Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PEMBERIAN KUIS DENGAN UMPAN BALIK PADA SISWA KELAS X6 SMA NEGERI 2 SINJAI Andi Dian Angriani
MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Vol 2 No 1 (2014): June
Publisher : Department of Mathematics Education Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.381 KB) | DOI: 10.24252/mapan.2014v2n1a1

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas X6 SMA Negeri 2 Sinjai melalui metode pemberian kuis disertai dengan umpan balik. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X6 SMA Negeri 2 Sinjai yang berjumlah 31 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes hasil belajar siswa yang dilakukan tiap akhir siklus, observasi, refleksi dan tanggapan siswa. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar yang terlihat dari skor rata-rata kemampuan awal siswa adalah 48,61 dengan skor ideal 100 yang berada pada kategori rendah, pada siklus I diperoleh skor rata-rata hasil belajar matematika siswa sebesar 70,61 dengan skor ideal 100 yang berada pada kategori tinggi, sedangkan pada siklus II menjadi 79,55 dengan skor ideal 100 yang berada pada kategori sangat tinggi. Secara kualitatif terjadi peningkatan dalam perubahan sikap siswa, keaktifan, serta motivasi siswa belajar matematika. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika melalui pemberian kuis dengan umpan balik dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas X6 SMA Negeri 2 Sinjai.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF THINK-TALK-WRITE PADA PESERTA DIDIK KELAS VIII1 MTsN MODEL MAKASSAR Andi Dian Angriani; Bernard Bernard; Rahmawati Nur; Nurjawahirah Nurjawahirah
MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Vol 4 No 1 (2016): June
Publisher : Department of Mathematics Education Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.578 KB) | DOI: 10.24252/mapan.2016v4n1a2

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan penerapan pembelajaran kooperatif Think-Talk-Write (TTW) yang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika pada peserta didik kelas VIII1 MTsN Model Makassar, (2) Mendeskripsikan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika melalui penerapan pembelajaran kooperatif Think-Talk-Write pada peserta didik kelas VIII1 MTsN Model Makassar. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari 4 tahap, yaitu tahap perencanaan (planning), pelaksanaan tindakan (acting), observasi (observing)/evaluasi (evaluating) dan refleksi (reflecting). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pembelajaran kooperatif Think-Talk-Write dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika, meliputi: (a) Pada tahap berpikir (think), peserta didik membaca dan mamahami LKPD yang dibagikan secara individu dan diberi kesempatan untuk bertanya jika ada hal yang kurang dipahami. (b) Pada tahap berdiskusi (talk), peserta didik terdiri dari 4 orang, berdiskusi secara berpasangan kemudian dipertukarkan dengan pasangan lain dalam kelompoknya, dan diberikan kesempatan untuk bertanya. (c) Pada tahap menulis (write), setelah berdiskusi menyatukan pendapat, peserta didik menuliskan hasil diskusinya secara individual, (2) Peningkatan kemampuan pemecahan masalah tersebut sebagai berikut: pada siklus I, rata-rata hasil belajar peserta didik 72,85 meningkat menjadi 89,63 pada siklus II. Pada siklus I, terdapat 18 siawa (45%) yang telah mencapai nilai KKM namun ketuntasan belajar secara klasikal belum tercapai. Sedangkan dari hasil tes siklus II, terdapat 33 peserta didik (82,5%) yang telah mencapai nilai KKM dan ketuntasan belajar secara klasikal sudah tercapai.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN METODE PEMBELAJARAN MAKE A MATCH DAN SCRAMBLE PADA PESERTA DIDIK KELAS IV SD INPRES TANAH KARAENG Mustadi Mustadi; Ahmad Afiif; Andi Dian Angriani
MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Vol 5 No 1 (2017): June
Publisher : Department of Mathematics Education Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.811 KB) | DOI: 10.24252/mapan.v5n1a2

