Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi Pengobatan Swamedikasi Batuk Flu Pada Anak Risma Sakti Pambudi
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.431 KB) | DOI: 10.55784/jompaabdi.Vol1.Iss2.96

Abstract

Swamedikasi merupakan upaya yang sering dilakukan oleh seseorang dalam mengobati gejala sakit atau penyakit yang sedang dideritanya sebelum konsultasi kepada dokter. Swamedikasi akan berefek buruk kika terjadi kesalahan dalam mengenali gejala , pemilihan obat, dosis dan keterlambatan dalam mencari informasi. Sehingga hal ini dapat menjadi salah satu faktor terjadinya medication error. Batuk dan Flu seringkali terjadi pada kalangan anak-anak. Orang tua perlu mendapatkan pemahaman dan pengetahuan terkait swamedikasi batuk dan flu yang dapat dilakukan secara farmakologi dan tradisional. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan edukasi swamedikasi pada masyarakat. Kegiatan edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan edukasi masyarakat sekitar tentang swamedikasi batuk dan pilek pada anak. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah melalui edukasi menggunakan media brosur. Edukasi dilakukan untuk memberikan pengetahuan kepada peserta dan menghindari rasa panik jika anak mengalami batuk dan flu. Respon peserta terhadap pemberian edukasi baik dan hasil menunjukkan bahwa peserta memahami terkait swamedikasi batuk dan flu pada anak (95%).
Treatment Patterns of Covid-19 in Patients at Indriati Boyolali Hospital Ahmad Ghofar Wicaksono; Risma Sakti Pambudi; Rita Septiana
Pancasakti Journal Of Public Health Science And Research Vol 2 No 3 (2022): PJPHSR
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Pancasakti, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/pjphsr.v2i3.563

Abstract

Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) merupakan penyakit baru yang disebabkan oleh SARS-CoV-2. Pandemi ini terus berkembang hingga adanya laporan kematian dan kasus-kasus baru yang terus bermunculan di Negara-negara seluruh dunia, termasuk di Negara Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa gambaran penggunaan obat pasien rawat inap yang terjangkit Covid-19 pada Rumah Sakit Indriati Boyolali, Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan desain retrospektif berupa rekam medis periode Maret 2020 hingga Oktober 2021. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang terjangkit Covid-19 dan dirawat inap di RS Indriati Boyolali. Sampel yang digunakan sesuai dengan kriteria yaitu pasien yang terjangkit Covid-19. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisa deskriptif disajikan dalam bentuk tabel dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan jenis obat yang diberikan pada pasien yaitu golongan antibiotik (15%); Penggunaan suplemen (12%); Golongan obat mukolitik (9,2%); Golongan obat antihipertensi (8,9%); Golongan antidiabet (8,6%); Golongan obat analgetik (5,7%); Golongan obat antivirus (2,5%); Dan penggunaan sedatif (0,9%); Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa gambaran penggunaan obat pada pasien rawat inap di RS Indriati Boyolali mengunakan antibiotik terbanyak yaitu levofloksasin (5,7%); penggunaan suplemen terbanyak yaitu vitamin C (19%); penggunaan antihipertensi terbanyak yaitu amlodipine (3,3%); penggunaan antidiabetes terbanyak yaitu metformin (4,5%); dan penggunaan mukolitik terbanyak yaitu asetilsistein (6%).
UPAYA PENGENALAN APOTEKER CILIK KENAL OBAT (ACIKO) PADA SISWA SDN 2 GONILAN, SUKOHARJO Risma Sakti Pambudi; Khotimatul Khusna; Oktaria Pratama Dewi; Helviana Rista Rini
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i1.2370

Abstract

Edukasi kesehatan di bidang pendidikan usia dini sudah mulai berkembang terutama di jenjang sekolah dasar (SD). Rendahnya pengetahuan Siswa tentang profesi tenaga kesehatan menyebabkan anak kurang patuh dalam menjalani hidup sehat. Pelayanan kesehatan di SD N 2 Gonilan belum optimal sehingga diperlukan edukasi dan perbaikan pada program kesehatan. Oleh karena itu PKM ini bertujuan untuk membangun sistem pelayanan kesehatan di SDN 2 Gonilan dengan cara memberikan edukasi pengenalan profesi apoteker dan pengenalan obat. Setelah dilakukan kegiatan pengabdian ini diharapkan siswa SDN 2 gonilan Sukoharjo dapat mengenal tentang obat seperti jenis obat, cara penggunaan obat dan jenis sediaan obat. Edukasi yang diberikan berupa penyuluhan terkait pengenalan profesi apoteker dan pengenalan obat yang diikuti oleh 22 siswa. Evaluasi dilihat dari jawaban siswa sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan. Hasil menunjukkan sebelum dilakukan penyuluhan terdapat 7 siswa yang sudah memahami terkait profesi apoteker dan obat. Setelah dilakukan penyuluhan menunjukkan 22 siswa sudah mulai memahami terkait profesi apoteker dan pengenalan obat. Siswa antusias memberikan jawaban kuis terkait profesi apoteker dan pengenalan obat serta penggunaan obat. Dari hasil pengabdian dapat disimpulkan bahwa kegiatan ACIKO dapat menambah pengetahuan siswa terkait profesi apoteker dan obat.
Gambaran Penggunaan Obat Tradisional untuk Pengobatan Mandiri Masyarakat Desa Badang RW 03 Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang Machfiroh Setianing Hati; Reni Ariastuti; Risma Sakti Pambudi
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sehatmas.v2i1.1383

