Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PENDEKATAN KONSELING REALITAS DAN APLIKASINYA DALAM DUNIA PENDIDIKAN Hidayat, Muhammad Yusuf
Auladuna Vol 1, No 1 (2014): Auladuna
Publisher : PGMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Salah satu pendekatan yang banyak digunakan para konselor adalah pendekatan konseling realitas. Sebagai suatu pendekatan, konseling realitas memiliki pandangan dasar mengenai hakekat manusia, prinsip-prinsip, tahap-tahap, dan teknik-teknik konseling yang harus dipedomani dan dilaksanakan para konselor dalam membantu klien mencapai perubahan yang diinginkan. Pendekatan ini merupakan suatu bentuk modifikasi tingkah laku karena dalam penerapannya baik secara umum dan dalam lingkungan sekolah merupakan pengkondisian operan yang tidak ketat. Oleh karenanya, pendektatan ini meraih popularitas dalam keberhasilannya menerjemahkan sejumlah konsep modifikasi tingkah laku ke dalam model praktek yang relatif sederhana dan tidak berbelit-belit.Abstract: One widely approach used is the counseling counselors reality approach. As an approach, this approach has a basic view of human nature, principles, stages, and counseling techniques that must be followed and done by counselors in helping the clients to achieve the desired changes. This approach is a form of behavior modification because in its implementation in general and in the school environment is not a strong operant conditioning. Therefore, this approach has gained popularity in translating a number of behavioral modification concept into practice models which are relatively simple or not complicated.
GAYA BELAJAR PESERTA DIDIK DITINJAU DARI PERBEDAAN JENIS KELAMIN Fatmawati Fatmawati; Muhammad Yusuf Hidayat; Eka Damayanti; Muhammad Rusydi Rasyid
Al Asma: Journal of Islamic Education Vol 2 No 1 (2020): MAY
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asma.v2i1.13472

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan gaya belajar antara peserta didik laki-laki dengan perempuan di MTs Madani Pao-Pao. Penelitian kuantitatif jenis komparatif ini menggunakan sampel populasi sebanyak 255 peserta didik. Data yang terkumpul menggunakan instrumen skala gaya belajar dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil analisis statistik inferensial uji Anova menunjukkan nilai sign sebesar 0,033 (p < 0,05), dengan demikian dapat disimpulkan terdapat perbedaan gaya belajar pada peserta didik laki-laki dengan perempuan di MTs Madani Pao-pao. Hasil deskriptif menunjukkan peserta didik laki-laki lebih dominan memiliki gaya belajar visual sedangkan peserta didik perempuan dominan memiliki gaya belajar kinestetik. Hasil penelitian ini menjadi informasi penting bagi guru agar mendesain pembelajaran dengan memperhatikan perbedaan gaya belajar peserta didik. AbstractThis study aims to determine differences in learning styles between male and female students of MTs Madani Pao-Pao. This comparative study had a sample population of 255 students. The data collected using a scale of learning style scale which was analyzed by descriptive and inferential statistics. The inferential statistical analysis of the Anova test showed a value of 0.033 (p <0.05). it can be summed up that there were differences in learning styles between male and female learners in MTs Madani Pao-Pao. In addition, male students had a more dominant visual learning style while female students had a dominant kinesthetic learning style. The results of this study become important information for teachers to design learning by paying attention to the learning styles of students.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOORATIF TIPE WORD SQUARE BERBASIS LARI ESTAFET TERHADAP HASIL BELAJAR Hasni Hasni; Muhammad Yusuf Hidayat
JPF (Jurnal Pendidikan Fisika) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Vol 5 No 1 (2017): Vol 5, No 1, 2017
Publisher : Pendidikan Fisika UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.858 KB) | DOI: 10.24252/jpf.v5i1.2968

