Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Prosesi Tiwah dan Pemberian Hewan Kurban (Pantan) pada Masyarakat Dayak Ngaju Kalimantan Tengah Dersa Yeni; Agustina Agustina; Agustina Efi
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Dayak Ngaju melaksanakan Tiwah sebagai upacara sakral untuk mengantarkan roh orang meninggal menuju alam kedamaian abadi. Pemberian hewan kurban menjadi bagian utama yang tidak terpisahkan dari rangkaian ritual ini. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan Tiwah, jenis hewan yang dikorbankan, tata cara pemberiannya, serta makna yang terkandung di dalamnya. Penulis menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan mengumpulkan data melalui studi pustaka dan wawancara mendalam bersama tokoh adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hewan kurban bukan sekadar sesajen, melainkan memiliki fungsi ganda: sebagai bekal perjalanan roh, sarana penyucian, simbol ketulusan, dan pengikat persatuan sosial. Nilai ekonomi dan etika juga melekat dalam praktik ini, sehingga masyarakat menyesuaikan pelaksanaannya agar tetap relevan dengan kondisi zaman tanpa menghilangkan esensi sakralnya.
Bahasa Pasambahan dalam Budaya Melayu Kampar, Riau Upik Kurniawati; Agustina Agustina; Agustina Efi
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasambahan merupakan salah satu tradisi lisan yang memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Kampar sebagai bagian dari budaya Melayu Riau. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pengertian, fungsi, struktur, serta nilai-nilai yang terkandung dalam pasambahan, sekaligus menyoroti tantangan pelestariannya di era modern. Pasambahan tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi adat dalam berbagai kegiatan seperti pernikahan, penyambutan tamu, dan musyawarah, tetapi juga sebagai media penyampaian nilai kesopanan, penghormatan, dan norma sosial. Secara struktural, pasambahan terdiri dari pembukaan, isi, dan penutup, dengan ciri khas penggunaan bahasa kiasan, pantun, serta ungkapan simbolik yang memiliki nilai estetika tinggi. Selain itu, pasambahan mengandung nilai-nilai penting seperti nilai religius, pendidikan, kebersamaan, dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Namun, di tengah arus globalisasi, tradisi ini menghadapi tantangan berupa menurunnya minat generasi muda. Oleh karena itu, diperlukan upaya pelestarian melalui pendidikan, pelatihan, serta dokumentasi agar pasambahan tetap lestari sebagai identitas budaya masyarakat Kampar.
ROCKY GERUNG POLITICS OBSERVER IN CRITICIZING THE GOVERNMENT ON THE YOUTUBE CHANNEL Khairur Rizki; Agustina Agustina
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 12, No 2 (2023): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v12i2.7196

Abstract

This research was motivated by the delivery of criticism towards the government which is considered less polite by some circles. The purpose of this study is to explain the politeness in the language of RG political observers when criticizing the government. This type of research is qualitative research. The method used in this research is descriptive method. The main instrument is the researcher himself. The data of this research is in the form of speeches by political observers of the RG which contain criticism of the government. The data source for this research is the RG YouTube channel. The data collection technique used is the observation and note taking technique. The data validation technique used in this study is triangulation. Technical data analysis is carried out by analyzing data according to the theoretical studies used to answer research questions that have been formulated. The research results show that. First, GM political observers in criticizing the government tend to use speech acts of direct criticism, although they sometimes use indirect criticism. Second, in criticizing RG, the dominant uses the maxim of praise, then agreement, and wisdom. However, RG tends to violate the politeness principles, especially the maxims of praise. This is because the criticism given tends to be direct without paying attention to the face of the speech partner or being criticized by RG.