Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

ANALISIS LITERASI NUMERASI DALAM MENYELESAIKAN SOAL ESSAY PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SDN BERANGAS BARAT 3 BARITO KUALA DESA BERANGAS BARAT KECAMATAN ALALAK KABUPATEN BARITO KUALA KALIMANTAN SELATAN Tutus Rani Arifa; Sari Kumala; Jumiati; M. Iqbal Ansari; H. Abdul Hafiz
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.35963

Abstract

This study aims to identify and analyze students’ numeracy literacy skills in solving essay questions in Indonesian language learning at SDN Berangas Barat 3, Alalak District, Barito Kuala Regency. The research subjects consisted of 138 students from grades I–VI, along with classroom teachers as informants. The research employed a descriptive qualitative approach with a case study design. The instruments used included numerically-based essay questions, interview guidelines, and observation sheets. Data were analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing techniques (Miles & Huberman). The findings revealed that some students still faced difficulties in connecting quantitative information with the context of Indonesian language texts, particularly in developing logical and structured essay responses. Factors influencing students’ numeracy literacy skills included limited understanding of numerical concepts, low reading interest, teachers’ instructional methods, and the availability of literacy resources at school. This study is expected to contribute to strengthening numeracy literacy in Indonesian language learning, particularly at the elementary school level.
Sistem Karantina Tahfidzh 1 Hari untuk Anak Usia SD/MI di Rumah Tahfidzh Al-Haramain Kota Banjarmasin Muhammad Iqbal Ansari; Barsihanor Barsihanor
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 5 No. 2 (2018): Published Online: Oktober 2018
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v5i2.2679

Abstract

                                                              AbstrakPada umumnya seorang santri di Indonesia merampungkan hafalan Al-Qur’an dalam jangka 2 - 4 tahun. Jangka waktu selama itu menjadi kendala bagi sebagian orang karena harus meninggalkan aktifitas demi fokus menghafal Al-Qur’an. Salah satu solusi dari permasalahan tersebut adalah Karantina Tahfidzh Al-Qur’an 1 Hari, sebuah kegiatan di mana peserta diasramakan untuk fokus menghafal Al-Qur’an selama 1 hari. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pelaksanaan Karantina Tahfidzh Al-Qur’an 1 Hari untuk anak usia SD/MI di Rumah Tahfizh Al-Haramain, mendeskripsikan capaian hafalan dan kriteria peserta yang mencapai hafalan paling banyak, serta mengetahui kendala yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data primer yang digunakan yaitu: narasumber, aktivitas, dan lokasi. Analisis dilakukan dengan proses pengumpulan, reduksi, paparan, verifikasi data, dilanjutkan dengan pengambilan simpulan. Validitas data dilakukan dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Karantina Tahfidzh Al-Qur’an 1 Hari untuk anak usia SD/MI di Rumah Tahfizh Al-Haramain dilaksanakan pada hari sabtu setelah shalat ashar hingga hari Ahad ketika dhuhur. Kegiatan ini dilaksanakan dengan dua program, yaitu inti dan pelengkap, 2) capaian hafalan peserta usia SD/MI paling tinggi adalah 62 baris atau 4 halaman, sedangkan paling rendah adalah 30 baris atau 2 halaman, 3) hafalan paling banyak dicapai oleh 3 peserta perempuan yang duduk di kelas V dan VI. Ketiga peserta tersebut merupakan santri yang cerdas secara akademik dan mempunyai bacaan Al-Qur’an yang sesuai tajwid, dan 4) kendala yang dihadapi dalam kegiatan ini ialah kondisi peserta yang kelelahan, sesi setoran pagi yang terlambat, kesalahan hafalan, dan kualitas hafalan yang belum kuat.Kata Kunci: karantina tafidzh al-Qur’an, 1 hari, siswa, SD/MI  AbstractIn general, a santri in Indonesia completes memorization of the Qur'an in a period of 2-4 years. This long period of time is being the obstacle for some people to memorize, because they have to cut their activities off to get focus in memorizing. One of the solutions from the problem above is One-Day Tahfizh Quarantine Program, an event which all the participants placed in one place or dormitory to stay focus in memorizing Qur’an in one day. This research aims to describe the implementation of One-Day Tahfizh Qur’an Quarantine Program for elementary school students in Banjarmasin, to describe their achievement in memorizing and the criteria, and to find out the obstacles faced by the organizer and the participants. This research uses qualitative approach with case study. Sources of the primer data chosen in the research are informants, activities, and location. The analysis conducted from the proccess of collection data, reduction data, explanation, verification, and interpretation conclusion phase. Checking the validity of the data conducted with triangulation. The findings of the research: 1) One-Day Tahfizh Quarantine Program for elementary school students in Rumah Tahfizh Al-Haramain Banjarmasin conducted on weekends, which is on Saturday after Ashr prayer and finishes on Sunday Dzuhur Prayer. The activity holds with primer and complement programs; 2) The highest achievement is 62 lines, or 4 pages 2 lines, and the lowest achievement is 30 lines or 2 pages; 3) The most memorization is 3 female participants who are 2 fifth graders and 1 sixth grader. The three participants are smart students, having good beauty and correct recitation based on the structure; 4) obstacles faced by the organizer are tiring condition of the participants, late morning session, error memorization, and the weak quality of the memorization.Keywords: tahfizh Qur’an quarantine, one-day, students, elementary school
Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Arab Berbasis Pendekatan Berdiferensiasi di Program Studi PGMI UNISKA Muhammad Iqbal Ansari; Sari Kumala; Tutus Rani Arifa
SERUMPUN : Journal of Education, Politic, and Social Humaniora Vol. 4, No. 1 : SERUMPUN (JANUARY-JUNE 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/srp.v4i1.215

