Claim Missing Document
Check
Articles

ODONATA DIVERSITY AT THE MOUNT PERMISAN NATURAL TOURISM PARK SOUTH BANGKA REGENCY, BANGKA BELITUNG Ani Tias Kusumaningrum; Henri Henri; Herry Marta Saputra
BIOLINK (Jurnal Biologi Lingkungan Industri Kesehatan) Vol. 9 No. 1 (2022): August 2022
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/biolink.v9i1.7083

Abstract

Mount Permisan Natural Tourism Park, South Bangka regency is a conservation area that contains flora and fauna. The diversity of fauna in conservation areas is important to note because fauna can maintain the balance of natural ecosystems. This study aims to analyze the diversity of species and the effect of habitat characteristics on the Odonata population. Odonata sampling was carried out using an insect net randomly at a predetermined point in the left and right directions of the 100 m transect line. Identification was carried out at the Entomology Laboratory, Agricultural Quarantine Center Pangkalpinang, and compared with a comparison sample at the Zoology Laboratory, Biology Department, Universitas Bangka Belitung. Based on the research that has been done, found 14 species of Odonata from the sub-order Anisoptera and 11 species of damselfishes from the sub-order Zygoptera. The species diversity at that location was classified as moderate because H' was 1.56 to 2.05. The evenness value is high with a value of 0.62 to 0.90. The species of wealth (Margalef) is in the range of values from 2.55 to 2.75 which indicates the species richness of dragonflies in the Mount Permisan Natural Tourism Park index is classified as moderate.
STUDI PERBANDINGAN KEANEKARAGAMAN BIVALVIA DAN GASTROPODA PADA PULAU-PULAU KECIL DI BANGKA Budi Afriyansyah; Rania Insyira; Tirma Papingka; Umiyatul Islamiyah; Ahmad Syazili; Lissoliha Lissoliha; Mutia Anggita Edelweis; Rani Arizki Roshan; Risna Meilya; Shella Indila Julisa; Raka Tiwi; Zaenab Fauziyah; M Yusuf Rangga; Hikmah Septiani; Genta Hazi Pratoyo; Winanto Winanto; Rahmad Lingga; Henri Henri
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11, No 1 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v11i1.4369

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada ketiga pulau kecil yang ada di Bangka Belitung yaitu Pulau Putri, Pulau Panjang dan Pulau Semujur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman bivalvia dan gastropoda berdasarkan karakteristik masing-masing pulau. Metode yang digunakan adalah metode Purposive sampling dengan teknik transek garis yang dilakukan pengambilan garis tegak lurus terhadap garis pantai. Stasiun terdiri dari 3 stasiun dengan 5 plot pencuplikan yang dibuat kerangka kuadran berukuran 50×50cm2 dengan jumlah total daerah pencuplikan adalah 15 masing-masing pulau. Analisis data menggunakan rumus keanekaragaman Shannon Wiener. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter fisik dan kimia pada lingkungan ketiga pulau tergolong baik dengan suhu rata-rata 31,9℃, pH 7,395 dan salinitas 4,15%. Keanekaragaman Gastropoda lebih besar daripada keanekaragaman Bivalvia. Hal ini ditunjukkan dengan adanya 21 spesies gastropoda di Pulau Putri, 18 spesies gastropoda di Pulau Panjang, dan 7 spesies gastropoda di Pulau Semujur sedangkan bivalvia 20 spesies di Pulau Putri, 13 spesies di Pulau Panjang, dan 2 spesies di Pulau Semujur. Famili dari kelas Gastropoda yang paling banyak ditemukan adalah Cerithiidae. Berdasarkan parameter yang diukur pada lokasi penelitian dan adanya perbedaan karakteristik dari ketiga pulau menyebabkan adanya perbedaan keanekaragaman gastropoda dan bivalvia, seperti di Pulau Putri yang didominasi oleh rataan terumbu karang yang sangat luas dan rapat dengan substrat berupa pasir, yang mana kondisi tersebut mempengaruhi tingginya keanekaragaman gastropoda dan bivalvia. Adapun di Pulau Panjang di dominasi oleh ekosistem lamun dengan tipe substrat yang lumpur berpasir, keberadaan lamun dapat menjadi sumber nutrisi serta habitat bagi moluska hal tersebut yang menyebabkan tingginya keanekaragaman gastropoda dan bivalvia. Adapun Kondisi lingkungan di Pulau Semujur di dominasi oleh ekosistem lamun dengan substrat berpasir, serta terdapat pemukiman warga, banyaknya aktivitas seperti rekreasi, memancing dan eksplorasi serta pengambilan fauna untuk koleksi pribadi di Pulau tersebut menyebabkan rendahnya keanekaragaman gastropoda dan bivalvia.
Etnobotani Tumbuhan Bahan Pangan di Taman Wisata Alam Gunung Permisan, Kabupaten Bangka Selatan Windiarti Pujinisa; Henri Henri; Edi Romdhoni
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 3 (2023): July 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.3.453-462

