Claim Missing Document
Check
Articles

Studi literatur : upaya meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas IV SD dengan model pembelajaran problem based learning (PBL) Kartika Eka Mustika Yani; Parji Parji; Candra Dewi
Prosiding Konferensi Ilmiah Dasar Vol 4 (2023): Peran Pendidikan Dasar Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Era 5.0
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan IPTEK yang semakin pesat memunculkan inovasi-inovasi atau pembaharuan dalam dunia pendidikan. Model PBL yaitu kepanjangan dari Problem Based Learning menjadi salah satu pembaharuan cara mengajar guru dengan langkah-langkah PBL di Sekolah Dasar. Tujuan artikel ini untuk mendeskripsikan penggunaan model PBL dapat membantu peningkatan hasil belajar peserta didik atau tidak. Penelitian pada artikel ini menggunakan teknik analisis deskriptif dengan metode studi literatur melalui buku, jurnal, dan artikel sesuai dengan masalah yang dibahas. Berdasarkan sumber literatur dari 10 artikel diperoleh hasil belajar matematika yang mengalami peningkatan paling rendah sebesar 5,63% sedangkan persentase 31,8% adalah rata-rata hasil belajar yang paling tinggi dengan jumlah rata-rata gain secara keseluruhan sebesar 17,23. Hasil belajar peserta didik saat pra siklus dari sumber literatur mendapatkan rata-rata 52,20 dan sesudah dilakukan penelitian tindakan kelas disiklus I diperoleh  68,70 sementara siklus II sebesar 85,93. Hasil penelitian dari sumber literatur menunjukkan model PBL dapat menunjang peningkatan hasil belajar siswa kelas IV untuk pelajaran matematika dengan rata-rata kenaikan disiklus II ≥ 60%.
Implementasi Media Pembelajaran Flipbook Terhadap Minat Belajar Siswa Sekolah Dasar Alfina Nur Khasanah; Candra Dewi; Fida Rahmantika Hadi
Prosiding Konferensi Ilmiah Dasar Vol 5 (2024): Transformasi Pembelajaran Pada Pendidikkan Dasar Integrasi Computational Thinking
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi media pembelajaran Flipbook terhadap minat belajar siswa sekolah dasar melalui studi literatur. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai sumber seperti jurnal, buku, dan artikel ilmiah yang relevan dengan topik penelitian. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa implementasi media pembelajaran Flipbook dapat meningkatkan minat belajar siswa sekolah dasar. Media Flipbook terbukti menarik perhatian siswa, memvisualisasikan materi pembelajaran dengan menarik, dan menciptakan suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan. Penggunaan media Flipbook juga dapat merangsang keingintahuan dan motivasi belajar siswa. Dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran Flipbook merupakan media yang efektif untuk diimplementasikan dalam meningkatkan minat belajar siswa sekolah dasar.
PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF BERBASIS ARTICULATE STORYLINE PADA PEMBELAJARAN TEMATIK UNTUK KELAS 4 SEKOLAH DASAR Thereza Juwita Eka Putri; Candra Dewi; Pinkan Amita Tri Prasasti
Prosiding Konferensi Ilmiah Dasar Vol 3 (2022): Peran PGSD dalam mempersiapkan kurikulum merdeka pada era 5.0
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan media interaktif berbasisarticulate storylinepada pembelajaran tematikuntuk kelas 4 Sekolah Dasar dimulai dengan tahap analisis. Berdasarkan hasil analisis dinyatakanbahwa terdapat permasalahan berupa kurangnya pemahaman siswa pada materi Tema 8 Subtema 1sehingga proses pembelajaran memerlukan inovasi khususnya pada media pembelajaran. Maka,diperlukan suatu pengembangan media pembelajaran berupa pengembangan media interaktif yangdapat membantu siswa memahami materi khususnya. Penelitian dan pengembangan ini bertujuanuntuk menghasilkan produk berupa media interaktif berbasisarticultae storylinepada pembelajarantematik di kelas 4 Sekolah Dasar yang teruji kelayakannya dari para ahli dan praktisi sertakepraktisannya dari respon guru dan peserta didik terhadap media interaktif. Model yang digunakandalam penelitian dan pengembangan ini adalah model pengembangan ADDIE (analyze, design,development, implementation, evaluation). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi,wawancara, angket dan dokumentasi.Hasil validasi pengembangan media interaktif berbasisarticulate storylinedari ahli media, ahli materi, ahli bahasa, dan praktisi lapangan diperoleh skorkeseluruhan sebesar 90% dengan kriteria”sangat valid”. Sedangkan hasil uji coba media interaktifterhadap guru mendapat skor 78% dengan kriteria”menarik” dan hasil uji coba terhadap pesertadidik mendapat skor 98% dengan kriteria” sangat menarik”. Jadimedia interaktif berbasis articulatestorylinepadapembelajarantematikdinyatakanlayakdanpraktisuntukdigunakandalampembelajaran
Penerapan Media Pop Up Book Digital terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar Widhi Trianita Kusumawati; Candra Dewi; Fida Rahmantika Hadi
Prosiding Konferensi Ilmiah Dasar Vol 5 (2024): Transformasi Pembelajaran Pada Pendidikkan Dasar Integrasi Computational Thinking
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kemampuan penting yang harus dimiliki oleh semua orang, khususnya pada siswa sekolah dasar. Hal tersebut bertujuan agar mereka mampu menghadapi tantangan di abad-21. Namun, dalam mengembangkan kemampuan ini seringkali terkendala oleh guru yang kurang menggunakan model pembelajaran. Masih banyak guru yang menggunakan media yang kurang menarik dan interaktif bahkan ada yang tidak menggunakan media. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan media pop up book digital dalam kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur. Studi literatur dilakukan dengan menganalisis dari berbagai jurnal, buku, dan artikel yang relevan dengan topik penelitian. Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kemampuan penting Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media pop up book digital di sekolah dasar dapat mendorong kemampuan berpikir kritis siswa selain itu dengan adanya media ini juga akan meningkatkan motivasi belajar siswa. Media pop up book digital terbukti efektif dalam memvisualisasikan konsep-konsep materi secara menarik dengan begitu siswa akan lebih fokus pada materi yang diajarkan dan pembelajaran di kelas akan terciptanya suasana belajar yang menyenangkan. Namun, keberhasilan penerapan media pop up book digital juga bergantung pada faktor-faktor lain seperti kesiapan guru dan dukungan sekolah.
Pengaruh Model Pembelajaran Blended Learning Terhadap Kemampuan Literasi Digital Siswa Kelas V Sekolah Dasar Dwinda Susi Rahmasiwi; Candra Dewi; Pinkan Amita Tri Prasasti
Jurnal Riset Pendidikan Dasar (JRPD) JRPD Volume 4 Nomor 1, Maret 2023
Publisher : Jurnal Riset Pendidikan Dasar (JRPD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jrpd.v4i1.14383

