Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

GERAKAN BERSIH PANTAI DARI SAMPAH PLASTIK DAN PENANAMAN MANGROVE DI PESISIR DERMAGA PRESTASI POLTEKPEL BANTEN Setya, Dona; Mulyadi, Rama Agus; Tirtana, Denta; Syahputra, Fauzi; Sitepu, Mestiria Harbani; Nuzapril, Mulkan; Putri, Aprilia Syah; Handayani, Muliawati; Marlina, Eulis; Uddin, Soleh; Ricardo, Dapid; Nursyamsu; Amirullah; Nawawi, Cholis Imam; Dewi, Astri Kustina; Anggeranika, Vidiana; Muslim, Jusva Agus; Nurfadhlina
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v6i1.6207

Abstract

Dermaga Prestasi yang dibuat dan akan difungsikan sebagai wilayah edukasi wisata (Eduwisata) mengalami pencemaran dengan banyaknya sampah plastik yang berserakan di sepanjang pesisir pantai. Sampah plastik merupakan jenis sampah yang sulit terurai dan satu jenis sampah plastik membutuhkan waktu kurang lebih 20 tahun agar sampah plastik tersebut dapat terurai. Sampah plastik merupakan masalah utama yang harus diselesaikan dengan serius karena selain mencemari laut, sampah plastik juga dapat mengganggu kehidupan biota yang ada di laut. Sampah plastik yang memenuhi pesisir pantai dermaga prestasi juga sangat mempengaruhi keindahan pantai. Kondisi sampah plastik di pesisir dermaga prestasi sudah cukup memprihatinkan dan menjadi perhatian pada pengabdian kepada masyarakat (PKM) kali ini. Kegiatan PKM ini difokuskan dengan melakukan bersih-bersih pantai dan penanaman pohon mangrove sebagai upaya melestarikan lingkungan pesisir laut dengan melibatkan taruna-taruni Kementrian Perhubungan. Tujuan dari PKM ini adalah ikut berkontribusi dalam mengatasi sampah plastik dan pelestarian sumberdaya pesisir laut. Kegiatan positif seperti ini diharapkan terus dilakukan, guna membentuk pola pikir masyarakat agar tidak membuang sampah plastik ke laut. The prestasi dock which was created and will function as a tourism education area (Eduwisata) has been polluted by the large amount of plastic waste scattered along the coast. Plastic waste is a type of waste that is difficult to decompose and one type of plastic waste takes approximately 20 years for it to decompose. Plastic waste is a major problem that must be seriously resolved because apart from polluting the ocean, plastic waste can also interfere with marine biota. Plastic waste that fills the coast of the prestasi dock also greatly affects the beauty of the beach. The condition of plastic waste on the coast of the prestasi dock is quite apprehensive and has become a concern for community service (PKM) this time. This PKM activity is focused on cleaning the beach and planting mangrove trees as an effort to preserve the coastal marine environment by involving cadets from the Ministry of Transportation. The aim of this PKM is to contribute to overcome plastic waste and preserving coastal marine resources. It is hoped that positive activities like this will continue to be carried out, in order to shape the mindset of the people so as not to throw plastic waste into the sea.
Screening of Active Compounds from Sargassum Seaweed Collected from Lampung Bay Handayani, Muliawati; Nuzapril, Mulkan; Setya, Dona; Putri, Aprilia Syah
ABEC Indonesia Vol. 12 (2024): 12th Applied Business and Engineering Conference
Publisher : Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sargassum is a genus of brown algae with significant potential as a bioprospecting material. This seaweed isabundant in Lampung Bay, although it has not yet received the same attention as commercial seaweeds like Gracilaria sp.and Eucheuma sp. The purpose of this study is to inventory the types of active compounds in Sargassum extracts usingsolvents with different polarities. Extraction was carried out using the maceration method with methanol (polar) and nhexane (non-polar) solvents in a 1:3 ratio. Methanol yielded a more optimal quantity and concentration of filtratecompared to n-hexane. Qualitative testing of active compounds was conducted through phytochemical assays, indicatingthe presence of flavonoids, alkaloids, polyphenols/tannins, and saponins in Sargassum. The target flavonoid compoundwas confirmed by quantitative analysis using UV-Vis spectrophotometry, which revealed a flavonoid content of 7.84grams in the methanol-solvent sample and 3.61 grams in the n-hexane sample. To support its use in aquacultureactivities, further testing for antibacterial activity is required.
PEMBUATAN OLAHAN IKAN KAKI NAGA, IBU-IBU GABUNGAN KELOMPOK NELAYAN KELAUTAN PERIKANAN (GAPOKAN) LAMPUNG Setya, Dona; Mulyadi, Rama Agus; Tirtana, Denta; Syahputra, Fauzi; Sitepu, Mestiria Harbani; Nuzapril, Mulkan; Putri, Aprilia Syah; Handayani, Muliawati; Marlina, Eulis
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 7 No. 2 (2023): OCTOBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v7i2.7368

