Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

The Concept Of Self Healing Perspective Of The Qur'an and Hadith Muhammad Iqbal Ansari; Waluyo Satrio Adji; Raidah Raidah
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol 16, No 3: Al Qalam (Mei 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v16i3.943

Abstract

Lately, mental health is often discussed because the number of mental disorders in Indonesia has increased quite large in each period. Considering that alternative medicine is rarely used because of the rapid development of the times, this research has the aim of opening up people's minds to alternative medicine, including the Qur'an. This research is library research by analyzing several sources such as books, scientific articles and others. The independent variable in this study is self-healing, while the dependent variable is self-healing from the perspective of the Qur'an and Hadith.In the span of 14 centuries, healing with the Qur'an has become something that is already known to the Muslims. They treat all diseases with the Qur'an because they believe in the word of Allah SWT related to healing. In fact, ona narration explains that, the Prophet Muhammad SAW had meruqyah himself when he was sick by reading the letter al-Mu'awwidhatain, namely the letter al-Falaq and the letter an-Nas. Further research can be carried out by examining several suras, certain verses that are believed by Muslims to be very effective drugs against various diseases, especially mental illnesses.
Peran Guru Pendamping Khusus Dalam Mengembangkan Emosional Anak Autisme di Kelas 1 A SDIT Al-Firdaus Banjarmasin Muhammad Iqbal Ansari; Barsihanor Barsihanor; Nirmala Nirmala
Al-Madrasah: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 6, No. 1, Juli-Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v6i1.418

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru pendamping khusus dalam mengembangkan emosional anak autisme di Kelas 1 A SDIT Al-Firdaus Banjaramasin, serta mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi peran guru pendamping Khusus dalam mengembangkan emosional anak autisme di kelas 1 A SDIT Al-Firdaus Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatiif dengan jenis pendekatan studi kasus dengan subjek penelitian kepala sekolah, Guru pendamping khusus dan wali kelas. Pengumpulan data dilaksanakan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Penelti menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber untuk memperoleh keabsahan data. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peran guru pendamping khusus dalam mengembangkan emosional anak autis di kelas 1 A SDIT Al-Firdaus Banjarmasin: 1) motivator, 2) Fasilitator, 3) Mediator 4) Pembimbing 5) Pendamping. Faktor-faktor yang mempengaruhi peran guru pendamping khusus dalam mengembangkan emosional anak autisme di kelas 1 A SDIT Al-Firdaus Banjarmasin adalah: 1) Peran Lingkungan Keluarga, 2) Peran Lingkungan Sekolah.
Implementasi Pembelajaran Qur’an Di Masa Pandemi Covid-19 Di Madrasah Ibtidayah Darussalim Bati Bati Sari Kumala; Muhammad Iqbal Ansari; Sayemah Sayemah
Al-Madrasah: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 6, No. 2, April 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v6i2.972

