Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PROFIL KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN METAKOGNISI SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA BIOLOGI DI SMP D. Mamu, Hartono
Kreatif Vol 17, No 3 (2014)
Publisher : Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.18 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang profil keterampilan berpikir kritis dan keterampilan metakognisi siswa dalam pembelajaran IPA biologi, khususnya pada konsep ekosistem di SMP Negeri 07 Palu dan SMP Negeri 19 Palu. Penelitiannya menggunakan metode deskriptif, dengan populasi adalah siswa kelas VII. Sampel penelitiannya adalah siswa kelas VII A SMP Negeri 7 Palu berjumlah 36 orang dibelajarkan dengan strategi Reciprocal Teaching (RT), dan siswa kelas VII B SMP Negeri 19 Palu berjumlah 34 orang dibelajarkan dengan strategi kooperatif STAD. Sampel ditentukan secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah tes keterampilan berpikir kritis dan keterampilan metakognisi berbentuk essay, terdiri atas 12 butir pertanyaan, dengan nilai reliabilitas 0,760. Kedua tes diberikan diawal pembelajaran (pretes) dan pada akhir pembelajaran (postes). Data penelitian, dianalisis secara deskriptif, berdasarkan perbedaan kemampuan akademik siswa (atas dan bawah), dan strategi pembelajaran yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan strategi pembelajaran, rerata nilai postes keterampilan berpikir kritis dan metakognisi siswa yang dibelajarkan dengan strategi kooperatif STAD lebih tinggi dari rerata nilai postes keterampilan berpikir kritis dan metakognisi siswa yang dibelajarkan dengan strategi RT. Berdasarkan perbedaan kemampuan akademik, siswa berkemampuan akademik atas lebih menguasai keterampilan berpikir kritis maupun metakognisi dibandingkan dengan siswa berkemampuan akademik bawah, setelah dibelajarkan dengan strategi STAD maupun strategi RT dalam pembelajaran ekosistem di SMP.Kata kunci: Berpikir kritis, metakognisi, pembelajaran, biologi.
Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Konsep Organ Tubuh Manusia Melalui Model Pembelajaran Langsung di Kelas IV SDN 02 Karamat Manto, Sarkia S.; Mamu, Hartono D.; Sakung, Jamaluddin M.
Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.511 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN 02 Karamat melalui model pembelajaran langsung pada konsep organ tubuh manusia. Jumlah siswa sebanyak 16 orang. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini mengikuti tahap. Model penelitian ini mengacu pada modifikasi diagram yang dikemukakan oleh Kemmis dan Mc. Taggart, yaitu 1) Perencanaan tindakan, 2) Pelaksanaan tindakan, 3) Observasi, dan 4) Refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi guru dan siswa, LKS, serta tes hasil belajar siswa. Analisis data terdiri dari analisis data kualitatif dan data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar, dari siklus I ke siklus II. Hasil penelitian pada siklus I menunjukkan aktivitas guru rata-rata sangat baik dan aktivitas siswa rata-rata baik, serta persentase ketuntasan klasikal sebesar 69% dan daya serap klasikal 71%. Pada siklus II, penilaian aktivitas guru rata-rata sangat baik dan siswa rata-rata dalam kriteria baik, serta diperoleh ketuntasan klasikal 81% dan dan daya serap klasikal sebesar 77%. Hasil tersebut secara keseluruhan telah mencapai daya serap individu 65%, ketuntasan klasikal 80%, dan daya serap klasikal sebesar 65%. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran langsung pada konsep organ tubuh manusia dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN 02 Karamat. Kata kunci: Model Pembelajaran Langsung, Hasil Belajar
Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Konsep Organ Tubuh Manusia Melalui Model Pembelajaran Langsung di Kelas IV SDN 02 Karamat Manto, Sarkia S.; Mamu, Hartono D.; Sakung, Jamaluddin M.
Jurnal Kreatif Online Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Kreatif Online
Publisher : Jurnal Kreatif Online