Abstract

Tumbuhan pangan banyak dimanfaatkan oleh masyarakat tidak terkecuali masyarakat disekitar Taman Wisata Alam Gunung Permisan. TWA Gunung Permisan memiliki lima bukit yaitu Bukit Nenek, Bukit Nangka, Bukit Meninjen Tua, Bukit Meninjen Muda dan Bukit Jering dengan luas ±3.149,69 ha. Tumbuhan pangan dikelompokkan menjadi sayur, buah, makanan pokok, makanan tambahan, minuman dan bumbu masak. Tujuan penelitian ini ialah mengidentifikasi serta menganalisis permanfaatan tumbuhan sebagai bahan pangan berdasarkan pemanfaatan yang digunakan oleh masyarakat di Taman Wisata Alam Gunung Permisan. Penelitian ini dilakukan di Taman Wisata Alam Gunung Permisan, Kabupaten Bangka Selatan. Penelitian ini dilakukan dengan wawancara dan observasi langsung bersama informan kunci dengan menggunakan metode snawball sampling. Adapun hasil penelitian yang telah dilakukan ditemukan 67 jenis dari 33 famili tumbuhan pangan yang dimanfaatkan oleh masyarakat disekitar TWA Permisan. Tumbuhan dengan nilai RFC paling tinggi ialah Durio zibethinus dengan nilai 0,072 dan nilai ICF yang paling tinggi pada kategori buah dengan nilai 0,72. Famili Myrtaceae ialah famili yang paling banyak dimanfaatkan yaitu 10 spesies. Upaya konservasi terhadap tumbuhan pangan yang ditemukan perlu dilakukan untuk menjaga ekosistem yang ada di TWA Permisan. 
Medicinal Plants for Traditional Treatment Used by the Malays in South Bangka Regency, Indonesia Henri Henri; Dayu Puspita Sari; Luchman Hakim
Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Vol 14, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Sciences, Semarang State University . Ro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/biosaintifika.v14i1.34455

Abstract

The people of South Bangka Regency have been well-known for using plants as traditional medicine and applied it in their daily life, but the information about the indigenous medical system the limited written of documentation. This study aimed to describe the types of medicinal herbs, analyze the medicinal herbs used as traditional medicine, and discover the conservational effort practiced by the Malays which is the local ethnic of South Bangka Regency. The study employed a quantitative method with field observation techniques, interviews, and herbs identification. The data were analyzed using the ethnomedicinal quantitative method. The results showed that there were 117 species of medicinal herbs with 57 families, while the most frequently used herb was Areca catechu with the results of UV (0.16), FL (16.22), and RFC (0.004). On the important family value (FIV), the most frequently used herb was the Myrtaceae family with 9 species, followed by Poaceae with 8 species. One of the conservation efforts of medicinal plants is by conducting cultivation to help prevent extinction in their natural habitat. 
Ethnobotanical Study of Early Childhood Medicinal Plants Used by the Local People in South Bangka Regency, Indonesia Henri Henri; Vitryany Nababan; Luchman Hakim
Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Vol 12, No 3 (2020): December 2020
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Sciences, Semarang State University . Ro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/biosaintifika.v12i3.22221