Abstract

Pada penelitian ini dengan bertujuan memahami Implmentasi Pembelajaran Qur’an di masa Pandemi Covid-19 di Madrasah Ibtidayah Darussalim Bati Bati serta mendeskripsikan apa saja Faktor yang mempengaruhi Implementasi Pembelajaran Qur’an di masa Pandemi Covid-19 di Madrasah Ibtidayah Darussalim Bati Bati. Penelitian ini memakai Kualittatif deskriptif dengan pendekatan Study kasus subjek Pembelajaran Qur’an, Koordinator Pembelajaran Al-Qur’an, Kepala Sekolah dan Wali kelas. Data yang dikumpulkan hal ini melewati hasil Observasi, Wawancara dan Dokumentasi, kemudian analisis data yang dipakai reduksi data,display, dan penarikan kesimpulan. Peneliti memakai trianggulassi sumber untuk mendapatkan keabsahan data. Berlandaskan hasil penelitian bisa disimpulkan maka Implementasi pembelajaran Qur’an di masa pandemi Covid-19 di MI Darussalim Bati-Bati dilakukan dengan beberapa kali perubahan 1) Perencanaan pembelajaran Qur’an di masa pandemi covid-19 dimulai dari perencanaan pembelajaran I online, perencanaan pembelajaran II online dan tatap muka dan perencanaan pembelajaran III tatap muka 2) Pelaksanaan pembelajaran Qur’an di masa pandemi covid-19 ada tiga kali pelaksanaan yaitu pelaksanaan I dilakukan dengan online, pelaksanaan pembelajaran II dilakukan dengan Online dan tatap muka 1 minggu sekali dan pelaksanaan pembelajaran dilakukan III dilakukan dengan Tatap muka, 3) Evaluasi pembelajaran Qur’an di masa pandemi covid-19 dilakukan evaluasi pembelajaran I dilakukan dengan evaluasi Pembelajaran online melewati pengiriman Video/rekaman suara,  evaluasi pembelajaran II evalusi pembelajaran Qur’an dilakukan dengan online dan tatap muka dengan cara tatap muka atau hadir ke sekolah dan evaluasi III dilakukan dengan tatap muka. Yang mempengaruhi Implementasi Pembelajaran Qur’an di masa pandemi Covid-19 di MI Darussalim Bati-Bati yaitu:1) kebijakan dari pemerintah 2) Jaringan yang buruk 3) tanggapan dari guru 4) tanggapan dari orang tua siswa.
ANALISIS KELAYAKAN VIDEO PEMBELAJARAN IPS JENJANG MI/SD DI PLATFORM YOUTUBE PADA MATERI KERAGAMAN AGAMA DI INDONESIA Waluyo Satrio Adji; Muhammad Iqbal Ansari; Abdul Bashith; Melani Albar
Muallimuna : Jurnal Madrasah Ibtidaiyah Vol 6, No 2 (2021): April 2021
Publisher : Fakultas Studi Islam UNISKA MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.58 KB) | DOI: 10.31602/muallimuna.v6i2.4362

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis dan mendeskripsikan kelayakan video pembelajaran di platform youtube materi keragaman agama di Indonesia. Pendekatan kualitatif dengan studi dokumentasi digunakan dalam penelitian ini, secara khusus pengumpulan data sekunder dikumpulkan melalui platform yotuber dengan kata kunci “IPS keragaman Agama di Indonesia”, kemudian video dianalisis berdasarkan Standar Kelayakan dari Badan  Standar  Nasional  Pendidikan  (BSNP) yaitu aspek isi dan penyajian, bahasa.  Hasilnya peneliti menganalisis duabelas video pembelajaran IPS dari chanel yang berbeda, rata-rata pada aspek isi sebesar 67,5% berpredikat layak; bahasa sebesar 71,4% berpredikat layak; penyajian sebesar 73,3% berpredikat layak; kegrafikan sebesar 71,5% berpredikat layak. Pada ke empat aspek kelayakan menandakan bahwa videp pembelajaran IPS layak untuk dijadikan rujukan dalam Pembelajaran.FEASIBILITY ANALYSIS OF MI/SD IPS LEARNING VIDEO IN YOUTUBE PLATFORM ON RELIGIOUS DIVERSITY MATERIALS IN INDONESIAAbstract: The purpose of this study is to analyze and describe the feasibility of learning videos on the YouTube platform on the diversity of religions in Indonesia. A qualitative approach with a documentary study is used in this research, in particular, secondary data was collected through the YouTuber platform with the keyword "IPS on Religious Diversity in Indonesia", then a video based on the Feasibility Standards from the National Education Standards Agency (BSNP), namely content and presentation aspects, language. The results of the researchers analyzed the social studies learning videos from different content, on average 67.5% of the content aspect was predicated; language of 71.4% has a decent predicate; presentation of 73.3% was categorized as feasible; 71.5% of the predicate is feasible. The four aspects of feasibility indicate that the social studies learning video is feasible to be used as a reference in learning.
Rutinitas Keagamaan di Islamic Full Day School dalam Membentuk Karakter Religius Peserta Didik Muhammad Iqbal Ansari
Muallimuna : Jurnal Madrasah Ibtidaiyah Vol 1, No 2 (2016): April 2016
Publisher : Fakultas Studi Islam UNISKA MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.834 KB) | DOI: 10.31602/muallimuna.v1i2.384