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hasil belajar matematika siswa yang diajar dengan menggunakan metode pembelajaran Make A Match pada peserta didik kelas IV SD Inpres Tanah Karaeng, hasil belajar matematika siswa yang diajar dengan menggunakan metode pembelajaran Scramble pada peserta didik Kelas IV SD Inpres Tanah Karaeng, apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa yang diajar dengan metode pembelajaran Make A Match dengan yang diajar menggunakan metode pembelajaran Scramble dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada peserta didik Kelas IV SD Inpres Tanah Karaeng. Penelitian menunjukkan bahwa pada kelas eksperimen 1, nilai rata-rata pretest adalah 48,12 dan nilai rata-rata posttest adalah 81,25, sedangkan kelas eksperimen 2 nilai rata-rata pretest adalah 54,06 dan nilai rata-rata posttest adalah 80,31. Berdasarkan hasil analisis inferensial diperoleh nilai t hitung sebesar 0,785 yang lebih besar dari pada t tabel sebesar 0,05 (t hitung < t tabel). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak karena t hitung > t table atau 0,785 > 0,05 berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar matematika siswa yang diajar dengan menggunakan metode pembelajaran Make A Match dengan metode pembelajaran scramble pada siswa kelas SD Inpres Tanah Karaeng karena rata-rata hasil belajar matematika antara yang diajar dengan metode pembelajaran Make A Match maupun metode pembelajaran scramble tidak terjadi perbedaan yang signifikan.
PERBANDINGAN METODE DEDUKTIF DENGAN INDUKTIF TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA Samsul Bahri; Andi Ika Prasasti Abrar; Andi Dian Angriani
MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Vol 5 No 2 (2017): December
Publisher : Department of Mathematics Education Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.686 KB) | DOI: 10.24252/mapan.v5n2a4

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hasil belajar matematika yang menggunakan metode deduktif dan induktif, gambaran hasil belajar matematika yang menggunakan metode deduktif dan induktif, perbedaan yang signifikan antara metode deduktif dengan induktif terhadap hasil belajar matematika ditinjau dari motivasi belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperiment. Populasi dalam penelitian ini ialah seluruh siswa kelas XII IPS MAN Wajo terdiri dari 4 kelas, yang berjumlah 86 siswa. Penentuan sampel dengan cara random. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah tes hasil belajar dan angket motivasi belajar matematika. Teknik analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial dengan uji F ANAVA dengan interaksi. Berdasarkan hasil analisis statistika deskriptif, diperoleh nilai rata-rata hasil belajar siswa menggunakan metode deduktif adalah 74,91 dan metode induktif adalah 88,95, nilai rata-rata motivasi belajar matematika siswa menggunakan metode deduktif adalah 65,73 dan metode induktif adalah 68,23. Berdasarkan analisis inferensial, diperoleh F0 > F tabel (3,911 > 3,24) dan nilai Sig. <  = 0,021 < 0,05, maka Ho ditolak, artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara metode deduktif dengan metode induktif terhadap hasil belajar matematika ditinjau dari motivasi belajar siswa kelas XII IPS MAN Wajo.Abstract:This study aims to find out the learning outcome in mathematics using Inductive Method, outcome in mathematics using Deductive Method, the description of students’ learning motivation using Inductive Method, the students' learning motivation using Deductive Method, to know the significant difference between Inductive Method and Deductive Method on the learning outcome in mathematics based on the learning motivation of students in social sciences major of grade 12 of Islamic Senior High School Wajo, Wajo regency. This research is a quasi-experimental design. The population was all the students of social sciences in grade 12 of Islamic Senior High school Wajo which consisted of 86 students. The sampling technique was simple random sampling. Instruments used were the learning outcomes test, questionnaire on learning motivation of mathematics and observation sheet. The techniques of analysis used were descriptive statistics and inferential statistical analysis with F test of ANAVA with interaction. Based on the results of data analysis using descriptive statistics for student's learning outcome using Deductive Method, the average score of this group was 74.91. On the other hand, the students’ learning outcome using Inductive Method reached the average score of 88.95. Theaverage score of students’ learning motivation in mathematics using deductive method was 65.73. As for students’ learning motivation using Deductive Method, the average score was 68.23. The result of ANAVA for hypothesis I is that F0 > F table, thus Ho is rejected. Therefore, it is concluded that there is a significant difference between Inductive Method and Deductive Method on Mathematics Learning outcome. As for the hypothesis II, the result obtained shows that F0 > F table, thus Ho rejected, then it is concluded that there are differences between students who have high motivation, moderate motivation and low motivation in their learning outcomes in mathematics. For the hypothesis III, it is revealed that F0> F table (3.911> 3.24) and the Sig value < α = 0.021 <0.05, hence Ho is rejected, where it indicates that there is a significant difference between Inductive Method and Deductive Method towards the learning outcome in mathematics based on the learning motivation of students in social sciences major of grade 12 of Islamic Senior High School Wajo, Wajo regency.
THE DEVELOPMENT OF CONCEPTUAL-CONFLICT-BASED LEARNING DEVICE IN MATHEMATICAL PROBLEM SOLVING Andi Ika Prasasti Abrar; Andi Dian Angriani; Andi Halimah; Fitriani Nur
MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Vol 7 No 1 (2019): JUNE
Publisher : Department of Mathematics Education Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.001 KB) | DOI: 10.24252/mapan.2019v7n1a8