Abstract

South Bangka Regency has a long history of using medicinal plants as part of its medical system. However, the potential associated with this aspect of traditional medicine remains understudied and poorly explored. This study aimed to describe the types of medicinal plants and analyze the use of medicinal plants to treat early childhood disease by the local community of South Bangka Regency. The research method used was open interview with local people using the questionnaires. The data was analyzed using Use Value (UV), Fidelity Level (FL), and Relative Frequency of Citation (RFC). The analysis identified 55 plant species from 35 families. The most common families were Euphorbiaceae (8.92%), Fabaceae (7.14%), Poaceae (7.14%), Zingiberaceae (5.36%), and Lamiaceae (5.36%). The most widely used plant was shallot plants (Allium cepa L.) with values of UV, FL, and RFC were 0.67, 66.67, and 0.015, respectively. This study revealed the richness of ethnomedicinal knowledge in the South Bangka Regency. Finally, it is expected that this ethnobotany study can provide a database for further scientific research. The community’s knowledge as a legacy will not be repeated if it is not inherited. Besides, this biodiversity is very important as a socio-economic and ecological asset in South Bangka Regency which must be protected by all means from over exploitation.
INVENTORY OF SPECIES AND HEALTH LEVEL OF SHADE TREES IN PROTOCOL ROAD, PANGKALPINANG CITY Judianto Sinaga; Robika; Henri
BIOLINK (Jurnal Biologi Lingkungan Industri Kesehatan) Vol. 10 No. 1 (2023): August
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/biolink.v10i1.8765

Abstract

Shade trees have enormous benefits for the urban environment, both ecologically and economically. The level of tree health is important as an ingredient in determining management decisions that will be carried out so that the sustainability of road shade trees remains consistent and maintained. This study aims to inventory shade tree species and analyze the health level of shade trees in the protocol roads of Pangkalpinang City. The research method used the Forest Health Monitoring method. Based on the results of the study, 12 types of shade trees were found in six main streets of Pangkalpinang City with a total of 849 individuals. The most common types of shade trees found were mahogany (Swietenia mahagoni) with 372 individuals (43.82%) and angsana (Pterocarpus indicus) with 296 individuals (34.86%). The health level of shade trees on the Pangkalpinang City protocol road was still dominated by shade trees with a healthy category of 516 individuals (61.36%). Shade trees with light damage category were 175 individuals (20.81%), moderate damage were 66 individuals (7.85%) individuals and severe damage were 84 individuals (9.98%). It can be concluded that the condition of the shade trees in Pangkalpinang City was quite well maintained since the shade trees were still in the healthy category.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN MASKER PEEL OFF PUCUK KAYU LUBANG Timonius flavescens (Jacq.) Baker MENJADI PRODUK UNGGULAN DESA AIK ABIK Robby Gus Mahardika; Occa Roanisca; Henri Henri; Selvy Aprilia
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i1.161-165

Abstract

Dusun Aik Abik memiliki potensi tumbuhan obat yang sangat tinggi. Masyarakat masih sering memanfaatkan tumbuhan obat sebagai terapi pengobatan. Tumbuhan kayu lubang (Timonius flavescens (Jacq.) Baker) sering digunakan masyarakat setempat untuk perawatan wajah dan mengobati jerawat. Tumbuhan tersebut dapat dikembangkan menjadi produk turunan masker peel off yang dapat dijadikan sebagai produk unggulan desa. Oleh karena itu, melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini tim pengabdi mentransfer inovasi pengolahan pucuk kayu lubang sebagai masker peel off untuk mendukung pemanfatan tumbuhan lokal menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi. Metode yang digunakan pada kegiatan ini berupa sosialisasi dan pendampingan secara langsung kepada mitra sasaran perangkat lembaga adat Dusun Aik Abik dan masyarakat.  Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah mitra sasaran memahami cara formulasi masker peel off berbahan pucuk kayu lubang dan menerima desain kemasan yang telah dicetak oleh tim pengabdi. Komitmen mitra sasaran akan melanjutkan pengembangan masker peel off menjadi produk unggulan Dusun Aik Abik.
KEANEKARAGAMAN SEMUT (HYMENOPTERA: FORMICIDAE) DI BUKIT NENEK, TAMAN WISATA ALAM GUNUNG PERMISAN, BANGKA SELATAN Fitri Husada Sri Bulan; Budi Afriyansyah; Rion Apriyadi; Henri Henri
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 23, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v23i1.6610