Abstract

Self-medication is an individual's effort to recognize symptoms or diseases and can choose drugs to cure that. The use of traditional medicine has been used by the community in curing minor ailments. This study was conducted in order to see an overview of the use of traditional medicine for self-medication in the Badang Village area, RW 03. This research is a descriptive and qualitative non-experimental research that has been tested for content validity. Sampling was done by purposive random sampling with inclusion criteria, namely age 17-60 years old, had experienced self-medication using traditional medicine. The results showed that the traditional medicines used by the Badang community for self-medication were Jamu, OHT, and Fitofarmaka. In addition, there are ways to use traditional medicines that can be drunk directly and processed first, such as boiled, grated, and brewed. Then the types of diseases that can be treated using traditional medicine to treat minor ailments such as colds, fever, coughs and colds, and diarrhea.
Analisis Administratif, Farmasetis, dan Klinis pada Resep Dokter di Apotek A Kota Surakarta Firra Lurenza Pratiwi; Reni Ariastuti; Risma Sakti Pambudi
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sehatmas.v2i1.1388

Abstract

Prescription screening is a pharmaceutical service in pharmacies. A prescription is a doctor's written request to the pharmacist to provide drugs for the patient on the prescription. The study aims to determine the suitability of drug prescribing from administrative, pharmaceutical, and clinical aspects at pharmacy A in Surakarta during January - December 2021. The sampling method is retrospective, namely research based on data from pharmacy prescription archives. Data analysis is shown the percentage of the completeness of the recipe components in January - December 2021 with 100 samples. Data analysis used Microsoft Excel 2013 by entering the data obtained. The results of administrative analysis prescriptions did not meet the requirements in the doctor's SIP (23%), doctor's name (4%), doctor's initials (2%), patient's weight (95%), address (7%), age (4 %), while the aspects fulfilled (100%) the patient's name, gender, practice address and date of the prescription. The pharmaceutical analysis did not meet the requirements, namely the writing of the dosage strength (8%), while the name of the drug, dosage form, amount of drug, and directions meet the requirements (100%). Clinical analysis of drug dose adjustment (1%) and drug interactions (7%) with interactions are pharmacokinetic and pharmacodynamic interactions. The conclusion is there are still errors in prescribing (medication errors) in the administrative, pharmaceutical, and clinical aspects but most of the prescribing errors occur in the administrative aspects of the prescription.
Gambaran Pengetahuan Mahasiswa Universitas Sahid Surakarta tentang Obat Generik Riska Dwi Astuti; Khotimatul Khusna; Risma Sakti Pambudi
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.806 KB) | DOI: 10.35473/ijpnp.v4i2.1324

Abstract

 Obat generik merupakan obat paten yang telah habis masa patennya sehingga di produksi semua perusahaan farmasi tanpa harus membayar royalti. Obat generik terbagi menjadi 2 (dua) jenis, yaitu obat generik bermerek dagang dan obat generik berlogo. Permasalahan yang terjadi pada masyarakat selama ini adalah mereka menganggap bahwa obat generik adalah obat yang murah dan tidak berkualitas. Hal itu di sebabkan oleh kurangnya edukasi dan sosialisai dasar lebih lanjut terhadap obat generik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan obat generik pada mahasiswa Universitas Sahid Surakarta. Penelitian ini termasuk jenis penelitian observasional deskriptif dengan rancangan cross-sectional. Variabel penelitian ini adalah tingkat pengetahuan obat generik. Responden penelitian ini mahasiswa yang terdaftar sebagai angkatan 2017. Teknik pengambilan sampel menggunakan non random sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Analisa data dilakukan secara deskriptif dengan menampilkan peresentase tingkat pengetahuan 76-100% tingkat pengetahuan tinggi, 56-75% tingkat pengetahuan sedang dan 0-56% tingkat pengetahuan rendah. Hasil penelitian ini menunjukan tingkat pengetahuan obat generik pada mahasiswa Universitas Sahid Surakarta adalah tingkat pengetahuan tinggi sebanyak 36 responden (51,43%), tingkat pengetahuan sedang sebanyak 19 responden (27,14%), dan tingkat pengetahuan rendah sebanyak 15 responden (21,43%).Kata kunci : obat, generik, mahasiswa, pengetahuan 
OPTIMALISASI PENGELOLAAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) BAGI KADER KESEHATAN DI PUSKESMAS WONOSAMODRA BOYOLALI: Optimization Of (Toga) Management at Wonosamodra Public Health Center Reni Ariastuti; Khotimatul Khusna; Risma Sakti Pambudi; Zuliana Styarini; Nur Cahyani; Tika Dwiyanti
MESTAKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 5 (2023): Oktober 2023
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/mestaka.v2i5.148

