Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Pembelajaran Tahfidzh Al-Qur’an Anak Superaktif Di RTQ Al Azhar Al Syarif Manarap Ansari, Muhammad Iqbal; Sari Kumala
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 2 (2023): :Badaa: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Fakultas Tarbiah Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/badaa.v5i2.1092

Abstract

Pemerintah Indonesia berupaya mewujudkan UUD 1945 Pasal 32 ayat (1) yang menegaskan bahwa setiap warga berhak mendapatkan pendidikan, serta implementasi dari Permendiknas Nomor 70 Tahun 2009 Pasal 3 ayat 1 yang bertujuan memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada semua peserta didik yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental, dan sosial, untuk memperoleh pendidikan yang bermutu sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya. Artinya setiap lembaga pendidikan harus siap menerima peserta didik dengan berbagai karakter dan tingkah laku, tidak terkecuali bagi lembaga pendidikan Al-Qur’an. Di RTQ Al-Azhar Al Syarif terdapat seorang peserta didik yang superaktif, namun memiliki keistimewaan, yaitu mampu menyambung suatu ayat Al-Qur’an dari juz 29 dan 30 yang dibacakan dengan lancar. Bahkan dia mampu menyebutkan nama surah berikut dengan nomor ayatnya. Padahal normalnya, peserta didik hanya mampu menyambung suatu ayat dan menebak surah saja. Kasus ini menarik untuk diteliti, di mana seorang anak yang berperilaku superaktif memiliki keistimewaan yang sangat luar biasa. Sehingga peneliti melakukakan penelitian untuk mendapatkan gambaran pembelajaran Tahfidzh Al-Qur’an bagi Anak Berperilaku Superaktif di RTQ Al Azhar Al Syarif Manarap. Baik di sekolah maupun di rumah, dengan menggunakan jenis penelitian Studi Kasus Prospektif. Peneliti menggunakan triangulasi sumber dan teknik untuk memperoleh keabsahan data. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa peran orang tua dalam pembelajaran tahfidz Al-Qur’an pada anak superaktif tergolong kepada empat yaitu: orang tua sebagai Pendidik, Pembimbing, Motivator, Fasilitator. Faktor pendukung, adanya dukungan dari keluarga, lingkungan, dan ekonomi, sedangkan faktor penghambatnya adalah pengawasan yang harus ekstra dan suasana hati anak yang tidak terduga.
Implementasi Pembelajaran Qur’an Hadis Dengan Metode Azza Di MIN 1 Kapuas Muhammad Iqbal Ansari; Sari Kumala; Novianti
JIEES : Journal of Islamic Education at Elementary School Vol. 5 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : IAI Al Khoziny Buduran Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47400/jiees.v5i1.62

Abstract

The AZZA method represents an innovative approach that addresses some of the challenges and disinterest that students may encounter when learning to read the Qur'an.Research methodology, in essence, serves as a means to gather, examine, record, and analyze data, including both primary and secondary sources, to facilitate the creation of scholarly works. In this specific study, a qualitative approach was employed, adopting the case study research method, which involves an in-depth exploration of a specific system based on extensive data collection. Following the planning stage, the next crucial step is implementation. The application of the AZZA method for Al-Qur'an Hadith learning at MIN 1 Kapuas represents an innovative departure from previous approaches.Evaluation typically occurs after implementation. Various methods are employed to assess Al-Qur'an Hadith subjects. Firstly, teachers evaluate students on a daily basis, considering aspects such as reading proficiency, memorization, and comprehension. These assessments are then recorded in the teacher's assessment book. Secondly, weekly evaluations are conducted through internal meetings involving the Al-Qur'an Hadith teachers and the Qur'an field coordinator.
Pembentukan Karakter Religius Melalui Living Hadist Penerapan 9 Sunnah Rasulullah di SD Muhammadiyah 8 Banjarmasin Zahratu Syifa; Muhammad Iqbal Ansari; Sari Kumala
Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 8, No. 3 (Juli 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v8i3.3980