Abstract

Kaki naga ikan merupakan produk pangan yang dapat dijadikan sebagai lauk pauk dan juga sebagai cemilan. Karakteristik khas kaki naga ikan adalah memiliki tekstur yang kering, renyah, dan pada lapisan luar berkerak namun lembut dan basah di bagian dalam produk, sebagaimana produk gorengan. Berbagai jenis ikan dapat dimanfaatkan untuk produk kaki naga, salah satunya adalah ikan cakalang. Tujuan yang diharapkan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan bagi ibu-ibu nelayan GAPOKAN tentang pembuatan olahan ikan kaki naga, memberikan edukasi/kesadaran kepada masyarakat nelayan tentang manfaat konsumsi makanan olahan ikan sebagai pangan yang kaya gizi dan digemari terutama oleh anak-anak. Target pengabdian masyarakat ini adalah masyarakat pesisir kota Bandar Lampung. Masyarakat ibu-ibu nelayan pesisir yang terdiri dari nelayan, pembudidaya, pengolah dna pemnasar hasil perikanan merupakan masyarakat yang langung bersentuhan dengan laut. Produk-produk perikanan mengandung nilai gizi yang tinggi serta tergolong dalam pangan fungsional yang baik untuk kesehatan. para wanita istri nelayan harus mempunyai pengetahuan tentang bagaimana menangani dan mengolah ikan yang benar disaat hasil tangkapan melimpah, serta memahami pentingnya memberi makanan yang sehat bagi keluarga terutama anak-anak balita.  
Pengukuran Gross Tonnage (GT) Dan Material Kapal Payang Di PPP Lempasing Zainuri, Wawan; Putri, Aprilia Syah; Mulyadi, Rama Agus; Setya, Dona
JURNAL BLUEFIN FISHERIES Vol 6, No 2 (2024): JURNAL BLUEFIN FISHERIES
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Bitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jbf.v6i2.235

Abstract

Kapal payang merupakan alat tangkap favorit yang digunakan di PPP Lempasing. Permasalahan keselamatan transportasi laut khususnya kapal payang kurang diperhatikan dari nelayannya sendiri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ukuran Gross Tonnage kapal alat tangkap payang dan material bahan pembuatan kapal tersebut agar dapat menentukan kelayakan daya muatan sehingga dari pihak pengurus pelabuhan maupun kesyahbandaran dapat menetapkan dan mengatur batas yang dapat di muat kapal tersebut. Metode pelaksanaan di mulai dari survei ke pelababuhan menentukan kapal, melakukan pengukuran kapal yang meliputi tinggi,lebar,panjang dan bahan material kapal tersebut yang meliputi jenis bahan, ketebalan keunggulan dan kekurangannya. Hasil pengukuran gross tonnage Dengan banyaknya jenis kapal di pelabuhan perikanan pantai lempasing salah satunya yaitu kapal payang terdapat beberapa ukuran 4 GT, 6 GT, 8 GT dan 6 GT dengan pengambilan data pengukuran panjang, tinggi dan lebar kapal dan hasil dari wawancara atau quisioner beberapa nelayan atau pekerja yang ada di pelabuhan Perikanan Pantai Lempasing di dapati 2 jenis bahan pembuatan kapal yaitu bahan kayu dan bahan campuran kayu dan fiberglass. ketebalan bahan kapal payang berkisar antara 3 cm sampai 5 cm. keunggulan dari kedua bahan ini bahan mudah didapatkan, harga terjangkau, mudah penangganan kebocoran dan mudah dalam perbaikan dan ntuk kekurangan dari bahan tersebut bahan berat, mudah getas atau retak dan boros bahan bakar.
Formulation of ice size to improve storage and fish quality catches by fisherman Putra, Fauzi Syah; Putri, Aprilia Syah; Sitepu, Mestiria Harbani
Arwana: Jurnal Ilmiah Program Studi Perairan Vol 6 No 2: November 2024
Publisher : Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jipsbp.v6i2.2641