Abstract

Taman Wisata Alam Gunung Permisan, Kabupaten Bangka Selatan merupakan kawasan konservasi yang berisi flora dan fauna. Keanekaragaman fauna di kawasan konservasi penting untuk diperhatikan karena fauna dapat menjaga keseimbangan ekosistem alam. Selain itu, jenis fauna tanah juga dapat digunakan sebagai bioindikator dalam perubahan habitat, seperti semut, hal ini dikarenakan kepekaannya yang tinggi terhadap gangguan habitat. Penelitian tentang keanekaragaman semut di Bangka juga masih terbatas, sehingga perlu dilakukan penelitian ini terutama di Bukit Nenek sebagai tempat konservasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis semut dan mengetahui keanekaragaman semut di Taman Wisata Alam Bukit Nenek Gunung Permisan Kabupaten Bangka Selatan dengan menggunakan metode pitfall trap, hand collection dan beat sheets. Analisis yang digunakan adalah indeks keanekaragaman, kekayaan jenis, kemerataan, kelimpahan relatif, dominasi dan hubungan antara keberadaan semut dengan parameter lingkungan menggunakan analisis PCA. Penelitian dilakukan di 7 stasiun dengan 21 petak dengan menggunakan metode Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ditemukan 23 jenis semut dengan 5 subfamili yaitu Cerapachyinae, Dolichoderinae, Formicinae, Myrmicinae dan Ponerinae. Hasil analisis PCA menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara jumlah individu semut dengan suhu udara, kelembaban udara, kelembaban tanah sedangkan jumlah spesies semut berkorelasi positif dengan suhu udara, kelembaban udara, kelembaban tanah dan pH.
Analisis Produksi Serasah Mangrove pada Hutan Mangrove Desa Kurau Timur, Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Belitung: Analysis Production of Mangrove Litter in the Mangrove Forest of Kurau Timur Village, Central Bangka Regency, Bangka Belitung Randiansyah Randiansyah; Henri Henri; Arthur Muhammad Farhaby
JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN Vol. 9 No. 3 (2023): JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jstl.v9i3.439

Abstract

Mangrove forests have many ecological functions such as retaining and trapping sediments, dampening waves, providing protection for fish and other biota, and assimilating nutrients. Most of the nutrients returned to the forest floor are in the form of litter. Litter has an important role for the soil and the microorganisms in it. This study aims to measure the productivity of mangrove litter in the mangrove forest of Kurau Timur Village, Central Bangka Regency, Bangka Belitung. The method used to measure litter production is litter storage using a 1m x 1m litter trap with litter collection every 7 days for 3 months. Environmental parameter data analysis was performed by PCA (Principal Component Analysis). The rate of litter production in the mangrove forest of East Kurau Village is with a dry weight of 2.72 gr/m2/day. The components that make up litter are grouped into 3 components, namely leaves (66%), stems (18%), and flowers/fruits (16%). The litter layer on the mangrove forest floor of Kurau Timur Village is with an average dry weight of 69.02 grams, a water content of 40.73%, and an estimated average biomass of 3.08 tons/ha.
KEANEKARAGAMAN HAMA LALAT BUAH PADA TANAMAN SAYURAN BUAH DI KABUPATEN BANGKA DAN KUNCI IDENTIFIKASINYA Herry Marta Saputra; Tasya Dwi Nanda; Rion Apriyadi; Henri Henri; Fahri Setiawan
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 4 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, November 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i4.6480