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Living Hadist penerapan 9 Sunnah Rasulullah dalam membentuk karakter religius di SD Muhammadiyah 8 Banjarmasin serta faktor pendukung dan penghambat penerapan Living Hadist 9 Sunnah Rasulullah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilaksanakan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Peneliti menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber untuk memperoleh keabsahan data. Berdasarkan hasil penelitian dapat diperoleh cara guru dalam menerapkan Living Hadist ini yakni dengan lisan dan tertulis seperti keteladan, teguran, pengkondisian sekolah, dan kegiatan rutin. Adapun 9 Sunnah Rasullullah tersebut adalah i’tikaf, membaca Al-Qur’an setiap hari, shalat dzuhur dan ashar berjamaah, zikir sesudah shalat, shalat sunnah dhuha, puasa sunnah senin dan kamis, Program Shalat Shubuh berjamaah setiap hari minggu, memanah, dan berkuda. Dari 9 kegiatan sunnah yang diterapkan ada 2 aspek religius yang diterapkan yakni keyakinan dan pengetahuan. Faktor pendukung penerapan 9 Sunnaah Rasulullah di SD Muhammadiyah 8 Banjarmasin adalah tersedianya fasilitas serta dukungan orang tua dan guru. Adapun faktor penghambatnya adalah masalah waktu dan pembiayaan.
Pelatihan Dan Pendampingan Pembuatan Alat Peraga Edukatif Botanhi (Boneka Tan gan Hijaiyah ) Pada Tim Penggerak Pkk Desa Sungai Gampa Kecamatan Rantau Badauh Kabupaten Barito Kuala Kumala, Sari; Arifa, Tutus Rani; Ansari, Muhammad Iqbal; Jumiati, Jumiati
Al Khidma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Al Khidma Vol. 2 No. 1 Januari 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/ak.v2i1.1001

Abstract

Tim Penggerak Pemberdayaan dan kesejahtraan Keluargaatau disingkatdengan TP PKK di desa Sungai Gampa memiliki beberapa program dalam kegiatannya seperti dalam hal keagamaan, pendidikan, sosial dan kesehatan. yang pada bidang keagamaan ataupun pendidikan belum pernah menerapakan kegiatan yang berkaitan tentang alat peraga edukatif di Masyarakat. Kegitan ini bertujuan agar peserta memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang alat peraga Edukatif boneka tangan hijaiyah dari kain planel sehingga TP PKK di Desa Sungai Gampa dalam kegiatan keagamaan dan pendidikan dapat memasuka nunsur-unsur edukaif. Kegiatan dilaksanakan dengan cara tatap muka dan praktek. Ketercapaian tujuan pelatihan pendampingan pembuatan alat peraga edukatif boneka tangan hijaiyah dari kain planel secara umum sudah baik, dilihat dari hasil latihan para peserta dalam membuat alat peraga edukatif boneka tangan hijaiyah dari kain planel dapat diselesaikan dengan baik. Selain itu, melalui kegiata npelatihan dan pendampinganini para peserta menjadi memiliki pengetahuan tentang alat peraga edukatif yang dibuat dari kain planel berupa huruf-huruf hijaiyah. Secara keseluruhan kegiatan pelatihan pembuatan alat pearaga edukatif boneka tangan hijaiyah dari kain planel dapat dikatakan berhasil.
Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Berbahan Eceng Gondok di MI Jannatusshibyan Desa Gudang Hirang Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Martapura Kumala, Sari; Arifa, Tutus Rani; Ansari, Muhammad Iqbal; Komarudin, Parman; Maulidah, Yuni; Lestiyana, Nadia
Al Khidma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Al Khidma Vol. 5 No. 1 Januari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/ak.v5i1.4212