Abstract

IndonesiaPendahuluan: Penelitian bertujuan adalah untuk mendapat gambaran mengenai rutinitas keagamaan yang diterapkan oleh SDIT Ukhuwah Banjarmasin sebagai Islamic full day school dalam membentuk karakter religius peserta didik.Metode:   Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Hasil: SDIT Ukhuwah Banjarmasin melaksanakan beberapa runitas keagamaan untuk membentuk karakter religius peserta didik. Rutinitas tersebut dilaksanakan dalam empat fase waktu, yaitu rutinitas harian, mingguan, bulanan, dan tahunan. Rutinitas keagamaan yang dilaksanakan ada yang bersifat vertikal dan horizontal. Yang bersifat vertikal berwujud hubungan peserta didik dengan Allah Swt., seperti shalat, membaca Al-Qur’an, berdoa, puasa, dan mengucapkan kalimah thayyibah. Adapun yang bersifat horizontal berwujud hubungan manusia dengan sesamanya seperti kegiatan program Teman Asuh, zakat fitrah, qurban, dan berkunjung ke panti sosial. EnglishIntroduction: The purpose of the research is to find out the description of religious daily routines applied by SDIT Ukhuwah Banjarmasin as an Islamic full-day school in forming the students’ religious character. Method: The method that used in this research is qualitative. Result:  Results of the research show the school perfoms some religious routines to form the students’ religious character in four periods of time; daily, weekly, monthly and yearly routines. These religious routines have vertical and horizontal forms. Vertical forms mean the relationship between the students and Allah SWT., as shalah, recite the Holy Qur’an, pray, shaum, and say kalimah thayyibah. Horizontal forms are the relationship between human and each other, as program Teman Asuh, zakat fithrah, qurban, and visiting orphanages.
Pelaksanaan Karantina Tahfidzh Al-Qur’an 30 Hari untuk Siswa Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah di Banjarmasin Muhammad Iqbal Ansari
Muallimuna : Jurnal Madrasah Ibtidaiyah Vol 2, No 2 (2017): April 2017
Publisher : Fakultas Studi Islam UNISKA MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.055 KB) | DOI: 10.31602/muallimuna.v2i2.764

Abstract

IndonesiaPendahuluan: Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan deskripsi mengenai pelaksanaan Karantina Tahfidzh Al-Qur’an 30 Hari untuk anak usia SD/MI di Banjarmasin, capaian hafalan mereka, serta untuk mengetahui kendala yang dihadapi penyelenggara Karantina maupun kendala yang dihadapi oleh peserta. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil: Karantina Tahfidzh Al-Qur’an 30 Hari untuk anak usia SD/MI di Banjarmasin dilaksanakan dengan penerapan beberapa program, yaitu program inti, program pendamping serta program layanan khusus. Capaian hafalan anak usia SD/MI yang mengikuti karantina ialah 2-3 juz. Kendala yang dihadapi penyelenggara karantina dalam menangani peserta didik usia SD/MI selama 30 hari ialah mengenai perilaku peserta usia SD/MI yang suka bermain-main mengikuti program, sehingga mereka kelelahan ketika mengikuti program seperti persiapan hafalan. Adapun kendala yang dihadapi peserta didik SD/MI ketika karantina ialah jadwal yang sangat padat dan terdapatnya ayat-ayat Al-Qur’an yang sulit untuk mereka hafal.EnglishIntroduction: The purpose of the research is to get description about the implementation of 30 days quarantine of the Al-Quran tahfizh for elementary school students in Banjarmasin and their recitation achievement, and to determine the problems which faced by the quarantine organizer and the participants. Method: The method used in this research is descriptive qualitative method. Result: The 30 days quarantine of Al-Qur’an tahfizh for elementary school students in Banjarmasin implemented by applying some programs, namely prime program, secondary/companion program, and special case program. The recitation achievement of elementary school students is 2-3 juz. The problem which faced by the quarantine organizer in handling the participants for the 30 days is about the participants’ behavior; as children, in this age they mostly like playing and having fun with their friends. As a result, they can easily get tired when joining the program like the preparation for the recitation. On the other hand, the problem which faced by the participants is about the tight schedule and there are some verses which quite difficult for them to recite and remember.
Strategi Sistem Full Day School dalam Membentuk Empati Siswa Muhammad Iqbal Ansari
Muallimuna : Jurnal Madrasah Ibtidaiyah Vol 1, No 1 (2015): Oktober 2015
Publisher : Fakultas Studi Islam UNISKA MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.811 KB) | DOI: 10.31602/muallimuna.v1i1.276