Abstract

Indonesia's fisheries export production has large contribution to the world's fish consumption, however, the size of fish export production is inversely proportional to the low cost of export sales. 'The low selling value of fish from Indonesia, because Indonesia fish has low quality. The aim of this research is; (1) knowing the ice size formulation to improve storage quality and quality of caught fish. And (2) understand when the freshness and quality of caught fish decreases. This research was carried out for 1 month starting from September to October 2022. This research used an experimental design. Ice Formulation Experiment was divided into 3 test formulations size, with diameters of 1-5 cm, 6 -10 cm, and 11-15 cm. Addition of ice periodically 6 -12 hours, and changes in ice size are carried out every 1x24 hours starting from the smallest size to the largest in formulation. Fish quality testing is carried out after storage for 3 x 24 hours to measure the best ice size combination formulation. Based on the graph of organoleptic and ALT test results, it shows the best ice formulation is found in sample 1, but in testing using ANOVA the results are not significantly different.
Pemberian Nuget Ikan Daun Kelor di Pekon Kota Jawa Kabupaten Pesisir Barat sebagai Pencegahan Stunting. Putri, Aprilia Syah; Tirtana, Denta; Setya, Dona; Sitepu, Mestiria Harbani; Syahputra, Fauzi; Nuzapril, Mulkan; Handayani, Muliawati; Citra, Lalik Salistia; Putri, Ryana Tammi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i9.21169