Abstract

Bagi sekolah yang kesulitan dalam mengadakan media Non ICT dalam bentuk sudah jadi maka guru dapat membuat media sendiri dengan memanfaatkan benda-benda sekitar dan dibuat dalam bentuk tiruan (tiruan alat Peraga). Contohnya adalah media yang dapat di buat langsung oleh guru adalah media pembelajaran berbahan enceng gondok. Sekolah MI Jannatusshibyan Desa Gudang Hirang Kecamatan Sungai Tabuk bertempat di daerah kawasan pesisir sungai martapura yang biasa banyak dilalui eceng gondok, pada hasil wawancara dengan guru-guru pengajar di sana mereka belum mengenal dan belum pernah menggunakan media pembelajaran berbahan eceng gondok bisa digunakan pada pembelajaran yang menggunakan metode cerita, sehingga pada saat pembelajaran siswa merasa kurang termotivasi karena guru dalam mengajar hanya menggunakan metode ceramah tanpa di bantu dengan media pembelajaran. Solusi yang ditawarkan yaitu dengan memberikan pelatihan mengenai pembuatan media pembelajaran berbahan eceng gondok dengan tujuan agar Guru-guru di MI Jannatusshibyan memiliki pengetahuan dan pemahaman dalam pembuatan media pembelajaran berbahan eceng gondok sehingga pada saat pembelajaran berlangsung anak-anak menjadi termotivasi dan bersemangat. Melalui pelatihan ini juga diharapkan masing-masing guru dapat membuat media pembelajaran berbahan eceng gondok sesuai dengan bidang pelajaran yang di mampu. Penggunaan media Non ICT berbahan eceng gondok dapat dibuat alat peraga seperti menjadi boneka dengan menggunakan metode cerita. Berdasarkan angket tanggapan peserta terhadap Pembuatan Media Non ICT berbahan eceng gondok adalah 57%, dengan kategori kurang positif kemudian kami memberikan Pelatihan mengenai pembuatan media pembelajaran berbahan eceng gondok. Dengan tujuan agar Guru-guru memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan media berbahan eceng gondok. Metode yang digunakan pada pengabdian ini yaitu di awali dengan ceramah, diskusi dan Tanya jawab dan terakhir evaluasi. Ketercapaian kegiatan ini dapat diselesaikan dengan baik dan berhasil terlihat dari hasil angket yang dibagikan kepada peserta setelah dilaksanakan Kegiatan yaitu 87% dengan kategori sangat positif.
PENGEMBANGAN MEDIA NON ICT BERBAHAN ECENG GONDOK PADA PEMBELAJARAN SKI DI MI JANNATUSSHIBYAN DESA GUDANG HIRANG KECAMATAN SUNGAI TABUK KABUPATEN MARTAPURA Kumala, Sari; Arifa, Tutus Rani; Ansari, Muhammad Iqbal; Jumiati, Jumiati; Maulidah, Yuni
PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 12 No 1 (2025)
Publisher : STKIP PGRI Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/edusaintek.v12i1.1511

Abstract

Tumbuhan eceng gondok banyak ditemui di antranya dikawasan pesisir Sungai Martapura Provinsi Kalimantan Selatan, namun pemanfaatannya masih terbatas. Dalam bidang pendidikan, eceng gondok memiliki potensi sebagai media pembelajaran, misalnya sebagai bahan pembuatan boneka. Berdasarkan hasil wawancara, ditemukan bahwa guru di Madrasah Ibtidaiyah Jannatusshibyan belum pernah menggunakan eceng gondok sebagai media pembelajaran, khususnya untuk mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), meskipun sekolah ini berada di dekat sungai Martapura. Padahal, penggunaan media pembelajaran penting untuk mencapai tujuan pembelajaran, terutama karena materi SKI di Madrasah Ibtidaiyah penuh dengan nilai-nilai pembentukan kepribadian muslim. Oleh karena itu, diperlukan media yang dapat mendukung pencapaian tujuan pembelajaran tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran non-ICT berbahan eceng gondok untuk mata pelajaran SKI di MI Jannatusshibyan, Desa Gudang Hirang, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Martapura. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Research and Development (R&D), dengan tahapan berupa studi pendahuluan, perancangan produk, validasi ahli, uji coba lapangan, dan revisi produk. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket, wawancara, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis menjadi data kualitatif dan kuantitatif untuk menilai kelayakan media dan respon peserta didik kelas III MI Jannatusshibyan. Media pembelajaran non-ICT berbahan eceng gondok telah divalidasi oleh tiga ahli, yaitu ahli media, ahli materi, dan ahli bahasa, dengan hasil layak dan mendapatkan respon yang sangat positif dari peserta didik. Dengan demikian, media berbahan eceng gondok ini efektif meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi SKI sekaligus mendukung pelestarian lingkungan melalui pemanfaatan tumbuhan eceng gondok.
SISTEM PEMBELAJARAN AL-QUR’AN DENGAN METODE AT-TIBYAN DI RUMAH TAHFIDZH UMMUL QUR’A KOTA BANJARMASIN Muhammad Iqbal Ansari
Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan Vol 10 No 1 (2019): Darul Ulum, Volume 10 Nomor 1, 2019
Publisher : STIT DARUL ULUM KOTABARU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62815/darululum.v10i1.9