Abstract

Abstract:This study aimed to develop conceptual-conflict-based learning device in mathematical problem solving on the subject of equations in three variables systems in the class X at MIA MAN 1 Makassar which was valid, practical and effective. The type of this study was research and development which consisted of: Lesson Plans, Student Book, Student Worksheet, and Learning Outcomes Test. The developmental model used was 4D model which consisted of difining, designing, developing and disseminating. The result of this study obtained that learning device was valid criteria based on the assessment from two validators. While the result of the limited trial showed the learning device was practical, but there were still several suggestions from observers that need to be considered to improve the practicality of the device. It was also effective which was proved by the completeness of learning outcomes that has been achieved, students’ activity was as expected, the ability of teachers to manage the learning was in a high category and the students’ responses was in a positive category.Abstrak:Penelitian ini bertujuan menghasilkan perangkat pembelajaran matematika berbasis konflik konseptual dalam pemecahan masalah pada pokok bahasan sistem persamaan linear tiga variabel kelas X MIA MAN 1 Makassar yang valid, praktis dan efektif. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan yang terdiri atas: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Buku Siswa, Lembar Kerja Peserta Didik, dan Tes Hasil Belajar. Model pengembangan yang digunakan adalah model 4D yang terdiri dari tahapan perancangan, pendefinisian, pengembangan dan penyebaran. Hasil penelitian yang diperoleh adalah perangkat pembelajaran memenuhi kriteria valid berdasarkan penilaian oleh dua orang validator. Sedangkan hasil yang diperoleh pada uji coba terbatas, yaitu perangkat pembelajaran sudah praktis, tetapi masih ada beberapa saran pengamat yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan kepraktisan perangkat. Perangkat pembelajaran sudah efektif dilihat dari ketuntasan hasil belajar yang telah tercapai, aktivitas siswa sudah sesuai yang diharapkan, kemampuan guru mengelola pembelajaran sudah dalam kategori tinggi dan respon siswa sudah dalam kategori positif. 
PENGEMBANGAN TES KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS PESERTA DIDIK MADRASAH TSANAWIYAH DI MAKASSAR Nursalam Nursalam; Andi Dian Angriani; Husnaeni Usman
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 20 No 1 (2017): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2017v20n1a7