Abstract

Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimental Designs yang bertujuan untuk mengetahui: (1) Gambaran hasil belajar fisika yang diajar dengan model pembelajaran word square berbasis lari estafet, (2) Gambaran hasil belajar peserta didik yang tidak diajar dengan model pembelajaran word square berbasis lari estafet, dan (3) Perbedaan hasil belajar fisika peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif  word square berbasis lari estafet dan  pembelajaran langsung pada kelas IX SMP Negeri 2 Parigi.. Desain penelitian ini yaitu  The Matching Only Post-Test Control Group Design. Populasi  penelitian berjumlah 47 orang dan sampel penelitian berjumlah 28 orang. Berdasarkan hasil analisis statistik menunjukkan bahwa thitung sebesar 1,315 dan ttabel sebesar 2,05 sehingga thitung < ttabel. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan hasil belajar fisika yang signifikan antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif word square berbasis lari estafet dan yang diajar dengan pembelajaran langsung pada kelas IX SMP Negeri 2 Parigi.
FAKTOR-FAKTOR KESULITAN BELAJAR FISIKA PADA PESERTA DIDIK KELAS IPA SEKOLAH MENENGAH ATAS Abbas Abbas; Muhammad Yusuf Hidayat
JPF (Jurnal Pendidikan Fisika) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Vol 6 No 1 (2018): Vol 6, No 1, 2018
Publisher : Pendidikan Fisika UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.504 KB) | DOI: 10.24252/jpf.v6i1.3273

Abstract

Pada umunya kesulitan merupakan suatu kondisi tertentu yang ditandai dengan adanya hambatan-hambatan dalam kegatan mencapai tujuan, sehingga memerlukan kegiatan yang lebih giat lagi untuk dapat mengatasi. Kesulitan belajar dapat diartikan sebagai kondisi dalam proses belajar yang ditandai adanya hambatan-hambatan tertentu untuk mencapai hasil belajar. Hambatan ini mungkin disadari dan mungkin dapat tidak disadari dan dapat bersifat sosiologis, psikologis atau pun psiologis dalam keseluruhan proses belajarnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif, karena dalam penelitian ini berusaha menggambarkan suatu obyek tertentu yang dijadikan penelitian. Penelitian yang bertujuan untuk memperoleh informasi tentang faktor-faktor kesulitan belajar fisika pada peserta didik dan upaya guru dalam mengatasi kesulitan belajar fisika pada peserta didik. Penelitian ini menggunakan tiga tehnik pengumpulan data diantaranya observasi, dokumentasi dan wawancara. Sampel sumber data dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas IPA yang mengalami kesulitan belajar. Data yang diperoleh dianalisis selama dan setelah penelitian dengan tiga tahapan yaitu reduksi data, display data dan verifikasi/menyimpulkan. Dari hasil penelitian, faktor internal meliputi kesehatan yang sering terganggu, kurangnya minat belajar, kurangnya perhatian dalam pembelajaran, malas belajar dan kebiasaan belajar yang tidak teratur. Faktor ekternal meliputi pembelajaran yang diselenggarakan dimana peserta didik dalam jumlah besar (padat), kurangnya tontrol orang tua, tuntutan pekerjaan, aktif berorganisasi, teman sepermainan yang nakal dan pergaulan bebas. Sedangkan, Upaya guru dalam mengatasi kesulitan belajar fisika pada dasarnya bervariasi sesuai karakter masing-masing. Dari Upaya guru di Sekolah Menengah Atas meliputi melakukan pengajaran remedial, pengayaan, motivasi, menggunakan berbagai metode pembelajaran, melengkapi kekurangan peralatan belajar, pengembangan kebiasaan yang baik, bimbingan konseling dan melakukan kerja sama antara pihak sekolah dan masyarakat. Implikasi dalam penelitian ini adalah sebaiknya faktor-faktor kesulitan belajar mata pelajaran fisika pada peserta didik dapat dikenali oleh setiap guru fisika agar dapat segera melakukan berbagai pendekatan dalam upaya menanggulangi kesulitan tersebut.
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR DAN KEDISIPLINAN TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA PADA SISWA KELAS MIA SMAN 1 MARIORIWAWO KABUPATEN SOPPENG Susianah Susianah; Muhammad Yusuf Hidayat
JPF (Jurnal Pendidikan Fisika) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Vol 3 No 2 (2015): Vol 3, No 2, 2015
Publisher : Pendidikan Fisika UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.855 KB) | DOI: 10.24252/jpf.v3i2.3737