Abstract

ABSTRAK Kota Pekon Jawa Pesisir Barat, Lampung  merupakan daerah yang termasuk 3T yaitu terdepan, tertinggal, dan  terluar. Mengingat bahwa potensi perikanan yang ada di Pesisir Barat ini sangat menjanjikan untuk keberlanjutannya. Dengan potensi yang ada, perlu pengolahan hasil tangkapan yang baik dan dimanfaatkan untuk kehidupan di masyarakat khususnya di keluarga nelayan. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pemberian nugget ikan, melakukan edukasi, pelatihan dan pemberian informasi kepada ibu hamil dan balita di desa Pekon Kota Jawa. Metode yang dilakukan adalah dengan pemberian nugget ikan selama 4 minggu kepada ibu hamil dan balita serta melakukan edukasi, pelatihan dan pemberian informasi. Hasil intervensi diamati menggunakan parameter antropometri meliputi Berat Badan (BB), Tinggi Badan (TB), Lingkar lengan Atas (LLA) dan Lingkar Perut pada ibu hamil, kemudian pengukuran Berat Badan (BB), Tinggi Badan (TB) dan Lingkar kepala (LK) pada anak baduta. Pada pengukuran tersebut didapatkan bahwa setelah pemberian nugget ikan didapatkan hasil pengukuran yang semakin meningkat untuk setiap minggunya. Kesimpulannya dari permasalahan yang ada kami mencoba melakukan edukasi, pelatihan pembuatan nugget ikan dan pemberian informasi untuk pencegahan stunting di daerah tersebut. Sehingga harapannya dengan kegiatan pelatihan dan edukasi serta pemberian asupan makanan bergizi dapat menambah wawasan dari masyarakat nelayan dan bisa menambah kegiatan perekonomian mereka serta dapat secara mandiri terhindar dari stunting dan terciptanya masyarakat serta lingkungan yang sehat.  Kata Kunci: Telur Dan Daun Kelor, Nugget Ikan, Stunting, Pekon Kota Jawa Pesisir Barat.  ABSTRACT Pekon Jawa Pesisir Barat City, Lampung is an area included in the 3T, namely the outermost, most remote, and most remote. Given that the fisheries potential in Pesisir Barat is very promising for its sustainability. With the existing potential, it is necessary to process the catch well and utilize it for the life of the community, especially in fishing families. The purpose of this community service activity is to provide fish nuggets, provide education, training and provide information to pregnant women and toddlers in Pekon Kota Jawa village. The method used is to provide fish nuggets for 4 weeks to pregnant women and toddlers and provide education, training and information. The results of the intervention were observed using anthropometric parameters including Body Weight (BW), Height (TB) and Upper Arm Circumference (LLA) in pregnant women, then measuring Body Weight (BW), Height (TB) and Head Circumference (LK) in toddlers. In these measurements, it was found that after providing fish nuggets, the measurement results increased every week. Therefore, from the existing problems, we tried to provide education, training in making fish nuggets and provide information to prevent stunting in the area. So it is hoped that training and education activities as well as providing nutritious food intake can increase the insight of the fishing community and can increase their economic activities and can independently avoid stunting and create a healthy society and environment. Keywords: Eggs and Moringa, Fish Nuggets, Stunting, Pekon City Pesisir Barat.
Identifikasi Hasil Tangkapan Utama Alat Tangkap Gillnet Di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Bom Kalianda Khumairoh, Siti; Putri, Aprilia Syah; Setya, Dona
Arborescent Journal Vol 3 No 1 (2026): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Bom Kalianda merupakan salah satu pusat pendaratan hasil perikanan tangkap yang aktif di Kabupaten Lampung Selatan, khususnya bagi kapal nelayan yang menggunakan alat tangkap gillnet. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober hingga November 2025 dengan tujuan mengidentifikasi jenis dan volume hasil tangkapan utama alat tangkap gillnet yang didaratkan di PPI Bom Kalianda. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif melalui observasi langsung dan wawancara terhadap nelayan gillnet. Pengumpulan data dilakukan pada enam kapal nelayan dengan satu kali trip penangkapan, meliputi pencatatan jenis dan volume hasil tangkapan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima jenis hasil tangkapan utama, yaitu Udang Vaname (Litopenaeus vannamei), Ikan Kembung (Rastrelliger sp.), Ikan Tongkol Lisong (Auxis rochei), Ikan Selar Bentong (Selar crumenophthalmus), dan Ikan Layang (Decapterus sp.). Total volume hasil tangkapan utama yang diperoleh selama penelitian sebesar 988 kg. Persentase hasil tangkapan tertinggi adalah Udang Vaname sebesar 31%, sedangkan persentase terendah adalah Ikan Layang sebesar 12%. Perbedaan volume hasil tangkapan dipengaruhi oleh lokasi penangkapan, musim, serta kondisi operasional penangkapan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi mengenai jenis dan volume hasil tangkapan gillnet serta mendukung pengelolaan kegiatan pendaratan ikan di PPI Bom Kalianda. Selain itu, informasi ini diharapkan dapat membantu pengelola PPI dalam meningkatkan pelayanan fasilitas pendaratan ikan guna mendukung efisiensi dan produktivitas nelayan.
Pemetaan Sebaran Rajungan yang ditangkap menggunakan Bubu Di Perairan Pesisir Barat Lampung Putri, Aprilia Syah; Nulzapril, Mulkan; Tirtana, Denta
Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Vol 12 No 2 (2023): AMANISAL: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/amanisalv12i2p64-70

Abstract

The Pesisir Barat of Lampung is one of the locations that has great opportunities for capture fisheries activities in Lampung. The abundant potential of these waters means that people in Pesisir Barat Regency earn income from fishing along these waters. Fishermen still catch fish using traditional tools using small boats (jukung). The vast waters with muddy and sandy water substrates make fishermen use fishing gear that is cheap, easy to operate and environmentally friendly. The trap fishing gear is a passive fishing gear operated by fishermen whose main catch is crab. The aim of this research is to map the distribution of crab catches using trap fishing gear. This research was carried out from June 2023 to September 2023. The research location was carried out in West Coastal Waters. Mapping crab fishing areas begins with identifying crab fishing areas. Identification of crab fishing areas is carried out using a survey method on three indicators, namely the location of fishing operations, catch results and environmental conditions. These results show that the distribution of crabs using trap fishing gear on the West Coast is at the Fishing Ground in Kuala Stabas Waters, Bengkunat Bay Waters and Labuhan Tapokan Waters with the number of crabs on LED trap fishing gear being 250 and the number of crabs on trap fishing gear without LEDs being 250. 119 Tails
Design and Construction Fish Cool Box Using Combined Aluminum and Ethylene Vinyl Acetate (EVA) Materials Fauzi Syah Putra; Fatoni, Khoerul; Aprilia Syah Putri; Citra, Lalik Salistia; Tirtana, Denta
International Journal of Marine Engineering Innovation and Research Vol. 11 No. 1 (2026)
Publisher : Department of Marine Engineering, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25481479.v11i1