Abstract

Hasil survei 100 mahasiswa di Fakultas Studi Islam Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari menunjukkan bahwa 75% mahasiswa merasa bahwa belajar bahasa Arab cukup sulit, bahkan 7% menganggapnya sangat sulit, sementara 18% menganggapnya mudah. Secara rinci, kesulitan pembelajaran bahasa Arab yang dirasakan terletak pada materi Nahwu dan Sharaf (56%), menghafal kosakata (24%), menulis bahasa Arab (4%), melafalkan bahasa Arab (2%), dan masalah lainnya (14%). Sehingga disimpulkan bahwa mahasiswa UNISKA memiliki kemampuan Bahasa Arab yang bervariasi dikarenakan latar belakang pendidikan yang berbeda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Bahan Ajar Bahasa Arab Berbasis Pembelajaran Berdiferensiasi memiliki kriteria yang sangat valid setelah di uji coba oleh 2 validator ahli, yaitu ahli materi Bahasa Arab dan ahli desain/layout buku dan mendapatkan skor penilaian yang sangat layak. Hasil uji coba kepada 20 mahasiswa menunjukkan bahwa 100 % memberikan tanggapan yang positif terhadap produk tersebut sehingga layak digunakan sebagai bahan belajar secara mandiri. Hasil pre-test dan post test menunjukkan hasil output diketahui Asymp.Sig.(2-tailed) bernilai 0,000. Karena nilai 0,000 lebih kecil dari < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa “Ha diterima”. Artinya ada perbedaan antara hasil belajar sebelum menggunakan bahan ajar dan sesudah menggunakan bahan ajar, antara pretest dan post-test, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan efektifitas dan efesiensi sebelum dan sesudah menggunakan bahan ajar Bahasa Arab dengan pendekatan Pembelajaran Berdiferensiasi. Hal tersebut menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara perlakuan awal dengan perlakuan akhir.
INOVASI SISTEM FULL DAY SCHOOL DI MADRASAH IBTIDAIYAH DAERAH PEDESAAN Aldi Aldi; Barsihanor Barsihanor; Muhammad Iqbal Ansari
Al-Mudarris: Journal Of Education Vol. 8 No. 2 (2025): edisi OKTOBER
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/s31yj256

Abstract

This study aims to explain the implementation of Full Day School at MIN 4 Tapin and identify the supporting and inhibiting factors. This study uses a qualitative case study approach. Data collection was carried out using observation, interviews, and document studies. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing and verification. Data validity was ensured through triangulation of techniques and sources. The results of the study show that the Full Day School Planning Process at MIN 4 Tapin has been approved by 11 out of 12 teachers and 75% of parents. In its implementation, extracurricular and cocurricular activities have been carried out in accordance with the applicable curriculum. However, extracurricular activities have not been implemented, which has resulted in inconsistencies in the learning hours applied. This has become a subject of evaluation for the school for the coming academic year. Factors supporting the implementation of Full Day School at MIN 4 Tapin are adequate facilities and infrastructure, the condition of the teachers and parents, and a supportive social environment. The inhibiting factor is the occurrence of culture shock among students.
Pelaksanaan Program Ahlul Qur’an (PRO-AQ) Sebagai Sarana Percepatan Hafalan di Rumah Qur’an Al-Azhar Al-Syarif Kertak Hanyar Kalsel Muhammad Iqbal Ansari; Iman Setya Budi
LOYALITAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2020): Mei 2020
Publisher : Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/loyal.v3i1.547

Abstract

Based on Sofyan's research entitled Development of the Tahfiz Qur'an Movement in the Reformation Era in Indonesia, tahfizh Al-Qur'an learning is growing. It can be seen from the rapid development of Rumah Tahfizh which was triggered by Daarul Qur'an which was initiated by Yusuf Mansur which reached 300 more branches. The concept of Rumah Tahfizh was adopted by Al-Qur'an educational institutions in Indonesia, instead of the Al-Azhar Al-Syarif Qur'an House which was installed in Manarap Village, Banjar Regency, South Kalimantan Province. Based on the results of observations, learning at Al-Azhar Al-Syarif Qur'an House is carried out in 3 shifts, namely shift 1, shift 2, and the afternoon shift. Each shift was conducted 3 times in the discussion. Expect students to actively study in 1 week 3 times. The target of students to memorize each visit is 2 lines of the Al-Qur'an Standard Mushaf Madinah. But this target failed to be resolved due to several problems, in the approval of students not entering (permission or illness), strengthening memorization that had been deposited, still the process of developing reading improvements, or new students memorizing composting at the Qur'an House not at home. One of the alternatives to maximize the memorization of the Qur'an is the program held by Tahfidzh Quarantine 1 Day at Al-Azhar Al-Syarif Qur'an House. The purpose of quarantine tahfidzh 1 day is to accelerate memorization, and activities at school after quarantine is muroja'ah, which is repetition of memorization that has been completed by compiling quarantine programs, has improved memorization, learning will be efficient, both for improving memorization and reading.
Pelatihan Pembuatan Video Pembelajaran Berbasis Smartphone Android di KKG Kelas Gugus Pangeran Antasari Kota Banjarbaru Muhammad Iqbal Ansari; Barsihanor Barsihanor; M. Fahmi Arifin
LOYALITAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/loyal.v4i1.914