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran motivasi belajar, kedisiplinan serta hasil belajar pada siswa Kelas MIA SMAN 1 Marioriwawo Kabupaten Soppeng, sekaligus untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh motivasi belajar dan kedisiplinan terhadap hasil belajar fisika pada siswa kelas MIA SMAN 1 Marioriwawo kabupaten Soppeng. Penentuan sampel melalui proportionate stratified random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket berupa skala likert. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan inferensial yaitu uji hipotesis regresi ganda. Hasil penelitian analisis deskriptif diperoleh gambaran motivasi belajar kategori sedang dengan rata-rata 93,96, kedisiplinan siswa masuk dalam kategori sedang dengan rata-rata 96,11, dan hasil belajar masuk dalam kategori tinggi dengan rata-rata 80,74. Sedangkan hasil inferensial yaitu Fhitunh ˃ Ftabel sehingga terdapat pengaruh motivasi belajar dan kedisiplinan terhadap hasil belajar siswa kelas MIA SMAN 1 Marioriwawo Kabupaten Soppeng.
PENDEKATAN PEMBELAJARAN DEDUKTIF DAN PEMBELAJARAN INDUKTIF UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERTANYA POKOK BAHASAN PEMUAIAN KELAS VII SMP NEGERI 21 MAKASSAR Ammase S; Muhammad Yusuf Hidayat; Andi Jusriana
JPF (Jurnal Pendidikan Fisika) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Vol 3 No 1 (2015): Vol 3, No 1, 2015
Publisher : Pendidikan Fisika UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.405 KB) | DOI: 10.24252/jpf.v3i1.4085

Abstract

Masalah utama dalam penelitian ini adalah apakah terdapat perbedaan keterampilan bertanya peserta didik antara penerapan pendekatan deduktif dan pendekatan induktif.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keterampilan bertanya peserta didik sebelum dan setelah penerapan pendekatan deduktif dan pendekatan induktif pada peserta didik kelas VII SMPN.21 Makassar pada pokok pemuaian.Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen. Dimana peneliti membandingkan 2 kelas sampel yang berbeda yaitu kelas VII K yang berjumlah 32 orang dengan pendekatan deduktif  dan kelas VII L yang berjumlah 26 orang dengan menggunakan pendekatan induktif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata preobservasion untuk penerapan pendekatan deduktif sebesar 0.92 dan postobservasion sebesar 2.10.Sedangkan nilai rata preobservasion untuk pendekatan pembelajaran induktif sebesar 0.47 dan postobservasion sebesar 2.80.Untuk hasil pengujian hipotesis diperoleh thitung sebesar 9.09 dan ttabel dengan taraf signifikan 5% sebesar 1.67.Dengan demikian, thitung> dari ttabelatau9.09> 1.67 maka H1 diterima dan H0 ditolak, artinya terdapat perbedaan yang signifikan penerapan pendekatan pembelajaran deduktif dengan pembelajaran induktif terhadap keterampilan bertanya peserta didik kelas VII SMP Negeri 21 Makassar.Manfaat dalam penelitian ini yaitu agar peserta didik dapat meningkatkan keterampilan bertanya setelah diterapkan pendekatan deduktif dan pendekatan induktif, dan bagi tenaga pendidik memberikan motivasi agar tenaga pendidik memahami pendekatan yang dapat meningkatkan keterampilan bertanya peserta didik, serta manfaat bagi sekolah yaitu dapat memperbaiki dan  meningkatkan mutu pembelajaran khususnya mata pelajaran fisika.
ANALISIS KEMAMPUAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL FISIKA BERBASIS TAKSONOMI BLOOM Muslimin B; Muhammad Yusuf Hidayat; Santih Anggereni
JPF (Jurnal Pendidikan Fisika) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Vol 6 No 2 (2018): September
Publisher : Pendidikan Fisika UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.538 KB) | DOI: 10.24252/jpf.v6i2.5882