Abstract

Abstract¾ Indonesia is one of the world’s leading producers and exporters of fresh and frozen fish; however, the economic value of its fishery exports remains relatively low due to quality deterioration caused by inadequate post-harvest handling, particularly during onboard storage. Small-scale fishers predominantly use conventional storage media such as styrofoam or fiber-based cool boxes with block ice, which often provide insufficient insulation and poor temperature stability. This study aimed to evaluate the thermal performance and ice utilization efficiency of an innovative laminated cool box constructed using a combination of aluminum plate, aluminum foil, ethylene-vinyl acetate (EVA) sponge, and fiberglass, compared with a conventional fiber-based cool box. An experimental design with two treatments and three replications was applied over a four-month period at the Capture Fisheries Laboratory, Politeknik Negeri Lampung. Cooling performance was assessed through optimal cooling tests, 24-h and 48-h temperature performance evaluations, ice efficiency analysis, and statistical comparison using an independent samples t-test. The results showed that the innovative cool box achieved a lower minimum temperature (−3 °C) and a faster cooling rate (0.50 °C min⁻¹) than the standard cool box (−1 °C; 0.29 °C min⁻¹). During the 48-h test, the innovative cool box maintained temperatures below 4.4 °C for up to 18 h, significantly longer than the standard cool box. Although the ice utilization efficiency of the innovative cool box (26.16%) was lower than that of the standard cool box (30.80%), its overall cooling performance and thermal stability were superior. These findings demonstrate the potential of the innovative cool box to improve fish quality preservation and support higher economic value in fisheries post-harvest handling.
PERANCANGAN LAMPU LIGHT EMITTING DIODE (LED) UNTUK PERCOBAAN TINGKAH LAKU IKAN BERBASIS ARDUINO Tirtana, Denta; Setya, Dona; Putri, Aprilia Syah; Mujahid, Muhammad
Jurnal Mahasiswa Ilmu Komputer Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Ilmu Komputer March 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ilmukomputer.v7i1.11178

Abstract

Tingkah laku ikan sangat dipengaruhi oleh rangsangan lingkungan, dan salah satu faktor penting adalah cahaya. Intensitas dan warna cahaya LED dapat memengaruhi perilaku berkumpul ikan atau daya tarik ikan terhadap sumber cahaya. Tujuan penelitian ini adalah perancangan lampu LED dengan Android dan perancangan lampu LED dengan sistem otomatis untuk keperluan percobaan tingkah laku ikan. Metode yang digunakan adalah perancangan sistem lampu LED mulai dari perancangan hardware, software hingga percobaan hasil perancangan. Hasil perancangan menggunakan Android berhasil berjalan sesuai perintah. Hasil perancangan dengan sistem otomatis terlihat bahwa peningkatan nilai sensor analog secara linier berbanding lurus dengan peningkatan output PWM. Hal ini menunjukkan bahwa sistem mampu menerjemahkan perubahan sinyal analog menjadi perubahan intensitas lampu secara proporsional. Perancangan awal lampu LED menggunakan sistem Android dapat berjalan sesuai dengan perintah, yakni secara on dan off. Sistem yang dirancang berhasil mengotomatisasi pengaturan intensitas cahaya LED secara efektif, memberikan kontrol presisi yang dibutuhkan untuk eksperimen tingkah laku ikan, sebagaimana dibuktikan oleh respons linier antara input sensor dan output PWM. Keberhasilan ini didukung oleh kemampuan Arduino dalam memproses data dari sensor analog dan menerjemahkannya menjadi kontrol PWM yang akurat, memungkinkan replikasi kondisi pencahayaan yang konsisten dan terkendali.