Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : BAHAS

ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA Muhammad Natsir
BAHAS Vol 30, No 4 (2019): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v30i4.18578

Abstract

 Pemerolehan bahasa pertama adalah  segala kegiatan seseorang dalam rangka menguasai bahasa ibu. Pemerolehan bahasa kedua adalah proses yang disadari atau tidak disadari dalam rangka menguasai bahasa kedua setelah seseorang menguasai bahasa ibunya ; proses belajar itu dapat bersifat alamiah ataupun ilmiah. Pengertian kedwibahasaan tidak bersifat hitam atau putih , tetapi bersifat relatif kira-kira atau kurang lebih. Pengertian kedwibahasaan  merentang dari ujung yang paling  ideal, sampai keujung  yang minimal. Pendidikan kdwibahasaan sudah berlangsung sejak zaman Yunani. Pendidikan kedwibahasaan sampai saat ini berkembang terus dan dapat dipastikan berlangsung terus menerus pada masa-masa mendatang. Kontak bahasa yang terjadi didalam diri dwibahasa menyebabkan saling pengaruh antara B1 dan B2. Saling ini dapat terjadi pada setiap unsur bahasa ,seperti : fonologi,morfologi, dan sintaksis. Penggunaan sistem bahasa tertentu pada bahasa lainnya disebut transfer. Bila sistem yang digunakan bersamaan maka transfer itu disebut transfer positif. Transfer negatif lebih dikenal dengan istilah interferensi. Interferensi dapat diartikan sebagai penggunaan B2 sedangkan sistem tersebut tidak sama dalam kedua bahasa itu. Key words : Pemerolehan Bahasa, kedwibahasaan, B1dan B2, transfer.
ALAM SEBAGAI UKURAN OBJEKTIVITAS DALAM UNGKAPAN BUDAYA DAN PANTUN: KAJIAN SEMIOTIK BAHASA Amrin Saragih; Muhammad Natsir
BAHAS Vol 30, No 2 (2019): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v30i2.17120

Abstract

Abstrak Manusia menggunakan bahasa untuk memenuhi kebutuhannya.  Dengan motivasi ke tujuan penggunaannya, teks terstruktur sesuai dengan tujuan penggunaan bahasa.  Satu aspek penggunaan bahasa adalah pengodean objektif.  Pengodean objektif dapat terjadi di dalam berbagai bidang, seperti di dalam ungkapan budaya dan pantun.  Pengodean objektif dalam makalah ini dibatasi sebagai penyampaian makna atau konsep dengan menggunakan sumber daya bahasa dengan makna yang dikodekan atau disampaikan itu sama bagi semua orang.  Sebagai sumber daya semiotik, bahasa memiliki sejumlah unsur atau elemen untuk pengodean makna atau konsep objektif.  Satu dari sumber daya itu adalah penggunaan alam atau kosa kata yang bertaut dengan alam, yang selalu digunakan dalam ungkapan budaya, seperti peribahasa dan pantun.  Makalah ini membicarakan pemakaian bahasa yang objektif dengan rujukan kepada alam atau kosa kata alam di dalam ungkapan budaya dan pantun.   Kata kunci : semiotik, pantun
TEACHING ENGLISH IN SEMIOTICS Muhammad Natsir
BAHAS Vol 27, No 3 (2016): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v27i3.5669

Abstract

This paper deals with  teaching english in semiotics and their sample applications in the language classroom. The foundation for semiotics must be laid with perception. The objects of perception are percepts. Percepts are not the material objects in the physical realm that the mind imagines (rightly or wrongly) that it is sensing. Visual percepts are patterns of area (shape, size, and position) and color  over a two-dimensional field. Audial percepts are patterns of pitch and volume over time. The verbal and the non-verbal aspects of language teaching should not be kept separate. The use of signs, symbols and visual aids by the teachers help the enhancement of the learning capacity of the language learner both at cognitive and meta-cognitive levels as they listen and try to learn a foreign language component in the classroom. Key Words : Semiotics, language teaching methods, context, sign, symbol
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA Muhammad Natsir
BAHAS Vol 30, No 1 (2019): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v30i1.16668

Abstract

Abstrak           Pemerolehan bahasa pertama adalah  segala kegiatan seseorang dalam rangka menguasai bahasa ibu. Pemerolehan bahasa kedua adalah proses yang disadari atau tidak disadari dalam rangka menguasai bahasa kedua setelah seseorang menguasai bahasa ibunya ; proses belajar itu dapat bersifat alamiah ataupun ilmiah. Pengertian kedwibahasaan tidak bersifat hitam atau putih , tetapi bersifat relatif kira-kira atau kurang lebih. Pengertian kedwibahasaan  merentang dari ujung yang paling  ideal, sampai keujung  yang minimal. Pendidikan kdwibahasaan sudah berlangsung sejak zaman Yunani. Pendidikan kedwibahasaan sampai saat ini berkembang terus dan dapat dipastikan berlangsung terus menerus pada masa-masa mendatang. Kontak bahasa yang terjadi didalam diri dwibahasa menyebabkan saling pengaruh antara B1 dan B2. Saling ini dapat terjadi pada setiap unsur bahasa ,seperti : fonologi,morfologi, dan sintaksis. Penggunaan sistem bahasa tertentu pada bahasa lainnya disebut transfer. Bila sistem yang digunakan bersamaan maka transfer itu disebut transfer positif. Transfer negatif lebih dikenal dengan istilah interferensi. Interferensi dapat diartikan sebagai penggunaan B2 sedangkan sistem tersebut tidak sama dalam kedua bahasa itu. Key words : Pemerolehan Bahasa, kedwibahasaan, B1dan B2, transfer.