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pengembangan dan kualitas ins­trumen tes untuk mengukur kemampuan penalaran matematis peserta didik Mad­rasah Tsanawiyah Kota Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian research and development (R&D) yaitu pengembangan instrumen tes yang terdiri atas: kisi-kisi tes, soal tes, kunci jawaban soal, dan pedoman pe­ni­lai­an. Model pengembangan perangkat ini dikembangkan berdasarkan model pe­ngem­bangan tipe formative research Tessmer, yaitu: (1) tahap preliminary, (2) tahap self evaluation, (3) tahap prototyping, dan (4) tahap field test. Subjek uji coba dalam pe­nelitian ini adalah peserta didik kelas 8 MTsN 1 Model Kota Makassar. Ber­da­sar­kan hasil uji coba terbatas yang dilakukan, diperoleh bahwa: (1) perangkat pem­­belajaran sudah dikatakan “valid” karena memiliki nilai CVI sebesar 1 dan re­liabilitas tergolong reliabel dengan nilai sebesar 0.742. Hasil rata-rata tingkat ke­sukaran yaitu 0,362 dengan kategori “sedang”. Hasil rata-rata daya pembeda yaitu 0,367 dengan kategori “baik”, serta hasil rata-rata kemampuan penalaran matematis peserta didik yaitu 36,18 dengan kategori kurang sehingga guru agar me­latihkan soal-soal kepada peserta didik untuk meningkkatkan kemampuan pe­na­laran matematis. Abstract:This thesis discusses the development of test instruments to measure students' ma­thematical reasoning abilities of students of MTsN 1 Model of Makassar City valid, practical and effective. The type of research used is research and de­ve­lop­ment (R & D) research, namely the development of test instruments consisting of: test grille, test questions, answer key questions, and assessment guidelines. This development model was developed based on Tessmer formative research type de­velopment model, namely: (1) preliminary stage, (2) self evaluation stage, (3) pro­totyping stage, and (4) field test stage. The subjects of the experiment in this study were the students of class 8 MTsN 1 Model Makassar City. Based on the results of the limited trial conducted, it is found that: (1) learning devices are said to be "valid" because it has a CVI value of 1 and reliabilities classified reliabel with a value of 0.742. The average yield of the level of difficulty is 0.362 with the category "medium". The average yield of the differentiating power is 0.367 with the category of "good". As well as the average result of students' mathematical rea­soning ability is 36.18 with less category so it is still very needed further effort by the teacher in order to provide the problems that can spur the ability of ma­the­ma­tical reasoning.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS Andi Dian Angriani; Nursalam Nursalam; Tenri Batari
Auladuna: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 5 No 1 (2018): JUNE
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/auladuna.v5i1a1.2018

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur dan menilai kualitas pengembangan instrumen tes untuk mengukur kemampuan koneksi matematis siswa SMP di kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan research and development dengan model formative research yang melalui empat tahap, yaitu preliminary, self-evaluation, dan prototyping, serta field. Subjek uji coba pada penelitian ini sebanyak 34 siswa. Hasil yang diperoleh pada uji validitas isi soal dinyatakan valid karena nilai CVR dan CVI yaitu 1 dengan kategori sangat sesuai. Hasil respon siswa memenuhi kriteria tercapai. Reliabilitas instrumen tes dinyatakan reliabel, dimana nilai reliabilitas yaitu 0,75 dengan interpretasi tinggi. Sedangkan dari segi tingkat kesukaran rata-rata skor total yaitu 0,542 dengan kategori sedang. Dari segi daya pembeda rata-rata skor total yaitu 0,45 dengan kategori baik. Selain itu, hasil analisis kemampuan koneksi matematis menggunakan instrumen yang telah dikembangkan diketahui bahwa dari 34 siswa terdapat 3 siswa  (8,82%) yang termasuk dalam kategori memiki tingkat kemampuan koneksi matematis sangat baik, 17 siswa (50%) yang termasuk kategori baik, 11 siswa (32,35%) termasuk kategori cukup, dan 3 siswa (8,82%) termasuk kategori kurang. Rata-rata kemampuan koneksi matematis siswa adalah 52,49 dengan kategori baik karena 51 <  skor total 75. Dengan demikian, instrumen tes kemampuan koneksi matematis yang dikembangkan memenuhi kualitas yang baik.Abstract:             This study aims to determine the development of procedures and quality of test instruments to measure the ability of mathematical connections of students on mathematics subjects in Makassar city. The type of research is research and development with formative research model through (four) stage that is introduction, self evaluation, and prototype, and field test. The subjects of this study were students of junior high school in Makassar city with the number of students. The results obtained on the validity of the content validity test because CVR and CVI is 1 with very appropriate category. Results of student responses meet the criteria achieved. Reliability, 0.6 with high interpretation. Medium in terms of the average level of difficulty the total score is 0.542 with the medium category. In terms of power differentiate the average total score is 0.45 with good category. In addition, the result of mathematical connection ability analysis using the developed instrument is known that from 34 students there are 3 students (8.82%) which included in the category memiki level of excellent mathematical connection ability, 17 students (50%) including good category, 11 students (32.35%) included enough category, and 3 students (8,82%) including less category. The average mathematical connection ability of students is 52.49 with good category because 51 <  total score 75. Thus, the test instrument of mathematical connection ability developed to meet the good quality.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA Andi Dian Angriani; Nursalam Nursalam; Nurul Fuadah; Baharuddin Baharuddin
Auladuna: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 5 No 2 (2018): DECEMBER
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/auladuna.v5i2a9.2018