Abstract

The spread of covid-19 in Indonesia has a huge impact in the world of education. Responding to the outbreak of the Covid-19, the government has implemented a Distance Education for education sector. The impact of the problem is experienced by many classroom teachers in Banjarbaru City, among them 1). There are still many teachers who have minimal knowledge related to learning with distance education systems, 2), There are still low skills of teachers in the creation of IT-based learning media. To solve the problem there are several solutions that the advocates offer such as 1), Providing knowledge about managing learning with distance education systems. 2). Providing knowledge about the types media platforms for distance education. 3). Providing training on making learning videos based on android smartphones through kinemaster application. Based on the results of the training on making learning videos based on android smartphones through kinemaster applications in KKG teachers of Pangeran Antasari Group class of Banjarbaru City that is well carried out, it can be concluded that the training activities are able to provide new knowledge and skills for KKG teachers in Group class of Pangeran Antasari banjarbaru city in the creation of smartphone-based learning videos through kinemaster application.
Gerakan Penguatan Karakter Religius Anak di Lingkungan Tempat Pendidikan Al-Qur’an Raudatussalam Desa Sungai Teras Dalam Muhammad Hendri Yanova; Muhammad Iqbal Ansari; Anisa Wulandari; Muhammad Naufal Ridha Ashsofi; Salma Kumala Dewi; Mohammad Sofyan Sauri
LOYALITAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/loyalitas.v9i1.5020

Abstract

Strengthening religious character in elementary school-aged children is a fundamental aspect in shaping their personality, morals, and social attitudes from an early age. This community service program aims to share knowledge and implement methods for strengthening religious character in students at the Raudatussalam Kindergarten (TPA) and identify supporting factors and obstacles encountered in its implementation. The results of the activity indicate that strengthening religious character in the Raudatussalam Kindergarten is implemented through the inculcation of religious values ??in daily school activities, teachers' exemplary religious behavior, and the integration of religious values ??into the learning process and non-academic activities. Key supporting factors include educator commitment, a conducive TPA environment, and parental involvement in student character development. Obstacles identified include limited learning time and differences in students' religious backgrounds. In this implementation process, strengthening religious character can be effective if it is carried out consistently and integrated between the school, family, and social environment.
Tartily Banjary: Metode Belajar Al-Qur'an Urang Banua (Studi Kasus Metode Tartily Banjary di Kalimantan Selatan) Muhammad Iqbal Ansari; Fakhrie Hanief
SERUMPUN : Journal of Education, Politic, and Social Humaniora Vol. 4, No. 2 : SERUMPUN (JULY-AUGUST 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/srp.v4i2.505

Abstract

Pembelajaran Al-Qur'an di Indonesia telah berkembang melalui berbagai metode yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Salah satu inovasi lokal yang berkembang di Kalimantan Selatan adalah Metode Tartily Banjary, yang dirancang sebagai alternatif pembelajaran Al-Qur'an berbasis kearifan lokal dengan tetap mengakomodasi prinsip-prinsip pedagogi modern. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik utama Metode Tartily Banjary sebagai model pembelajaran Al-Qur'an. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif. Data diperoleh melalui studi dokumentasi, observasi, dan wawancara mendalam dengan pengembang metode, guru Al-Qur'an, koordinator munaqasyah, serta pengelola Sistem Informasi Akademik (SIA). Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Metode Tartily Banjary memiliki delapan karakteristik utama, yaitu sistem pembelajaran berjenjang, materi pokok yang sistematis, pendekatan Sam'iyyah Syafahiyyah (Audio-Lingual), konsep pembelajaran SYARIF berbasis Quantum Learning dan Deep Learning, model evaluasi yang komprehensif dan dinamis, integrasi teknologi digital melalui aplikasi pembelajaran dan Sistem Informasi Akademik berbasis web, penerapan asas mutu berdasarkan prinsip Total Quality Management, serta dikembangkan oleh putra asli Banjar sebagai bentuk inovasi pendidikan berbasis kearifan lokal. Karakteristik tersebut menunjukkan bahwa Tartily Banjary tidak hanya berfungsi sebagai metode membaca Al-Qur'an, tetapi juga sebagai model pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai lokal, teori pembelajaran modern, inovasi teknologi, dan sistem penjaminan mutu dalam pendidikan Al-Qur'an.