p-Index From 2021 - 2026
5.849
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Siasat Bisnis Paradigma LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra 'ADALAH Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora urnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Jurnal Dinamika Sosial Budaya Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Semiotika: Jurnal Komunikasi Journal of Urban Sociology Ultimacomm: Jurnal Ilmu Komunikasi Cakrawala Jurnal Penelitian Sosial Simulacra MEDIAKOM: Jurnal Ilmu Komunikasi Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial The Journal of Society and Media Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia JPM (Jurnal Pendidikan Modern) RESIPROKAL: Jurnal Riset Sosiologi Progresif Aktual Metafora: Education, Social Sciences and Humanities Journal Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan JPP (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran) Jurnal Inovatif Ilmu Pendidikan Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan Madaniya Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha AL MA'ARIEF : JURNAL PENDIDIKAN SOSIAL DAN BUDAYA Jurnal ISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jurnal Komunikasi dan Media Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Antroposen KRONIK: Journal of History Education and Historiography DIALEKTIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA Jurnal ISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Claim Missing Document
Check
Articles

KONSTRUKSI SOSIAL PENDIDIKAN UMUM BAGI PENYANDANG DISABILITAS Dewi Pangestuti, Ratna; Pribadi, Farid
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.359 KB) | DOI: 10.38043/jids.v6i1.3253

Abstract

Mendapatkan pendidikan di sekolah merupakan hak bagi semua anak bangsa, termasuk penyandang disabilitas. Namun, beberapa survei membuktikan bahwa penyandang disabilitas masih rentan terhadap kesenjangan dalam memperoleh pendidikan di sekolah umum. Oleh karena itu, banyak penyandang disabilitas yang langsung bergegas masuk ke SLB (Sekolah Luar Biasa), meski beberapa di antaranya mampu memenuhi kriteria kurikulum nasional masuk sekolah umum. Melalui uraian tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan membongkar konstruksi sosial pendidikan umum bagi penyandang disabilitas yang identik dengan keterbatasan fisik, mental, dan emosionalnya. Penelitian ini dapat dikaji dengan menggunakan teori konstruksi sosial Peter L. Berger. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan realitas subjektif penyandang disabilitas yang langsung dilarikan ke SLB (Sekolah Luar Biasa), karena sulitnya kesempatan mereka dalam menempuh pendidikan di sekolah umum. Alih-alih kurangnya tenaga pendidik, fasilitas, dan juga tindakan bullying, yang menjadikan eksternalisasi hambatan bagi penyandang disabilitas dalam memasuki pendidikan di sekolah umum. Dengan demikian, penyandang disabilitas menginternalisasi bahwa SLB (Sekolah Luar Biasa) lebih aman, dan jauh dari risiko bullying dan diskriminasi dibandingkan sekolah umum.  
Konstrusi Media Tentang Perempuan Pelaku Kejahatan Predator Seksual Anak : (Kajian Sosiologi Komunikasi dalam Perspektif Sosiologi) Pribadi, Farid; Sadewo, FX Sri; Sukardani, Puspita Sari; Listayani, Refti Handini
RESIPROKAL: Jurnal Riset Sosiologi Progresif Aktual Vol. 6 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Prodi Sosiologi Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/resiprokal.v6i1.480