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.511 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN 02 Karamat melalui model pembelajaran langsung pada konsep organ tubuh manusia. Jumlah siswa sebanyak 16 orang. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini mengikuti tahap. Model penelitian ini mengacu pada modifikasi diagram yang dikemukakan oleh Kemmis dan Mc. Taggart, yaitu 1) Perencanaan tindakan, 2) Pelaksanaan tindakan, 3) Observasi, dan 4) Refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi guru dan siswa, LKS, serta tes hasil belajar siswa. Analisis data terdiri dari analisis data kualitatif dan data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar, dari siklus I ke siklus II. Hasil penelitian pada siklus I menunjukkan aktivitas guru rata-rata sangat baik dan aktivitas siswa rata-rata baik, serta persentase ketuntasan klasikal sebesar 69% dan daya serap klasikal 71%. Pada siklus II, penilaian aktivitas guru rata-rata sangat baik dan siswa rata-rata dalam kriteria baik, serta diperoleh ketuntasan klasikal 81% dan dan daya serap klasikal sebesar 77%. Hasil tersebut secara keseluruhan telah mencapai daya serap individu 65%, ketuntasan klasikal 80%, dan daya serap klasikal sebesar 65%. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran langsung pada konsep organ tubuh manusia dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN 02 Karamat. Kata kunci: Model Pembelajaran Langsung, Hasil Belajar
PROFIL KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN METAKOGNISI SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA BIOLOGI DI SMP D. Mamu, Hartono
Kreatif Vol 17, No 3 (2014)
Publisher : Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.18 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang profil keterampilan berpikir kritis dan keterampilan metakognisi siswa dalam pembelajaran IPA biologi, khususnya pada konsep ekosistem di SMP Negeri 07 Palu dan SMP Negeri 19 Palu. Penelitiannya menggunakan metode deskriptif, dengan populasi adalah siswa kelas VII. Sampel penelitiannya adalah siswa kelas VII A SMP Negeri 7 Palu berjumlah 36 orang dibelajarkan dengan strategi Reciprocal Teaching (RT), dan siswa kelas VII B SMP Negeri 19 Palu berjumlah 34 orang dibelajarkan dengan strategi kooperatif STAD. Sampel ditentukan secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah tes keterampilan berpikir kritis dan keterampilan metakognisi berbentuk essay, terdiri atas 12 butir pertanyaan, dengan nilai reliabilitas 0,760. Kedua tes diberikan diawal pembelajaran (pretes) dan pada akhir pembelajaran (postes). Data penelitian, dianalisis secara deskriptif, berdasarkan perbedaan kemampuan akademik siswa (atas dan bawah), dan strategi pembelajaran yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan strategi pembelajaran, rerata nilai postes keterampilan berpikir kritis dan metakognisi siswa yang dibelajarkan dengan strategi kooperatif STAD lebih tinggi dari rerata nilai postes keterampilan berpikir kritis dan metakognisi siswa yang dibelajarkan dengan strategi RT. Berdasarkan perbedaan kemampuan akademik, siswa berkemampuan akademik atas lebih menguasai keterampilan berpikir kritis maupun metakognisi dibandingkan dengan siswa berkemampuan akademik bawah, setelah dibelajarkan dengan strategi STAD maupun strategi RT dalam pembelajaran ekosistem di SMP.Kata kunci: Berpikir kritis, metakognisi, pembelajaran, biologi.
The Potential of Asking and Critical Thinking of Students in the Course of Development of Teaching Materials Through Problem-Based Learning Models Hartono D. Mamu
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 6 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8266744