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran siswa dalam menyelesaiakn soal fisika materi suhu dan kalor berbasis taksonomi Bloom pada tingkatan pengetahuan, pemahaman, penerapan dan, analisis pada siswa kelas X di SMAN 3 Sampolawa. Pemilihan sampel melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah instrumen tabel spesifikasi soal, kisi-kisi soal dan, kartu soal materi suhu dan kalor. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis data statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran kemampuan siswa dalam menyelesaiakan soal fisika berturut-turut yaitu pada kemampuan pengetahuan hasilnya sangat baik, kemampuan pemahaman hasilnya sangat baik, kemampuan penerapan hasilnya baik dan pada tingkatan analisis hasilnya rendah peserta didik kelas X di SMAN 3 Sampolawa dengan pokok bahasan gelombang suhu dan kalor. Hal ini berdasarkan data yang diperoleh perlunya analisis kemampuan siswa dalam menyelesaiakan soal fisika materi suhu dan kalor berbasis taksonomi kognitif Bloom kelas X di SMAN 3 Sampolawa. 
ANALISIS PENENTUAN STANDAR NILAI KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL (KKM) MATA PELAJARAN FISIKA KELAS XI SMAN 17 MAKASSAR Muhammad Yusuf Hidayat; A. Nenyhindarwaty. A; Fitriani Nur
JPF (Jurnal Pendidikan Fisika) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Vol 8 No 1 (2020): Maret
Publisher : Pendidikan Fisika UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.215 KB) | DOI: 10.24252/jpf.v8i1.7837

Abstract

Abstrak:Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui : 1) Bagaimana tingkat kompleksitas penentuan standar nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) mata pelajaran fisika kelas XI pada SMAN 17 Makassar, 2) Bagaimana tingkat daya dukung penentuan standar nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) mata pelajaran fisika kelas XI pada SMAN 17 Makassar, 3) Bagaimana tingkat intake penentuan standar nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) mata pelajaran fisika kelas XI pada SMAN 17 Makassar, 4) Seberapa besar kesesuaian perhitungan kriteria ketuntasan minimal (KKM) mata pelajaran fisika kelas XI yang diukur dan kriteria ketuntasan minimal (KKM) mata pelajaran fisika kelas XI yang ditetapkan SMAN 17 Makassar. Jenis penelitian ini adalah Mix Methods dengan menggunakan desain metode campuran sekuensial/ bertahap (sequential mixed methods) terutama strategi eksplonatoris sekuensal. Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  kriteria kompleksitas KKM mata pelajaran fisika kelas XI SMAN 17 Makassar dikategorikan sedang dengan nilai  rata-rata 70, kriteria daya dukungnya dikategorikan tinggi dengan nilai 83 dan kriteria intakenya dikategorikan sedang dengan nilai 75. Selanjutnya, berdasarkan hasil  analisis  kuantitatif untuk penetuan standar nilai kriteria ketuntasan minimal menunjukkan adanya kesesuaian antara KKM yang ditetapkan sekolah dan KKM yang diukur oleh peneliti dengan persen beda sebesar 5%. Abstract:The purpose of this study was to find out: 1) What is the level of complexity in determining the minimum completeness criteria (KKM) grade XI physics subjects at SMAN 17 Makassar, 2) How does the level of carrying capacity determine the value standard of minimum completeness criteria (KKM) for grade XI physics subjects at SMAN 17 Makassar, 3) How does the intake level determine the minimum completeness criteria (KKM) grade XI physics subjects at SMAN 17  Makassar, 4) How much is the suitability of the calculation of the minimum completeness criteria (KKM) of the grade XI physics subjects measured and the minimum completeness criteria (KKM) of the grade XI physics subjects decided by SMAN 17 Makassar.  This type of research is Mix Methods using sequential mixed methods design, especially sequential exploratory strategies.  The results of qualitative research indicate that the criteria for the complexity of KKM physics subjects in class XI SMAN 17 Makassar are categorized as moderate with an average value of 70, the criteria for carrying capacity are categorized as high with 83 and the intake criteria are categorized as 75. Furthermore, based on the results of quantitative analysis  the minimum standard of completeness criteria indicates that there is a match between the KKM determined by the school and the KKM measured by the researcher with a percent difference of 5%.
IMPLEMENTATION OF GUIDED INQUIRY LEARNING MODEL ASSITED BY THREE TIER TEST ON CRITICAL THINKING Sudirman Raja; Halima Imha; Muhammad Yusuf Hidayat
JPF (Jurnal Pendidikan Fisika) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Vol 9 No 2 (2021): September 2021
Publisher : Pendidikan Fisika UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpf.v9i2.23433

