Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pemetaan Sebaran Rajungan yang ditangkap menggunakan Bubu Di Perairan Pesisir Barat Lampung Aprilia Syah Putri; Mulkan Nulzapril; Denta Tirtana
Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Vol 12 No 2 (2023): AMANISAL: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/amanisalv12i2p64-70

Abstract

The Pesisir Barat of Lampung is one of the locations that has great opportunities for capture fisheries activities in Lampung. The abundant potential of these waters means that people in Pesisir Barat Regency earn income from fishing along these waters. Fishermen still catch fish using traditional tools using small boats (jukung). The vast waters with muddy and sandy water substrates make fishermen use fishing gear that is cheap, easy to operate and environmentally friendly. The trap fishing gear is a passive fishing gear operated by fishermen whose main catch is crab. The aim of this research is to map the distribution of crab catches using trap fishing gear. This research was carried out from June 2023 to September 2023. The research location was carried out in West Coastal Waters. Mapping crab fishing areas begins with identifying crab fishing areas. Identification of crab fishing areas is carried out using a survey method on three indicators, namely the location of fishing operations, catch results and environmental conditions. These results show that the distribution of crabs using trap fishing gear on the West Coast is at the Fishing Ground in Kuala Stabas Waters, Bengkunat Bay Waters and Labuhan Tapokan Waters with the number of crabs on LED trap fishing gear being 250 and the number of crabs on trap fishing gear without LEDs being 250. 119 Tails
ASSESMENT MUTU IKAN TONGKOL DI TEMPAT PELELANGAN IKAN GUDANG LELANG, KOTA BANDAR LAMPUNG Arif Prayoga Wiraditama; Muliawati Handayani; Aprilia Syah Putri
Jurnal Marshela (Marine and Fisheries Tropical Applied Journal) Vol 2 No 1 (2024): Mei
Publisher : Program Studi Perikanan Tangkap Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/marshela.v2i1.3443

Abstract

Gudang Lelang merupakan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) terbesar di Kota Bandar Lampung. Mutu ikan yang diperjualbelikan semestinya diperhatikan untuk menjaga kualitas produk hasil tangkapan. Assessment mutui kan tongkol di tempat pelelangan ikan perlu dilakukan mengingat komoditas golongan tuna memiliki valuey ang relatif tinggi. Assesment ini disertai dengan pengecekan faktor penyebab penurunan mutu ikan tongkol. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Oktober-November bertempat di TPI Gudang Lelang. Data terkoleksi melalui observasi lapang merujuk pada Standar Nasional Indonesia (SNI) 01-2346-2006, Petunjuk Pengujian Organoleptik dan atau Sensori, dengan objek kajian ikan segar. Observasi dilakukan pada mata, insang, lendir, tekstur, daging dan bau pada 15 sampel ikan per minggu selama selama tiga minggu berturut-turut dengan kisaran penilaian skor terendah1 dan tertinggi 9. Hasil assessment menunjukkan bahwa mata, insang, lendir, daging (warna & kenampakan) dan tekstur ikan berada pada nilai 5.5 – 7.5. Hal ini menunjukkan bahwa mutu ikan tongkol di TPI Gudang lelang telah mengalami penurunan.
IDENTIFIKASI DESAIN DAN KONSTRUKSI BUBU LIPAT IKAN 170 CM DI BALAI BESAR PENANGKAPAN IKAN (BBPI) SEMARANG, JAWA TENGAH. Arif Prayoga Wiraditama; Fauzi Syahputra; Aprilia Syah Putri; Lalik Salistia Citra
Jurnal Marshela (Marine and Fisheries Tropical Applied Journal) Vol 3 No 1 (2025): Mei
Publisher : Program Studi Perikanan Tangkap Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/marshela.v3i1.3998

