aman, dan jauh dari risiko bullying dan diskriminasi dibandingkan sekolah umum.  
Kekerasan Remaja dalam Dunia Pendidikan Berdasar pada Perspektif Sosiologi Pendidikan Bagus Arya Saputra; Farid Pribadi
Jurnal Pendidikan Modern Vol 6 No 3 (2021): Edisi Mei
Publisher : STKIP Modern Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37471/jpm.v6i03.246

Abstract

Kenakalan remaja adalah gejala patologis remaja yang disebabkan oleh salah satu bentuk pengabaian sosial. Kenakalan remaja secara mayoritas dilakukan karena pelaku tidak dapat mengontrol emosi mereka secara baik. Kenakalan remaja juga menjadi salah satu bentuk konflik yang tidak dapat diselesaikan dengan baik oleh pihak yang terlibat. Kenakalan pelajar merupakan bentuk perilaku yang menyimpang yang dilakukan oleh pelajar, seperti tawuran dengan teman sendiri, tawuran dengan pelajar dari sekolah lain, atau bahkan hingga tawuran dengan guru mereka sendiri. Hal tersebut merupakan salah satu masalah serius yang harus segera ditangani dan dikontrol oleh pihak dinas pendidikan setempat, pihak sekolah dan pihak wali murid. Berdasar data yang berhasil dihimpun KPAI, tren kekerasan pada tahun 2011 hingga tahun 2018 cenderung meningkat. Pada tahun 2018 tercatat sebanyak 127 kasus kekerasan pada remaja. Meskipun jumlah penambahan kasus dibanding pada tahun 2017 hanya sekitar 11 kasus, maka jika terus menerus dibiarkan akan semakin banyak kasus serupa di Indonesia.
Terorisme dan Simalakama Media Massa Farid Pribadi
RESIPROKAL: Jurnal Riset Sosiologi Progresif Aktual Vol 1 No 2 (2019): Desember
Publisher : Prodi Sosiologi Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/resiprokal.v1i2.11

Abstract

This article discusses the symbiotic relationship of mutualism between mass media andterrorism. Whether we realize it or not, acts of terrorism in the homeland are still interestingand economically valuable news material in front of the mass media. On the other hand, onthe part of terrorists, the news about terrorist acts actually becomes a strategic campaignarea to show their existence. The research uses a qualitative approach to narrative analysismethod. The results of the study are www.okezone.com and www.tribunnews.com placingthe terror terror events in Medan Mapolrestabes as interesting and economically valuablenews material. The style of the news flow is arranged with a choice of tense, dramatic andsensational nuances of words. In addition, the display of photo and video illustrationsshortly after the explosion also aims to display as if the news of the explosion event is true,not engineering, objective and valid. The combination technique of choice of words, storyline, placement techniques and the size of photos and videos all aim to make the emotions ofthe reader participate dissolved in a tense situation as the situation at the scene of theexplosion. The practice of compiling this kind of news flow is called, as Jean Baudrillard'spractice of simulation. The practice of simulation through the practice of compiling newslines and the touch of visual image technology will eventually create conditions ofhyperreality. Namely the conditions between reality will be mixed with the pseudo so it isdifficult to distinguish which is original and fake. Next, the airing of a list of victims ofunknown origin will actually give birth, as Pierre Bourdie calls it symbolic violence. That is,the practice of violent symbols aimed no longer at the physical target but rather consciousthoughts. Symbolic violence in the appearance of the victim list really has the potential tocreate traumatic feelings towards the families of the victims.