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan menghasilkan sebuah instrumen tes untuk mengukur kemampuan pemcahan masalah matematika dengan melihat prosedur pengembangan dan kualitas instumen tes pemecahan masalah matematika yang dikembangkan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian research and development (R&D) yaitu pengembangan instrumen tes untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematika. Model pengembangan perangkat ini dikembangkan berdasarkan model Tessmer yaitu tipe formatif evaluation, yaitu: (1) tahap preliminary, (2) tahap self evaluation, (3) tahap prototyping (expert review, one to one, small group), dan (4) tahap field test. Subjek uji coba dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTsN 1 Model Makassar yang berjumlah 36 orang siswa. Berdasarkan hasil uji coba yang dilakukan, diperoleh bahwa: (1) instrumen tes pemecahan masalah matematika sudah dikatakan “valid” karena berdasarkan hasil CVR yaitu 1 dan memenuhi kriteria yaitu ≥0,99 dan CVI yaitu 1 dengan kategori sangat sesuait atau berada pada kisaran 0,68-1,00 (2) instrumen tes pemecahan masalah matematika sudah dikatakan reliabel dengan nilai 0,732 dengan kategori tinggi, dan berada pada kisaran 0,60<r11<0,80 (3) instrumen tes pemecahan masalah matematika memiliki tingkat kesukaran yang cukup baik yaitu 60% dari soal memiliki tingkat kesukaran yang baik kemudian rata-rata tingkat kesukaran yang diperoleh adalah 0,58 dengan kategori sedang yaitu berada pada kisaran 0,31-0,70 (4) instrumen tes pemecahan masalah matematika memiliki daya pembeda yang sudah baik 93,34% soal memenuhi kriteria daya pembedan dan rata-rata daya pembeda yang diperoleh adalah 0,35 dengan kategori cukup atau berada pada kisaran Dp>0,2. Dengan demikina instrumen tes pemecahan matematika siswa memiliki kualitas yang baik.Abstrak:This study aims to produce a test instrument to measure the ability to solve mathematical problems by looking at the test instrument development procedures and the quality of the instuments of the mathematical problem solving test developed. The type of research used is research and development (R & D) research, namely the development of test instruments to measure the ability to solve mathematical problems. The development model of this device was developed based on Tessmer model that is formative evaluation type, namely: (1) preliminary stage, (2) self evaluation stage, (3) prototyping stage (expert review, one to one, small group), and (4) field test. The subjects of the experiment were VIII students of MTsN 1 Model Makassar which amounted to 36 students Based on the results of experiments conducted, it is found that: (1) math problem solving test instrument has been said "valid" because based on the CVR results are 1 and meet the criteria of ≥0.99 and CVI is 1 with a category sesuait or in the range 0 , 68-1,00 (2) mathematical problem-solving test instrument is said to be reliable with a value of 0.732 with high category, and is in the range of 0.60 <r11 <0.80 (3) Instrument test The math problem solving device has a level of difficulty good cuku that is 60% of the problem has a good level of difficulty then the average level of difficulty obtained is 0.58 with the medium category that is in the range of 0.31 to 0.70. (4) Instrument test Math problem solving device has power a good differentiator 93.34% of the question meets the criteria of the power of pembedan and the average distinguishing power obtained is 0.35 with sufficient category or is in the range Dp> 0.2. With demikina test instrument of mathematical solving students have good quality.
PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS IV PADA MASA PANDEMI COVID-19 Marwa Marwa; Munirah Munirah; Andi Dian Angriani; Suharti Suharti; A. Sriyanti; Rosdiana Rosdiana
Auladuna: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 7 No 2 (2020): DECEMBER
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/10.24252/auladuna.v7i2a10.2020