Abstract

Bubu merupakan alat penangkap ikan yang bersifat pasif dan memiliki satu atau lebih injab (pintu bubu) dan dioprasikan dengan jumlah bubu kurang dari 300 buah serta dirangkai satu bubu dengan bubu yang lainnya. Kegiatan pengambilan data untuk melengkapi Tugas Akhir (TA) ini dilakukan di Balai Besar Penangkapan Ikan (BBPI) Semarang pada tanggal 04 Maret-21 Juni 2024. Adapun tujuan kegiatan ini Mengetahui Desain dan Kontruksi bubu lipat ikan 170 cm. Metode yang digunakan dalam memperoleh data pada kegiatan ini yaitu dengan cara Metode observasi lapangan kegiatan ini dilakukan dengan mengukur, perhitungan, dokumentasi. Secara keseluruhan, bubu memiliki komponen badan (body), mulut (funnel) atau injab, dan pintu. Desain dan konstruksi bubu lipat ikan 170 cm di Balai Besar Penangkapan Ikan (BBPI) Semarang terdiri dari kerangka bubu, kerangka tali, badan jaring (webbing), mulut bubu/ injab. Kerangka bubu lipat ikan 170 cm terbuat dari besi eser SNI berukuran 12 mm dan 8 mm dengan panjang 170 cm, lebar 110 cm, tinggi 60 cm. Pada bagian tali menggunakan tali Polyethylene (PE) ø6mm untuk kerangka tali utama sedangkan untuk tali injab memiliki diameter ø2mm dan Pada bagian jaring berbahan dasar Polyethylene (PE) dengan ukuran mesh size 3 inci dengan ukuran benang D36. Pada mulut bubu/injab terbuat dari besi eser SNI dengan tiga buah rangka yaitu rangka tegak 92 cm, rangka miring 87 cm, dan ragka datar 90 cm.
POLA DISTRIBUSI HASIL TANGKAPAN DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI LEMPASING TELUK BETUNG LAMPUNG Aprilia Syah Putri; Anisa Alfareza; Fauzi Syahputra; Lalik Salistia Citra
Jurnal Marshela (Marine and Fisheries Tropical Applied Journal) Vol 3 No 1 (2025): Mei
Publisher : Program Studi Perikanan Tangkap Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/marshela.v3i1.4091

Abstract

Pelabuhan perikanan pantai (PPP) lempasing terletak di kecamatan teluk betung barat kota bandar lampung dengan luas lahan 42.500 m². Pola distribusi adalah kegiatan mulai dari pembongkaran hasil tangkapan, penyimpanan, transportasi hingga pemasaran. Beberapa saluran pola distribusi yaitu dari pemilik kapal, pegepul, agen, pedagang pasar, pedagang transportasi, pengecer lalu terakhir ke konsumen. Tujuan penelitiaan mengetahui pola distribusi ikan hasil tangkapan di pelabuhan perikanan pantai (PPP) lempasing dan mengidentifikasi pelaku-usaha dalam rantai pola distribusi hasil penangkapan. Penelitian di laksanakan di pelabuhan perikanan pantai lempasing yang terletak di Sukamaju, Kecamatan Teluk Betung Barat Kota Bandar Lampung 35236, Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Metode ini dilakukan dengan wawancara, observasi langsung kelapangan dengan cara peninjauan, pengamatan dan informasi secara langsung dilapangan serta data yang dikumpulkan terdiri dari data data primer, yaitu data hasil wawancara dengan responden langsung. Pola distribusi hasil tangkapan ikan nelayan di pelabuhan perikanan pantai lempasing yang paling umum terjadi adalah pemilik kapal – pengepul – agen – pedagang pasar – pedagang transportasi – pedagang eceran – konsumen. Pola ini menjadi pola distribusi yang paling umum terjadi dikarenakan para pemilik kapal tidak membutuhkan waktu hingga tenaga untuk mendistribusikan hasil tangkapan sehingga pola ini dapat menguntungkan para pemilik kapal dari segi waktu dan lebih efisien. Tetapi juga menjadi kerugian pada pemilik kapal karena harga penjualan lebih murah mengikuti ketentuan dari pengepul.