Abstract

IndonesiaPendahuluan: Penelitian bertujuan untuk menggambarkan strategi yang diterapkan oleh SD Plus Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kota Batu sebagai sekolah dasar bersistem full day school dalam membentuk empati siswa. Metode:  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Hasil: Pelaksanaan sekolah bersistem full day school dilaksanakan dari pagi hingga sore hari.Sekolah menerapkan beberapa kegiatan berupa pembiasaan untuk membentuk empati siswa, yaitu melalui pembiasaan menyantap menu makan yang sederhana, mengambil porsi makan sesuai jatah masing-masing, membagikan makanan, kebiasaan berbaris dengan rapi sebelum masuk kelas, dan mengantri ketika mengambil wudhu. Selain itu terdapat kegiatan yang dilaksanakan dalam setiap minggu dan setiap tahun, yaitu Infaq Jum’at, Bumbung Ramadhan, dan kunjungan ke panti asuhan. Kesimpulan: Beberapakegiatan rutin tersebut telah berhasil membentuk empati siswa. EnglishIntroduction: This research aims to describe the strategies of SD Plus Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kota Batu as the full day elementary school to form the students’ good character. Method:  The method that used in this research is qualitative. Result: The research showed that the school’s activity begin in the morning and end in evening, the school applies some activities as the habits to form the students’ good character. There are making habit the students eat simple meals, taking the meals based on their portion, sharing the meals to other friends, making in well-organized line before enter to classroom, and making line when take ablution. In order, there are some weekly and yearly activities, such as Infaq Jum’at, Bumbung Ramadhan, and visiting some orphanages. Conclusion: The regularly activities had been success to form students’ good character.
Hubungan Hafalan Al-Qur’an Dengan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Matematika DI SDTQ-T An Najah Cindai Alus Martapura Muhammad Iqbal Ansari; Afrina Nafliani; Barsihanor; Sari Kumala
JIEES : Journal of Islamic Education at Elementary School Vol. 2 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : IAI Al Khoziny Buduran Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Memorizing theAl- Qur’an is a process carried aut by memorizing the Al-Qur’an, of caurse after the process of reading the Al-Qur’an properly and correctly, but there is also a process of memorizing by learning the contents of the verses of the Al-Qur’an first then memorize it. In the learning outcomes obtained by the development of the mindset of the cognitive, affective and psychomotor domain. Therefore, the more reading, understanding, remembering and memorizing then Al-Qur’an it can affect the result of mathematics lessons or other lessons. The motivation behind this review is to decide the impact of capacity to remember Al-Qur'an, understudies' disposition, and connections the two of them towards understudies' learning results in science. The exploration strategy utilized is the correlational review technique, the quantity of test are 60 understudies from two classes who lead retention of Al-Qur'an. Information assortment was finished by utilizing poll appropriation and test strategy. Information investigation utilizing relationship examination and numerous relapse techniques. The factual test utilized was t test and F test. Information investigation utilized relationship and relapse strategies (basic and plural). From the examination results tracked down that: (1) there is a huge impact between the capacity to peruse Al-Qur'an towards arithmetic learning results (r = 0.883 and Ŷ = 1,276 + 1,182X1). (2) there is critical impact between understudies' mentality towards arithmetic learning results (r = 0.876 and Ŷ = 0.509 + 0.138X2). (3) there is critical impact between the capacity to remember Al-Qur'an and understudies' demeanor towards mathematicsmlearning results (r = 0.893 and Ŷ = 0.183 + 0.062X1 + 0.689X2)
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN ALAT PERAGA EDUKATIF PADA MATA PELAJARAN FIQIH DI MI PLUS AL FALAH SUNGAI LULUT BANJARMASIN TIMUR Sari Kumala; Abdul Hafiz; Muhammad Iqbal Ansari; Tutus Rani Arifa; Jumiati Jumiati
Jurnal Vokasi Vol 6, No 3 (2022): Jurnal Vokasi
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v6i3.3301