Abstract

Hasil riset PTIQ menunjukkan bahwa 65 % masyarakat Indonesia masih buta aksara Al-Quran, terutama di daerah pelosok. Problematika yang seringkali terjadi pada kemampuan membaca Al-Qur’an adalah terkait pelafalan huruf hijaiyah dengan tepat sesuai dengan tempat keluarnya huruf (makhraj) dan membedakan bunyi (tamyiz al-aswat) antara huruf yang hampir sama bunyi atau simbolnya. Solusi alternatif dari permasalahan di atas adalah dengan menerapkan metode yang sesuai dengan kemampuan peserta didik seperti metode At-Tibyan. Proses pembelajaran dilaksanakan dengan mengeja (tahajjiy) berulang dan dengan melafalkan hukum bacaan tajwid secara langsung. Dengan pengulangan, diharapkan bunyi dan bentuk huruf yang mirip dapat dengan mudah diingat oleh peserta didik. Pengejaan dilafalkan dengan irama yang khas sehingga menyenangkan untuk dipelajari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian sistem pembelajaran Al-Qur’an dengan metode At-Tibyan di Rumah Tahfidzh Ummul Qura’ kota Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus (case studies). Adapun sumber data berupa data primer dan data sekunder. Sumber data primer yang dipilih dalam penelitian ini yaitu: narasumber (informan), peristiwa atau aktivitas, tempat atau lokasi. Analisis dilakukan mulai tahapan pengumpulan data, reduksi data, paparan data, serta verifikasi dan pengambilan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Bedasarkan penelitian ditemukan bahwa system pembelajaran dengan metode At-Tibyan Rumah Tahfidzh Ummul Qura’ dilaksanakan dalam beberapa tahapan, yaitu: 1) perencanaan sistem dilaksanakan melalui pembinaan guru dan penyusunan RPP oleh setiap guru, 2) pengorganisasian dilakukan untuk memberikan wewenang kepada beberapa individu untuk melakukan pemantauan atau supervisi, 3) Pelaksanaan dilaksanakan dalam bentuk klasikal kemudian dilanjutkan dengan kelompok secara parsial. Masing-masing kelompok berbeda proses pembelajaran sesuai dengan tingkat kemampuan peserta didik, 4) pengendalian sistem dilakukan berdasarkan hasil evaluasi pembelajaran. Hasil evaluasi akan merubah sistem pembelajaran di kelompok atau pertukaran guru pada masing-masing kelompok.
SISTEM PEMBELAJARAN AL-QUR’AN DENGAN METODE AT-TIBYAN DI RUMAH TAHFIDZH UMMUL QUR’A KOTA BANJARMASIN Muhammad Iqbal Ansari
Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan Vol 9 No 2 (2018): Darul Ulum, Volume 9 Nomor 2, 2018
Publisher : STIT DARUL ULUM KOTABARU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62815/darululum.v9i2.21