Abstract

The government is trying and encouraging people to be independent in maintaining and maintaining health, one of which is by using family medicinal plants (TOGA). Government Regulation Number 103 of 2014 concerning Traditional Health Services in article 70 states that people can carry out health care independently and correctly by utilizing Family Medicine Parks (TOGA) and Skills. This service was carried out with the aim of increasing the knowledge and skills of Wonosamodra Boyolali health center health cadres regarding the management and use of TOGA to maintain family health. The approach method is through training and workshops to process TOGA into a health drink for families. Service participants are health cadres in the Wonosamodra Community Health Center working area, Boyolali. Service activities include providing material about TOGA and training in making health drinks from TOGA basic ingredients. The success of this service activity can be seen from the enthusiasm of the training participants in participating in the training as well as the ability/skills of the training participants in making health drink preparations, namely instant ginger powder and the health drink "Jaeka Manis". The service carried out was able to increase the knowledge and skills of health cadres in the Wonosamodra Boyolali Community Health Center working area regarding the Management and Processing of TOGA (Family Medicinal Plants) into family health drinks.
Penerapan Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek Kimia Farma Kecamatan Banjarsari Syifa Febiana; Risma Sakti Pambudi; Khotimatul Khusna
Jurnal Kesehatan Rajawali Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Rajawali
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54350/jkr.v13i1.163

Abstract

The application of pharmaceutical service standards in Indonesian pharmacies has not been fully implemented, often referred to as services that do not comply with statutory provisions, where pharmacies are like shops that only sell drugs. This study aims to determine the application of pharmaceutical service standards at the Kimia Farma pharmacy in Banjarsari District. The method used is descriptive method using a cross-sectional research design. The research samples were the Kimia Farma Kadipiro pharmacy and the Kimia Farma Yosodipuro pharmacy. The research instrument used a questionnaire which was tested for validity and reliability tests using SPSS 21. The results showed that the application of pharmaceutical service standards at the Kimia Farma Kadipiro pharmacy was 86% and at the Kimia Farma Yosodipuro pharmacy was 80%. The conclusion of this study is that the application of pharmaceutical service standards at the Kimia Farma Kadipiro pharmacy shows very suitable criteria and the Kimia Farma Yosodipuro pharmacy shows appropriate criteria according to the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 73 of 2016.
GAMBARAN TINGKAT KEPATUHAN PENGOBATAN PASIEN ASMA DI RSUP SURAKARTA Risma Sakti Pambudi; Oktaria Pratama Dewi; Khotimatul Khusna
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 3 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v12i3.5162

Abstract

Asma merupakan penyakit kronis saluran pernapasan yang ditandai oleh adanya inflamasi, peningkatan reaktivitas terhadap berbagai stimulus, dan penyempitan saluran napas yang bisa kembali secara spontan atau dengan pengobatan yang sesuai. Di Indonesia pada tahun 2016 prevalensi asma mengalami kenaikan 0,5%, sedang pada tahun 2018 prevalensi penyakit asma mencapai 2,4% dan di jawa tengah mencapai 1,77%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan pada pengobatan pasien asma di Rumah Sakit Umum Pusat Surakarta. Penelitian ini termasuk penelitian observasional deskriptif dengan jumlah sampel penelitian 90 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan metode kuesioner MMAS-8. Teknik analisa data yan digunakan adalah analisa deskriptif dengan menghitung skor total jawaban yang menunjukkan nilai total kepatuhan tinggi ≥ 8, kepatuhan sedang 6-7, kepatuhan rendah ≤ 6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakterisitk responden, berdasarkan usia mayoritas berusia 41-60 tahun 44,4%, mayoritas berjenis kelamin perempuan 66,7%, mayoritas berpendidikan SMA 60%, mayoritas ibu rumah tangga 37,8%, mayoritas memiliki penyakit penyerta rhinitis 10%. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa responden dengan tingkat kepatuhan tinggi sebanyak 25,6%, tingkat kepatuhan sedang sebanyak 51,1% dan tingkat kepatuhan rendah sebanyak 23,3%.
Ketersediaan Antibiotik di Puskesmas Jiwan Madiun Tahun 2019 Risma Sakti Pambudi
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 2 (2021): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v10i2.2473