Abstract

The purpose of this research is to describe the potential of students to ask questions and think critically in the subject of developing teaching materials using the problem-based learning model. Research using descriptive methods; data collection using observation sheets of asking activities, and tests of critical thinking skills in the form of essays. Data analysis was carried out descriptively. The results showed that the average percentage of student questions was dominated by the low-level thinking category (LOTS) by 80%; the question category of higher-order thinking (HOTS) by 20%. The percentage of student questions in the HOTS category is 69.2% lower than in the LOST category. In the aspect of critical thinking skills, the mean value of the interpretation indicator is 82.80; analysis 84.05; inference 79.6; evaluation 81.0; explanation 75.3; and indicators of self-regulation worth 70.5. Based on the results of the study, it can be concluded that the problem-based learning model can facilitate students to increase their potential to ask questions and think critically in learning the development of teaching materials.
Introduction of Herbarium and Identification of Plants Based on School Environments in MTs. Negeri 2 Gorontalo Regency D. Mamu, Hartono; Mardin, Herinda; Bunga Pagalla, Devi; Mustaqimah, Nur; Fajryani Usman, Nurul
Journal of Applied Community Engagement Vol 2 No 1 (2022): Journal of Applied Community Engagement (JACE)
Publisher : ISAS (Indonesian Society of Applied Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.585 KB) | DOI: 10.52158/jace.v2i1.343

Abstract

The introduction of herbariums in schools as a medium to concrete material and support science learning and plant identification based on a school environment that makes it easier to teach material on the structure and function of plants in class VIII at Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Gorontalo district is the goal in this service activity. The stages of activities using an active participatory approach consist of 4 stages, namely 1) preparation; 2) coordination; 3) implementation; 4) evaluation. The number of students who took part in the activity was 30 people and was attended by the principal and 3 teachers. The herbarium introduction and plant identification activities based on the school environment went smoothly and wisely, as seen from the enthusiasm of the participants in participating in the activity from start to finish. The introduction of the herbarium gives meaning and impression to MTs students. Negeri 2 Gorontalo district because it is able to provide knowledge to students about one method/media to determine plant taxon. Identification of plants based on the school environment provides knowledge and skills to MTs students. Negeri 2 Gorontalo district in supporting learning activities in schools regarding the introduction and description of plants.
Pengembangan Ensiklopedia Jamur Makroskopis Sebagai Media Pembelajaran Mardin, Herinda; H. Husain, Ilyas; D. Mamu, Hartono; Jumadil
Jurnal Biogenerasi Vol. 9 No. 1 (2024): Terbit volume 9 nomor 1 tahun 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v9i1.3171

Abstract

The aim of this research is to test the feasibility of developing a macroscopic mushroom encyclopedia as a learning medium. This research is Research and Development (R&D) research. The research procedure adapted the ADDIE development model. The adaptation of the ADDIE model in this research was carried out at the encyclopedia validation stage. The encyclopedia validation test was carried out by two expert validators, namely a material expert validator and a media expert validator. Next, validators are asked to provide a general assessment and suggestions regarding the encyclopedia that has been developed, whether the encyclopedia is valid or invalid. Validation of the macroscopic fungal encyclopedia is in the very feasible category with a percentage of 92% by media expert validators and a percentage of 91% by material expert validators. The results of the validity test show the category is very feasible, which means that the resulting encyclopedia media does not need to be revised and is suitable for testing.
IDENTIFIKASI KEMAMPUAN BERTANYA CALON GURU BIOLOGI PADA PRAKTEK LAPANGAN PERSEKOLAHAN (PLP) II D. Mamu, Hartono
Jurnal Biogenerasi Vol. 10 No. 1 (2024): Volume 10 Nomor 1, Agustus 2024 - Februari 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v10i1.4450