Abstract

Alat peraga merupakan suatu alat bantu yang digunakan oleh pendidik untuk memberikan pengajaran kepada peserta didiknya dengan tujuan agar si peserta didik mampu mempelajari sesuatu bidang yang dipelajarinya, lebih cepat memahami dan mengerti, dan lebih efektif serta efisien. di Madrasah Ibtidaiyah terdapat mata pelajaran yang berkaitan erat tantang ibadah yaitu pada  mata pelajaran Fiqih yang mana sangat diperlukan alat peraga untuk menunjang agar tercapai proses pembelajaran serta pembelajaran agar lebih menarik bagi siswa sehingga siswa juga menyukai pembelajaran yang berkaitan tentang ibadah. Di sekolah MI Plus Al Falah Sungai Lulut Banjarmasin Timur termasuk Sekolah yang baru berdiri sehingga Solusi yang ditawarkan yaitu dengan memberikan pelatihan dan pendampingan pembuatan alat peraga edukatif pada mata pelajaran Fiqih dengan tujuan agar Guru-guru di MI Plus Al Falah Sungai Lulut Banjarmasin dan memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan Alat Peraga Edukatif untuk mata pelajaran Fiqih. Metode yang digunakan pada pengabdian ini yaitu di awali dengan ceramah, diskusi dan Tanya jawab dilanjutkan demonstrasi/ praktek, workshop / pelatihan dan pendampingan. Kegiatan dilaksanakan dengan cara tatap muka dan praktek. Ketercapaian tujuan pelatihan pendampingan pembuatan alat peraga edukatif pada mata pelajaran Fiqih secara umum sudah baik, dilihat dari hasil latihan para peserta dalam membuat alat peraga edukatif pada mata pelajaran Fiqih dari kain planel dapat diselesaikan dengan baik. Selain itu, melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan ini para peserta menjadi tahu tentang bagaimana cara membuat alat peraga edukatif pada mata pelajaran Fiqih materi Sholat dari kain Planel. Secara keseluruhan kegiatan pelatihan pembuatan alat pearaga edukatif Mata Pelajaran Fiqih materi sholat dapat dikatakan berhasil.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN MEDIA AJAR INOVATIF DI KELAS RENDAH MI PLUS AL-FALAH SUNGAI LULUT BANJARMASIN TIMUR Tutus Rani Arifa; Jumiati Jumiati; Sari Kumala; Muhammad Iqbal Ansari
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 5: Oktober 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v2i5.3654

Abstract

MI Plus Al Falah Sungai Lulut East Banjarmasin School, which was established in 2020, is one of the first private schools around the Lulut river area, East Banjarmasin, in the learning system there has never been any assistance for educators in introducing the creation of innovative teaching media. Guidebooks and student worksheets or can be called (LKS) as a guide in the ongoing learning process. In the stages of introduction to writing, reading, speaking and listening, students still introduce the lecture model. Innovative teaching media can be applied from educators to students how educators introduce letters, numbers, addition, subtraction, limbs in humans, types of animals that are adapted to their habitats and there are many discussions of material adapted to the thematic syllabus. Training and mentoring in the creation of innovative teaching media (posters, interactive boards/books, props, songs, videos, games, technology-based tools). The solution offered is by providing training and assistance in making innovative teaching media from materials that can be reached by both educators and students such as (styrofoam, used cardboard, markers, origami paper, cardboard, flannel, glue, straws, drink bottles and so on). etc.) can be used as an innovative teaching medium in the lower classes. With the aim of improving teacher competencies, especially those related to the ability to design, implement learning processes and authentically assess each lesson at MI Plus Al-Falah Sungai Lulut East Banjarmasin. The method used in this service begins with lectures, discussions and questions and answers followed by demonstrations/practices, workshops/training and mentoring and finally evaluation. The output target to be achieved is an accredited journal