Abstract

Dalam dalam upaya Kesehatan diperlukan adanya obat untuk mendukung pelayanan kesehatan. Obat di fasilitas kesehatan sebaiknya memiliki ketersediaan yang baik. Jika berlebih dapat meningkatan biaya penyimpanan , obat kadaluarsa atau rusak, dan penggunaan obat yang tidak sesuai. Antibiotik merupakan salah satu jenis obat yang sering digunakan secara tidak rasional. Hal ini dapat menimbulkan efek pengobatan kurang efektif dan biaya pengobatan yang tinggi. Penggunaan antibiotic yang tidak tepat disarana pelayanan kesehatan merupakan masalah yang perlu ditangani. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran ketersediaan antibiotik di Puskesmas Jiwan Madiun Tahun 2019. Penelitian ini merupakan observasional deskriptif. Data dikumpulkan secara retrospektif dari LPLPO. Data yang digunakan adalah ketersediaan dan penggunaan obat  dari stok dalam setahun. Tingkat kecukupan obat dilihat dengan  membandingkan stok yang tersedia  terhadap pemakaian rata-rata bulanan. ketersediaan obat dinyatakan baik yaitu tersedia untuk 12-18 bulan,  ketersediaan kurang jika 12 bulan, ketersediaan berlebih jika 18 bulan dan kosong jika 1 bulan. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa ketersediaan obat antibiotik di Puskesmas Jiwan Madiun masih terdapat yang melebih standar yaitu Amoxicillin 250mg/5ml, Eritromisin 250 mg, dan Gentamisin sulfat 0,3%. Tingkat ketersediaan Obat yang melebihi standar dapat memberikan dampak obat yang rusak atau kadaluarsa. Sedangkan yang memenuhi standar 12-18 bulan yaitu amoxicillin 125mg/5 ml, amoxicillin 500 mg, klorampenicol 0,5% dan 1% serta ciprofloacin 500mg.
Co-Authors Ahmad Ghofar Wicaksono Ahwan Ahwan Ahwan Ahwan, Ahwan Akhyani, Nur Alvina Nia Diani Alvina Nia Diani Ariastuti, Reni Arvia Wahyu Widodo Arvita Sari Ashinta, Faridani Anggun Astuti, Winanti Puji Atika Azizah Widodo Bella Novela Dwi Utari Cahyani, Tiwi Nur Dewi, Oktaria Pratama Dwi Jayanti Indah Isnasari Dwi Jayanti Isnasari Endah Astuti Astuti Enjelina, Sinta Mei Fadilah Qonitah Fadilah Qonitah Farah Puteri Windiasari Firra Lurenza Pratiwi Fitriyadi, Farid Grace Agnes Theresa Konowok Grace Hestrivina Puren Hafidz, Rosyadah Hanafi, Affan Helviana Rista Rini Helviana Rista Rini Heni Rusita Ilmi, Ibnul Ishariyanto, Riski Jannah, Danik Miftakhul Khotimatul Khusna Khotimatul Khusna Khusna, Khotimatul Kristianingsih, Kiki Kurniasari, Anisa Lana, Bima Perkasa Putra Listiana, Endah Litta ‘Ifina Machfiroh Setianing Hati Mahmudah, Endar Asih Meiga Susana Nabilah Rarayanthi. A Novitasari, Nur Cahyani Nur Cahyani Nursi, Ivan Nurdin Oktaria Pratama Dewi Primania Maria Puren Putri, Alinda Putri, Tania Ardea Rahmadin, Mega Tri Ramadhani, Mutia Reni Ariastuti Reni Ariastuti Rini, Helviana Rista Riska Dwi Astuti Rita Septiana Rita Septiana Rita Septiana Astuti Rizal, Rafli Adnan Ruth Eva Betriana Safitri, Desti Anggi Septiana, Rita Septiningrum, Chintya Hayu Solong, Sriwidyawati A. Subiyanto, Abyasa Fajari Suci, Dwi Buana Syifa Febiana Temok , Maria Gabriela M Tika Dwiyanti Ulfah, Amalia Utami, Winanti Puji Widodo, Arvia Wahyu Windiasari, Farah Puteri Zuliana Styarini Zuriyah, Putri