Abstract

Prospective teachers' ability to ask questions in the learning process needs to be trained to develop their potential in the teaching aspect, through practical activities to introduce the field of learning (PLP) II in schools. This research aims to describe the questioning abilities of prospective biology teacher students in the Biology Education Study Program, Biology Department, FMIPA Universitas Negeri Gorontalo in the PLP II course at Suwawa 1 State High School, Gorontalo Province. The type of research is a survey with a qualitative descriptive approach. The research subjects were 10 (ten) students from the Biology Education Study Program who were programming the PLP II course. The research uses qualitative descriptive methods. Data collection techniques, using observation sheets to observe the questioning ability of each prospective biology teacher; and voice recording devices when prospective teachers ask students questions. Data collection was carried out in 3 (three) learning meetings. The quality of questions refers to the Revised Bloom's Taxonomy. The data analysis technique uses descriptive analysis. The research results show that students' questions in the learning process are dominated by lower level questions or Lower Order Thinking Skill (LOTS) with a percentage value of 88.57%. Meanwhile, for the high level question category or Higher Order Thinking Skill (HOTS), the percentage was 11.43%, lower than LOTS questions.
Menumbuhkan Karakter Peduli Lingkungan Melalui Pembelajaran IPA Terintegrasi Kearifan Lokal Mamu, Hartono D.; Mardin, Herinda; Akbar, Muh. Nur; Kalbi, Kalbi; Demulawa, Meilan; Supartin, Supartin; Abdjul, Tirtawati; Kobi, Wiwin; Febriyanti, Febriyanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 10 (2023): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i10.501

Abstract

Pembiasaan dan pembudayaan karakter peduli lingkungan bagi pesreta didik di melalui pengintegrasian dengan mata Pelajaran IPA di sekolah, Pembelajaran IPA menjadikan peserta didik mampu belajar di lingkungan alam sekitar sekolah dan mengenal alam sekitar. Guru juga dapat mengintegrasikan pembelajaran IPA dengan nilai-nilai kearifan lokal seperti budaya huyula yang ada di provinsi Gorontalo. Budaya Huyula sangat penting bagi dunia pendidikan karena dampak bagi peserta didik sangat positif diantaranya saling tolong-menolong dan kerja sama yang baik. Kegiatan ini memberikan pengetahuan kepada peserta didik untuk menumbuhkan karakter peduli terhadap lingkungan. Karakter peduli lingkungan tumbuh dalam diri peserta didik dengan menginternalisasikan nilai-nilai peduli lingkungan di dalam pembelajaran IPA serta terintegrasi dengan nilai-nilai kearifan lokal setempat. Melalui kegiatan ini, peserta didik menjadi bertambah pengetahuannya terkait cara menjaga lingkungan dan lebih cinta dan peduli terhadap lingkungan.
Penerapan Model Desain Pembelajaran ASSURE dan Media Pembelajaran Inovatif Berbasis Teknologi di SMA Negeri 1 Pulubala Mardin, Herinda; Yusuf, Frida Maryati; Mamu, Hartono D.
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 10 (2023): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i10.504

Abstract

Model desain pembelajaran assure merupakan suatu model pembelajaran yang lebih berorientasi pada pemanfaatan media dan teknologi dalam menciptakan proses dan aktivitas pembelajaran yang diinginkan. Melalui pembelajaran dengan menggunakan model desain pembelajaran assure ini membuat peserta didik beradaptasi dengan baik saat proses belajar. Pemanfaatan media pembelajaran yang baik dan tepat penting untuk mendapat perhatian guru dalam setiap kegiatan pembelajaran karena akan berdampak pada terciptanya proses pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna. Guru perlu mempelajari cara memilih serta menggunakan media pembelajaran agar dapat mengefektifkan pencapaian tujuan pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Kegiatan pengabdian ini berjalan dengan baik dan lancar. Kegiatan ini meningkatkan wawasan bagi guru-guru di SMA Negeri 1 Pulubala terkait penerapan model desain pembelajaran assure dan media pembelajaran inovatif berbasis teknologi. Melalui kegiatan ini, guru dapat merancang modul ajar dengan mengunakan model desain pembelajaran assure dan media pembelajaran yang inovatif dan berbasis teknologi.