Abstract

Lalat buah (Diptera: Tephritidae) merupakan hama penting bersifat invasif yang menyerang pada komoditas tanaman hortikultura khususnya tanaman buah dan sayuran buah. Informasi terkait jenis-jenis lalat buah perlu dilaporkan sebagai antisipasi dalam upaya pengendalian hama lalat buah. Pengoleksian lalat buah selain menggunakan atraktan juga dapat dilakukan dengan menggunakan host rearing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi dan jenis spesies lalat buah apa saja yang terdapat pada tanaman sayuran buah di Kabupaten Bangka. Penelitian dirancang dengan menggunakan metode survei yang dilakukan disetiap kecamatan dan sampel penelitian diambil secara purposive sampling. Sampel yang menjadi target yang terindikasi lalat buah diambil dan kemudian di rearing. Lalat buah kemudian diidentifikasi dan dibuatkan kunci dikotomus. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 10 jenis tanaman inang lalat buah antara lain cabai besar Capsicum annuum, cabai rawit Capsicum frutescens, mentimun Cucumis sativus, labu kuning Cucurbita moschata, melinjo Gnetum gnemon, oyong Luffa acutangula, paria Momordica charantia, tomat Solanum lycopersicum, terung Solanum melongena, and kacang panjang Vigna unguiculata. Lalat buah yang terkoleksi dalam penelitian ini sebanyak 6 spesies yaitu Bactrocera dorsalis, B.carambolae, B.mcgregori, Zeugodacus cucurbitae, Z. sp 1 dan Z. sp 2, dengan jumlah sebanyak 1.113 individu. Spesies yang paling dominan yaitu Z. cucurbitae pada tanaman sayuran buah di Kabupaten Bangka. Keanekaragaman dan kekayaan pada tanaman sayuran buah di Kabupaten Bangka dikategorikan rendah.
Co-Authors Adha, Muhammad Thoriq Ahmad Syazili Ahmad Syazili Akbarini, Dian Alissyah, Radiva Putri Alita Alita Angelia, Fera Ani Tias Kusumaningrum Animah Animah Anna Sonia Aprilia, Selvy Aprilita, Desi Apriyadi, Rion Ardiyansah, Feri Arinda Salsabila Arthur Muhammad Farhaby AYU LESTARI Aziz Aziz Budi Afriyansyah Budi Afriyansyah Budi Afriyansyah Dalimunthe, Nurzaidah Putri Dayu Puspita Sari Dewi Septia Ningsih Dian Akbarini Edelweis, Mutia Anggita Edi Romdhoni Eka Sari Eka Sari, Eka Emillia, Emillia Erika Erpandi Erwin Januardi Fahri Setiawan Fahri Setiawan Farhaby, Arthur M Farhaby, Arthur M Fauziyah, Zaenab Ferizal, Jemi Fitri Husada Sri Bulan Fitri, Gita Gea Ratri Ningsih Genta Hazi Pratoyo Gita Fitri Hajrul Nurtami Dinata Haptari, Rapita Herry Marta Saputra Hikmah Septiani Inayah Assyifa Insyira, Rania Intan Sari Islamiyah, Umiyatul Jati Batoro Jati Batoro Judianto Sinaga Julisa, Shella Indila khairul fajri, khairul Kurniawan Kurniawan Lingga, Rahmad Lissoliha Lissoliha Lissoliha, Lissoliha Luchman Hakim M Yusuf Rangga Maharani Maharani, Maharani Marinah Marinah Meilya, Risna Muftiadi, M. Rizza Muftiadi, Muhammad Rizza Mutia Anggita Edelweis Nababan, Vitryany Nadila Puspita Sari Ningsih, Gea Ratri Novyandra Ilham Bahtera Novyandra Ilham Bahtera Okto Supratman Pamungkas, Aditya Papingka, Tirma Pasaribu, Pilip Noel Parnangkok Pratoyo, Genta Hazi Putri Ayu Indah Suryani Putri, Lizha Dwi Mulya Rahmad Lingga Rahmasari, Rahmasari Rahmawati, Venny Raka Tiwi Randiansyah Randiansyah Randiansyah, Randiansyah Rangga, M Yusuf Rani Arizki Roshan Rania Insyira Raniah, Nadhifah Ratna Santi, Ratna Riko Irwanto Rion Apriyadi Risna Meilya Roanisca, Occa Robby Gus Mahardika Robika Robika Robika Robika, Robika Roshan, Rani Arizki Rusidi Rusidi Safitri Safitri Selvy Aprilia Septiani, Hikmah Seta Ardiawati Shella Indila Julisa Shinta Ahsaniyah Simatupang, Mikha Josevan Siti Aisyah Stevani Greacela Putri Suharyanto Suharyanto Sulastri, Neli Syafa'ati, Rizqy Tasya Dwi Nanda Tirma Papingka Tiwi, Raka tri wahyuni Umiyatul Islamiyah Vitryany Nababan Wahyu Adi Wahyu Adi Winanto Winanto winanto, winanto Windiarti Pujinisa Zaenab Fauziyah