Abstract

This study seeks to reveal gender bias in the headline news of kompas.com concerning the case of a woman perpetrator of sexual crimes against 11 children in Jambi. The research utilizes Peter L. Berger's social construction theory, Erving Goffman's framing, and Pierre Bourdieu's symbolic violence. Employing Robert Entman's framing analysis model, the findings of this study uncover that the portrayal of women is divided into three constructs imbued with gender bias. Gender bias arises due to the practice of symbolic violence. First, the female perpetrator of sexual crimes is depicted as engaging in unseemly, reprehensible actions that contravene societal values and norms. Second, the woman's vital body becomes a newsworthy asset that is advantageous. Third, the news exhibits ambivalence; on one hand, it provides information on preventing sexual crimes, while on the other hand, it inadvertently offers a tutorial-like narrative on committing sexual offenses against children.
Kekerasan Simbolik di Sekolah (Studi di SDN Gucialit 01, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang) Atriska, Fresky Edo; Pribadi, Farid
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjabarkan bentuk kekerasan, penyebabnya, dan lokasi serta situasi dan kondisi saat terjadinya kekerasan disekolah. Penelitian bersifat kualitatif dan berfokus pada teori postmodern yang diangkat oleh Pieere Bourdieu tentang kekerasan simbolik. Subjek penelitian dipilih menggunakkan teknik purposive sampling dan data dianalisis menggunakkan analisis interaktif. Hasil penelitian mengungapkan bahwa kekerasan simbolik yang terjadi di SD Negeri Gucialit 01 melalui strategi kepala sekolah & guru kelas selaku pihak yang dominan dalam menjalankan kekuasaannya. Hal ini dilakukan untuk menunjang tata tertib sekolah. Bentuk kekerasan yang ada adalah teguran, perintah, hinaan dan ancaman kepada siswa. Adanya kekerasan dengan betuk demikian membuat siswa dipaksa untuk memiliki modal simbolik yang dimiliki oleh kelas menengah keatas. Guru adalah kaum dominan yang telah melanggengkan habitus kelas tersebut.
Urgensi Ketersediaan Pelayanan Publik bagi Kesejahteraan Ramah disabilitas di Kota Madiun Shufya, Fauzi Himma; Pribadi, Farid
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 25 No. 1 (2023): Juni (2023)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v25i1.4378

Abstract

Disability groups are people who have deficiencies in carrying out activities in daily life due to a person's physical and psychological factors. The problem of disability is a phenomenon that has received less attention from the public. So that the issue of disability discrimination is increasingly mushrooming and cannot be resolved. Evidence of discrimination against disability groups is reflected in the lack of access and facilities provided to disabled groups. As a result, the problem of discrimination against people with disabilities will still exist. This study uses a qualitative type with a literature study. The analysis of this research uses the structural functional theory of Talcot Parsons. The concept of Talcot Parsons' theory is AGIL (Adaptation, Goal Attainment, Integration, Latent Pattern Maintenance). The data used in this study is secondary data obtained from literature review, mass media news on the internet. The target of this research is Madiun City, East Java. The results of this study are that the City of Madiun is a city that is still low in accessibility to disability groups. It is proven by the provision of facilities that are still minimal, even some facilities will still be discussed in 2021.
RELIGIOUS DISCOURSE IN NEWS REPORTS ON AL ZAYTUN ISLAMIC BOARDING SCHOOL Yuliyanto, Andik; Khotimah, Khusnul; Pribadi, Farid
LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Vol 18, No 2 (2023): LiNGUA
Publisher : Laboratorium Informasi & Publikasi Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/ling.v18i2.23670

Abstract

This research discusses the construction of religious discourse in news reports on Al Zaytun Islamic Boarding School as an effort to understand contemporary issues. This paper employed the approach of critical discourse analysis based on Teun A. van Dijk’s theory. It aimed to explore how religious messages are prepared and delivered in news reports related to Al Zaytun Islamic boarding school. This research method involves analysis of news texts, focusing on structure, language pattern, and the choice of words that can influence readers’ understanding of issues contemporary. The findings of this research reveal that the construction of religious discourse in news reports on Al Zaytun Islamic Boarding School significantly influences how contemporary issues are presented and understood. The news journalists tend to use distinctive language It contains religious values and provides interpretation of certain latest events. Additionally, the structure of the discourse also creates a promotional narrative to understanding certain contemporary issues as well as reflects the complexity of the religious discourse construction in an effort to understand contemporary issues These findings can contribute to providing an understanding of the role of religious media in forming the public perception to various actual issues.
Inclusive discourse in the coverage of blasphemy cases in Indonesian online media: A Foucauldian perspective Pribadi, Farid; Khotimah, Khusnul; Surokim, Surokim; Amil, Ahmad Jami'ul
SIMULACRA: JURNAL SOSIOLOGI Vol 8, No 1: 2025
Publisher : Center for Sociological Studies and Community Developmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/sml.v8i1.29621