Abstract

AbstrakPelaksanaan pembelajaran di Indonesia dalam menghadapi masa covid-19 menuntut guru untuk tetap berperan aktif dalam meningkatkan minat belajar peserta didik. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peran guru dalam meningkatkan minat belajar peserta didik serta untuk mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat proses pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan peran guru dalam meningkatkan minat belajar peserta didik selama masa pandemi covid-19 yaitu 1) pembelajaran dilaksanakan secara luring atau BDR, 2) menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, 3) menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi, 4) penerapan media pembelajaran menggunakan laptop dan fasilitas belajar yang ada di rumah, 5) memperlihatkan hasil belajar, 6) pemberian motivasi, tugas, pujian dan hukuman atas hasil kerja peserta didik, 7) melakukan penilaian, 8) menjalin kerjasama antara guru dan orang tua. Sedangkan yang menjadi faktor utama pendukung guru guna meningkatkan kembali minat belajar peserta didik adalah dengan memanfaatkan fasilitas rumah yang mendukung pembelajaran dan sarana belajar. Kemudian yang jadi faktor utama penghambat guru adalah keterbatasan waktu yang dimiliki guru dan juga peserta didik saat melaksanakan proses belajar mengajar.AbstractThe implementation of learning in Indonesia in facing the Covid-19 required teachers to increase students' interest in learning. This research aimed to describe the role of the teacher in increasing students' interest in learning and finding the supporting and inhibiting factors of the learning process. The method used was descriptive qualitative. The results indicated that the teachers’ role in increasing students' interest in learning during the Covid-19 pandemic, namely 1) learning carried out offline or BDR, 2) creating a pleasant learning atmosphere, 3) using a variety of learning methods, 4) implementing learning media using laptops and learning facilities at home, 5) showing the learning outcomes, 6) giving motivation, reports, and authority over the students’ works, 7) doing an assessment, 8) establishing cooperation between teachers and parents. Meanwhile, the main factor supporting teachers to increase students' interest in learning was utilizing home facilities that support the learning process. The main factor inhibiting the teacher was the limited time that the teacher and students have when carrying out the teaching and learning process.
META ANALISIS: PENGARUH PENERAPAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI SEKOLAH DASAR Fitriani Nur; Andi Dian Angriani
Auladuna: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 8 No 1 (2021): JUNE
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/auladuna.v8i1a9.2021

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis terkait penerapan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) terhadap hasil belajar matematika siswa di Sekolah Dasar (SD). Jenis penelitian yang digunakan yaitu meta analisis dengan mengumpulkan data non tes, yakni menelusuri terbitan berkala ilmiah atau jurnal melalui google scholar dan DOAJ. Dari hasil penelusuran diperoleh 25 artikel dari jurnal dengan beberapa kriteria, diantaranya: (1) artikel berkaitan dengan pengaruh RME terhadap hasil belajar siswa, (2) penelitian dilakukan dalam kurung waktu 2013-2020, (3) penelitian dilaksanakan jenjang sekolah dasar, (4) penelitian dilakukan di Indonesia, (5) jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen yang melibatkan dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok control, (6) kelas kontrol menggunakan model pembelajaran konvensional, dan (7) data yang dibutuhkan untuk menentukan effect size lengkap pada artikel. Analisis data menggunakan teknik statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian ini menemukan bahwa pendekatan RME efektif digunakan ditinjau dari hasil belajar matematika siswa. Implikasi dari hasil temuan ini memberikan gambaran bahwa pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) memiliki kekuatan yang besar dalam meningkatkan hasil belajar matematika sehingga pendekatan tersebut menjadi pilihan yang tepat dalam proses pembelajaran matematika siswa sekolah dasar.AbstractThis study aimed to analyze the implementation of the Realistic Mathematics Education (RME) approach to students’ mathematics learning outcomes in elementary schools (SD). The research type used was a meta-analysis by collecting non-test data, namely periodical papers or journals through google scholar and DOAJ. The search results obtained 26 articles from journals with several criteria, including: (1) articles related to the effect of RME on students’ learning outcomes, (2) those researches were conducted in 2013-2020 periods, (3) those researches were carried out in elementary school level; (4) those researches were conducted in Indonesia, (5) the method used was experimental research involving two groups, namely experimental group and control group, (6) the control group used a conventional learning model, and (7) data were needed to determine the complete effect size of the articles. The data analysis techniques used in this study were descriptive and inferential statistics. Thus, this study found that the RME approach was effectively used for the students’ mathematics learning outcomes. The implications of this finding indicated that the Realistic Mathematics Education (RME) approach had great power in improving mathematics learning outcomes so that the approach is appropriately used in learning mathematics in elementary school.