Abstract

Literasi digital dapat menjadikan anak bertanggung jawab dalam memilih informasi dan penyebaran informasi. Untuk itu Implemetasi literasi digital SD dapat dijadikan pilihan pembelajaran yang menarik dengan menggunakan sumber digital pada saat pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemampuan Literasi Digital siswa kelas V Sekolah Dasar pada mata pelajaran tematik. Model pembelajaran yang digunakan yaitu model pembelajaran Blended Learning. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan desain Quasi Experimental Design dengan populasi siswa kelas V A dan V B SD Siti Hajar Kota Madiun dengan sampel sebanyak 25 siswa kelas V A dan 25 sisiwa kelas V B. Instrument yang digunakan yaitu dengan angket Literasi Digital. Data dianalisis menggunakan independent sample t-tes. Berdasarakan hasil penelitian dan pengolahan data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam kemampuan Literasi Digital Siswa Kelas V Sekolah Dasar yang mengikuti pembelajaran dengan model Blended Learning dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran Konvensional (taraf signifikansi 0,000 < 0,05); maka sebagaimana dasar pengambilan independent sample t test dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima.
PENGEMBANGAN E-LKPD BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MELATIH KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS SISWA KELAS V SDN SELOPURO 1 NGAWI Devita Sabrina; Candra Dewi; Nur Samsiyah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 9 No. 3 (2023): Volume 09 No. 03 Juli 2023
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v9i3.1539

Abstract

There’s problem with the development of students' mathematical understanding, so it is necessary to develop alternative interactive teaching materials. This study aims to develop Student Worksheets (LKPD) as a means to learn mathematical concepts and hone students' problem-solving skills. In this study, the R&D (Research and Development) approach was used with the ADDIE model which consisted of five stages, namely analysis, design, development, implementation, and evaluation. Data collection techniques used included observation, interviews, documentation and questionnaires aimed at media and material experts as well as teachers and fifth grade students at SDN Selopuro 1 Ngawi. The validation process applies a Likert scale which consists of four answer choices. Data analysis is done by applying certain formulas and drawing conclusions. The compiled E-LKPD draft contains several components, namely the cover containing student identity and author biographies, preface and table of contents, instructions for using LKPD, KI and KD, GPA and learning objectives as well as learning materials that contain interactive mathematics material. The results of e-worksheet validation by the material and media expert validator obtained a score of "Very Good" and were declared suitable for field testing. The results of the student response questionnaire assessment obtained an assessment of 88.9% in the "Very Good" category. The results of the teacher's response questionnaire assessment obtained an assessment of 87.5% in the "Very Good" category.