Abstract

This study employs Foucauldian discourse analysis to investigate how three major Indonesian online media outlets—Detik.com, Tribunnews.com, and Kompas.com—constructed public discourse surrounding Pastor Gilbert’s 2024 blasphemy case. By analyzing coverage from April to July 2024, the research uncovers how media narratives reinforced the dominance of the Islamic majority while marginalizing minority perspectives in Indonesia’s pluralistic society. All three outlets functioned as panoptic instruments, aligning with state-religious authorities such as the MUI, DMI, and Jusuf Kalla to define “truth” and shape acceptable discourse. Detik.com portrayed Gilbert’s apology as a resolution aligned with majority sensibilities; Tribunnews.com privileged Islamic leaders' critiques while minimizing Gilbert’s own explanations; Kompas.com deployed selective “evidence” to label him a blasphemer, disregarding theological nuance. Across the platforms, epistemic violence was evident: Gilbert’s voice was delegitimized, reconciliation was conditioned by dominant norms, and dissent was monitored through harmony-oriented rhetoric. The media’s collaboration with biopolitical forces—police investigations and politico-religious framing—deepened structural hierarchies and exemplified Foucault’s notion of truth as a product of power. While each outlet employed distinct strategies, all participated in disciplining discourse and excluding dissenting voices. This study calls for ethical reflection on the media’s role in shaping inclusive narratives and promoting justice in a multicultural nation.
Dramaturgi Di Balik Kehidupan Akun Alter Twitter Dramaturgy Behind Twitter Alter Accounts Kirana, Nevi Dwi; Pribadi, Farid
Jurnal ISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 18 No. 1 (2021): Jurnal ISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Institute of Social and Political Science Jakarta (Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta - IISIP Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36451/jisip.v18i1.65

Abstract

This article discusses the practice of Dramaturgy theory carried by the owners of alter Twitter accounts. In the modern era, communication technology is not only used to facilitate human work. Communication technology is also used to make it easier for humans to interact with each other. That practice of social interaction does not only occur in the real world but also in the virtual world. Many dramaturgical theory practices appear in cyberspace, one example is alter accounts on Twitter. This research uses descriptive qualitative method. The researcher creates a description based on the facts, characteristics, and relationships between the phenomena. The data collection method used is observation and interview. This study indicates that the two sources have something in common, that is, to make their alter accounts on Twitter a place to show a side of themselves that they cannot show in the real world. On the front stage, they build a self-image by posting sensual photos and videos in revealing clothes accompanied by supporting captions. However, on the back stage, these two sources show the opposite side, by dressing neatly, covering their genitals, acting politely and also having good manners.
Presupposisi dalam Slogan Iklan Minuman di Televisi Kajian Pragmatik farid.pribadi farid.pribadi; Khusnul Khotimah
DIALEKTIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA Vol. 9 No. 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Prodi Sastra Inggris UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/dia.v9i2.4078