Abstract

The study was conducted to: determine the critical thinking skills of students before and after being taught with the guided inquiry learning model assisted by three tier test, determine the critical thinking skills of students before and after being taught by the direct instruction learning model and determine the differences in the critical thinking skills of students who are taught using the direct instruction model guided inquiry learning model assisted by three tier test with students who are taught using direct instruction learning model. This type of research is a quasi-experimental design with a nonequivalent control group design. The study was conducted at MAN Pinrang with a population all students of class XI MIPA at MAN Pinrang. The number of samples taken was 22 students in the control class (XI MIPA 1) and 22 students in the experimental class (XI MIPA 2). Hypothesis testing using a two-sample independent t-test with the results showed that the hypothesis test obtained a sign value (2-tailed) of 0,000. Because the sign value (2-tailed) < 0,05, H0 is rejected and H1 is accepted. So we can be concluded there are differences in the critical thinking skills of students who are taught using the guided inquiry learning model assisted by three tier test with those taught using the direct instruction learning model for class XI MIPA at MAN Pinrang.
PENDEKATAN KONSELING REALITAS DAN APLIKASINYA DALAM DUNIA PENDIDIKAN Muhammad Yusuf Hidayat
Auladuna: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 1 No 1 (2014): Auladuna
Publisher : Department of Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Alauddin Makass

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Salah satu pendekatan yang banyak digunakan para konselor adalah pendekatan konseling realitas. Sebagai suatu pendekatan, konseling realitas memiliki pandangan dasar mengenai hakekat manusia, prinsip-prinsip, tahap-tahap, dan teknik-teknik konseling yang harus dipedomani dan dilaksanakan para konselor dalam membantu klien mencapai perubahan yang diinginkan. Pendekatan ini merupakan suatu bentuk modifikasi tingkah laku karena dalam penerapannya baik secara umum dan dalam lingkungan sekolah merupakan pengkondisian operan yang tidak ketat. Oleh karenanya, pendektatan ini meraih popularitas dalam keberhasilannya menerjemahkan sejumlah konsep modifikasi tingkah laku ke dalam model praktek yang relatif sederhana dan tidak berbelit-belit.Abstract: One widely approach used is the counseling counselors reality approach. As an approach, this approach has a basic view of human nature, principles, stages, and counseling techniques that must be followed and done by counselors in helping the clients to achieve the desired changes. This approach is a form of behavior modification because in its implementation in general and in the school environment is not a strong operant conditioning. Therefore, this approach has gained popularity in translating a number of behavioral modification concept into practice models which are relatively simple or not complicated.