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem pembelajaran Al-Qur’an dengan metode At-Tibyan serta faktor pendukung dan penghambatnya di Rumah Tahfidzh Ummul Qura’ kota Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus (case studies). Adapun sumber data berupa data primer dan data sekunder. Sumber data primer yang dipilih dalam penelitian ini yaitu: narasumber (informan), peristiwa atau aktivitas, tempat atau lokasi. Analisis dilakukan mulai tahapan pengumpulan data, reduksi data, paparan data, serta verifikasi dan pengambilan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Bedasarkan penelitian ditemukan bahwa sistem pembelajaran dengan metode At-Tibyan Rumah Tahfidzh Ummul Qura’ dilaksanakan dalam beberapa tahapan, yaitu: 1) perencanaan sistem dilaksanakan melalui penentuan tujuan, langkah-langkah pembelajaran, dan penentuan guru, 2) Pelaksanaan dilaksanakan dalam bentuk klasikal kemudian dilanjutkan dengan kelompok secara parsial. 3) Pengendalian/evaluasi sistem dilakukan secara formatif dan sumatif. Adapun faktor pendukung sistem pembelajaran ialah faktor guru, faktor materi dan metode, faktor fasilitas, faktor lingkungan dan orang tua. Sedangkan faktor penghambat ialah kondisi peserta didik yang kelelahan dan orang tua yang kurang bekerjasama dalam mengawasi aktifitas ibadah dan murajaah peserta didik di rumah.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PROGRAM JUM’AT EKSPRESI DI SDIT INSANTAMA BANJARBARU iqbal ansari
Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan Vol 12 No 1 (2021): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Juni 2021
Publisher : STIT DARUL ULUM KOTABARU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62815/darululum.v12i1.59

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis Implementasi pendidikaan karakter melalui program Jum’at Ekspresi di SDIT Insantama Banjarbaru, serta mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi Implementasi pendidikan karakter melalui program Jum’at Ekspresi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus dengan subjek guru, peserta didik, dan kepala sekolah. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Peneliti menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber untuk memperoleh keabsahan data. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Implementasi pendidikan karakter melalui program Jum’at Ekspresi di SDIT Insantama Banjarbaru dilaksanakan melalui kegiatan: 1) swimming, kegiatan pembelajaran berenang2) cooking yaitu kegiatan memasak yang dilakukan peserta didik seperti memotong sayur, merebus, menggoreng, dan membakar seperti membuat ayam goreng, sayur sop, membuat omelet, dan membuat roti kukus. 3) farming yaitu kegiatan berkebun yang meliputi menanam, mencangkok, merawat, dan menyetek tanaman seperti pohon rambutan, durian hingga sayur-sayuran. 4) Saintis yaitu kegiatan yang berkaitan dengan membuat eksprimen seperti membuat es krim dan membuat tape ketan. 5) TIK yaitu kegiatan yang mengajarkan peserta didik penggunaan komputer untuk bisa mengetik sepuluh jari, membuat materi presentasi dan tugas sekolah dengan aplikasi Microsoft Word, Microsoft Excel, dan Microsoft Power Point. 6) Jurnalistik yaitu kegiatan yang berkaitan dengan penulisan berita atau membuat sebuah karya ilmiah. Faktor-faktor yang mempengaruhi Implementasi Pendidikan Karakter melalui program Jum’at Ekspresi di SDIT Insantama Banjarbaru sama dengan pembentukan karakter peserta didik pada umumnya, yaitu: lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat.
Penggunaan Media Game Gamilab Pada Mata Pelajaran IPAS Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas V SDN Gambut 1 Sadiyah, Halimatus; J, Jumiati; Ansari, Muhammad Iqbal
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 3, No 7 (2025): Agustus 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.16788506

Abstract

This study was designed to identify the extent to which the utilization of gaming media from Gamilab on the subject of Natural and Social Sciences (IPAS) can improve the learning achievement of gradeV students in SDN Gambut1. as research subjects. In the preliminary observation phase, teachers using Gamilab media obtained an activity score of 78.75% in cycleI.After being given the opportunity to improve their teachingpractice and integrate games more intensively, the score rose to 89.30% in cycleII. The comparison of mean?scores of students between cycleI and cycleII showed a significant improvement; in cycleI the mean?value recorded was 63%, while in cycleII it increased to 78%, signifying an increase of 15 percentage points. Further, the written test pass rate also showed growth: in cycleI only 70% of students achieved graduation standards, however in cycleII this figure jumped to 87%, signifying an increase of 17%. From the findings it can be concluded that the integration of Game Gamilab media in the learning?teaching process of IPAS positively impacts the quality of learning, improves teacher engagement, lifts students academic achievement, as well as increases the percentage of successfully qualified learners.