Abstract

Slogan dalam iklan memegang peranan penting. Maraknya persaingan bisnis yang semakin ketat, berbagai inovasi digunakan untuk meningkatkan promosi, salah satunya berinovasi dengan sebuah slogan dalam iklan. Hal ini dituntut kreatifitas pebisnis dalam merumuskan bahasa slogan semenarik mungkin, agar iklan dapat diterima masyarakat, serta mengakar kuat di benak konsumen. Penelitian ini membahas mengenai praanggapan (presupposisi) dalam slogan iklan di televisi. Objek yang dipilih adalah iklan minuman. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan praanggapan dalam slogan iklan minuman di televisi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik simak dan teknik catat. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan 12 slogan iklan minuman terkenal yang ada di televisi. Hasil penelitian ditemukan empat slogan iklan yang termasuk praanggapan eksistensial, empat slogan iklan yang termasuk praanggapan faktif, empat slogan iklan yang termasuk praanggapan leksikal. Adapun makna slogan iklan minunan berbeda-beda bergantung pemahaman pemakna slogan. Kesemua praaggapan ini digunakan oleh pihak pengiklan sebagai promosi penjualan dengan tujuan meningkatkan daya tarik konsumen sehingga barang atau jasa yang diiklankan laku di pasaran. Kata kunci: Pragmatik, Praanggapan (presuposisi), Slogan Iklan. The slogan in advertising plays an important role. In the middle of an increasingly stringent business, various innovations are used to increase promotion, one of which is innovating with a slogan in advertising. This is demanded to be the creativity of business people in formulating the Sloga language as attractive as possible, so that advertising can be accepted by the public, as well as rooted strongly in the minds of consumers. This research discusses presuppositions in television advertising slogans. The object chosen is beverage advertising. The formulation of the problem in this study is how to presume in beverage advertising slogans on television, which aims to describe the presuppositions of beverage advertising slogans on television. The type of research used to examine the formulation of the problem in this study is a descriptive qualitative method. The data collection technique in this study is using the technique of note and note taking technique. Data analysis techniques use data reduction, data display, and conclusion conclusions. In this study using 12 famous beverage ad slogans on television. The results in this study found 4 advertising slogans which included existential presuppositions, 4 advertising slogans which included factual presuppositions, 4 advertising slogans which included lexical presuppositions. This presuppositions meeting is used by advertisers with the aim of increasing sales promotions so that the goods or services advertised sell well. Keywords: Pragmatics, Presuppositions, Advertisements Slogan.
Kajian Makian dalam Interaksi Sosial Pemuda Madura melalui Lensa Sosio-Ekolinguistik Khusnul Khotimah; farid pribadi
DIALEKTIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA Vol. 10 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Prodi Sastra Inggris UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/dia.v10i2.5156

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan kata makian dalam interaksi sosial pemuda Madura dengan pendekatan sosio-ekolinguistik. Makian adalah bagian penting dari bahasa sehari-hari. Namun, sering kali memiliki keterkaitan dengan norma-norma sosial dan budaya suatu masyarakat. Dalam konteks Madura, kata makian memiliki peran khusus dalam interaksi sosial, oleh karena itu, penelitian ini menggunakan pendekatan sosio-ekolinguistik untuk memahami dinamika penggunaan kata makian dalam lingkungan budaya dan sosial yang lebih luas. Penelitian ini dilakukan melalui analisis korpus percakapan antara pemuda Madura dalam berbagai konteks, baik formal maupun informal. Teori tabu Wardhaugh digunakan sebagai kerangka teoretis untuk melihat bagaimana kata-kata makian diidentifikasi dan digunakan dalam interaksi sosial sehari-hari. Dalam pengkajian ini, faktor sosio-ekologis seperti norma sosial, struktur komunitas, dan perubahan budaya juga dipertimbangkan dalam menginterpretasi penggunaan makian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kata makian dalam interaksi sosial pemuda Madura secara kompleks terhubung dengan aspek-aspek sosio-ekologis seperti norma sosial, hierarki sosial, etimologi kata-kata, konteks budaya, jenis interaksi, dan tingkat keformalan situasi. Temuan ini menggambarkan cara pemuda Madura mengadaptasi makian dalam berbagai konteks, sekaligus menggambarkan dinamika sosiolinguistik yang terjadi dalam komunitas bahasa mereka. Bentuk-bentuk makian tersebut berupa hewan, sikap yang kurang sopan, alat indra manusia, makhluk halus, kotoran, serta alat kelamin Perempuan, digunakan untuk memaki lawan bicara dalam kehidupan sosial bermasyarakat. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang penggunaan kata makian dalam interaksi sosial pemuda Madura dalam lensa sosio-ekolinguistik. Implikasi penelitian ini tidak hanya terbatas pada pemahaman linguistik, tetapi juga membantu dalam memahami interaksi sosial dan budaya yang membentuk penggunaan bahasa sehari-hari dalam komunitas ini.